Khawatir resesi, apakah aman kalau baru menyiapkan dana darurat sekarang?

Oktober 20, 2020

Jawaban

Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
0 Komentar

Dana Darurat

Dana darurat adalah dana wajib yang harus dimiliki setiap orang bersamaan dengan asuransi, sebelum memulai investasi. Kita tidak akan pernah tahu siapa atau apa yang akan diselamatkan dengan dana darurat yang kita miliki dan kita kumpulkan. Kapanpun kita menyiapkan dana darurat tetap akan jauh lebih baik daripada kita tidak pernah menyiapkannya. Yang akan menjadi masalah adalah kecukupannya. Tentu dana yang baru dikumpulkan sekarang akan jauh lebih sedikit atau membutuhkan nominal menabung dana darurat yang lebih besar daripada kita sudah mengumpulkannya daripada waktu yang lebih panjang.

Dimana Dana akan Disimpan?

Yang paling penting juga untuk diingat adalah dimana kita akan menyimpannya. Dana darurat harus dipisah dari tabungan biasa atau rekening yang bisa kita pergunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Harus bersifat liquid dengan pemahaman bisa dicairkan kapanpun atau bisa langsung diambil tunai melalui atm. Namun kalau jumlahnya terlalu besar, sebaiknya tidak hanya disimpan dalam bentuk tabungan, namun juga ke dalam bentuk logam mulia atau reksadana pasar uang.

Hal – Hal yang Perlu Diperhatikan

Kita tidak tahu pandemi Covid ini kapan akan berakhir, sehingga sangat disarankan untuk memperpanjang masa waktu dana darurat dengan pertambahan 3 bulan dari waktu yang biasanya. Besaran kebutuhan dana darurat itu sendiri juga berbeda. Tergantung apakah seseorang itu masih lajang atau sudah menikah, memiliki tangguangan berupa saudara atau orangtua atau tidak, memiliki anak anatau tidak. Ada rambu-rambu yang harus diperhatikan juga dalam mempersiapkan dana darurat ini, agar setidaknya keluarga bisa merasa aman meskipun kehilangan salah satu sumber penghasilan.