Terjawab

Punya uang Rp100 juta, investasi apa yang tepat untuk diambil?

Oleh : Jati Ratimaya
November 13, 2020
Saya kebetulan punya uang 100juta yang udah diem di tabungan sejak lama. Daripada dibiarkan, saya pikir mungkin lebih baik saya taruh utk diinvestasikan. Tapi saya belum pernah berinvestasi sebelumnya. Lebih baik saya investasikan dimana ya uang tsb?

Jawaban

Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
0 Komentar

Untuk menjawab pertanyaan ini, tentunya harus digali dengan pertanyaan yang lebih dalam: Apa tujuan keuangan kamu?

Investasi Berdasarkan Tujuan & Jangka Waktu Tujuan

1. Jangka Pendek

Jika tujuan keuangan kamu adalah jangka pendek waktunya, misalnya menyiapkan dana pernikahan 1 – 2 tahun yang akan datang, pilihan investasi yang tepat adalah deposito atau reksadana pasar uang atau instrumen investasi lainnya yang rendah risiko dan bersifat likuid.

2. Jangka Menengah

Jika tujuan keuangan kamu adalah jangka menengah, misalnya menyiapkan dana pendidikan anak, pilihan investasi yang disarankan untuk kamu adalah obligasi atau reksadana pendapatan tetap. Investasi ini memiliki return yang lebih tinggi ketimbang deposito atau reksadana pasar uang, tapi tentunya dengan risiko yang juga lebih tinggi.

3. Jangka Panjang

Jika tujuan keuangan kamu adalah jangka panjang waktunya, pilihan investasi yang disarankan untuk kamu adalah investasi saham. Investasi saham memiliki return yang paling besar di antara instrumen investasi yang sudah disebutkan sebelumnya.

Namun, saham memiliki risiko yang lebih besar apabila digunakan untuk jangka pendek. Jika digunakan untuk investasi jangka panjang, investasi saham adalah yang paling bisa memberikan keuntungan.

Jadi kembali lagi, sesuaikan investasi yang kamu pilih dengan tujuan keuangan kamu.

Pastikan Ada Alokasi Untuk Proteksi

“Rp100 Juta untuk Investasi, Tapi Tidak Sepeser pun Buat Proteksi?”

Idealnya, investasi dilakukan setelah tersedianya proteksi keuangan dalam perencanaan keuangan yang baik dan benar. 

Sayangnya, tidak sedikit orang yang berlomba-lomba memiliki portofolio investasi, tapi lupa memiliki proteksi.

Padahal, kepemilikan atas proteksi berperan besar dalam menjaga kondisi keuangan tetap stabil. Sebab proteksi keuangan dalam wujud asuransi dapat meminimalkan kerugian tak terduga.

Lagi pula memiliki asuransi tidak harus merogoh kocek dalam-dalam kok. Memang betul ada BPJS Kesehatan, tapi BPJS Kesehatan makin lengkap kalau ditambah dengan asuransi jiwa.

Benefit asuransi jiwa yang bisa mencapai miliaran rupiah kalau digabungkan dengan profit investasi sangat menjamin kondisi keuangan keluarga apabila kamu tinggalkan kelak.

Selain itu, kepemilikan atas benda bergerak semisal mobil juga dapat diminimalkan kerugiannya yang terjadi akibat kecelakaan dengan memiliki asuransi mobil

Premi asuransi mobil tidak mahal kok. Bahkan, premi asuransi mobil masih kalah besar dengan biaya perbaikan kendaraan.

Jadi, sebelum berinvestasi, apakah keuanganmu telah terproteksi?