Terjawab

Saya berencana mengajukan KPR, apa hukumnya dalam islam? Dan apa itu KPR syariah?

Oleh : Estu Damar
November 17, 2020
Hi, saya perlu mengajukan KPR karena saya berencana mau menikah. Tapi saya selalu takut bagimana hukum KPR dalam islam? Dan pertanyaan saya, lebih baik KPR biasa atau KPR syariah?

Jawaban

Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
0 Komentar

Definisi KPR Syariah

Pada KPR syariah menggunakan akad murabahah yaitu perjanjian jual beli, di mana bank syariah akan membeli rumah yang nasabah inginkan terlebih dahulu. Kemudian menjualnya kepada nasabah dengan harga yang sudah dinaikkan dari harga sebelumnya. Kemudian nasabah akan membayar dengan cara mengangsur.

Bank tidak mengenakan bunga (tambahan dari pinjaman). Bank tetap mengambil keuntungan dari harga penjualan rumah yang sudah disepakati bersama. Maka karena itu transaksi dengan jual beli dalam hal ini hukumnya halal.

“Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” Al-Baqarah: 275

Besar cicilan di KPR Syariah tidak berubah sampai jangka waktu atau tenor selesai pada skema KPR syariah, karena sudah ditetapkan sejak awal. Pada KPR konvensional, debitur membayar pinjaman yang sesuai harga rumah, ditambah dengan bunga KPR, serta biaya lainnya.

Pada prinsip syariat ISLAM, tidak diperbolehkan menerima manfaat apapun dari transaksi perjanjian pinjam-meminjam. Tambahan yang ada dari transaksi pinjam-meminjam disebut dengan Riba Qardh. Maka, KPR Konvensional hukumnya tidak halal karena mengandung unsur Riba Qardh

Kelebihan KPR Syariah

Kekurangan KPR Syariah
1.     Terhindar dari Riba, Gharar dan Maysir dimana dalam ISLAM ini adalah hal utama yang wajib dihindari

2.     Besar cicilan tetap tidak berubah

3.     Tidak ada denda keterlambatan

1.     Umumnya besar cicilan lebih tinggi dari KPR Konvensional yang dapat lebih kecil jika tingkat suku bunga turun.

2.     Tenor lebih pendek dibanding KPR Konvensional (maksimal 15tahun dibanding KPR Konvensional hingga 25 tahun)

Jadi mana yang Lebih Baik Diambil? KPR Syariah atau KPR Konvensional?

Untuk menjawab pertanyaan ini tentunya kembali lagi kepada preferensi pribadi masing-masing nasabah. Tentunya bagi nasabah yang ingin melakukan aktivitas ekonomi sesuai dengan prinsip syariat ISLAM akan memilih KPR Syariah, yang tidak mengandung Riba Qardh (Riba pinjaman) dan Gharar (ketidakpastian besar cicilan karena suku bunga floating yang ada di bank konvensional).

Namun dengan menerima konsekuensi bahwa umumnya besar cicilan KPR Bank Syariah akan lebih besar dari KPR Bank Konvensional karena pada Bank Konvensional ada tingkat suku bunga floating yang mungkin saja akan lebih kecil.