Terjawab

Saya bekerja di perusahaan selama belasan tahun, kapan saya kaya?

Oleh : lutfiandri
November 25, 2020

Saya Lutfi, seorang kepala rumah tangga dengan dua orang anak. Saat ini, saya masih bekerja di perusahaan tekstil selama belasan tahun, tapi saya belum juga kaya.

Saya bingung, meski pun sudah bekerja selama belasan tahun tetap saja belum bisa kaya. Kapan seorang pekerja seperti saya bisa kaya? Apa yang harus dilakukan untuk mewujudkannya?

Jawaban

Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
0 Komentar

Pak Lutfi, seorang karyawan sangat mungkin menjadi kaya dengan pola pikir kaya. Pertama yang mesti Anda tanamkan adalah menyadari bahwa sebenarnya Anda bisa kaya dan memutuskan kapan Anda bisa kaya.

Setelah mindset kaya tersebut sudah Anda tanamkan, langkah selanjutnya adalah melakukan perencanaan keuangan dengan tepat untuk mencapai kebebasan finansial. Caranya mudah, berikut saya jelaskan step by step nya :

Cek Kondisi Keuangan Anda

Step pertama yang dapat Anda lakukan adalah melakukan financial check up atau memeriksa kesehatan keuangan Anda. Kenapa ? Karena kondisi keuangan seseorang selalu berubah dari waktu ke waktu, terutama saat ada perubahan penghasilan, penambahan utang dan penambahan aset. Ada dua cara untuk mengetahui kondisi kesehatan keuangan Anda. Pertama cara manual, menghitung sendiri atau dengan bantuan konsultan keuangan yang Anda percaya. Kedua cara digital, menggunakan kalkulator kesehatan keuangan. Anda dapat klik ke sini ( link menuju ke https://www.cerdaskeuangan.com/kalkulator/finansial_check_up ) untuk mengetahui kondisi kesehatan keuangan Anda.

Kelola Gaji dengan Baik, Usahakan Surplus

Anda dapat cek kembali tulisan saya di website ini tentang 8 cara simple mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji Rp. 4 juta. Di sana secara detil dijelaskan tahapan-tahapan sederhana mengatur keuangan dengan bujet terbatas tiap bulannya. Coba klik link di sini ( link menuju ke https://lifepal.co.id/media/cara-mengatur-keuangan-rumah-tangga-gaji-4-juta/ )

Kelola Utang dengan Bijak

Pada dasarnya mengajukan pinjaman itu sah-sah aja sepanjang digunakan untuk memperoleh aset produktif atau untuk menjalankan usaha. Saran saya, jika kondisi Anda masih pas-pasan baiknya sih hindari dulu berutang. Apalagi utang yang digunakan untuk membiayai gaya hidup. Banyak orang terjebak godaan gaya hidup, sehingga rela berutang dan akibatnya akan mengganggu arus pendapatan bulanan dan gak bisa nabung. Kenapa ? Karena setiap bulan pendapatannya minus atau defisit.

Nah, setelah ketiga langkah itu sudah Anda lakukan, lanjutkanlah dengan membangun aset investasi, menyiapkan proteksi dan mengembangkan kebiasaan rutin berinvestasi. Percaya deh, perlahan Anda akan menuju kaya sesungguhnya.

Semoga Bermanfaat
Salam
Erlina Juwita

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.
Apa saja kunci sukses untuk mengatur keuangan keluarga? Saya dan suami baru saja menikah delapan bulan terakhir ini, dan saya sedang mengandung 4 bulan. Setelah hamil, saya diminta suami untuk mundur dari pekerjaan dan menjadi ibu rumah tangga. Sebagai ibu rumah tangga, tentu saja saya harus memiliki kepiawaian mengatur keuangan, karena kami sebentar lagi akan dikaruniai keturunan. Pertanyaan saya sekarang, apa kunci sukses mengatur keuangan keluarga? Mohon masukannya. Terima kasih.
352
0
Bagaimana hukum menggunakan kartu kredit secara syariah? Banyak kaum muslim yang menggunakan kartu kredit di dalam melakukan transaksi jual beli karena dirasa lebih efesien, aman, dan praktis dibandingkan membawa uang tunai ke mana-mana. Bagaimana hukum menggunakan kartu kredit tersebut? Mohon informasinya. Terima kasih.
213
0
Bagaimana cara menyisihkan uang dari hasil usaha? Saya seorang pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di bidang makanan yang masih baru belajar berwirausaha. Saat ini, pendapatan bersih dari usaha saya berkisar antara Rp5 juta per bulan. Pertanyaan saya sekarang, bagaimana cara menyisihkan uang dari hasil usaha?
444
0
Bagaimana cara menghemat uang dengan mengubah gaya hidup? Saya seorang karyawan swasta yang biasa mendapat gaji Rp12 juta per bulan. Setelah di-PHK karena pandemi, saya pindah kerja dan harus menyesuaikan diri dengan pendapatan yang kini hanya setengahnya. Dengan gaji dua digit, saya selalu bergaya hidup hedonisme yang sangat berpengaruh pada biaya hidup di setiap harinya. Namun, kini gaji saya tidak sampai dua digit, dan saya harus bisa menghemat. Bagaimana cara menghemat uang yang dilakukan dengan mengubah gaya hidup?
442
1
Terjawab
Mengapa nasabah bank syariah lebih sedikit daripada bank konvensional?
222
1
Terjawab