Asuransi TASPEN

Diskon Terbaik
500+ Pilihan
Bantuan Klaim
+62
Dengan melanjutkan, Saya setuju syarat & ketentuan yang berlaku.
Dengan melanjutkan, Saya setuju syarat & ketentuan yang berlaku.
+62
Dengan melanjutkan, Saya setuju syarat & ketentuan yang berlaku.
+62
Dengan melanjutkan, Saya setuju syarat & ketentuan yang berlaku.
Dengan melanjutkan, Saya setuju syarat & ketentuan yang berlaku.
Cicilan 0%Hemat 25%
 

TASPEN

TASPEN merupakan perusahaan BUMN di bidang asuransi, tabungan hari tua, dan dana pensiun. Kepanjangan TASPEN adalah singkatan dari PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero). Produk yang dimiliki TASPEN khusus untuk melayani aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat negara.

Keterbatasan produk yang dimiliki TASPEN bisa dilengkapi dengan asuransi lain dari berbagai perusahaan asuransi swasta. Terutama, bagi kamu yang tidak bekerja sebagai ASN. Temukan di Lifepal untuk asuransi jiwa atau kesehatan yang sesuai kebutuhanmu!

Kelebihan dan Kekurangan:

  • (+) Perusahaan Asuransi Taspen Life memiliki kantor cabang yang tersebar luas di wilayah Indonesia. 
  • (+) Perusahaan Asuransi Taspen Life memiliki rumah sakit yang tersebar luas di wilayah Indonesia. 
  • (+) Terdapat layanan aplikasi online untuk memudahkan proses pencairan dana pensiun hingga klaim otomatis. 
  • (+) Terdapat layanan klaim dengan proses penyelesaian selama satu jam. 
  • (-) Produk perlindungan dari Taspen tidak untuk calon nasabah selain pegawai negeri.

Daftar Produk

TASPEN berfokus pada produk asuransi jiwa dan pensiun bagi ASN. Produk yang dimiliki TASPEN yaitu:

1. Jaminan Kecelakaan Kerja

Produk ini memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja berupa perawatan, santunan, dan tunjangan cacat.

2. Tabungan Hari Tua

Produk yang menawarkan program asuransi dwiguna yang dikaitkan dengan usia pensiun ditambah dengan asuransi kematian

3. Program Pensiun

Produk ini merupakan penghasilan yang akan diterima pensiunan atau ahli warisnya setiap bulan sebagai jaminan hari tua dan penghargaan atas jasa-jasanya mengabdi pada negara berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai.

4. Jaminan Kematian

Produk ini memberikan santunan atas risiko kematian bukan akibat kecelakaan kerja berupa santunan kematian.

Sekilas tentang TASPEN

TASPEN bermula dari Konferensi Kesejahteraan Pegawai Negeri di Jakarta pada Juli 1960. Kemudian pada tahun 1963 pemerintah mendirikan Perusahaan Negara Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (PN TASPEN) yang menghadirkan program Tabungan Hari Tua Pegawai Negeri.

Seiring transformasi menjadi perusahaan umum pada tahun 1970, beragam produk jaminan perlindungan dihadirkan oleh TASPEN. Mulai dari Program Pensiun, Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM).

Dengan bertambahnya produk dan peserta dari berbagai instansi pemerintah, TASPEN berbenah dengan menambah kantor cabang. Hingga kini, TASPEN memiliki 57 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Berpengalaman dalam memberikan pelayanan program asuransi sosial bagi ASN dan pejabat negara, TASPEN cukup mumpuni sebagai salah satu perusahaan asuransi di Indonesia. Namun, kekurangan TASPEN terletak pada kepesertaan yang terbatas bagi ASN dan pejabat negara.

Taspen Life dan Taspen Mandiri

Sebagai penyedia jasa proteksi kesehatan bagi ASN dan pejabat negara, TASPEN melebarkan sayap bisnis dan kemampuan melayani peserta dalam memberikan asuransi melalui Taspen Life.

PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) adalah anak usaha PT TASPEN (Persero) yang hadir untuk melayani masyarakat umum di Indonesia. Taspen Life menawarkan berbagai produk termasuk asuransi jiwa kumpulan, asuransi jiwa kredit, program kesejahteraan karyawan, perencanaan hari tua, dan program pensiun.

Taspen Life didirikan pada tanggal 26 Februari 2014 dengan modal Rp300 miliar dan telah mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 10 April 2014. Hingga kini, kepemilikan saham Taspen Life didominasi PT Taspen sebesar 99,97 persen dan koperasi karyawan TASPEN sebesar 0,03 persen.

Selain Taspen Life, terdapat Taspen Mandiri atau Mandiri Taspen. Sesuai namanya, Mandiri Taspen adalah kolaborasi Bank Mandiri, PT TASPEN, dan PT Pos Indonesia yang mengakuisisi PT Bank Sinar Harapan Bali (Bank Sinar) pada tahun 2014.

Mandiri Taspen yang lengkap dengan nama Bank Mandiri Taspen Pos memiliki fokus bisnis pada pelayanan para pensiunan. TASPEN dan PT Pos juga andal dan merupakan pemain lama dalam mengelola dana pensiun. Sebelum berubah nama lagi menjadi Bank Mantap, kegiatan usaha difokuskan pada sektor UMKM. Di masa mendatang, Bank Mandiri Taspen Pos ini akan berfokus pada segmen dana pensiun dan pendanaan UMKM. 

PT TASPEN terdaftar di Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). TASPEN juga memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator dan pengawas industri keuangan bank dan nonbank di Tanah Air, yaitu dengan surat Keputusan Menteri Keuangan nomor KEP-30/D.05/2014 tertanggal 10 April 2014.

TASPEN telah mendapatkan berbagai penghargaan bergengsi dari dalam negeri. Berikut beberapa di antaranya: Top 99 dan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Program Inovasi Wirausaha Pintar 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Predikat Sangat Bagus dari Rating Infobank BUMN Awards 2018; Best Partnership Program and Community Development in Insurance and Financial Services Category dan Innovative Company in Pension Insurance Sector dari Warta Ekonomi Awards 2018.

Rasio solvabilitas perusahaan asuransi di Indonesia wajib memenuhi standardisasi keuangan yang telah ditentukan di dalam Peraturan Jasa Otoritas Keuangan (Nomor 71 dan 72 /POJK.05/2016). Ketentuan mengenai rasio solvabilitas adalah minimal 120 persen, ekuitas minimal Rp100 miliar untuk perusahaan asuransi dan minimal Rp200 miliar untuk reasuransi, dan perusahaan asuransi dikategorikan baik apabila minimal asetnya minimal Rp150 miliar.

Rasio solvabilitas adalah kemampuan perusahaan asuransi bersangkutan dalam memenuhi kewajiban terhadap nasabahnya. Kewajiban ini dapat diartikan sebagai kesanggupan memenuhi pertanggungan klaim asuransi yang diajukan oleh seluruh nasabah aktifnya.

Mengacu kepada laporan keuangan 2018, PT Taspen (Persero) membuktikan performa kinerja finansialnya sebagai berikut.

  • Jumlah ekuitas: Rp9,709 triliun
  • Jumlah aset: Rp231,866 triliun

Produk TASPEN dikhususkan bagi aparatur negeri sipil, maka tiap staf ASN diwajibkan mengikutinya. Program ini dimaksudkan sebagai bagian dari upaya menjamin kestabilan keuangan di masa pensiun.

Sebagaimana TASPEN dikelola oleh BUMN, maka keamanan yang ditawarkan pun dijamin oleh negara. Dalam hal ini, klaim nasabah TASPEN pun dipastikan dapat terpenuhi dengan pasti.

Berita Terbaru TASPEN

PT Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero) atau Taspen siap mengikuti arahan Menteri BUMN Erick Thohir untuk menyiapkan protokol COVID-19 di lingkungan kerja Taspen. Protokol ini disiapkan untuk mengantisipasi skenario The New Normal yang tengah disiapkan pemerintah. Taspen juga menerapkan PSBB dan bekerja di rumah secara bergantian.

Dilansir melalui situs resminya, PT TASPEN (Persero) mampu mencatat kinerja positif sepanjang 2019. Ini dibuktikan melalui laba bersih perusahaan yang mampu melonjak hingga Rp116,69 miliar dibandingkan dengan laba pada 2018. Artinya naik sekitar 42,97 persen.

 

Daftar Produk Asuransi Taspen Life

Dilansir dari laman produk pada situs resmi taspen.co.id, berikut beberapa pilihan produk atau polis asuransi yang disediakan oleh PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero).

Jaminan Kecelakaan Kerja
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
Produk yang disingkat JKK ini memberikan jaminan perawatan bagi peserta yang mengalami kecelakaan hingga santunan jika peserta meninggal dunia. Berikut ini rincian pertanggungan JKK yang diterima dari TASPEN selama bekerja sebagai ASN ataupun pejabat negara. Perawatan di rumah sakit/klinik hingga dinyatakan sembuh. Santunan sementara akibat kecelakaan kerja yaitu 100 persen gaji hingga peserta dapat bekerja kembali. Santunan duka (meninggal dunia) kepada ahli waris sebesar enam kali gaji terakhir. Rehabilitasi medis maksimal Rp2,6 juta. Penggantian gigi palsu maksimal Rp3,9 juta. Santunan biaya pemakaman Rp10 juta. Biaya pengangkutan jenazah Rp1,3-3,25 juta tergantung pada rute yang dilalui untuk mengangkut jenazah. Beasiswa antara Rp 15-45 juta tergantung jenjang pendidikan anak. Tunjangan cacat dengan persentase berbeda-beda dikalikan gaji.
Program Jaminan Kematian
Program Jaminan Kematian (JKM)
Program asuransi jiwa yang disingkat JKM ini berupa santunan meninggal dunia yang diberikan kepada ahli waris peserta TASPEN yakni ASN atau pejabat negara. Berikut ini rincian manfaat yang diterima dari JKM. Santunan kematian (sekaligus) Rp15 juta. Uang duka wafat tiga kali gaji terakhir. Biaya pemakaman Rp7,5 juta. Bantuan beasiswa bagi anak peserta yang wafat (untuk dua orang anak) Rp15 juta. Jika anak belum memasuki usia sekolah atau sedang kuliah, maka dibayarkan dalam bentuk polis.
Program Tabungan Hari Tua
Program Tabungan Hari Tua (THT)
Manfaat atau pertanggungan dari Program yang disingkat THT ini diberikan kepada ASN dan pejabat negara yang menjadi peserta. Berikut penjelasan singkat mengenai manfaat Program THT bagi ASN dan pejabat negara. Manfaat bagi ASN Manfaat asuransi dwiguna yaitu manfaat pensiun, manfaat meninggal dunia, dan berhenti karena sebab-sebab lain. Manfaat asuransi kematian: santunan peserta atau peserta yang telah pensiun meninggal dunia, santunan jika pasangan (suami/istri) meninggal dunia, dan santunan anak meninggal dunia. Manfaat bagi pejabat negara Asuransi dwiguna yaitu berhenti karena selesai masa jabatan atau sebab lain, dan meninggal dunia pada masa aktif. Manfaat asuransi kematian: santunan bagi peserta yang meninggal dunia, santunan kematian pasangan meninggal (istri/suami), santunan anak meninggal dunia.
Program Pensiun
Program Pensiun
Manfaat Program Pensiun tentu diterima oleh pensiunan ASN dan pejabat negara. Berikut ini manfaat yang diperoleh dari Program Pensiun TASPEN. Menerima uang pensiunan setiap bulan. Uang duka jika pensiunan meninggal dunia dengan hitungan tiga kali penghasilan kotor terakhir (PNS/pejabat/TNI/Polri) atau dua kali tunjangan veteran bagi veteran atau satu kali tunjangan veteran yang diberikan kepada duda/janda yang ditinggalkan veteran. Uang pensiunan terusan jika terdapat ahli waris yang berhak: selama empat bulan (ASN/pejabat), 6-12 bulan (TNI/Polri/veteran), perintis kemerdekaan RI (PKRI)/Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) tidak mendapatkan pensiun terusan. Pensiun janda/duda/yatim-piatu.
 

Berikut beberapa tips dan pertanyaan yang sering diajukan oleh calon nasabah ataupun nasabah terkait TASPEN, baik informasi premi, profil perusahaan, dan lain sebagainya.

TASPEN (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang asuransi tabungan hari tua dan dana pensiun. Asuransi tabungan yang dikelola TASPEN ini secara khusus mengelola dana tabungan dan asuransi pegawai negeri bagi ASN dan pejabat negara.

Taspen Life adalah anak perusahaan PT TASPEN (Persero). Taspen Life memiliki nama lengkap PT Asuransi Jiwa Taspen yang menghadirkan produk pertamanya berupa asuransi jiwa kumpulan. Seiring dengan pertumbuhan perusahaan dan meningkatnya permintaan atas produk asuransi Taspen Life, perusahaan menambah produk yang ditawarkan untuk masyarakat seperti pendidikan, investasi dan tabungan hari tua.

Jadi, Taspen Life ini tidak fokus untuk ASN atau pejabat negara. Masyarakat biasa bisa memiliki produk-produk dari Taspen Life.

Selain Taspen Life, terdapat Taspen Mandiri atau Mandiri Taspen. Sesuai namanya, Mandiri Taspen adalah kolaborasi Bank Mandiri, PT TASPEN, dan PT Pos Indonesia yang mengakuisisi PT Bank Sinar Harapan Bali (Bank Sinar) pada tahun 2014.

Mandiri Taspen yang lengkap dengan nama Bank Mandiri Taspen Pos memiliki fokus bisnis pada pelayanan para pensiunan. TASPEN dan PT Pos juga andal dan merupakan pemain lama dalam mengelola dana pensiun. Sebelum berubah nama lagi menjadi Bank Mantap, kegiatan usaha difokuskan pada sektor UMKM. Di masa mendatang, Bank Mandiri Taspen Pos ini akan berfokus pada segmen dana pensiun dan pendanaan UMKM.

Taspen Otentikasi merupakan kemudahan yang diberikan TASPEN kepada peserta berupa digitalisasi layanan pensiunan. Layanan ini dapat dilakukan melalui perekaman data biometrik dan otentikasi berkala melalui smartphone.

Otentikasi salah satu kemudahan pembayaran pensiunan taspen dalam hal digitalisasi layanan pensiunan. Untuk menggunakannya peserta cukup mengunduh aplikasi Taspen Otentikasi melalui smartphone yang dimiliki para pensiunan atau keluarga dari pensiunan, kemudian lakukan tahap otentikasi cukup dengan memasukan NIP atau NOTAS dan ikuti petunjuk sesuai dengan instruksi yang ada di aplikasi.

Bagi penerima dana pensiun atau pensiunan harus melakukan otentikasi secara berkala. Otentikasi berkala dilakukan tiap 1-3 bulan sekali untuk memastikan pensiunan masih hidup dan berhak menerima dana pensiun.

Dengan solusi otentikasi digital ini, penerima dana pensiunan Taspen hanya perlu melakukan verifikasi lewat aplikasi Taspen Otentikasi sehingga pensiunan Taspen cukup melakukan otentikasi kapan saja dan dimana saja.

Notas Taspen adalah nomor Taspen yang bisa kamu gunakan untuk untuk mengakses Taspen otentikasi di aplikasi Taspen.

Taspen merupakan lembaga keuangan bukan bank. Hal ini sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan RI No. KEP-38/MK/IV/1972 yang menjelaskan pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank.

Dalam SK Menteri Keuangan tersebut dijelaskan bahwa LKBB adalah semua lembaga/badan yang melakukan aktivitas keuangan baik secara langsung maupun tidak langsung menghimpun dana dari masyarakat dengan menerbitkan surat-surat berharga dan menyalurkan dana tersebut untuk membiayai investasi di berbagai perusahaan.

LKBB punya peranan yang penting dalam perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia. Dengan adanya LKBB, maka konsumsi domestik bergerak maju dan mendorong laju perekonomian.

Adapun beberapa kegiatan usaha LKBB di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Menghimpun dana dari masyarakat dengan menerbitkan surat-surat berharga.
  • Memberikan fasilitas kredit kepada perusahaan swasta dan pemerintah, baik jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
  • Berperan menjadi perantara bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia, dan menjadi badan hukum pemerintah dalam pengadaan kredit dalam negeri maupun luar negeri.
  • Menyertakan modal perusahaan-perusahaan dan penjualan saham di pasar modal.
  • Menjadi perantara bagi perusahaan dalam mendapatkan tenaga ahli di bidang finansial.
  • Melaksanakan kegiatan usaha lain di bidang keuangan atas persetujuan menteri keuangan Republik Indonesia.

Sesuai ketentuan pendirian Taspen, perusahaan BUMN ini memang menjadi penyelenggara jaminan sosial bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan pegawai non-PNS termasuk tenaga honorer yang bertugas pada instansi pemerintah. Program jaminan sosial yang akan di-cover Taspen berupa Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM).

Program JKK dan JKM diatur dalam dua kategori, yaitu yang bekerja pada penyelenggara negara dan bukan penyelenggara negara. Untuk Program JKK dan JKM bagi penerima upah selain yang bekerja pada penyelenggara negara diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja Dan Jaminan Kematian yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Tenaga Kerja.

Sedangkan untuk yang bekerja pada penyelenggara negara diatur berdasarkan PP No 70 Tahun 2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja Dan Jaminan Kematian Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara, PP No 66 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2015, dan PP No 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, di mana untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), PPPK, dan Honorer dikelola oleh Taspen.

Bagi masyarakat yang tidak bekerja di instansi pemerintahan dan tertarik dengan program atau produk Taspen, bisa mendapatkan produk dari Taspen Life.

Asuransi atau produk TASPEN yang tersedia bisa dimasukkan kategori warisan. Ahli waris dalam hal ini adalah pasangan dan anak (maksimal dua anak) yang bisa mendapatkan santunan tunai dan dana bulanan sesuai prosedur dan tata cara klaim.

Contoh, janda pensiunan ASN/pejabat negara yang belum menikah lagi bisa mendapatkan tunjangan milik mendiang suami setelah mengurus klaim kematian. Kemudian, dua anak usia sekolah atau 21-25 tahun yang belum menikah/belum bekerja juga bisa mendapatkan santunan bulanan.

Dengan begitu, kehidupan keluarga ASN/pejabat negara yang telah mengabdikan hidupnya untuk bekerja di pemerintahan lebih terjamin. Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2017 tanggal 29 Desember 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) NO: 21/DSN-MUI/X/2001 tentang pedoman asuransi syariah, asuransi yang sesuai syariat Islam tidak termasuk riba. Adapun indikator asuransi yang halal adalah sebagai berikut:

  • Bentuk perlindungan dari risiko yang merugikan.
  • Terdapat unsur tolong-menolong.
  • Terdapat unsur kebaikan.
  • Di dalamnya tidak menguntungkan satu pihak, melainkan berbagi risiko dan keuntungan bersama.
  • Akad sesuai syariat Islam.

Berdasarkan beberapa poin tersebut, Taspen memenuhi beberapa syarat. Namun, perdebatan apakah riba atau halal bisa dilihat dari beberapa faktor lain seperti:

  • Program pensiun dengan mempertimbangkan pekerjaan yang dilakukan PNS atau pejabat negara.
  • Program yang diikuti, dana pensiun yang halal berasal dari iuran peserta dan perusahaan saja. Jika dari sumber lain, bisa dikategorikan haram.
  • Pengelolaan dana pensiun tersebut.

Kabar baiknya, sudah ada beberapa perusahaan yang menerbitkan produk dana pensiun syariah dengan menggunakan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah. Di antaranya Bank Muamalat, Manulife (Principal Indonesia), Allianz, BNI, dan PT Asuransi Takaful Keluarga.

  • Cara daftar Taspen tentunya hanya bisa dilakukan bagi ASN, pejabat negara, atau karyawan honorer di lingkungan kementerian/lembaga pemerintah. Berikut persyaratan pembuatan Taspen:
    • Fotokopi SK Pengangkatan sebagai CPNS
    • Fotokopi SK Pengangkatan sebagai PNS
    • Fotokopi Daftar Gaji pertama sebagai CPNS
    • Fotokopi Daftar Gaji Pertama sebagai PNS
    • Fotokopi Keterangan pembayaran Tunjangan Keluarga (KP4)

    Pada poin 1-4 harus dilegalisir oleh bendaharawan atau pembuat daftar gaji. Setelah semua disiapkan, dokumen tersebut diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota atau mengurus sendiri ke PT Taspen sesuai wilayah penempatan.

Terdapat dua cara untuk memeriksa nilai estimasi manfaat pensiun yaitu:

1. Situs resmi Taspen

Peserta cukup mengunjungi halaman situs E-Klaim Taspen. Di situs itu, peserta hanya perlu menuliskan nomor anggota peserta, tanggal lahir, dan nomor urut kartu. Selanjutnya akan mendapatkan jumlah perkiraan gaji pensiun per bulan dan Tunjangan Hari Tua (THT). 

2. Aplikasi Taspen di Google Play

Melalui ponsel Android, buka aplikasi Google Play, kemudian ketikkan kata kunci mobile taspen untuk menemukan aplikasi Mobile Taspen.

Aplikasi ini bertujuan menyediakan beberapa informasi yang penting bagi peserta Taspen, di antaranya:

  • Estimasi Taspen dan manfaat keanggotaan lainnya.
  • Persyaratan pengajuan klaim.
  • Informasi terbaru terkait Taspen.

Pembayaran iuran asuransi TASPEN baik Program JKK, JKM, THT, dan Pensiun dibayarkan oleh kementerian/lembaga atau instansi pemerintah tempat peserta bekerja. Sama seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang dipotong dari gaji karyawan setiap bulan dengan persentase sesuai peraturan pemerintah.

Namun, jika peserta terkendala dengan salah satu program TASPEN yang belum dibayarkan. Berikut penjelasan singkatnya.

  • Keterlambatan pembayaran, sehingga akan ada pembayaran susulan yang artinya dana dibayarkan setelah tanggal 15.
  • Pembayaran susulan hanya berlaku pada bulan yang mengalami keterlambatan dan ke depannya dibayarkan pada awal bulan.
  • Pembayaran belum dibayarkan karena belum melakukan otentikasi.
  1. Persyaratan pengurusan hak program THT bagi peserta yang berhenti dengan mendapat hak pensiun:
  • Mengisi Formulir Permintaan Pembayaran (FPP).
  • Fotokopi SK Pensiun atau Pertimbangan Teknis (Pertek).
  • Melampirkan SKPP yang dibuat dan disahkan oleh instansi yang berwenang (KPPN atau Pemda).
  • Fotokopi identitas (KTP atau SIM) pemohon atau peserta.
  • Fotokopi buku rekening sesuai identitas.
  1. Klaim TASPEN THT dan Asuransi Kematian (ASKEM) bagi peserta meninggal dunia pada saat masih aktif:
  • Mengisi formulir permintaan pembayaran (FPP).
  • Melampirkan surat keterangan kuasa ahli waris yang ditandatangani oleh kepala instansi.
  • Melampirkan kutipan perincian penerimaan gaji (KPPG) yang dibuat bendahara atau bagian gaji.
  • Fotokopi surat kematian yang dilegalisir kelurahan/ kepala desa/ rumah sakit.
  • Fotokopi surat nikah yang dilegalisir kelurahan/kepala desa/KUA.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon atau ahli waris.
  1. Klaim TASPEN Nilai Tunai Asuransi bagi peserta yang berhenti bukan karena pensiun atau bukan karena meninggal dunia:
  • Mengisi formulir permintaan pembayaran (FPP).
  • Fotokopi SK Pemberhentian.
  • SKPP yang dibuat dan disahkan instansi berwenang.
  • Fotokopi identitas diri pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.
  1. Klaim TASPEN Askem bagi istri/suami dari peserta aktif meninggal dunia:
  • Mengisi FPP.
  • Melampirkan KPPG yang dibuat bendahara atau bagian gaji pegawai.
  • Fotokopi surat kematian yang dilegalisir.
  • Fotokopi surat nikah dilegalisir oleh kelurahan/KUA.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.
  1. Klaim TASPEN bagi anak dari peserta aktif meninggal dunia:
  • Mengisi FPP.
  • Melampirkan KPPG yang dibuat bendahara instansi tempat bekerja.
  • Fotokopi surat kematian yang dilegalisir.
  • Fotokopi akta/surat kelahiran dilegalisir kelurahan.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Catatan: Klaim ini hanya ditujukan untuk anak usia 21 sampai 25 tahun, belum menikah/bekerja, dan masih sekolah.
  1. Klaim TASPEN bagi penerima pensiun ASN meninggal dunia:
  • Mengisi formulir FPP.
  • Fotokopi SK Pensiun/ Kartu Identitas Pensiun (KARIP).
  • Fotokopi surat kematian yang dilegalisir kelurahan atau rumah sakit.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  1. Klaim TASPEN bagi istri/suami dari penerima pensiun ASN meninggal dunia:
  • Mengisi formulir FPP.
  • Melampirkan fotokopi SK Pensiun/KARIP.
  • Melampirkan fotokopi surat kematian yang dilegalisir kelurahan/rumah sakit.
  • Melampirkan fotokopi surat nikah yang dilegalisir kelurahan/KUA.
  • Melampirkan fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  1. Pensiun Pertama bagi ASN/pejabat negara yang berhenti dengan mendapat hak pensiun:
  • Mengisi formulir FPP.
  • Melampirkan fotokopi SK Pensiun.
  • Melampirkan SKPP yang dibuat dan disahkan oleh instansi yang berwenang (KPPN/Pemda).
  • Pas foto suami dan istri ukuran 3×4 (dua lembar).
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.
  • Fotokopi NPWP.
  1. Klaim Uang Duka Wafat (UDW) bagi penerima pensiun/tunjangan yang meninggal dunia:
  • Mengisi formulir.
  • Melampirkan fotokopi SK Pensiun.
  • Melampirkan fotokopi surat kematian yang dilegalisir kelurahan/rumah sakit.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Pas foto ukuran 3×4 (satu lembar).
  • Fotokopi Bintang Jasa bagi penerima pensiun TNI/POLRI (bila ada).
  • Fotokopi buku rekening pemohon.
  • Dokumen pelengkap lain: fotokopi surat nikah, surat penunjukan wali, surat kuasa ahli waris, dan lain-lain.
  1. Klaim Pensiun Janda/Duda bagi ASN yang meninggal aktif:
  • Mengisi FPP
  • Fotokopi SK Pensiun.
  • SKPP yang dibuat dan disahkan oleh instansi yang berwenang (KPPN/Pemda).
  • Surat Pengesahan Tanda Bukti Diri (SPTB) yang disahkan kelurahan/kepala desa.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Pas foto pemohon ukuran 3×4 (dua lembar).
  • Surat keterangan sekolah bagi anak dengan usia sekolah.
  1. Klaim pensiun oleh janda/duda dari penerima pensiun ASN/pejabat negara:
  • Mengisi FPP.
  • Fotokopi SK Pensiun.
  • SKPP yang dibuat oleh TASPEN.
  • SPTB yang disahkan kelurahan/kepala desa.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Pas foto pemohon ukuran 3×4 (dua lembar).
  • Surat keterangan sekolah bagi anak usia sekolah atau yang berusia 21 sampai 25 tahun belum menikah/bekerja.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.
  1. Pengajuan tunjangan veteran yang mempunyai SK Penetapan Tunjangan Veteran:
  • Mengisi FPP.
  • Fotokopi SK Tanda Kehormatan Veteran disahkan Kanminvetcad (pelaksana Tim Penyaringan Tingkat II/TP II dalam pengurusan administrasi calon veteran yang berada di Kabupaten/Kota.
  • Fotokopi SK Dana Kehormatan atau SK Tunjangan Veteran yang disahkan Kanminvetcad.
  • Melampirkan SPTB yang disahkan kelurahan/kepala desa.
  • Surat keterangan dari tim penyaringan tingkat dua.
  • Pas foto suami dan istri ukuran 3×4 (dua lembar).
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) dan fotokopi Kartu Keluarga pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.
  • Dokumen pendukung lain: fotokopi surat keputusan pensiun, fotokopi surat kematian, dan surat lain jika dibutuhkan.
  1. Klaim TASPEN perawatan di rumah sakit:
  • Mengisi formulir FPP.
  • Melampirkan fotokopi surat jaminan
  • Melampirkan rincian tagihan.
  • Kwitansi asli biaya perawatan.
  • Surat keterangan dokter (Form TASPEN-3).
  • Surat keterangan dokter penyakit akibat kerja (Form TASPEN-4) untuk kejadian sakit karena bekerja (PAK) atau kecelakaan kerja.
  • Surat rujukan dokter jika dibutuhkan perawatan lebih lanjut atau rawat inap.
  • Salinan resume medis dan dokumen pendukung (hasil lab, radiologi, dan lain-lain).
  • Melampirkan fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Melampirkan fotokopi rekening rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain tempat peserta menjalani perawatan medis.
  1. Klaim TASPEN santunan sementara akibat kecelakaan kerja:
  • Mengisi dan melampirkan formulir FPP.
  • Surat pernyataan sementara tidak mampu bekerja dari instansi yang wajib disertai surat pernyataan dari tim penguji kesehatan.
  • Surat keputusan penetapan KK dari pejabat pembina kepegawaian (PPK) dan PAK dari dokter yang berwenang.
  • Fotokopi identitas diri pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.
  1. Klaim santunan cacat sebagian dan/atau sebagian:
  • Formulir FPP dilengkapi dan dilampirkan saat mengajukan klaim dengan beberapa dokumen lain.
  • Surat keputusan penetapan cacat dari dokter berwenang atau rumah sakit.
  • Surat keterangan cacat sebagian dari dokter yang merawat peserta.
  • Fotokopi identitas diri pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.
  1. Klaim santunan cacat total tetap:
  • Formulir FPP diisi dan dikirim saat mengajukan santunan cacat total tetap bersama dokumen lain.
  • Surat keputusan penetapan cacat dari PPK yang diberikan setelah melengkapi dokumen dari rumah sakit.
  • Surat keterangan cacat total tetap dari dokter yang merawat peserta TASPEN.
  • Fotokopi identitas diri pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.
  1. Klaim santunan kematian kerja:
  • Mengisi dan melengkapi formulir FPP.
  • Fotokopi keputusan penetapan kecelakaan kerja apabila sempat mendapat perawatan dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain.
  • Fotokopi keputusan penetapan tewas karena kecelakaan.
  • Fotokopi surat kematian (akta kematian) dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain yang menyatakan bahwa peserta meninggal dunia karena kecelakaan kerja.
  • Fotokopi identitas diri pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.
  1. Klaim tunjangan cacat:
  • Formulir FPP.
  • Fotokopi keputusan penetapan cacat dari PPK.
  • Surat keputusan pensiun/surat pemutusan hubungan perjanjian kerja sebagai ASN atau pejabat negara karena cacat.
  • Surat keputusan pemberian tunjangan cacat dari atasan atau pejabat berwenang.
  • Surat keputusan penghentian pembayaran (SKPP).
  • Fotokopi identitas diri pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.

Klaim JKM bagi ASN dan pejabat negara merupakan satu paket dengan pengajuan manfaat THT. Selain itu, ahli waris peserta TASPEN juga bisa mengajukan klaim asuransi kematian jika peserta (ASN atau pejabat negara) meninggal dunia dan terdaftar sebagai peserta Program THT.

Layanan nasabah atau call center TASPEN dapat dicapai dengan berbagai media. Adapun informasi lebih jelas mengenai produk, klaim Taspen, dan sebagainya, silakan menghubungi kontak berikut.

Call Center TASPEN

  • Customer Care Centre: Jalan Letjen Suprapto No.45, Cempaka Putih, Jakarta Pusat 10520
  • TASPEN Call Center: (021) 4241808
  • Email: [email protected]
  • Faksimile: (021) 4203809
  • Situs resmi: taspen.co.id

Layanan TASPEN

  • TASPEN Care yaitu layanan terintegrasi dari TASPEN yang dapat digunakan peserta TASPEN baik aktif maupun pensiunan untuk menyampaikan pertanyaan dan keluhan, mengunduh formulir klaim, jadwal layanan mobil TASPEN, hingga kamus mengenai TASPEN.
  • TASPEN Otentikasi yaitu layanan aplikasi online TASPEN yang memudahkan nasabah dalam pencairan yang pensiun. 
  • Sistem Helpdesk Simgaji yaitu sistem manajemen permasalahan dari penggunaan aplikasi Simgaji. Sistem ini membantu pengguna aplikasi Simgaji agar lebih mudah memperoleh solusi untuk setiap kendala yang didapat dari program TASPEN.
  • Layanan Klaim Otomatis (LKO) yaitu integrasi TASPEN dengan instansi lain untuk memperoleh persyaratan dalam proses pengurusan dan pembayaran hak atau dana/santunan kepada penerima manfaat baik peserta atau ahli waris sesuai klaim yang diajukan pemohon.
  • Layanan Klaim 1 Jam yaitu proses penyelesaian SPP Klaim Langsung yang dimulai dengan peserta mengambil nomor antrean hingga menerima pembayaran dalam waktu maksimal satu jam.

Secara umum, peserta TASPEN bisa melakukan perawatan medis di rumah sakit milik pemerintah atau swasta mana saja. Agar proses klaim tidak merepotkan sebelum dan setelah menjalani perawatan, TASPEN menyarankan mendatangi rumah sakit milik pemerintah daerah atau pusat (RSUP/RSUD/RSU). Berikut ini daftar beberapa rumah sakit yang bekerja sama dengan TASPEN.

  • RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM)
  • RSPAD Gatot Soebroto
  • RS Jakarta
  • RS Cijantung KESDAM Jaya
  • RS Pupuk Kaltim
  • RSUP Fatmawati
  • RS Islam Cempaka Putih
  • RS Pusat Pertamina Jakarta
  • RS RS PGI Cikini
  • RSUP Sanglah-Denpasar
  • RS TNI AU Dr Esnawan Antariksa
  • RSUP Persahabatan
  • RS Khusus THT-Bedah KL Proklamasi
  • RS Islam Jakarta Sukapura
  • RS Bhayangkara TK I R Said Sukanto
  • RS TNI AL-Marinir Cilandak
  • RSUD Jayapura
  • RS TNI AL DR Mintohardjo
  • RSUD Cengkareng
  • RS Pelni
  • RS Pusat Otak Nasional Jakarta Timur

TASPEN tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Hingga tahun 2018, TASPEN yang berkantor pusat di Jakarta telah memiliki 57 kantor cabang yang terdiri atas enam kantor cabang utama, tujuh kantor cabang tipe A, 14 kantor cabang tipe B, 19 kantor cabang tipe C, dan 11 kantor cabang tipe D.

Alamat Kantor Pusat TASPEN

PT TASPEN (Persero)

Jalan Letjen Suprapto No.45, 

Cempaka Putih,

Jakarta Pusat 10520 – Indonesia

Telp: (021) 4241808

Faks: (021) 4203809

Email: [email protected]

www.taspen.co.id

Kantor Cabang TASPEN

  • Kantor Cabang Bandar Lampung: Jalan Drs. Warsito No.3 Kota Bandar Lampung. Telepon: 0721-488935
  • Kantor Cabang Bengkulu: Jalan P Natadirdja No.65 KM.7 Kota Bengkulu. Telepon: 0736-25282
  • Kantor Cabang Palembang: Jalan Jend Sudirman No.103/732 Kota Palembang. Telepon: 0711-312060
  • Kantor Cabang Palangkaraya: Jalan Tjilik Riwut KM.3 , Kotamadya Palangkaraya. Telepon: 0536-3239874
  • Kantor Cabang Pontianak: Jalan Jend A Yani Kota Pontianak. Telepon: 0561-731192
  • Kantor Cabang Pangkal Pinang: JalanJend Sudirman Gabek II, Pangkalpinang. Telepon: 0717-432580
  • Kantor Cabang Tangerang: Jalan KH. Hasyim Ashari, Poris Plawad, Cipondoh, Kota Tangerang. Telepon : 021-22261960
  • Kantor Cabang Tarakan: Kalimantan Utara, Kota Tarakan. Telepon: 0551-23687
  • Kantor Cabang Lubuk Linggau: Jalan Yos Sudarso No.9 E-F, Kota Lubuk Linggau. Telepon: 0733-3281400
  • Kantor Cabang Utama Medan: Jalan H. Adam Malik No.64 Kota Medan. Telepon: 061-6619600
  • Kantor Cabang Banda Aceh: Jalan Tgk. Abdullah Ujong Rimba No.22, Kota Banda Aceh. Telepon : 0651-33382
  • Kantor Cabang Bukit Tinggi: Jalan M. Syafei No.11 Kota Bukit Tinggi. Telepon: 0752-625990
  • Kantor Cabang Padang: Jalan Jend Sudirman No.63 Kota Padang. Telepon: 0751-31152
  • Kantor Cabang Pekanbaru: Jalan Jend. Sudirman No.317 , Kota Pekanbaru. Telepon: 0761-23531
  • Kantor Cabang Jambi: Jalan Slamet Riyadi-Broni, Provinsi Jambi. Telepon: 0741-64520
  • Kantor Cabang Tanjung Pinang: Jl Daeng Celak KM 8 Sei Carang Tanjungpinang. Telepon: 0771-4500000
  • Kantor Cabang Lhokseumawe: Jalan Merdeka No.32 Lhokseumawe. Telepon: 0645-6500320
  • Kantor Cabang Kepulauan Nias: Jl Diponegoro No.434 Kota Gunung Sitoli. Telepon: 081362419564
  • Kantor Cabang Utama Bandung: Jalan PH. Mustopha No.78 Kota Bandung. Telepon: 022-7206545
  • Kantor Cabang Bogor: Jalan Raya Pajajaran Kota Bogor. Telepon : 0251-8316177
  • Kantor Cabang Manado: Jl Jend Achmad Yani No.7 Kota Manado. Telepon: 0431-861491
  • Kantor Cabang Palu: Jalan Prof M Yamin No.2 Kota Palu. Telepon: 0451-451744
  • Kantor Cabang Kendari: Jalan Mayjen Sutoyo No.55 Kota Kendari. Telepon: 0401-323475
  • Kantor Cabang Ambon: Jalan Tulukabessy No.50 Mardika, Kota Ambon. Telepon: 0911-312719
  • Kantor Cabang Jayapura: Jalan Raya Abepura No.100. Telepon: 0967-582778
  • Kantor Cabang Gorontalo: Jalan Achmad Nadjamuddin No.9. Telepon: 0435-827984
  • Kantor Cabang Ternate: Jalan Raya Mangga Dua No.793 Kota Ternate. Telepon: 0921-3110972
  • Kantor Cabang Mamuju: Jalan RE Martadinata, Mamuju. Telepon: 0426-2325111
  • Kantor Cabang Manokwari: Jalan Drs. Esau Sesa No.38 Kabupaten Manokwari. Telepon: 0986-214666
  • Kantor Cabang Palopo: Jalan Andi Djemma No.129 Palopo. Telepon: 0471-3205155
  • Kantor Cabang Bone. Telepon: 0481-2923674
  • Kantor Cabang Denpasar: Jalan Raya Puputan No.21 Niti Mandala Renon, Kota Denpasar. Telepon: 0361-231418

Ada beberapa perusahaan atau badan hukum lain yang menyediakan asuransi seperti TASPEN, di antaranya:

Sesuai manfaat Program Pensiun Taspen, dana pensiun tidak bisa diambil sebelum masa pensiun, kecuali ASN atau pejabat negara meninggal dunia sebelum masa pensiun. Dana tersebut akan diberikan kepada ahli waris yaitu keluarganya setiap bulan.

Berikut penjelasan manfaat Program Pensiun Taspen:

  • Pensiun, apabila peserta berhenti mencapai usia pensiun.
  • Uang Duka Wafat, apabila penerima pensiun meninggal dunia.
  • Pensiun Terusan, apabila penerima pensiun meninggal dunia.

Uang Duka Wafat (UDW) dapat dicairkan setelah ahli waris melengkapi dokumen yang dibutuhkan yaitu:

  • Formulir Permintaan Pembayaran (FPP) klaim
  • Fotokopi Surat Keterangan Meninggal Dunia yang disahkan oleh Kepala Desa / Lurah / Rumah Sakit / Puskesmas atau Akta Kematian yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang
  • Fotokopi Surat Nikah / Salinan Sah Surat Nikah / Duplikat Surat Nikah / Akta Perkawinan dilegalisir oleh Lurah / Kepala Desa / KUA / Pejabat yang berwenang , Isbat Nikah dilegalisir oleh Pengadilan Agama setempat (bagi yang mengajikan istri / suami).
  • Satu (1) pas foto ukuran 3×4 (bagi yang mengajukan suami / istri)
  • Fotokopi KTP Pemohon
  • Fotokopi Piagam / Tanda Jasa / Bintang Angkatan (khusus bagi ABRI) yang dilegalisir Ka. Ajendam setempat
  • Asli Surat Kuasa Ahli Waris yang telah disahkan oleh Kepala Desa / Lurah (Dalam hal tidak meninggalkan ahli waris)
  • Surat Keterangan yang merawat pada saat sakit sampai dengan menyelenggarakan penguburan yang telah disahkan oleh Lurah / Kepala Desa (Dalam hal tidak meninggalkan ahli waris).

Catatan: * Piagam / Tanda Jasa / Bintang Angkatan yang telah tercantum dalam SK Pensiun berdasarkan Keputusan KASAD Nomor : SKEP-104/III/1973, tanggal 3 Maret 1973 tidak perlu melampirkan fotokopi Piagam / Tanda Jasa / Bintang Angkatan tersebut.

Dana pensiun yang diterima guru berstatus PNS disesuaikan dengan golongannya. Hal ini sesuai ketentuan pemerintah. Sebelumnya terdapat pemberitaan yang menyatakan bahwa ASN menerima Rp1 miliar saat pensiun. Namun, hal ini masih dalam tahap kajian Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo. Selain itu, dijelaskan pula bahwa guru dan dosen tidak termasuk dalam pembahasan dana pensiun Rp1 miliar tersebut.

Berikut ini rincian dana yang diterima PNS Golongan 4A:

  • Gaji pokok Golongan IVA = Rp3.044.300 (masa kerja 0 tahun) – Rp5.000.000 (masa kerja 32 tahun)
  • Uang makan Golongan 4 = Rp41.000
  • Tunjangan jabatan PNS Eselon IVA = Rp540.000
  • Tunjangan Kinerja: relatif, disesuaikan dengan kinerja setiap pegawai dan setiap instansi.
  • Tunjangan Suami/Istri: sebesar 5 persen dari gaji pokok.
  • Tunjangan Anak: sebesar 2 persen dari gaji pokok, dan hanya berlaku untuk tiga orang anak.
  • Uang Dinas: relatif. Uang dinas sudah meliputi biaya transport lokal, uang makan, uang saku, biaya transportasi pegawai, biaya penginapan, uang representatif, dan biaya sewa kendaraan.
  • Gaji pokok pensiun Golongan IVA = Rp3.571.500
  • Tunjangan janda/duda Golongan IVA = Rp1.714.400
  • Tunjangan bagi orang tua dari PNS yang meninggal: Rp297.300.

Hak ahli waris pensiunan PNS yang meninggal dunia disesuaikan dengan golongan dan jabatan. Adapun hak yang diterima ahli waris atas meninggalnya PNS yaitu:

  • Gaji Terusan.
  • Jaminan Kematian.
  • Asuransi Kematian/Askem (THT).
  • Asuransi Dwiguna (THT).
  • Pensiun Janda/Duda/Anak.
  • Pengembalian Uang Taperum PNS

ASN, PNS, pejabat negara, atau pegawai honorer yang bekerja di pemerintahan bisa mengurus kartu Taspen yang hilang. Berikut persyaratannya:

  1. Surat pengantar dari Unit Kerja PNS yang bersangkutan
  2. Fotokopi SK Pengangkatan CPNS (2 lembar)
  3. Fotokopi SK Pangkat Terakhir (2 lembar)
  4. Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) yang dibuat oleh Kepala Unit Kerja (2 lembar)
  5. Fotokopi NPWP (2 lembar)
  6. Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian (2 lembar) apabila hilang
  7. Kartu Taspen yang asli

Catatan:

  • Usulan Penerbitan: berkas yang harus dilengkapi adalah persyaratan 1-5.
  • Usulan Penggantian: apabila Kartu Taspen hilang, berkas yang harus dilengkapi adalah 1-6
  • Usulan Perubahan: apabila terjadi kesalahan pengetikan data atau informasi pada Kartu Taspen, harus diganti dengan melampirkan persyaratan angka 1-5 dan 7.

Lifepal berusaha untuk menyajikan informasi yang akurat dan terbaru tetapi dapat berbeda dari informasi yang diberikan oleh penyedia layanan/institusi keuangan. Keseluruhan informasi diberikan tanpa jaminan, kami menyarankan untuk melakukan verifikasi sebelum melakukan keputusan finansial.

Berikut ini daftar laman situs yang disadur oleh tim penulis Lifepal.co.id:

  • https://www.taspen.co.id/
  • https://kumparan.com/kumparanbisnis/taspen-siapkan-protokol-covid-19-untuk-jalankan-the-new-normal-1tREXH8FyUS
  • https://republika.co.id/berita/pm2pbx383/taspen-sediakan-jaminan-sosial-pegawai-nonpns-dan-honorer
  • https://www.sharianews.com/posts/dana-pensiun-halal-ini-faktornya
  • https://edukasi.kompas.com/read/2020/02/19/11225331/menpan-rb-klarifikasi-uang-pensiun-pns-rp-1-miliar-yang-benar?page=all
  • https://www.tagar.id/perincian-gaji-tunjangan-dan-pensiun-pns