Terjawab

Mengapa harus bayar pajak? Apakah konsekuensi yang akan diterima bila tidak melakukannya?

Oleh : Tiwi Radmila
Oktober 2, 2020

Jawaban

Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
0 Komentar

Menurut Pasal 1 Ayat 1 UU No. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP), pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Kenapa tidak mendapatkan imbalan secara langsung?

Karena pembayaran pajak akan digunakan untuk pembiayaan banyak fasilitas umum, seperti jalan, kendaraan umum, sekolah dan bahkan untuk penyediaan fasilitas bagi rakyat miskin. Dengan kata lain, pajak digunakan bukan untuk kepentingan individu tapi kepentingan umu. Maka dari itu, membayar pajak sama dengan berkontribusi bagi negara.  Dikarenakan sifatnya yang memaksa, negara menetapkan sanksi bagi Wajib Pajak yang tidak melakukan pembayaran pajak. Sanksi yang akan diterima menurut UU KUP ada 2, yaitu sanksi administrasi dan sanksi pidana. Sanksi administrasi kemudian dibagi lagi menjadi sanksi denda, sanksi bunga dan sanksi kenaikan.