Terjawab

Saya baru ingin memulai investasi saham, apa itu portofolio saham?

Oleh : dhani
Januari 22, 2021

Saya Dhani, karyawan swasta berusia 29 tahun, baru ingin memulai investasi saham.

 

Dalam berinvestasi di pasar keuangan, portofolio disebut-sebut sebagai salah satu aspek yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Portofolio juga akan menentukan imbal hasil (return) yang diinginkan agar optimal.

Karena alasan \tersebut, saya pengin mengetahui detail apa itu portofolio saham? Mengapa perlu dilakukan manajemen portofolio?

Jawaban

Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.
0 Komentar

Halo Dhani, pertanyaanmu tentang portofolio saham sangat menarik. Tepat sekali jika kamu bilang bahwa portofolio dapat menentukan return dari investasi. Selain return portofolio juga dapat menjaga risiko investasi.

Sederhananya portofolio adalah kumpulan dari aset. Portofolio saham berarti kumpulan dari berbagai macam saham. Contoh paling mudah dari portofolio saham adalah reksa dana saham, Manajer Investasi tidak menginvestasikan seluruh dananya ke satu saham saja, melainkan ke beberapa saham. Coba cek fund fact sheet reksa dana saham, kamu akan menemukan beberapa saham yang masuk ke dalam portofolionya.

Jika kamu memutuskan untuk investasi saham secara mandiri, kamu perlu membentuk portofolio sendiri. Tentukan saham apa saja yang ingin kamu masukan ke dalam keranjangmu dan berapa bobotnya. Manajemen portofolio adalah cara mencari jalan tengah antara return yang kamu inginkan dan risk tolerance pribadimu.

Beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan dalam melakukan manajemen portofolio adalah:

Alokasi Aset

Apakah isi portofoliomu cukup hanya saham saja? Mungkin perlu dipertimbangkan juga untuk memasukkan jenis aset lainnya seperti obligasi atau deposito. Tentu hal ini harus disesuaikan dengan tujuan investasimu. Jangan lupa untuk menentukan bobot masing-masing aset tersebut.

Pentingnya Diversifikasi

Salah satu cara manajemen risiko dalam investasi adalah dengan melakukan diversifikasi aset. Jangan hanya memiliki satu jenis aset saja, karena sulit memprediksi pergerakan pasar. Isi portofolio dengan beberapa aset, sehingga jika salah satu aset nilainya sedang turun kamu tidak cemas karena nilai aset lainnya masih naik.

Jangan Lupa Rebalancing

Kamu sudah menentukan target portofolio, aset apa saja dan berapa bobotnya. Namun dalam perjalanan pasar bergerak dinamis. Nilai aset kamu bisa naik atau turun, sehingga tidak sesuai dengan target portofolio awal. Jangan lupa kembalikan portofoliomu ke target awal setiap periode tertentu.
Selamat menyusun portofolio investasi.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Praktisi Keuangan Syariah
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Certified Financial Planner
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Independent Financial Planner
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.