Rencana pelajar menabung di koperasi

Oleh : Kila Yudayana
Oktober 20, 2020
Seorang pelajar berencana untuk menabung di koperasi yang keuntungannya dihitung setiap semester, apakah relevan?

Jawaban

Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
0 Komentar
Apapun bentuk investasi sebenarnya relevan, tergantung pada tujuan keuangan, kemampuan dan kebutuhan. Tapi yang perlu diperhatikan di sini adalah, apakah koperasi tersebut terdaftar di OJK? Karena walaupun berbasis Koperasi, bukan berarti bebas dari kemungkinan koperasi bodong atau koperasi yang tidak benar.

Apakah Koperasi Terdaftar di OJK?

Banyak instansi yang menamakan diri sebagai koperasi, namun ternyata tidak terdaftar di OJK. Kalau suatu Koperasi tidak terdaftar di OJK, maka Anda tidak akan ada yang melindungi, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan nantinya. Kenapa penting berada di naungan OJK, adalah untuk menghindari terjadinya investasi bodong atau hal-hal yang mengacu pada penipuan terhadap nasabah.
Berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian (“UU Koperasi”) koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasar atas asas kekeluargaan. Jadi sebenarnya ada Hukum yang melindungi.
Satu hal yang perlu diperhatikan, apabila koperasi tersebut memberikan hasil imbal balik di atas 12%, maka curigalah. Apalagi dengan iming-iming fix atau hasil imbal balik yang tetap.

Instrumen Investasi Lain

Ada banyak instrumen investasi yang bisa menjadi pilihan apabila Anda memerlukan hasil imbal balik bulanan, 3 bulanan atau per semester. Contoh ORI atau Suku. Semua produk investasi jenis ORI atau Sukuk memiliki kupon yang dibayarkan setiap bulan, sesuai dengan tanggal jatuh tempo. ORI atau Sukuk juga memberikan jaminan pembelian kembali kepada nasabahnya, apabila membutuhkan uang sebelum tanggal jatuh tempo.
Sebaiknya konsultasikan dahulu dengan perencana keuangan Anda tentang apa sebenarnya produk keuangan yang cocok dengan profile resiko, kebutuhan dan tujuan keuangan yang Anda miliki. Karena sebenarnya investasi tidak selalunya harus mahal. Bahkan bisa dimulai dengan dana Rp. 100.000,– Jadi bisa masuk ke dalam kategori ramah untuk kantong pelajar juga.
Semoga bermanfaat.