Asuransi TASPEN

DISKON HINGGA 20% Temukan pilihan polis sesuai kebutuhan dan anggaranmu!

+62
+62
+62

TASPEN adalah perusahaan BUMN di bidang asuransi, tabungan hari tua, dan dana pensiun. Kepanjangan TASPEN adalah PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero). Produk yang dimiliki TASPEN khusus untuk melayani aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat negara.

TASPEN bermula dari Konferensi Kesejahteraan Pegawai Negeri di Jakarta pada Juli 1960. Kemudian pada tahun 1963 pemerintah mendirikan Perusahaan Negara Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (PN TASPEN) yang menghadirkan program Tabungan Hari Tua Pegawai Negeri.

Seiring transformasi menjadi perusahaan umum pada tahun 1970, beragam produk jaminan perlindungan dihadirkan oleh TASPEN. Mulai dari Program Pensiun, Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM).

Dengan bertambahnya produk dan peserta dari berbagai instansi pemerintah, TASPEN berbenah dengan menambah kantor cabang. Hingga kini, TASPEN memiliki 57 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Berpengalaman dalam memberikan pelayanan program asuransi sosial bagi ASN dan pejabat negara, TASPEN cukup mumpuni sebagai salah satu perusahaan asuransi di Indonesia. Namun, kekurangan TASPEN terletak pada kepesertaan yang terbatas bagi ASN dan pejabat negara.

Asuransi TASPEN memberikan benefit atau manfaat yang disesuaikan dengan ketentuan polis asuransi yang dipilih. Berikut adalah pertanggungan atau manfaat asuransi TASPEN berdasarkan jenis produk, polis, dan plan yang dapat dipilih.

Asuransi Kecelakaan
Jaminan Kecelakaan Kerja
Produk TASPEN yang memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja atau sakit.
Tabungan Hari Tua
Program Tabungan Hari Tua
Program asuransi sosial yang terdiri atas asuransi dwiguna yang dikaitkan dengan usia pensiun ditambah asuransi kematian.
Program Pensiun
Program Pensiun
Program TASPEN yang memberikan berupa dana pensiun tiap bulan sebagai jaminan hari tua dan penghargaan atas jasa-jasa ASN bekerja dalam dinas pemerintah.
Jaminan Kematian
Program Jaminan Kematian
Produk TASPEN yang memberikan perlindungan atas risiko kematian.

Pertanggungan asuransi TASPEN adalah benefit atau manfaat yang diberikan TASPEN kepada tertanggung. Tentu saja manfaat tersebut disesuaikan dengan produk yang dimiliki. Berikut ulasan pertanggungan atau manfaat asuransi TASPEN.

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Pertanggungan JKK tentunya memberikan jaminan perawatan bagi peserta yang mengalami kecelakaan hingga santunan jika peserta meninggal dunia. Berikut ini rincian pertanggungan JKK yang diterima dari TASPEN selama bekerja sebagai ASN ataupun pejabat negara.

  • Perawatan di rumah sakit/klinik hingga dinyatakan sembuh.
  • Santunan sementara akibat kecelakaan kerja yaitu 100 persen gaji hingga peserta dapat bekerja kembali.
  • Santunan duka (meninggal dunia) kepada ahli waris sebesar enam kali gaji terakhir.
  • Rehabilitasi medis maksimal Rp2,6 juta.
  • Penggantian gigi palsu maksimal Rp3,9 juta.
  • Santunan biaya pemakaman Rp10 juta.
  • Biaya pengangkutan jenazah Rp1,3-3,25 juta tergantung pada rute yang dilalui untuk mengangkut jenazah.
  • Beasiswa antara Rp 15-45 juta tergantung jenjang pendidikan anak.
  • Tunjangan cacat dengan persentase berbeda-beda dikalikan gaji.

Program Jaminan Kematian (JKM)

Pertanggungan JKM merupakan jaminan yang diberikan kepada ahli waris peserta TASPEN yakni ASN atau pejabat negara. Berikut ini rincian manfaat yang diterima dari JKM.

  • Santunan kematian (sekaligus) Rp15 juta.
  • Uang duka wafat tiga kali gaji terakhir.
  • Biaya pemakaman Rp7,5 juta.
  • Bantuan beasiswa bagi anak peserta yang wafat (untuk dua orang anak) Rp15 juta.
  • Jika anak belum memasuki usia sekolah atau sedang kuliah, maka dibayarkan dalam bentuk polis.

Program Tabungan Hari Tua (THT)

Manfaat atau pertanggungan dari Program THT dari TASPEN diberikan kepada ASN dan pejabat negara yang menjadi peserta. Berikut penjelasan singkat mengenai manfaat Program THT bagi ASN dan pejabat negara.

Manfaat bagi ASN

  • Manfaat asuransi dwiguna yaitu manfaat pensiun, manfaat meninggal dunia, dan berhenti karena sebab-sebab lain.
  • Manfaat asuransi kematian: santunan peserta atau peserta yang telah pensiun meninggal dunia, santunan jika pasangan (suami/istri) meninggal dunia, dan santunan anak meninggal dunia.

Manfaat bagi pejabat negara

  • Asuransi dwiguna yaitu berhenti karena selesai masa jabatan atau sebab lain, dan meninggal dunia pada masa aktif.
  • Manfaat asuransi kematian: santunan bagi peserta yang meninggal dunia, santunan kematian pasangan meninggal (istri/suami), santunan anak meninggal dunia.

Program Pensiun

Manfaat yang diterima Program Pensiun tentu diterima oleh pensiunan ASN dan pejabat negara. Berikut ini manfaat yang diperoleh dari Program Pensiun TASPEN.

  • Menerima uang pensiunan setiap bulan.
  • Uang duka jika pensiunan meninggal dunia dengan hitungan tiga kali penghasilan kotor terakhir (PNS/pejabat/TNI/Polri) atau dua kali tunjangan veteran bagi veteran atau satu kali tunjangan veteran yang diberikan kepada duda/janda yang ditinggalkan veteran.
  • Uang pensiunan terusan jika terdapat ahli waris yang berhak: selama empat bulan (ASN/pejabat), 6-12 bulan (TNI/Polri/veteran), perintis kemerdekaan RI (PKRI)/Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) tidak mendapatkan pensiun terusan.
  • Pensiun janda/duda/yatim-piatu.

Iuran TASPEN didasarkan pada persentase yang telah ditetapkan untuk masing-masing produk pertanggungannya. Berikut persentase iuran TASPEN yang telah ditetapkan.

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK): 0,24 persen dari gaji pokok (dibayarkan oleh pemberi kerja).
  • Program Jaminan Kematian (JKM): 0,72 persen dari gaji pokok (dibayarkan oleh pemberi kerja).
  • Program Tabungan Hari Tua (THT): 3,25 persen dikalikan penghasilan sebulan (gaji pokok ditambah tunjangan keluarga).
  • Program Pensiun: 4,75 persen dikalikan penghasilan sebulan (gaji pokok ditambah tunjangan keluarga).

Terdapat beberapa metode terkait penggantian biaya produk TASPEN. Berikut ini penjelasan mengenai metode penggantian yang tersedia berdasarkan produk TASPEN.

  • Reimbursement yaitu metode penggantian yang diberikan jika peserta menjalani rawat inap atau rawat jalan di rumah sakit nonpemerintah. Metode ini dilakukan dengan cara mengajukan klaim penggantian atas biaya rawat jalan atau rawat inap yang telah dibayarkan terlebih dahulu oleh peserta.
  • Cashless yaitu metode tanpa uang tunai di mana peserta hanya perlu mendatangi rumah sakit pemerintah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
  • Santunan tunai atau santunan kematian yang diberikan kepada peserta ketika sudah pensiun atau masa jabatan habis. Uang pensiun dapat ditarik oleh peserta menggunakan TASPEN SmartCard. Atau, santunan kematian diberikan kepada keluarga peserta jika peserta meninggal dunia.

Produk asuransi TASPEN tidak bisa dibeli secara online. Sebab, Anda langsung didaftarkan sebagai peserta jika menjadi ASN atau pejabat negara. Jika ingin mendapatkan produk asuransi lain untuk melengkapi TASPEN yang dimiliki, Anda bisa membandingkan terlebih dahulu secara online melalui situs agregator asuransi seperti Lifepal.

Melalui marketplace asuransi online Lifepal.co.id, Anda dapat membandingkan produk asuransi dari berbagai perusahaan asuransi. Di Lifepal, Anda bisa mendapatkan proteksi terbaik yang bisa melengkapi kebutuhan proteksi dengan premi paling ringan pula.

Pembayaran iuran asuransi TASPEN baik Program JKK, JKM, THT, dan Pensiun dibayarkan oleh kementerian/lembaga atau instansi pemerintah tempat peserta bekerja. Sama seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang dipotong dari gaji karyawan setiap bulan dengan persentase sesuai peraturan pemerintah.

Namun, jika peserta terkendala dengan salah satu program TASPEN yang belum dibayarkan. Berikut penjelasan singkatnya.

  • Keterlambatan pembayaran, sehingga akan ada pembayaran susulan yang artinya dana dibayarkan setelah tanggal 15.
  • Pembayaran susulan hanya berlaku pada bulan yang mengalami keterlambatan dan ke depannya dibayarkan pada awal bulan.
  • Pembayaran belum dibayarkan karena belum melakukan otentikasi.

Bagi Anda yang telah terdaftar sebagai peserta TASPEN, dapat dengan mudah mengecek saldo TASPEN yang masih berupa estimasi TASPEN ASN atau pegawai negeri sipil (PNS). Berikut cara mendapatkan informasi tersebut secara online.

Cara cek saldo atau estimasi dana TASPEN bisa dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya mendatangi kantor atau bank yang ditunjuk langsung oleh TASPEN dalam menangani pensiun ASN. Namun, Anda yang terdaftar sebagai ASN atau pensiunan pegawai negeri bisa mengecek saldo TASPEN online.

Saldo TASPEN akan berbeda-beda karena dihitung berdasarkan masa dinas, jabatan, besaran gaji pokok, serta tunjangan lain. Berikut ini cara cek saldo TASPEN online melalui aplikasi TASPEN dan mengunjungi situs TASPEN.

1. Cek Saldo TASPEN melalui Aplikasi TASPEN

  • Mengunduh aplikasi mobile TASPEN.
  • Buka aplikasi dan pilih “Simulasi” untuk melakukan penghitungan estimasi saldo TASPEN Anda.
  • Pilih estimasi TMT BUP kemudian masukkan Nomor Induk Pegawai (NIP).
  • Di layar ponsel Anda akan muncul data seperti nama, besaran THT, dan gaji pensiun per bulan.

2. Cek Saldo TASPEN Online melalui Situs resmi TASPEN

  • Kunjungi atau buka situs resmi TASPEN yaitu  http://e-klim.taspen.com/mservices/JKK/login.php.
  • Ketik Nomor Pokok Pensiun (Notas), tanggal lahir, dan nomor urut kartu.
  • Pada layar desktop Anda akan muncul beberapa pilihan layanan jaminan pensiun.
  • Pilih “Estimasi Manfaat”.
  • Pilih “Estimasi Hak Usia Pensiun”.
  • Pada halaman ini akan muncul daftar data diri termasuk gaji pensiun per bulan dan saldo THT.

Sekadar informasi, nominal yang tertera hanya estimasi TASPEN kemungkinan berbeda ketika Anda melakukan penarikan dana. Jika estimasi dan dana yang diterima berbeda jauh, Anda disarankan mendatangi kantor atau bank yang ditunjuk TASPEN.

Cara klaim TASPEN dibedakan berdasarkan produk yang ingin diklaim. Contohnya klaim rawat inap di rumah sakit pemerintah, maka metode pembayaran yang berlaku adalah cashless. Berikut penjelasan singkat terkait klaim TASPEN.

Persyaratan Pengurusan Hak Program Tabungan Hari Tua (THT)

Klaim TASPEN Tabungan Hari Tua (THT)

Bagi peserta yang berhenti dengan mendapat hak pensiun:

  • Mengisi Formulir Permintaan Pembayaran (FPP).
  • Fotokopi SK Pensiun atau Pertimbangan Teknis (Pertek).
  • Melampirkan SKPP yang dibuat dan disahkan oleh instansi yang berwenang (KPPN atau Pemda).
  • Fotokopi identitas (KTP atau SIM) pemohon atau peserta.
  • Fotokopi buku rekening sesuai identitas.

Klaim TASPEN Tabungan Hari Tua (THT) dan Asuransi Kematian (ASKEM)

Bagi peserta meninggal dunia pada saat masih aktif:

  • Mengisi formulir permintaan pembayaran (FPP).
  • Melampirkan surat keterangan kuasa ahli waris yang ditandatangani oleh kepala instansi.
  • Melampirkan kutipan perincian penerimaan gaji (KPPG) yang dibuat bendahara atau bagian gaji.
  • Fotokopi surat kematian yang dilegalisir kelurahan/ kepala desa/ rumah sakit.
  • Fotokopi surat nikah yang dilegalisir kelurahan/kepala desa/KUA.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon atau ahli waris.

Klaim TASPEN Nilai Tunai Asuransi

Bagi peserta yang berhenti bukan karena pensiun atau bukan karena meninggal dunia:

  • Mengisi formulir permintaan pembayaran (FPP).
  • Fotokopi SK Pemberhentian.
  • SKPP yang dibuat dan disahkan instansi berwenang.
  • Fotokopi identitas diri pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.

Klaim TASPEN Asuransi Kematian (ASKEM)

Bagi istri/suami dari peserta aktif meninggal dunia:

  • Mengisi FPP.
  • Melampirkan KPPG yang dibuat bendahara atau bagian gaji pegawai.
  • Fotokopi surat kematian yang dilegalisir.
  • Fotokopi surat nikah dilegalisir oleh kelurahan/KUA.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.

Bagi anak dari peserta aktif meninggal dunia:

  • Mengisi FPP.
  • Melampirkan KPPG yang dibuat bendahara instansi tempat bekerja.
  • Fotokopi surat kematian yang dilegalisir.
  • Fotokopi akta/surat kelahiran dilegalisir kelurahan.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.

Catatan: Klaim ini hanya ditujukan untuk anak usia 21 sampai 25 tahun, belum menikah/bekerja, dan masih sekolah.

Bagi penerima pensiun ASN meninggal dunia:

  • Mengisi formulir FPP.
  • Fotokopi SK Pensiun/ Kartu Identitas Pensiun (KARIP).
  • Fotokopi surat kematian yang dilegalisir kelurahan atau rumah sakit.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.

Bagi istri/suami dari penerima pensiun ASN meninggal dunia:

  • Mengisi formulir FPP.
  • Melampirkan fotokopi SK Pensiun/KARIP.
  • Melampirkan fotokopi surat kematian yang dilegalisir kelurahan/rumah sakit.
  • Melampirkan fotokopi surat nikah yang dilegalisir kelurahan/KUA.
  • Melampirkan fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.

Persyaratan Pengajuan Hak Program Pensiun TASPEN

Pensiun Pertama

Bagi ASN/pejabat negara yang berhenti dengan mendapat hak pensiun:

  • Mengisi formulir FPP.
  • Melampirkan fotokopi SK Pensiun.
  • Melampirkan SKPP yang dibuat dan disahkan oleh instansi yang berwenang (KPPN/Pemda).
  • Pas foto suami dan istri ukuran 3×4 (dua lembar).
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.
  • Fotokopi NPWP.

Uang Duka Wafat (UDW)

Bagi penerima pensiun/tunjangan yang meninggal dunia:

  • Mengisi formulir.
  • Melampirkan fotokopi SK Pensiun.
  • Melampirkan fotokopi surat kematian yang dilegalisir kelurahan/rumah sakit.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Pas foto ukuran 3×4 (satu lembar).
  • Fotokopi Bintang Jasa bagi penerima pensiun TNI/POLRI (bila ada).
  • Fotokopi buku rekening pemohon.
  • Dokumen pelengkap lain: fotokopi surat nikah, surat penunjukan wali, surat kuasa ahli waris, dan lain-lain.

Pensiun Janda/Duda

Bagi ASN yang meninggal aktif:

  • Mengisi FPP
  • Fotokopi SK Pensiun.
  • SKPP yang dibuat dan disahkan oleh instansi yang berwenang (KPPN/Pemda).
  • Surat Pengesahan Tanda Bukti Diri (SPTB) yang disahkan kelurahan/kepala desa.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Pas foto pemohon ukuran 3×4 (dua lembar).
  • Surat keterangan sekolah bagi anak dengan usia sekolah.

Pengajuan Pensiun oleh Janda/Duda

Pengajuan oleh janda/duda dari penerima pensiun ASN/pejabat negara:

  • Mengisi FPP.
  • Fotokopi SK Pensiun.
  • SKPP yang dibuat oleh TASPEN.
  • SPTB yang disahkan kelurahan/kepala desa.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Pas foto pemohon ukuran 3×4 (dua lembar).
  • Surat keterangan sekolah bagi anak usia sekolah atau yang berusia 21 sampai 25 tahun belum menikah/bekerja.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.

Pengajuan Tunjangan Veteran

Apabila veteran RI sudah mempunyai SK Penetapan Tunjangan Veteran:

  • Mengisi FPP.
  • Fotokopi SK Tanda Kehormatan Veteran disahkan Kanminvetcad (pelaksana Tim Penyaringan Tingkat II/TP II dalam pengurusan administrasi calon veteran yang berada di Kabupaten/Kota.
  • Fotokopi SK Dana Kehormatan atau SK Tunjangan Veteran yang disahkan Kanminvetcad.
  • Melampirkan SPTB yang disahkan kelurahan/kepala desa.
  • Surat keterangan dari tim penyaringan tingkat dua.
  • Pas foto suami dan istri ukuran 3×4 (dua lembar).
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) dan fotokopi Kartu Keluarga pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.
  • Dokumen pendukung lain: fotokopi surat keputusan pensiun, fotokopi surat kematian, dan surat lain jika dibutuhkan.

Persyaratan dan Tata Cara Klaim Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Klaim TASPEN Perawatan di rumah sakit

Langsung ke rumah sakit:

  • Mengisi formulir FPP.
  • Melampirkan fotokopi surat jaminan
  • Melampirkan rincian tagihan.
  • Kwitansi asli biaya perawatan.
  • Surat keterangan dokter (Form TASPEN-3).
  • Surat keterangan dokter penyakit akibat kerja (Form TASPEN-4) untuk kejadian sakit karena bekerja (PAK) atau kecelakaan kerja.
  • Surat rujukan dokter jika dibutuhkan perawatan lebih lanjut atau rawat inap.
  • Salinan resume medis dan dokumen pendukung (hasil lab, radiologi, dan lain-lain).
  • Melampirkan fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Melampirkan fotokopi rekening rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain tempat peserta menjalani perawatan medis.

Perawatan menggunakan kartu kepesertaan BPJS Kesehatan:

  • Melampirkan surat tagihan asli dari BPJS Kesehatan.
  • Melampirkan fotokopi surat kepastian jaminan.
  • Melampirkan surat pengantar klaim.
  • Ikhtisar pengajuan klaim.
  • Salinan resume medis dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan tempat peserta menjalani perawatan medis.
  • Fotokopi nomor rekening BPJS Kesehatan.

Klaim TASPEN Santunan

Santunan sementara akibat kecelakaan kerja:

  • Mengisi dan melampirkan formulir FPP.
  • Surat pernyataan sementara tidak mampu bekerja dari instansi yang wajib disertai surat pernyataan dari tim penguji kesehatan.
  • Surat keputusan penetapan KK dari pejabat pembina kepegawaian (PPK) dan PAK dari dokter yang berwenang.
  • Fotokopi identitas diri pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.

Santunan cacat sebagian dan/atau sebagian fungsi:

  • Formulir FPP dilengkapi dan dilampirkan saat mengajukan klaim dengan beberapa dokumen lain.
  • Surat keputusan penetapan cacat dari dokter berwenang atau rumah sakit.
  • Surat keterangan cacat sebagian dari dokter yang merawat peserta.
  • Fotokopi identitas diri pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.

Santunan cacat total tetap:

  • Formulir FPP diisi dan dikirim saat mengajukan santunan cacat total tetap bersama dokumen lain.
  • Surat keputusan penetapan cacat dari PPK yang diberikan setelah melengkapi dokumen dari rumah sakit.
  • Surat keterangan cacat total tetap dari dokter yang merawat peserta TASPEN.
  • Fotokopi identitas diri pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.

Santunan kematian kerja:

  • Mengisi dan melengkapi formulir FPP.
  • Fotokopi keputusan penetapan kecelakaan kerja apabila sempat mendapat perawatan dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain.
  • Fotokopi keputusan penetapan tewas karena kecelakaan.
  • Fotokopi surat kematian (akta kematian) dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain yang menyatakan bahwa peserta meninggal dunia karena kecelakaan kerja.
  • Fotokopi identitas diri pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.

Tunjangan cacat:

  • Formulir FPP.
  • Fotokopi keputusan penetapan cacat dari PPK.
  • Surat keputusan pensiun/surat pemutusan hubungan perjanjian kerja sebagai ASN atau pejabat negara karena cacat.
  • Surat keputusan pemberian tunjangan cacat dari atasan atau pejabat berwenang.
  • Surat keputusan penghentian pembayaran (SKPP).
  • Fotokopi identitas diri pemohon
  • Fotokopi buku rekening pemohon.

Tata Cara Pengajuan Manfaat Jaminan Kematian (JKM)

Klaim JKM bagi ASN dan pejabat negara merupakan satu paket dengan pengajuan manfaat THT. Selain itu, ahli waris peserta TASPEN juga bisa mengajukan klaim asuransi kematian jika peserta (ASN atau pejabat negara) meninggal dunia dan terdaftar sebagai peserta Program THT.

Untuk melakukan pencairan dana TASPEN seperti pensiun dan klaim lainnya bisa menerapkan dua cara yaitu Layanan Klaim 1 Jam dan Layanan Klaim Otomatis. Berikut penjelasan singkat mengenai dua layanan klaim dari TASPEN tersebut.

  • Layanan Klaim 1 Jam adalah proses penyelesaian SPP Klaim Langsung yang dimulai dengan peserta mengambil nomor antrean hingga menerima pembayaran dalam waktu maksimal satu jam.
  • Layanan Klaim Otomatis adalah integrasi TASPEN dengan instansi lain untuk memperoleh persyaratan dalam proses pengurusan dan pembayaran hak atau dana/santunan kepada penerima manfaat baik peserta atau ahli waris sesuai klaim yang diajukan pemohon.

Selain dua layanan klaim untuk pencairan dana TASPEN, peserta yang telah memiliki TASPEN SmartCard juga diuntungkan dengan kemudahan menarik dana pensiun di semua ATM Mitra setiap saat.

Asuransi atau produk TASPEN yang tersedia bisa dimasukan kategori warisan. Ahli waris dalam hal ini pasangan dan anak (maksimal dua orang) mendapatkan berbagai santunan dan dana setiap bulan sesuai prosedur dan tata cara klaim yang telah dijelaskan di atas.

Contoh, bagi istri pensiunan ASN/pejabat negara yang belum menikah lagi bisa mendapatkan tunjangan milik suami setelah mengurus klaim kematian. Kemudian, dua anak usia sekolah atau 21 sampai 25 tahun yang belum menikah/belum bekerja juga mendapatkan santunan setiap bulan.

Dengan begitu, kehidupan keluarga ASN/pejabat negara yang telah mengabdikan hidupnya untuk bekerja di pemerintahan lebih terjamin. Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2017 tanggal 29 Desember 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Sebagai penyedia jasa proteksi kesehatan bagi ASN dan pejabat negara, TASPEN melebarkan sayap bisnis dan kemampuan melayani peserta dalam memberikan asuransi melalui Taspen Life.

PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) adalah anak usaha PT TASPEN (Persero) yang hadir untuk melayani masyarakat Indonesia. Taspen Life menawarkan berbagai produk termasuk asuransi jiwa kumpulan, asuransi jiwa kredit, program kesejahteraan karyawan, perencanaan hari tua, dan program pensiun.

Taspen Life didirikan pada 26 Februari 2014 dengan modal Rp300 miliar dan telah mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 10 April 2014. Hingga kini, kepemilikan saham Taspen Life didominasi PT TASPEN yaitu 99,97 persen dan koperasi karyawan TASPEN sebesar 0,03 persen.

Selain Taspen Life, terdapat Taspen Mandiri atau Mandiri Taspen. Sesuai namanya, Mandiri Taspen adalah kolaborasi Bank Mandiri, PT TASPEN, dan PT Pos Indonesia mengakuisisi PT Bank Sinar Harapan Bali (Bank Sinar) pada tahun 2014.

Mandiri Taspen yang lengkap dengan nama Bank Mandiri Taspen Pos memiliki fokus bisnis pada pelayanan para pensiunan. TASPEN dan PT Pos juga handal dan merupakan pemain lama dalam mengelola dana pensiun. Sebelum berubah nama lagi menjadi Bank Mantap, kegiatan usaha difokuskan pada sektor UMKM. Di masa mendatang, Bank Mandiri Taspen Pos ini akan fokus pada segmen pensiun dan UMKM.

Secara umum, peserta TASPEN bisa melakukan perawatan medis di rumah sakit manapun baik milik pemerintah atau swasta. Agar proses klaim tidak merepotkan sebelum dan setelah menjalani perawatan, TASPEN menyarankan mendatangi rumah sakit milik pemerintah daerah atau pusat (RSUP/RSUD/RSU). Berikut ini daftar beberapa rumah sakit yang bekerja sama dengan TASPEN.

  • RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM)
  • RSPAD Gatot Soebroto
  • RS Jakarta
  • RS Cijantung KESDAM Jaya
  • RS Pupuk Kaltim
  • RSUP Fatmawati
  • RS Islam Cempaka Putih
  • RS Pusat Pertamina Jakarta
  • RS RS PGI Cikini
  • RSUP Sanglah-Denpasar
  • RS TNI AU Dr Esnawan Antariksa
  • RSUP Persahabatan
  • RS Khusus THT-Bedah KL Proklamasi
  • RS Islam Jakarta Sukapura
  • RS Bhayangkara TK I R Said Sukanto
  • RS TNI AL-Marinir Cilandak
  • RSUD Jayapura
  • RS TNI AL DR Mintohardjo
  • RSUD Cengkareng
  • RS Pelni
  • RS Pusat Otak Nasional Jakarta Timur

Ada beberapa perusahaan atau badan hukum lain yang menyediakan asuransi seperti TASPEN, di antaranya adalah:

  • Taspen Life
  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan
  • DPLK Tugu Mandiri
Informasi Umum

TASPEN adalah perusahaan BUMN di bidang asuransi, tabungan hari tua, dan dana pensiun. Kepanjangan TASPEN adalah PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero). Produk yang dimiliki TASPEN khusus untuk melayani aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat negara.

TASPEN bermula dari Konferensi Kesejahteraan Pegawai Negeri di Jakarta pada Juli 1960. Kemudian pada tahun 1963 pemerintah mendirikan Perusahaan Negara Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (PN TASPEN) yang menghadirkan program Tabungan Hari Tua Pegawai Negeri.

Seiring transformasi menjadi perusahaan umum pada tahun 1970, beragam produk jaminan perlindungan dihadirkan oleh TASPEN. Mulai dari Program Pensiun, Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM).

Dengan bertambahnya produk dan peserta dari berbagai instansi pemerintah, TASPEN berbenah dengan menambah kantor cabang. Hingga kini, TASPEN memiliki 57 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Berpengalaman dalam memberikan pelayanan program asuransi sosial bagi ASN dan pejabat negara, TASPEN cukup mumpuni sebagai salah satu perusahaan asuransi di Indonesia. Namun, kekurangan TASPEN terletak pada kepesertaan yang terbatas bagi ASN dan pejabat negara.

Pilihan Produk

Asuransi TASPEN memberikan benefit atau manfaat yang disesuaikan dengan ketentuan polis asuransi yang dipilih. Berikut adalah pertanggungan atau manfaat asuransi TASPEN berdasarkan jenis produk, polis, dan plan yang dapat dipilih.

Asuransi Kecelakaan
Jaminan Kecelakaan Kerja
Produk TASPEN yang memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja atau sakit.
Tabungan Hari Tua
Program Tabungan Hari Tua
Program asuransi sosial yang terdiri atas asuransi dwiguna yang dikaitkan dengan usia pensiun ditambah asuransi kematian.
Program Pensiun
Program Pensiun
Program TASPEN yang memberikan berupa dana pensiun tiap bulan sebagai jaminan hari tua dan penghargaan atas jasa-jasa ASN bekerja dalam dinas pemerintah.
Jaminan Kematian
Program Jaminan Kematian
Produk TASPEN yang memberikan perlindungan atas risiko kematian.
Ulasan Produk

Pertanggungan asuransi TASPEN adalah benefit atau manfaat yang diberikan TASPEN kepada tertanggung. Tentu saja manfaat tersebut disesuaikan dengan produk yang dimiliki. Berikut ulasan pertanggungan atau manfaat asuransi TASPEN.

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Pertanggungan JKK tentunya memberikan jaminan perawatan bagi peserta yang mengalami kecelakaan hingga santunan jika peserta meninggal dunia. Berikut ini rincian pertanggungan JKK yang diterima dari TASPEN selama bekerja sebagai ASN ataupun pejabat negara.

  • Perawatan di rumah sakit/klinik hingga dinyatakan sembuh.
  • Santunan sementara akibat kecelakaan kerja yaitu 100 persen gaji hingga peserta dapat bekerja kembali.
  • Santunan duka (meninggal dunia) kepada ahli waris sebesar enam kali gaji terakhir.
  • Rehabilitasi medis maksimal Rp2,6 juta.
  • Penggantian gigi palsu maksimal Rp3,9 juta.
  • Santunan biaya pemakaman Rp10 juta.
  • Biaya pengangkutan jenazah Rp1,3-3,25 juta tergantung pada rute yang dilalui untuk mengangkut jenazah.
  • Beasiswa antara Rp 15-45 juta tergantung jenjang pendidikan anak.
  • Tunjangan cacat dengan persentase berbeda-beda dikalikan gaji.

Program Jaminan Kematian (JKM)

Pertanggungan JKM merupakan jaminan yang diberikan kepada ahli waris peserta TASPEN yakni ASN atau pejabat negara. Berikut ini rincian manfaat yang diterima dari JKM.

  • Santunan kematian (sekaligus) Rp15 juta.
  • Uang duka wafat tiga kali gaji terakhir.
  • Biaya pemakaman Rp7,5 juta.
  • Bantuan beasiswa bagi anak peserta yang wafat (untuk dua orang anak) Rp15 juta.
  • Jika anak belum memasuki usia sekolah atau sedang kuliah, maka dibayarkan dalam bentuk polis.

Program Tabungan Hari Tua (THT)

Manfaat atau pertanggungan dari Program THT dari TASPEN diberikan kepada ASN dan pejabat negara yang menjadi peserta. Berikut penjelasan singkat mengenai manfaat Program THT bagi ASN dan pejabat negara.

Manfaat bagi ASN

  • Manfaat asuransi dwiguna yaitu manfaat pensiun, manfaat meninggal dunia, dan berhenti karena sebab-sebab lain.
  • Manfaat asuransi kematian: santunan peserta atau peserta yang telah pensiun meninggal dunia, santunan jika pasangan (suami/istri) meninggal dunia, dan santunan anak meninggal dunia.

Manfaat bagi pejabat negara

  • Asuransi dwiguna yaitu berhenti karena selesai masa jabatan atau sebab lain, dan meninggal dunia pada masa aktif.
  • Manfaat asuransi kematian: santunan bagi peserta yang meninggal dunia, santunan kematian pasangan meninggal (istri/suami), santunan anak meninggal dunia.

Program Pensiun

Manfaat yang diterima Program Pensiun tentu diterima oleh pensiunan ASN dan pejabat negara. Berikut ini manfaat yang diperoleh dari Program Pensiun TASPEN.

  • Menerima uang pensiunan setiap bulan.
  • Uang duka jika pensiunan meninggal dunia dengan hitungan tiga kali penghasilan kotor terakhir (PNS/pejabat/TNI/Polri) atau dua kali tunjangan veteran bagi veteran atau satu kali tunjangan veteran yang diberikan kepada duda/janda yang ditinggalkan veteran.
  • Uang pensiunan terusan jika terdapat ahli waris yang berhak: selama empat bulan (ASN/pejabat), 6-12 bulan (TNI/Polri/veteran), perintis kemerdekaan RI (PKRI)/Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) tidak mendapatkan pensiun terusan.
  • Pensiun janda/duda/yatim-piatu.

Iuran TASPEN didasarkan pada persentase yang telah ditetapkan untuk masing-masing produk pertanggungannya. Berikut persentase iuran TASPEN yang telah ditetapkan.

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK): 0,24 persen dari gaji pokok (dibayarkan oleh pemberi kerja).
  • Program Jaminan Kematian (JKM): 0,72 persen dari gaji pokok (dibayarkan oleh pemberi kerja).
  • Program Tabungan Hari Tua (THT): 3,25 persen dikalikan penghasilan sebulan (gaji pokok ditambah tunjangan keluarga).
  • Program Pensiun: 4,75 persen dikalikan penghasilan sebulan (gaji pokok ditambah tunjangan keluarga).

Terdapat beberapa metode terkait penggantian biaya produk TASPEN. Berikut ini penjelasan mengenai metode penggantian yang tersedia berdasarkan produk TASPEN.

  • Reimbursement yaitu metode penggantian yang diberikan jika peserta menjalani rawat inap atau rawat jalan di rumah sakit nonpemerintah. Metode ini dilakukan dengan cara mengajukan klaim penggantian atas biaya rawat jalan atau rawat inap yang telah dibayarkan terlebih dahulu oleh peserta.
  • Cashless yaitu metode tanpa uang tunai di mana peserta hanya perlu mendatangi rumah sakit pemerintah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
  • Santunan tunai atau santunan kematian yang diberikan kepada peserta ketika sudah pensiun atau masa jabatan habis. Uang pensiun dapat ditarik oleh peserta menggunakan TASPEN SmartCard. Atau, santunan kematian diberikan kepada keluarga peserta jika peserta meninggal dunia.

Produk asuransi TASPEN tidak bisa dibeli secara online. Sebab, Anda langsung didaftarkan sebagai peserta jika menjadi ASN atau pejabat negara. Jika ingin mendapatkan produk asuransi lain untuk melengkapi TASPEN yang dimiliki, Anda bisa membandingkan terlebih dahulu secara online melalui situs agregator asuransi seperti Lifepal.

Melalui marketplace asuransi online Lifepal.co.id, Anda dapat membandingkan produk asuransi dari berbagai perusahaan asuransi. Di Lifepal, Anda bisa mendapatkan proteksi terbaik yang bisa melengkapi kebutuhan proteksi dengan premi paling ringan pula.

Pembayaran iuran asuransi TASPEN baik Program JKK, JKM, THT, dan Pensiun dibayarkan oleh kementerian/lembaga atau instansi pemerintah tempat peserta bekerja. Sama seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang dipotong dari gaji karyawan setiap bulan dengan persentase sesuai peraturan pemerintah.

Namun, jika peserta terkendala dengan salah satu program TASPEN yang belum dibayarkan. Berikut penjelasan singkatnya.

  • Keterlambatan pembayaran, sehingga akan ada pembayaran susulan yang artinya dana dibayarkan setelah tanggal 15.
  • Pembayaran susulan hanya berlaku pada bulan yang mengalami keterlambatan dan ke depannya dibayarkan pada awal bulan.
  • Pembayaran belum dibayarkan karena belum melakukan otentikasi.

Bagi Anda yang telah terdaftar sebagai peserta TASPEN, dapat dengan mudah mengecek saldo TASPEN yang masih berupa estimasi TASPEN ASN atau pegawai negeri sipil (PNS). Berikut cara mendapatkan informasi tersebut secara online.

Cara cek saldo atau estimasi dana TASPEN bisa dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya mendatangi kantor atau bank yang ditunjuk langsung oleh TASPEN dalam menangani pensiun ASN. Namun, Anda yang terdaftar sebagai ASN atau pensiunan pegawai negeri bisa mengecek saldo TASPEN online.

Saldo TASPEN akan berbeda-beda karena dihitung berdasarkan masa dinas, jabatan, besaran gaji pokok, serta tunjangan lain. Berikut ini cara cek saldo TASPEN online melalui aplikasi TASPEN dan mengunjungi situs TASPEN.

1. Cek Saldo TASPEN melalui Aplikasi TASPEN

  • Mengunduh aplikasi mobile TASPEN.
  • Buka aplikasi dan pilih “Simulasi” untuk melakukan penghitungan estimasi saldo TASPEN Anda.
  • Pilih estimasi TMT BUP kemudian masukkan Nomor Induk Pegawai (NIP).
  • Di layar ponsel Anda akan muncul data seperti nama, besaran THT, dan gaji pensiun per bulan.

2. Cek Saldo TASPEN Online melalui Situs resmi TASPEN

  • Kunjungi atau buka situs resmi TASPEN yaitu  http://e-klim.taspen.com/mservices/JKK/login.php.
  • Ketik Nomor Pokok Pensiun (Notas), tanggal lahir, dan nomor urut kartu.
  • Pada layar desktop Anda akan muncul beberapa pilihan layanan jaminan pensiun.
  • Pilih “Estimasi Manfaat”.
  • Pilih “Estimasi Hak Usia Pensiun”.
  • Pada halaman ini akan muncul daftar data diri termasuk gaji pensiun per bulan dan saldo THT.

Sekadar informasi, nominal yang tertera hanya estimasi TASPEN kemungkinan berbeda ketika Anda melakukan penarikan dana. Jika estimasi dan dana yang diterima berbeda jauh, Anda disarankan mendatangi kantor atau bank yang ditunjuk TASPEN.

Cara klaim TASPEN dibedakan berdasarkan produk yang ingin diklaim. Contohnya klaim rawat inap di rumah sakit pemerintah, maka metode pembayaran yang berlaku adalah cashless. Berikut penjelasan singkat terkait klaim TASPEN.

Persyaratan Pengurusan Hak Program Tabungan Hari Tua (THT)

Klaim TASPEN Tabungan Hari Tua (THT)

Bagi peserta yang berhenti dengan mendapat hak pensiun:

  • Mengisi Formulir Permintaan Pembayaran (FPP).
  • Fotokopi SK Pensiun atau Pertimbangan Teknis (Pertek).
  • Melampirkan SKPP yang dibuat dan disahkan oleh instansi yang berwenang (KPPN atau Pemda).
  • Fotokopi identitas (KTP atau SIM) pemohon atau peserta.
  • Fotokopi buku rekening sesuai identitas.

Klaim TASPEN Tabungan Hari Tua (THT) dan Asuransi Kematian (ASKEM)

Bagi peserta meninggal dunia pada saat masih aktif:

  • Mengisi formulir permintaan pembayaran (FPP).
  • Melampirkan surat keterangan kuasa ahli waris yang ditandatangani oleh kepala instansi.
  • Melampirkan kutipan perincian penerimaan gaji (KPPG) yang dibuat bendahara atau bagian gaji.
  • Fotokopi surat kematian yang dilegalisir kelurahan/ kepala desa/ rumah sakit.
  • Fotokopi surat nikah yang dilegalisir kelurahan/kepala desa/KUA.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon atau ahli waris.

Klaim TASPEN Nilai Tunai Asuransi

Bagi peserta yang berhenti bukan karena pensiun atau bukan karena meninggal dunia:

  • Mengisi formulir permintaan pembayaran (FPP).
  • Fotokopi SK Pemberhentian.
  • SKPP yang dibuat dan disahkan instansi berwenang.
  • Fotokopi identitas diri pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.

Klaim TASPEN Asuransi Kematian (ASKEM)

Bagi istri/suami dari peserta aktif meninggal dunia:

  • Mengisi FPP.
  • Melampirkan KPPG yang dibuat bendahara atau bagian gaji pegawai.
  • Fotokopi surat kematian yang dilegalisir.
  • Fotokopi surat nikah dilegalisir oleh kelurahan/KUA.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.

Bagi anak dari peserta aktif meninggal dunia:

  • Mengisi FPP.
  • Melampirkan KPPG yang dibuat bendahara instansi tempat bekerja.
  • Fotokopi surat kematian yang dilegalisir.
  • Fotokopi akta/surat kelahiran dilegalisir kelurahan.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.

Catatan: Klaim ini hanya ditujukan untuk anak usia 21 sampai 25 tahun, belum menikah/bekerja, dan masih sekolah.

Bagi penerima pensiun ASN meninggal dunia:

  • Mengisi formulir FPP.
  • Fotokopi SK Pensiun/ Kartu Identitas Pensiun (KARIP).
  • Fotokopi surat kematian yang dilegalisir kelurahan atau rumah sakit.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.

Bagi istri/suami dari penerima pensiun ASN meninggal dunia:

  • Mengisi formulir FPP.
  • Melampirkan fotokopi SK Pensiun/KARIP.
  • Melampirkan fotokopi surat kematian yang dilegalisir kelurahan/rumah sakit.
  • Melampirkan fotokopi surat nikah yang dilegalisir kelurahan/KUA.
  • Melampirkan fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.

Persyaratan Pengajuan Hak Program Pensiun TASPEN

Pensiun Pertama

Bagi ASN/pejabat negara yang berhenti dengan mendapat hak pensiun:

  • Mengisi formulir FPP.
  • Melampirkan fotokopi SK Pensiun.
  • Melampirkan SKPP yang dibuat dan disahkan oleh instansi yang berwenang (KPPN/Pemda).
  • Pas foto suami dan istri ukuran 3×4 (dua lembar).
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.
  • Fotokopi NPWP.

Uang Duka Wafat (UDW)

Bagi penerima pensiun/tunjangan yang meninggal dunia:

  • Mengisi formulir.
  • Melampirkan fotokopi SK Pensiun.
  • Melampirkan fotokopi surat kematian yang dilegalisir kelurahan/rumah sakit.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Pas foto ukuran 3×4 (satu lembar).
  • Fotokopi Bintang Jasa bagi penerima pensiun TNI/POLRI (bila ada).
  • Fotokopi buku rekening pemohon.
  • Dokumen pelengkap lain: fotokopi surat nikah, surat penunjukan wali, surat kuasa ahli waris, dan lain-lain.

Pensiun Janda/Duda

Bagi ASN yang meninggal aktif:

  • Mengisi FPP
  • Fotokopi SK Pensiun.
  • SKPP yang dibuat dan disahkan oleh instansi yang berwenang (KPPN/Pemda).
  • Surat Pengesahan Tanda Bukti Diri (SPTB) yang disahkan kelurahan/kepala desa.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Pas foto pemohon ukuran 3×4 (dua lembar).
  • Surat keterangan sekolah bagi anak dengan usia sekolah.

Pengajuan Pensiun oleh Janda/Duda

Pengajuan oleh janda/duda dari penerima pensiun ASN/pejabat negara:

  • Mengisi FPP.
  • Fotokopi SK Pensiun.
  • SKPP yang dibuat oleh TASPEN.
  • SPTB yang disahkan kelurahan/kepala desa.
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Pas foto pemohon ukuran 3×4 (dua lembar).
  • Surat keterangan sekolah bagi anak usia sekolah atau yang berusia 21 sampai 25 tahun belum menikah/bekerja.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.

Pengajuan Tunjangan Veteran

Apabila veteran RI sudah mempunyai SK Penetapan Tunjangan Veteran:

  • Mengisi FPP.
  • Fotokopi SK Tanda Kehormatan Veteran disahkan Kanminvetcad (pelaksana Tim Penyaringan Tingkat II/TP II dalam pengurusan administrasi calon veteran yang berada di Kabupaten/Kota.
  • Fotokopi SK Dana Kehormatan atau SK Tunjangan Veteran yang disahkan Kanminvetcad.
  • Melampirkan SPTB yang disahkan kelurahan/kepala desa.
  • Surat keterangan dari tim penyaringan tingkat dua.
  • Pas foto suami dan istri ukuran 3×4 (dua lembar).
  • Fotokopi identitas diri (KTP/SIM) dan fotokopi Kartu Keluarga pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.
  • Dokumen pendukung lain: fotokopi surat keputusan pensiun, fotokopi surat kematian, dan surat lain jika dibutuhkan.

Persyaratan dan Tata Cara Klaim Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Klaim TASPEN Perawatan di rumah sakit

Langsung ke rumah sakit:

  • Mengisi formulir FPP.
  • Melampirkan fotokopi surat jaminan
  • Melampirkan rincian tagihan.
  • Kwitansi asli biaya perawatan.
  • Surat keterangan dokter (Form TASPEN-3).
  • Surat keterangan dokter penyakit akibat kerja (Form TASPEN-4) untuk kejadian sakit karena bekerja (PAK) atau kecelakaan kerja.
  • Surat rujukan dokter jika dibutuhkan perawatan lebih lanjut atau rawat inap.
  • Salinan resume medis dan dokumen pendukung (hasil lab, radiologi, dan lain-lain).
  • Melampirkan fotokopi identitas diri (KTP/SIM) pemohon.
  • Melampirkan fotokopi rekening rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain tempat peserta menjalani perawatan medis.

Perawatan menggunakan kartu kepesertaan BPJS Kesehatan:

  • Melampirkan surat tagihan asli dari BPJS Kesehatan.
  • Melampirkan fotokopi surat kepastian jaminan.
  • Melampirkan surat pengantar klaim.
  • Ikhtisar pengajuan klaim.
  • Salinan resume medis dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan tempat peserta menjalani perawatan medis.
  • Fotokopi nomor rekening BPJS Kesehatan.

Klaim TASPEN Santunan

Santunan sementara akibat kecelakaan kerja:

  • Mengisi dan melampirkan formulir FPP.
  • Surat pernyataan sementara tidak mampu bekerja dari instansi yang wajib disertai surat pernyataan dari tim penguji kesehatan.
  • Surat keputusan penetapan KK dari pejabat pembina kepegawaian (PPK) dan PAK dari dokter yang berwenang.
  • Fotokopi identitas diri pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.

Santunan cacat sebagian dan/atau sebagian fungsi:

  • Formulir FPP dilengkapi dan dilampirkan saat mengajukan klaim dengan beberapa dokumen lain.
  • Surat keputusan penetapan cacat dari dokter berwenang atau rumah sakit.
  • Surat keterangan cacat sebagian dari dokter yang merawat peserta.
  • Fotokopi identitas diri pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.

Santunan cacat total tetap:

  • Formulir FPP diisi dan dikirim saat mengajukan santunan cacat total tetap bersama dokumen lain.
  • Surat keputusan penetapan cacat dari PPK yang diberikan setelah melengkapi dokumen dari rumah sakit.
  • Surat keterangan cacat total tetap dari dokter yang merawat peserta TASPEN.
  • Fotokopi identitas diri pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.

Santunan kematian kerja:

  • Mengisi dan melengkapi formulir FPP.
  • Fotokopi keputusan penetapan kecelakaan kerja apabila sempat mendapat perawatan dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain.
  • Fotokopi keputusan penetapan tewas karena kecelakaan.
  • Fotokopi surat kematian (akta kematian) dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain yang menyatakan bahwa peserta meninggal dunia karena kecelakaan kerja.
  • Fotokopi identitas diri pemohon.
  • Fotokopi buku rekening pemohon.

Tunjangan cacat:

  • Formulir FPP.
  • Fotokopi keputusan penetapan cacat dari PPK.
  • Surat keputusan pensiun/surat pemutusan hubungan perjanjian kerja sebagai ASN atau pejabat negara karena cacat.
  • Surat keputusan pemberian tunjangan cacat dari atasan atau pejabat berwenang.
  • Surat keputusan penghentian pembayaran (SKPP).
  • Fotokopi identitas diri pemohon
  • Fotokopi buku rekening pemohon.

Tata Cara Pengajuan Manfaat Jaminan Kematian (JKM)

Klaim JKM bagi ASN dan pejabat negara merupakan satu paket dengan pengajuan manfaat THT. Selain itu, ahli waris peserta TASPEN juga bisa mengajukan klaim asuransi kematian jika peserta (ASN atau pejabat negara) meninggal dunia dan terdaftar sebagai peserta Program THT.

Untuk melakukan pencairan dana TASPEN seperti pensiun dan klaim lainnya bisa menerapkan dua cara yaitu Layanan Klaim 1 Jam dan Layanan Klaim Otomatis. Berikut penjelasan singkat mengenai dua layanan klaim dari TASPEN tersebut.

  • Layanan Klaim 1 Jam adalah proses penyelesaian SPP Klaim Langsung yang dimulai dengan peserta mengambil nomor antrean hingga menerima pembayaran dalam waktu maksimal satu jam.
  • Layanan Klaim Otomatis adalah integrasi TASPEN dengan instansi lain untuk memperoleh persyaratan dalam proses pengurusan dan pembayaran hak atau dana/santunan kepada penerima manfaat baik peserta atau ahli waris sesuai klaim yang diajukan pemohon.

Selain dua layanan klaim untuk pencairan dana TASPEN, peserta yang telah memiliki TASPEN SmartCard juga diuntungkan dengan kemudahan menarik dana pensiun di semua ATM Mitra setiap saat.

Asuransi atau produk TASPEN yang tersedia bisa dimasukan kategori warisan. Ahli waris dalam hal ini pasangan dan anak (maksimal dua orang) mendapatkan berbagai santunan dan dana setiap bulan sesuai prosedur dan tata cara klaim yang telah dijelaskan di atas.

Contoh, bagi istri pensiunan ASN/pejabat negara yang belum menikah lagi bisa mendapatkan tunjangan milik suami setelah mengurus klaim kematian. Kemudian, dua anak usia sekolah atau 21 sampai 25 tahun yang belum menikah/belum bekerja juga mendapatkan santunan setiap bulan.

Dengan begitu, kehidupan keluarga ASN/pejabat negara yang telah mengabdikan hidupnya untuk bekerja di pemerintahan lebih terjamin. Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2017 tanggal 29 Desember 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Sebagai penyedia jasa proteksi kesehatan bagi ASN dan pejabat negara, TASPEN melebarkan sayap bisnis dan kemampuan melayani peserta dalam memberikan asuransi melalui Taspen Life.

PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) adalah anak usaha PT TASPEN (Persero) yang hadir untuk melayani masyarakat Indonesia. Taspen Life menawarkan berbagai produk termasuk asuransi jiwa kumpulan, asuransi jiwa kredit, program kesejahteraan karyawan, perencanaan hari tua, dan program pensiun.

Taspen Life didirikan pada 26 Februari 2014 dengan modal Rp300 miliar dan telah mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 10 April 2014. Hingga kini, kepemilikan saham Taspen Life didominasi PT TASPEN yaitu 99,97 persen dan koperasi karyawan TASPEN sebesar 0,03 persen.

Selain Taspen Life, terdapat Taspen Mandiri atau Mandiri Taspen. Sesuai namanya, Mandiri Taspen adalah kolaborasi Bank Mandiri, PT TASPEN, dan PT Pos Indonesia mengakuisisi PT Bank Sinar Harapan Bali (Bank Sinar) pada tahun 2014.

Mandiri Taspen yang lengkap dengan nama Bank Mandiri Taspen Pos memiliki fokus bisnis pada pelayanan para pensiunan. TASPEN dan PT Pos juga handal dan merupakan pemain lama dalam mengelola dana pensiun. Sebelum berubah nama lagi menjadi Bank Mantap, kegiatan usaha difokuskan pada sektor UMKM. Di masa mendatang, Bank Mandiri Taspen Pos ini akan fokus pada segmen pensiun dan UMKM.

Secara umum, peserta TASPEN bisa melakukan perawatan medis di rumah sakit manapun baik milik pemerintah atau swasta. Agar proses klaim tidak merepotkan sebelum dan setelah menjalani perawatan, TASPEN menyarankan mendatangi rumah sakit milik pemerintah daerah atau pusat (RSUP/RSUD/RSU). Berikut ini daftar beberapa rumah sakit yang bekerja sama dengan TASPEN.

  • RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM)
  • RSPAD Gatot Soebroto
  • RS Jakarta
  • RS Cijantung KESDAM Jaya
  • RS Pupuk Kaltim
  • RSUP Fatmawati
  • RS Islam Cempaka Putih
  • RS Pusat Pertamina Jakarta
  • RS RS PGI Cikini
  • RSUP Sanglah-Denpasar
  • RS TNI AU Dr Esnawan Antariksa
  • RSUP Persahabatan
  • RS Khusus THT-Bedah KL Proklamasi
  • RS Islam Jakarta Sukapura
  • RS Bhayangkara TK I R Said Sukanto
  • RS TNI AL-Marinir Cilandak
  • RSUD Jayapura
  • RS TNI AL DR Mintohardjo
  • RSUD Cengkareng
  • RS Pelni
  • RS Pusat Otak Nasional Jakarta Timur

Ada beberapa perusahaan atau badan hukum lain yang menyediakan asuransi seperti TASPEN, di antaranya adalah:

  • Taspen Life
  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan
  • DPLK Tugu Mandiri
Artikel Terkait Lainnya

Apa Kata Mereka Tentang Kami

qudratullah Akim
qudratullah Akim
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
Pusaka Ayudiguna
Pusaka Ayudiguna
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
Tri Aprilistiyani
Tri Aprilistiyani
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
didik setyadi
didik setyadi
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0

Mereka yang Sudah Percaya pada Lifepal

Client Lifepal
Client Lifepal