Manfaat Asuransi Syariah

Manfaat asuransi syariah serupa dengan asuransi konvensional. Salah satu manfaat asuransi syariah yang berbeda dari asuransi konvensional adalah kepastian perolehan surplus underwriting.

Surplus underwriting adalah selisih dari total dana kontribusi (premi) yang dibayar pemegang polis dan diberikan kepada pemegang polis dalam bentuk dana tabarru’.

Tertarik mendapatkan manfaat di atas? Lifepal telah mengkurasi ratusan asuransi syariah tanpa riba terbaik. Yuk bandingkan!

Bandingkan 100+ asuransi syariah bebas riba!

Manfaat Menggunakan Asuransi Syariah

Selain manfaat di atas, berikut beberapa manfaat asuransi syariah:

1. Bebas riba

Pada asuransi konvensional, ada anggapan pengelolaan dana riba, sehingga produk asuransi tersebut tidak sesuai dengan prinsip syariat Islam.

Pada asuransi syariah, pengelolaan dana hingga investasinya dipastikan bebas riba. Ada DSN dari MUI yang bertugas mengawasi pengelolaan dana asuransi syariah.

Manfaat asuransi syariah bagi tertanggung lebih unggul dibandingkan konvensional, yaitu bebas dari riba. Alasannya, akad dalam produk ini bukanlah menukarkan premi dengan uang klaim, tapi bergotong royong antar sesama peserta.

2. Sharing risk

Manfaat asuransi syariah adalah bagi risiko. Ini terlihat dari kontribusi peserta asuransi yang tidak hangus. Berbeda dari asuransi konvensional, asuransi syariah akan mengembalikan kontribusi yang dibayarkan selama masa asuransi.

Dengan skema sharing risk ini, maka semua risiko ditanggung bersama. Ketika ada keuntungan pun demikian. Perusahaan asuransi akan membagikan keuntungan.

3. Manfaat double claim

Manfaat asuransi syariah juga bisa melakukan klaim ganda. Misalnya tertanggung terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Ketika menjalani perawatan di rumah sakit, BPJS Kesehatan hanya memberikan pertanggungan sebagian. Sebagian lagi bisa dialihkan ke asuransi syariah.

4. Bebas kontribusi dasar jika gak mampu bayar

Manfaat asuransi syariah yang keempat ini sepertinya tidak dimiliki asuransi konvensional. Penerapan prinsip tolong-menolong membuktikan bahwa asuransi syariah membantu sesama.

Ketika tertanggung mengalami cacat total tetap karena sakit atau kecelakaan, maka tertanggung bebas kontribusi premi dasar. Pada asuransi konvensional, fasilitas ini bisa didapatkan dengan membayar manfaat tambahan yang otomatis menambah premi.

5. Lebih transparan

Pengelolaan dana dalam asuransi syariah transparan, yaitu sudah ditentukan sejak awal. Jadi, nasabah paham ke mana saja dana iuran mereka dialokasikan. Transparansi ini juga mencakup kerugian dan keuntungan pengelolaan dana yang akan dibagikan kepada peserta.

6. Proteksi tetap meski telat bayar

Manfaat asuransi syariah lainnya adalah tetap terproteksi, meski peserta telat bayar. Pada asuransi konvensional, manfaat akan berhenti ketika nasabah telat bayar.

7. Bagi keuntungan

Selain risiko, asuransi syariah juga memberikan keuntungan secara adil. Ketika pengelolaan dana cukup baik dan mungkin klaim tidak terlalu banyak, maka perusahaan mencetak keuntungan besar yang siap didistribusikan kepada peserta.

8. Manfaat wakaf

Wakaf adalah salah satu manfaat asuransi syariah bagi masyarakat yang tidak ada pada asuransi konvensional. Maksud dari wakaf adalah penyerahan harta yang bertahan lama kepada penerima manfaat sebagai bentuk kebajikan. Jadi, produk asuransi syariah memungkinkan pesertanya ikut berpartisipasi dalam kebaikan.

Bandingkan 100+ asuransi syariah bebas riba!

Klaim Asuransi Syariah

Klaim asuransi syariah sebenarnya hampir sama dengan asuransi konvensional. Pada asuransi syariah, sejak akad (perjanjian awal asuransi) pemegang polis telah diberitahukan mengenai sumber dana klaim yaitu dana tabarru’ yang merupakan kumpulan kontribusi (premi) para peserta asuransi.

Klaim adalah hak semua peserta yang tertimpa musibah. Itu sebabnya wajib bagi pengelola melakukan proses klaim secara cepat, dan tepat. Hal ini dijelaskan dalam Fatwa MUI Nomor 20/DSN-MUI/IX/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah terkait klaim adalah sebagai berikut:

  • Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian
  • Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang dibayarkan
  • Klaim atas akad tija’rah sepenuhnya merupakan hak peserta, dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya
  • Klaim atas akad tabarru’ merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan, sebatas yang disepakati dalam akad.

Jenis Klaim Asuransi Syariah

Berdasarkan Fatwa MUI di atas, klaim terdapat empat jenis klaim dalam asuransi syariah. Berikut penjelasan singkat mengenai jenis klaim asuransi syariah!

Klaim kontrak habis adalah klaim yang dilakukan ketika masa asuransi berakhir. Perusahaan akan memberikan santunan kepada peserta yang telah menyelesaikan kontrak (akad) dalam pembayaran premi.

Klaim kesehatan adalah klaim yang dilakukan perusahaan kepada tertanggung atau pemegang polis yang mengalami sakit. Klaim akan memberikan santunan untuk rawat inap, pembedahan, obat-obatan, hingga biaya perawatan lain sesuai akad yang disepakati.

Klaim kecelakaan diberikan kepada peserta yang mengalami kecelakaan. Klaim ini termasuk pemberian santunan meninggal dunia atau cacat total tetap akibat kecelakaan, serta kerusakan pada kendaraan.

Klaim meninggal adalah pemberian santunan meninggal dunia atau UP jiwa kepada keluarga atau ahli waris dengan besar santunan sesuai akad. Ahli waris tidak hanya mendapatkan santunan sesuai dengan akad yang dijanjikan, tetapi juga berhak mendapatkan tabungan peserta beserta hasil keuntungan dari investasi (dengan catatan peserta memiliki akad mudharabah yang tersedia manfaat tabungan atau investasi.

Proses pengajuan klaim asuransi syariah

Proses pengajuan klaim asuransi syariah dan konvensional sebenarnya hampir sama. Tertanggung memberikan sejumlah dokumen yang dibutuhkan untuk melakukan klaim.

Berikut ini proses pengajuan klaim asuransi syariah!

Hal pertama yang harus dilakukan jika ingin klaim adalah menghubungi perusahaan. Musibah yang dialami dilaporkan secara lisan dan tertulis. Pada tahap awal, tertanggung akan mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai dokumen hingga langkah-langkah yang harus diikuti untuk melakukan klaim.

Pada tahap kedua, tertanggung memberikan bukti klaim termasuk dokumen-dokumen pendukung lain. Pada asuransi mobil syariah, bukti klaim termasuk foto kerusakan mobil yang dialami.

Setelah laporan dan dokumen diterima perusahaan, akan ada analisa administrasi. Termasuk status polis apakah masih aktif atau tidak. Termasuk kerusakan yang dialami apakah ditanggung atau tidak oleh perusahaan. Pada asuransi mobil, biasanya akan ada survei lapangan yang menunjuk pihak ketiga yang disebut independent adjuster.

Setelah sepakat mengenai jumlah penggantian, maka pembayaran klaim akan diproses. Biasanya tidak lebih dari 30 hari sejak terjadi kesepakatan klaim. Jika terjadi penolakan, ada proses lanjutan yang menambah jumlah hari.

Bagaimana Perhitungan Premi Asuransi Syariah?

Premi pada asuransi syariah disebut kontribusi. Biar maksimal mendapatkan manfaat asuransi syariah, yuk cek premi asuransi syariah!
Penulis Lifepal Teman Andalanmu untuk Keuangan dan Asuransi Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan