Ahli Asuransi: Profesi yang Harus Penuhi Aturan Ini

Ahli Asuransi

Ahli Asuransi

Menjadi seorang ahli asuransi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Faktanya, ketika terjun ke profesi ini, Anda tidak hanya harus memahami seluk-beluk asuransi tetapi juga ketentuan hukumnya.

Sama halnya dengan ahli dari bidang lainnya yang biasanya membutuhkan sertifikat atau lisensi, maka sebagai tenaga ahli asuransi pun demikian. Bagi Anda yang pernah atau sedang menjadi agen asuransi misalnya, Anda pasti harus menjalani tes tertentu, bukan?

Tertarik untuk menjadi tenaga ahli di bidang asuransi? Baik sebagai agen ataupun konsultan maupun pekerjaan lain terkait asuransi, yuk, simak bagaimana sih profesi tenaga ahli perasuransian dan syaratnya.

Perusahaan Asuransi Diwajibkan Memiliki Tenaga Ahli

Dilansir dari HukumOnline, pihak OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mengatakan bahwa perusahaan yang mau masuk ke industri asuransi haruslah memiliki tenaga ahli. Tenaga ahli tersebut harus memiliki sertifikat A2IK (Ahli Asuransi Indonesia Kerugian) atau A2IJ (Ahli Asuransi Indonesia Jiwa). Sertifikat tersebut dapat dipilih salah satu, sesuai dengan perusahaan tempat dia bekerja, apakah perusahaan asuransi jiwa atau asuransi kerugian.

Hal tersebut senada dengan Peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Nomor/POJK.05/2015 tentang perizinan usaha dan kelembagaan perusahaan asuransi.

Dalam pasal-pasal yang terdapat dalam peraturan tersebut, adapun beberapa syarat untuk menjadi tenaga ahli dirangkum menjadi poin-poin berikut:

  • Tenaga ahli di bidang asuransi harus memiliki keahlian di bidang asuransi dan bahkan bila terjun ke unit syariah maka harus menguasai ekonomi syariah. (Pasal 38 ayat 2B)
  • Untuk asuransi jiwa, tenaga ahli di ranah asuransi jiwa harus memiliki sertifikat asuransi jiwa dari Lembaga Sertifikasi Profesi.
  • Tidak sedang dalam pengenaan sanksi oleh asosiasi profesinya maupun OJK.

Ingin jadi tenaga ahli di bidang asuransi? Mari simak skemanya di bawah ini.

Lisensi yang Harus Diambil untuk Menjadi Tenaga Ahli Asuransi

Lisensi Untuk Menjadi Ahli Asuransi

Telah disebutkan sebelumnya bahwa untuk menjadi tenaga ahli di bidang asuransi maka orang tersebut harus mendapatkan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi. Nah, di Indonesia terdapat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) yang mengatur lembaga-lembaga sertifikasi profesi atau LSP tersebut.

Berdasarkan data dari BNSP, terdapat setidaknya lima LSP asuransi yang bisa Anda tuju saat ingin mengambil sertifikasi keahlian di bidang asuransi:

  • LSP AAMAI (Aplikasi Asuransi dan Manajemen Asuransi Indonesia)
  • LSP Perasuransian Indonesia
  • LSP Jaminan dan Asuransi Kesehatan Indonesia
  • Agen Asuransi Jasa Intermediary (AAJI)
  • LSP Perasuransian Syariah

Lewat lembaga-lembaga tersebut, Anda bisa mengambil sertifikasi ahli perasuransian sesuai dengan bidang asuransi yang Anda tuju. Biasanya, lembaga tersebut memiliki jadwal pembukaan uji kompetensi dengan rentang waktu pendaftaran sebulan sampai dua bulan.

Jika lembaga tersebut membuka pendaftaran maka segera untuk mendaftar. Biasanya Anda harus melengkapi syarat dokumen yang diminta serta membayar biaya ujian. Selama Anda memenuhi syarat dari LSP tersebut maka Anda bisa mengikuti ujian dan mendapatkan sertifikasi sebagai ahli asuransi.

Tertarik untuk terjun ke dunia asuransi sebagai tenaga ahlinya? Semoga penjelasan singkat di atas bisa membantu Anda untuk sedikit memahami mengenai lika-liku profesi tenaga ahli asuransi dan cara mendapatkan sertifikasinya.