Terjawab

Mengapa ekonomi di Indonesia krisis? Bagaimana cara menghadapinya?

Oleh : wisnu
November 25, 2020

Saya Wisnu (30), seorang pekerja. Mengapa negara Indonesia bisa mengalami krisis ekonomi?

Berdasarkan sumbernya, krisis ekonomi uang terjadi di suatu negara dapat bersumber dari domestik maupun bersumber dari luar negeri.

Nah, bagaimana cara kita menghadapinya?

Jawaban

Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
0 Komentar

Krisis ekonomi bisa terjadi di semua negara, tidak hanya di negara tertinggal atau negara berkembang seperti Indonesia, bahkan negara maju seperti Amerika juga bisa terkena krisis. Bahkan negara sebesar Amerika pernah mengalami depresiasi besar yang tingkat kehancurannya lebih besar dari sekedar krisis ekonomi. Dan krisis ekonomi ini bisa disebabkan oleh keadaan atau cara menjalankan perekonomian negara itu sendiri atau karena factor dari negara lain atau hal lain yang terjadi di negara tersebut.

Dalam Bahasa yang sering digunakan yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor Internal

Faktor dari dalam negeri tentu dikarenakan cara negara tersebut mengatur perekonomiannya, bagaimana pemerintah melakukan langkah-langkah atau kebijakan ekonominya, mengatur ekspor impornya, menjaga konsumsi tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, dan banyak faktor lainnya yang harus diperhatikan.

Faktor Eksternal

Faktor luar negeri biasanya dikarenakan ketergantungan masing-masing negara yang jika salah satunya mengalami krisis akan mempengaruhi negara yang lain, terutama jika memiliki banyak kerjasama atau pergadangan atau bahkan sistem perekonomian yang serupa antar negara tersebut.

Force Majeur

Factor yang lain adalah force majeur seperti bencana alam atau peperangan, bahkan keadaan pandemic seperti sekarang ini.

Cara kita sebagai warga negara dalam menghadapi krisis adalah dengan mengatur keuangan kita dengan lebih baik. Kita punya dana darurat, kita siap dengan dana Pendidikan anak, dana pension juga sudah disiapkan, terjamin asuransi, hutang tidak melebihi kemampuan membayar kita dan gaya hidup yang tidak berlebihan tetapi tetap menjaga konsumsi karena salah satu penyebab krisis ekonomi bisa juga karena menurunnya tingkat konsumsi masyarakat. Atau jika kita ingin memberi impact yang lebih besar adalah dengan membuka lapangan pekerjaan agar perekonomian rakyat tetap berjalan.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Perencana Keuangan, fasilitator Financial Planning Class & CFP Preparation Class, Pembicara, Narasumber
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.
Berapa budget yang diperlukan untuk mendirikan CV? Saya ingin mengetahui informasi terkait berapakah budget yang diperlukan untuk mendirikan CV. Selain itu, apa saja syarat - syarat pendiriannya? Terima kasih.  
73
1
Terjawab
Mengapa nasabah bank syariah lebih sedikit daripada bank konvensional? Kembali Mengapa nasabah bank syariah lebih sedikit daripada bank konvensional? Oleh : Suci Tegar 4 hari ago Meski fatwa MUI menyebutkan bahwa bunga bank adalah riba, masih banyak orang Muslim yang memilih menyimpan uang di bank konvensional. Mengapa nasabah bank syariah masih sangat sedikit dibandingkan bank konvensional, padahal mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim? Balas Jawaban Tulis jawaban Anda Dapatkan solusi dari para ahli keuangan Benny Fajarai CIP® CFP® Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner Eko Endarto, CFP, RFA Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun. Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP® Perencana Keuangan, fasilitator Financial Planning Class
195
1
Terjawab
Bagaimana caranya agar tidak terjerat konsultan keuangan? Agar lebih melek literasi keuangan, saya ingin mencoba berkonsultasi pada konsultan keuangan. Bagaimana caranya agar tidak terjerat konsultan keuangan?
143
1
Terjawab
Mengapa OJK memberi izin perusahaan kredit dengan suku bunga tinggi? Di tengah pandemi ini saya dan suami berencana mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) kepada salah satu developer. Tapi, suku bunga bank yang tinggi membuat kami berpikir ulang. Mengapa OJK memberikan izin kepada perusahaan kredit dengan suku bunga bank tinggi, bukankah itu semakin menambah beban kepada pihak peminjam?
135
1
Terjawab
Bagaimana cara menghemat uang dengan mengubah gaya hidup? Kembali Bagaimana cara menghemat uang dengan mengubah gaya hidup? Oleh : Tiwi Radmila Desember 1, 2020 Saya seorang karyawan swasta yang biasa mendapat gaji Rp12 juta per bulan. Setelah di-PHK karena pandemi, saya pindah kerja dan harus menyesuaikan diri dengan pendapatan yang kini hanya setengahnya. Dengan gaji dua digit, saya selalu bergaya hidup hedonisme yang sangat berpengaruh pada biaya hidup di setiap harinya. Namun, kini gaji saya tidak sampai dua digit, dan saya harus bisa menghemat. Bagaimana cara menghemat uang yang dilakukan dengan mengubah gaya hidup? Balas Jawaban Tulis jawaban Anda Dapatkan solusi dari para ahli keuangan Ade Wikasyah Praktisi Keuangan Syariah
423
1
Terjawab