Terjawab

Mengapa para pengusaha mengambil utang untuk menjalankan bisnisnya?

Oleh : raisa
Desember 1, 2020

Saya Raisa, seorang karyawan yang tertarik berbisnis.Baik pengusaha pemula ataupun pro mampu menjadi pengusaha sukses dengan terlebih dahulu berutang. Pinjaman dari bank alias utang produktif bisa menjadi solusi untuk mengoptimalkan kegiatan bisnis,.

Karena saya baru akan berkecimpung di bidang ini, saya ingin tahu mengapa para pengusaha memilih mengambil utang untuk menjalankan bisnisnya?

Jawaban

Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
0 Komentar

Dari sisi bank, mereka hanya akan memberikan bantuan pinjaman untuk pengembangan usaha bukan untuk modal baru. Jadi jangan berharap bisnis baru akan mendapatkan pinjaman bank. 

Dari sisi pengusaha juga seharusnya demikian. Pinjaman adalah beban. Apabila pinjaman tidak bisa menambah pemasukan atau menambah value yang akhirnya meningkatkan laba sebaiknya tunda dulu keinginan mendapatkan pinjaman.  

Namun, bila memang “terpaksa” harus berutang, maka ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan tentang utang. 

Utang Jangka Pendek dan Panjang 

Sebelumnya, kita ketahui terlebih dahulu dua jenis utang, yaitu hutang jangka pendek dan utang jangka panjang. 

Secara umum, utang jangka pendek adalah utang yang harus dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun, sedangkan utang jangka panjang adalah utang yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun atau satu periode akuntansi.

Keuntungan dan Kerugian Utang bagi Perusahaan

Sekalipun utang memiliki konotasi negatif, bukan berarti utang tidak memiliki keuntungan bagi perusahaan. 

Keuntungan Utang

  • Utang memberikan daya ungkit (leverage) yang lebih besar. Misalnya, sebuah perusahaan memenangkan suatu proyek. Di saat bersamaan, perusahaan tidak memiliki ekuitas yang cukup untuk menjalankan proyek tersebut sehingga terbitlah utang senilai Rp1 miliar. Diproyeksikan perusahaan akan memperoleh Rp300 juta per tahun dari proyek tersebut. Inilah yang dimaksud dengan daya ungkit yang lebih besar. 
  • Utang memiliki pengaruh terhadap pengurangan pajak penghasilan. Undang-Undang Tahun 2016 tentang Tax Amnesty berbunyi, bahwa utang yang berkaitan langsung dengan perolehan harta akan mengurangi penghitungan dasar pajak yang harus dibayar. Pajak yang dikenakan kepada perusahaan adalah pajak dari penghasilan yang telah dikurangi dengan utang yang dimiliki.
  • Pemberi utang obligasi, sekalipun memegang jaminan dari perusahaan, tetap tidak bisa melakukan intervensi terhadap keberlangsungan perusahaan. Dengan begitu, perusahaan tidak perlu melakukan perubahan baik di dalam manajemen maupun operasionalnya.
  • Pembayaran utang jangka panjang disertai dengan bunga, seperti utang hipotek maupun utang obligasi. Namun, bunga tersebut masih lebih ringan dibandingkan dengan pembayaran dividen kepada pemegang saham perusahaan.

Kerugian Utang

  • Faktor-faktor eksternal seperti pertumbuhan ekonomi dan mekanisme pasar tentunya akan memengaruhi keberlangsungan suatu perusahaan. Yang berarti, semakin lama suatu utang dilunasi, akan semakin banyak risiko eksternal perusahaan yang akan menyebabkan tambahan beban.
  • Utang adalah beban tetap yang harus ditanggung sampai selesai periode pelunasan. Pendapatan yang diperoleh pada masa itu tidak sepenuhnya dimiliki perusahaan karena adanya utang yang harus dilunasi.
  • Pengaturan keuangan perusahaan harus dilakukan dengan lebih jeli lagi dengan adanya utang. Perusahaan harus mampu mengalokasikan dana untuk melunasi utang tepat waktu.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.