Mengapa investasi obligasi?

November 2, 2020

Jawaban

Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.
0 Komentar

Investasi di obligasi tidak sepopuler investasi di saham. Berinvestasi di saham lebih “seru”, karena pergerakan harganya yang lebih cepat dan banyak investor yang membicarakannya. Investasi di obligasi cenderung lebih stabil dan terkadang membosankan, tapi keputusan investasi sebaiknya diambil dengan kepala dingin. Investor yang paham pentingnya diversifikasi pasti memiliki porsi obligasi di portofolionya.

Jenis Obligasi di Indonesia

Di Indonesia, secara umum ada dua jenis obligasi yaitu obligasi pemerintah yang diterbitkan melalui Kementerian Keuangan dan obligasi korporasi yang diterbitkan oleh perusahaan. Risiko investasi di obligasi pemerintah lebih rendah, namun nilai kupon di obligasi korporasi lebih menarik.

Kelebihan Obligasi

Ada beberapa kelebihan obligasi jika dibandingkan dengan instrumen lainnya, yaitu:

  1. Relatif lebih aman jika dibandingkan dengan saham. Pergerakan harga tidak secepat pergerakan harga saham.
  2. Obligasi juga memiliki tingkat pengembalian yang jelas, bisa dilihat dari nilai kuponnya. Nilai kupon obligasi lebih menarik jika dibandingkan dengan bunga deposito.
  3. Obligasi memiliki rating yang diberikan oleh lembaga pemeringkat (credit rating agency) seperti Pefindo, S&P, Moody’s, dan Fitch. Rating diberikan secara objektif sesuai dengan kriterianya. Investor dapat lebih mudah mengetahui kualitas obligasi dari rating tersebut.

Kelemahan Obligasi

Namun obligasi juga memiliki kelemahan, khususnya untuk investor retail yaitu perdagangan dilakukan secara OTC (over the counter) dan butuh modal yang lebih besar (kecuali obligasi retail negara). Hal ini bisa diatasi dengan berinvestasi obligasi melalui reksa dana pendapatan tetap. Karena minimal 80% dari portofolio reksa dana pendapatan tetap harus berisi instrumen pendapatan tetap (seperti obligasi dan sukuk).