Terjawab

Mengapa seseorang bisa bangkrut karena investasi saham? Apa tipsnya agar tidak bangkrut?

September 10, 2020

Jawaban

Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
0 Komentar

Banyak alasan mengapa seseorang bisa bangkrut dalam berinvestasi saham yaitu :

a. Membeli Saham Hanya Karena Ikut-Ikutan
Banyak orang yang berinvestasi saham, karena ikut – ikutan teman tanpa diimbangi dengan pengetahuan atau ilmu yang cukup. Sehingga dia tidak memiliki pendirian ketika berinvestasi. Misalkan ketika temannya bilang beli saham ABCD besok naik, dia ikut beli, padahal ternyata perusahaan yang dibeli bukan perusahaan yang baik kinerjanya. Alhasil Ketika harga sahamnya turun, banyak yang menjadi panik karena tidak melakukan riset terlebih dahulu.

b. Berinvestasi di saham gorengan
Banyak orang yang masih memandang investasi saham untuk meraih keuntungan cepat. Hal ini membuat banyak investor saham memilih untuk masuk ke saham “gorengan” karena ingin mendapatkan keuntungan cepat. Investor tersebut tidak melihat kinerja keuangan perusahaan yang dibeli apakah baik atau buruk, tidak melihat apakah perusahaan dikelola oleh manajemen yang profesional atau tidak, serta tidak memperhatikan prospek ke depannya, apakah perusahaan masih akan tetap ada dalam 5 atau 10 tahun kedepan. Melainkan membeli saham gorengan hanya karena ingin untung cepat. Akibatnya malah membuat investor tersebut bukannya untung malahan buntung.

c. Tidak melakukan diversifikasi portofolio
Investor kondang dunia Warren Buffett pernah berpesan “Don’t put your egg in one basket”. Kebanyakan investor pemula biasanya menaruh dana pada hanya satu emiten karena ia sangat yakin akan perusahaan yang ia investasikan. Padahal hal ini tidak baik untuk dilakukan, karena sekalipun kita sudah yakin terhadap emiten tersebut kita tidak akan pernah bisa menebak 100% harga saham tersebut akan bergerak naik atau turun. Jika benar mengalami kenaikan tentunya ia akan mendapatkan keuntungan besar, namun jika tidak maka ini yang menyebabkan seorang investor cepat bangkrut dalam berinvestasi saham.

d. Tidak Konsisten Terhadap Analisa yang Digunakan
Hal ini biasanya disebabkan oleh teknik analisis yang digunakan oleh investor tersebut. Dalam melakukan pembelian saham, misalkan seseorang memilih jalur trading atau teknikal analisis karena ingin mendapatkan return yang cepat, namun di tengah perjalanan harganya turun dan akhirnya investor tersebut jadi “investor dadakan”.Sebaliknya ada juga investor yang Ketika melakukan pembelian menggunakan Analisa fundamental. Namun ia tidak sabaran. Misalkan Ketika harga saham baru mengalami penurunan 5% ia sudah melakukan cutloss, padahal potensi return dari saham yang dianalisis menggunakan teknik fundamental tersebut sangat tinggi. Sehingga dengan ketidakkonsistenan terhadap teknik analisis yang digunakan menyebabkan investor cepat mengalami kebangkrutan.

Beberapa hal ini lah yang menyebabkan seorang investor cepat mengalami kebangkrutan dalam berinvestasi saham.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.
Apa jenis investasi syariah yang paling menguntungkan? Saya ingin mulai investasi, tapi mau yang syariah, mengingat investasi ini didasarkan pada prinsip-prinsip Islam atau tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam.   Sehingga, hal-hal yang bertentangan dengan prinsip Islam seperti riba, alkohol, judi, rokok dan pornografi dipastikan tidak akan menjadi sumber keuntungan dalam investasi yang berbasis syariah. Tapi, saya masih bingung, apa jenis investasi syariah yang paling menguntungkan?
1.187
0
Mending saya jual atau sewakan apartemen saya? Saat ini saya tinggal di sebuah apartemen di Jakarta Barat. Unit ini sudah lunas, saat ini harga pasaran tidak naik dari harga beli saya tahun 2015 silam di sekitar Rp700 juta. Harga sewa di daerah ini juga stagnan di Rp30 juta/tahun.   Karena ada rezeki lebih, saya mulai mencicil rumah di daerah lain. Saat ini saya cicil dengan bunga 6.8% per tahun sebesar Rp700 juta. Saya bimbang, apa mending saya jual saja apartemen saya dan saya lunasi hutang saya ke bank untuk rumah saya? Atau mending saya sewakan saja apartemen saya?
1.208
0
Apa itu saham LQ45 dan apakah indeks ini bisa menghasilkan cuan? Halo, saya Rina, seorang karyawan yang pengin tahu apa itu saham LQ45. Saya baru mau bermain saham, sering mendengar indeks saham LQ45.   Apakah indeks saham ini bisa menghasilkan cuan? Agar tidak salah melangkah, bagaimana caranya bisa cuan dengan memiliki indeks saham satu ini?
1.278
1
Terjawab
Saya baru ingin memulai investasi saham, apa itu portofolio saham? Saya Dhani, karyawan swasta berusia 29 tahun, baru ingin memulai investasi saham.   Dalam berinvestasi di pasar keuangan, portofolio disebut-sebut sebagai salah satu aspek yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Portofolio juga akan menentukan imbal hasil (return) yang diinginkan agar optimal. Karena alasan \tersebut, saya pengin mengetahui detail apa itu portofolio saham? Mengapa perlu dilakukan manajemen portofolio?
1.228
1
Terjawab
Saya ingin tahu apa itu return saham dan bagaimana rumusnya? Nama saya Robi, mahasiswa semester akhir yang tertarik bermain saham.   Dalam investasi saham, memahami return saham disebut merupakan hal yang sangat penting. Agar kita memiliki visualisasi masa yang akan datang mengenai aktivitas investasi yang dilakukan. Karena itu, sebelum memulainya, saya pengin tahu apa itu return saham dan bagaimana rumus penghitungannya?
1.376
1
Terjawab