Hukum Asuransi Syariah

Hukum asuransi syariah di Indonesia terdiri atas empat dasar yaitu Al Quran, hadits, Fatwa MUI, dan PMK. Sistem asuransi syariah atau pengelolaan dananya mengikuti prinsip syariat Islam, yaitu menggunakan akad tolong-menolong.

Tertarik mencari asuransi syariah yang bagus? Lifepal telah mengkurasi ratusan asuransi tanpa riba terbaik. Yuk bandingkan!

Asuransi Syariah: Kesehatan, Jiwa, Mobil - Rp60 ribu/bulan!

Dasar Hukum Asuransi Syariah

Berikut ini dasar hukum asuransi syariah di Indonesia:

Hukum asuransi syariah dalam Al Quran dan hadits

Hukum asuransi syariah dalam Al Quran dan hadits adalah sebagai berikut:

  • Surat Al Maidah 2: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”
  • Surat An Nisaa 9: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap mereka.”
  • HR Muslim dari Abu Hurairah: “Barang siapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat.”

Dasar hukum menurut fatwa MUI

Asuransi syariah hadir sebagai solusi atas risiko tidak terduga yang menimpa seseorang. Untuk meyakinkan masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, MUI mengeluarkan beberapa fatwa yang menghalalkan asuransi syariah.

Beberapa fatwa MUI yang mempertegas kehalalan asuransi syariah adalah:

  • Fatwa No 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah.
  • Fatwa No 51/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Mudharabah Musytarakah pada Asuransi Syariah
  • Fatwa No 52/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Wakalah Bil Ujrah pada Asuransi Syariah dan Reasuransi Syariah
  • Fatwa No 53/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Tabarru pada Asuransi Syariah.

Dasar hukum dari Peraturan Menteri Keuangan

Peraturan Menteri Keuangan menjadi payung hukum penyelenggaraan asuransi syariah di Indonesia. Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 18/PMK.010/2010 tentang Prinsip Dasar Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Usaha Reasuransi dengan Prinsip Syariah.

Adapun beberapa ketegasan dasar hukum dari Pemerintah ini bisa dilihat di BAB I, Pasal I nomor 1 hingga 3, yaitu:

  • Pasal 1 Nomor 1: Asuransi berdasarkan prinsip Syariah adalah usaha saling tolong-menolong (ta’awuni) dan melindungi (takafuli) di antara para nasabah melalui pembentukan kumpulan dana (tabbaru’) yang dikelola dengan prinsip syariah untuk menghadapi risiko tertentu.
  • Pasal 1 Nomor 2: Perusahaan adalah perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi yang menyelenggarakan seluruh atau sebagian usahanya berdasarkan prinsip syariah.
  • Pasal 1 Nomor 3: Nasabah adalah orang atau badan yang menjadi nasabah program asuransi dengan prinsip Syariah, atau perusahaan asuransi yang menjadi nasabah reasuransi dengan prinsip syariah.
Asuransi Syariah: Kesehatan, Jiwa, Mobil - Rp60 ribu/bulan!

Prinsip Asuransi Syariah

Prinsip asuransi syariah menjadi dasar operasional dan pengelolaan dana nasabah. Prinsip asuransi syariah yaitu tolong-menolong, dana tidak hangus, adanya akad, alokasi dana investasi sesuai syariat, dan prinsip berbagi risiko.

Berikut adalah prinsip asuransi syariah yang tidak merugikan nasabah maupun perusahaan asuransi berdasarkan hukum asuransi syariah.

Unsur tolong-menolong

Prinsip asuransi syariah yang pertama adalah tolong-menolong. Dalam asuransi syariah terdapat dana tabarru’ yang merupakan dana kumpulan para peserta.

Dana yang dibayarkan peserta sebagai kontribusi (premi) ini bisa “dipinjamkan” ke peserta lain yang sedang membutuhkan. Dalam arti “pinjaman” ini sebagai klaim yang diperoleh peserta tersebut.

Dana tidak hangus

Prinsip asuransi syariah selanjutnya adalah dana tidak hangus. Dana di sini adalah premi yang dibayarkan setiap bulan, setiap 3 bulan, setiap tahun, atau yang dibayarkan sekaligus (single premi).

Pada asuransi konvensional, dana bisa hangus meski tidak ada klaim. Kecuali, terdapat fasilitas tertentu seperti no claim bonus. Bahkan pada beberapa asuransi jiwa konvensional, premi yang dibayarkan hangus jika membeli asuransi jiwa seumur hidup dan tertanggung masih hidup hingga usia 99 tahun.

Hal ini tidak berlaku pada asuransi syariah. Pengelolaan dana yang didasari pada pembagian risiko dan keuntungan, maka akan ada pengembalian premi.

Adanya akad

Akad atau perjanjian dalam asuransi syariah juga telah ditetapkan sesuai prinsip syariat Islam. Akad ini menjadi poin pertama dalam asuransi syariah yaitu tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, zhulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram, dan maksiat untuk menghadapi risiko nasabah asuransi.

Terdapat tiga akad berdasarkan hukum asuransi syariah yaitu:

  • Akad Tijarah yaitu semua bentuk akad yang dilakukan untuk tujuan komersial.
  • Akad Tabarru’ yaitu semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan semata untuk tujuan komersial.
  • Akad Wakalah bil Ujrah yang memberikan wewenang kepada penyedia asuransi dalam mengelola dana proteksi atau investasi milik nasabah.

4. Alokasi dana investasi sesuai syariat Islam

Prinsip asuransi syariah berikutnya adalah penempatan dana investasi yang wajib sesuai syariat Islam. Artinya, baik itu investasi peserta unit link ataupun investasi yang dilakukan perusahaan, harus sejalan dengan syariat.

Adapun syarat investasi yang sesuai syariat adalah halal, tidak haram, tidak mengandung unsur riba, dan tidak mengandung unsur penipuan. Artinya, tidak boleh melanggar hukum asuransi syariah.

5. Berbagi risiko

Prinsip asuransi syariah maupun konvensional sebenarnya berbagi risiko. Hanya saja, pada asuransi syariah risiko ditanggung bersama oleh semua peserta berdasarkan landasan hukum asuransi syariah.

Risiko ini tidak hanya untuk pembayaran klaim kepada peserta lain. Ada risiko kerugian perusahaan yang bisa ditanggung bersama. Begitupun keuntungan, dibagi kepada peserta asuransi. Tidak menjadi keuntungan perusahaan semata.

Apa Saja Jenis Asuransi Syariah?

Pastikan jenis asuransi syariah yang dipilih telah memenuhi hukum dan prinsip syariat Islam!
Penulis Lifepal Teman Andalanmu untuk Keuangan dan Asuransi Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan