Manfaat Asuransi Penyakit Kritis

Manfaat asuransi penyakit kritis memberikan uang pertanggungan yang bisa digunakan untuk perawatan ketika didiagnosis penyakit kritis. Beberapa polis juga memberikan santunan tunai, dengan tujuan agar nasabah bisa tetap aman secara finansial meskipun tidak mampu bekerja lagi. 

Ingin mendapatkan manfaat tersebut? Temukan asuransi penyakit kritis dengan harga terjangkau di Lifepal!

UP Rp15 M + Pengobatan di Indonesia dan Internasional!
+62

Tanda Kamu Perlu Punya Asuransi Penyakit Kritis

Risiko penyakit kritis memang dapat menimpa siapa dan kapan saja. Namun, jika memiliki ciri-ciri berikut ini, tandanya sangat penting untuk terproteksi asuransi penyakit kritis:

1. Memiliki riwayat penyakit kritis dalam keluarga

Menurut Prof. Dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP selaku ketua Yayasan Kanker Indonesia, 8-10 persen kasus kanker dipengaruhi oleh genetik. Oleh sebab itu, asuransi penyakit kritis penting dimiliki oleh kita yang memiliki riwayat penyakit kritis dalam keluarga. 

2. Nasabah adalah pencari nafkah utama dalam keluarga

Salah satu manfaat dari asuransi penyakit kritis antara lain memberikan santunan tunai jika terdiagnosa penyakit kritis. Nah, mengingat peran pencari nafkah utama sangatlah krusial dalam satu keluarga, jika mengalami risiko penyakit kritis maka perputaran keuangan keluarga juga akan ikut terganggu. Di sinilah pentingnya peran asuransi penyakit kritis sebagai solusi finansial.

3. Telah berusia 40 tahun ke atas

Semakin tua usia nasabah, risiko penyakit kritis juga akan semakin tinggi. Itu sebabnya, penting untuk calon nasabah kalangan usia 40 tahun ke atas terlindungi asuransi. Bagi nasabah yang belum memiliki asuransi kesehatan, disarankan untuk mengutamakan asuransi kesehatan terlebih dahulu baru menambahkan asuransi penyakit kritis dalam plan proteksinya. Sebab, cakupan jenis penyakit asuransi kesehatan lebih luas dibandingkan dengan penyakit kritis. 

Pengecualian Asuransi Penyakit Kritis

Pengecualian umum adalah kondisi yang secara umum tidak ditanggung oleh seluruh asuransi, seperti: 

  • Akibat bunuh diri yang terjadi dalam waktu dua tahun sejak polis aktif
  • Tertanggung sedang/sebagai akibat melakukan kejahatan
  • Tertanggung menjalani eksekusi hukuman mati oleh pengadilan
  • Terjadi akibat tindak kejahatan atau pembunuhan yang dilakukan oleh berkepentingan dalam pertanggungan
  • Peperangan, keadaan bahaya perang atau darurat perang, baik sebagian atau seluruh wilayah Indonesia. 
  • Pemogokan, kerusuhan, huru-hara, pemberontakan, perang-saudara, pengambil-alihan kekuasaan. 
  • Tugas kemiliteran atau kepolisian yang sedang dijalani tertanggung, kecuali telah membayarkan premi tambahan untuk manfaat tersebut.
  • Minuman yang mengandung alkohol, zat-zat terlarang, racun, gas, dan sejenisnya. 
  • Tertanggung menggunakan obat-obatan terlarang kecuali terbukti obat tersebut digunakan atas petunjuk dokter bukan dalam upaya perawatan kecanduan obat. 
  • Pengecualian khusus adalah kondisi yang tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi tertentu. Pengecualian khusus tiap perusahaan asuransi umumnya berbeda-beda. 
  • Keadaan yang sudah ada sebelumnya atau pre-existing condition
  • AIDS, ARC, atau infeksi yang disebabkan oleh HIV.

Jenis Asuransi Apa yang Dibutuhkan?

Setelah mengetahui manfaat dari asuransi penyakit kritis antara lain menanggung biaya perawatan saat didiagnosis penyakit kritis, saatnya menentukan jenis asuransi apa yang dibutuhkan. Nah, jika sudah terproteksi asuransi kesehatan, sangat disarankan untuk memilih asuransi penyakit kritis murni
Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan