Terjawab

Mending cari investor atau minjam uang bank untuk bisnis?

Mei 26, 2020

Jawaban

Lifepal
0 Komentar

Jika Anda saat ini membutuhkan pinjaman dana untuk modal usaha, maka Anda tidak perlu terlalu pusing. Mengapa? Karena saat ini ada alternatif tempat untuk meminjam uang selain bank, yaitu mencari investor.

Untuk mengatasi kendala kekurangan modal, para pelaku usaha biasanya mendapatkan tambahan dana dari investor perorangan maupun lembaga keuangan yang ada seperti bank.

Kalau meminjam dana pada bank, dana pinjaman berasal dari dana nasabah yang diputar atau dikelola oleh pihak bank untuk memberikan kredit.

Sedangkan pada investor, pinjaman berasal dari investor yang meminjamkan uangnya untuk mendapatkan keuntungan berupa suku bunga.

1. Skema pinjaman bank

Berbeda bila meminta dana pada investor, pada skema pinjaman bank yang Anda pilih adalah produk pinjamannya. Saat memilih produk pinjaman, maka yang akan diperhatikan oleh nasabah adalah persyaratan pengajuan dan suku bunga.

Jika peminjam sudah menentukan produk pinjaman mana yang dipilih, maka langkah berikutnya peminjam harus melengkapi persyaratan.

Persyaratan ini meliputi identitas diri, informasi tentang bisnis Anda, perencanaan pengalokasian uang, serta surat atau bukti kepemilikan aset.

Tidak cukup hanya dengan menunjukkan bukti kepemilikan bisnis dan aset, Anda pun perlu meyakinkan pihak bank bahwa usaha Anda memiliki prospek yang baik.

Cara meyakinkannya dengan rutin membuat laporan keuangan minimal 2 tahun sekali dan membuat perencanaan cash flow.

Apabila persyaratan sudah Anda siapkan, maka langkah berikutnya adalah melakukan proses pengisian formulir.

Setelah melalui proses survey dan analisis pihak bank, maka Anda tinggal menunggu informasi dari pihak bank hingga tiga bulan ke depan untuk mendapat jawaban apakah pengajuan pinjaman diterima atau tidak. Setelah diterima, Anda tinggal menunggu dana pinjaman cair.

2. Skema pinjaman dana dari investor

Anda harus dapat meyakinkan para calon investor dengan merancang skema usaha yang hendak dirintis serta darimana datangnya imbal balik yang berpotensi diraih.

Gambarkan secara detail prospek bisnis Anda ke depannya dengan jujur, realistis, dan meyakinkan tanpa ada hal yang ditutupi dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Jelaskan secara menyeluruh tentang rencana usaha Anda, termasuk risiko kerugiannya sebagai kemungkinkan terburuk. Kesungguhan dan niat baik Anda akan memberi keyakinan kepada calon investor sehingga bersedia menanamkan modalnya pada bisnis Anda.