Yuk, Pahami Prinsip Sesungguhnya dalam Asuransi Syariah di Sini!

Penjelasan Asuransi Syariah

Asuransi memang salah satu rencana keuangan untuk tabungan masa depan yang menjanjikan. Penawaran yang diajukan oleh beberapa perusahaan asuransi tentu mempunyai tujuan untuk melindungi kondisi finansial terutama pada sektor kesehatan, pendidikan, tunjangan hari tua dan sebagainya. 

Seiring berkembangnya zaman, produk asuransi akan semakin bervariasi sesuai dengan kebutuhan konsumen, salah satunya adalah asuransi syariah.

Apa Itu Asuransi Syariah?

pria berpikir

Asuransi berbasis syariah dijalankan berdasarkan azas saling tolong-menolong dan saling melindungi melalui dana yang disebut Dana Tabarru’. Asuransi ini mulai menjadi tren dalam pengelolaan keuangan terhadap sektor yang tidak jauh berbeda dengan asuransi konvensional.

Bagi Anda yang masih ragu dengan berbagai macam penawaran asuransi konvensional, mengapa tidak mencoba produk asuransi syariah?

Meskipun produk asuransi ini tidak seramai dengan produk asuransi konvensional, asuransi berbasis syariah mulai dilirik banyak orang hingga saat ini karena berbagai manfaat yang ditawarkan.

Asuransi Syariah di Indonesia dan Perkembangannya

prosedur paspor

Di Indonesia, perkembangan permintaan masyarakat terhadap asuransi syariah bertumbuh semakin pesat. Meskipun asuransi ini sudah diperkenalkan sejak tahun 1994, jenis asuransi umum ini baru mulai menjadi sebuah tren pada tahun 2010-2011.

Dari tahun ke tahun, statistik permintaan masyarakat terhadap asuransi syariah semakin meningkat. Menurut catatan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), data permintaan asuransi ini telah bertambah mencapai 15% dengan rata-rata pertumbuhan aset sebesar 14,99%.

Saat ini, sudah semakin banyak perusahaan asuransi konvensional yang menawarkan pula produk asuransi syariah yang dapat dipertimbangkan dalam rencana tabungan masa depan.

Keuntungan Mengelola Asuransi Syariah

Asuransi Syariah Meringankan Biaya Pengobatan

Sesuai dengan namanya, jenis asuransi ini harus dijalankan sesuai dengan ajaran umat Islam dan regulasi yang dijalankan sangat berbeda dengan asuransi konvensional. Meskipun demikian, produk asuransi tersebut juga terbuka untuk semua kalangan, termasuk calon nasabah non-Muslim.

Jenis asuransi berbasis syariah juga memiliki adat-adat tertentu dalam mengelola keuangan nasabah masing-masing. Berikut syarat umum dalam menjalankan asuransi syariah.

Memiliki prinsip tolong-menolong

Calon peserta nasabah harus memulai mendaftar di asuransi syariah hanya dengan satu tujuan, yaitu dengan niat saling tolong menolong antarsesama peserta nasabah, serta melindungi bagi mereka yang membutuhkan dana. Dalam konteks ini, dana yang dimaksud adalah Dana Tabarru’.

Dana Tabarru’ adalah istilah lain dalam premi asuransi berbasis syariah yang ditujukan sebagai hibah kepada peserta nasabah asuransi syariah yang membutuhkan dan tidak dipergunakan dalam tujuan komersial.

Oleh karena itu, pemegang risiko terhadap asuransi syariah adalah peserta nasabah sendiri dan tidak ditanggung sama sekali oleh perusahaan asuransi.

Fungsi bank dalam asuransi syariah

Dalam fungsi pengelolaan dana Tabarru’ oleh suatu bank, bank hanya bertugas sebagaimana amanah pengelola dan tidak berhak memberikan riba atau bunga yang timbul dari kredit impor atau pinjaman investasi kepada peserta nasabah asuransi syariah, karena bertentangan dengan ajaran Islam.

Selain itu, bank juga turut memperhatikan pergerakan kredit terhadap setiap nasabah dalam mengelola polis asuransi. Asalkan berdasarkan niat tolong-menolong dan saling melindungi antar peserta nasabah.

Pengelolaan polis asuransi syariah

Pada asuransi jenis ini, dana Tabarru’ dikelola melalui suatu kontrak khusus yang bernama kontrak atau adat Al-Mudharabah yang berisi perjanjian khusus antara kedua belah pihak.

Biasanya, adat ini digunakan dalam pengelolaan polis asuransi syariah untuk menghindari segala macam investasi yang mengandung riba. Selain itu, perusahaan asuransi syariah diposisikan sebagai pemegang amanah untuk mengelola dana oleh para peserta asuransi.

Dengan kata lain, tidak ada konteks jual-beli antar kedua belah pihak dalam menjalankan asuransi syariah.

Itulah seputar info yang menjelaskan kelebihan asuransi syariah yang secara tidak langsung menunjukkan sekilas perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional secara umum.

Perbedaan Dua Jenis Asuransi

Membandingkan Asuransi Syariah

Mengelola asuransi ini pun tidak sesusah yang kita bayangkan, karena asuransi syariah juga memiliki aturan khusus yang tidak memberatkan.

Bagi Anda yang mulai tertarik untuk bergabung di asuransi, terdapat perbedaan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional yang sangat bervariasi.

Perbedaan pengelolaan keuangan asuransi berbasis syariah dirasa sangat menguntungkan masyarakat Indonesia khususnya yang beragama Islam.

Akan tetapi, hal ini tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang beragama non-Muslim untuk berinvestasi sesuai ajaran Islam melalui jenis asuransi ini. Berikut perbedaan yang sangat mencolok antara asuransi syariah dan asuransi konvensional.

Hasil investasi dan pengelolaan dana

pilihan investasi halal

Perbedaan kedua jenis asuransi yang pertama terletak pada sistem pembagian uang hasil investasi.

Pada sistem asuransi konvensional, hasil investasi akan menjadi milik perusahaan asuransi seutuhnya dan pihak peserta asuransi tidak ikut campur tangan dalam hasil investasi tersebut.

Sedangkan asuransi syariah lebih adil dalam pembagian hasil investasi, karena mereka akan membagi rata hasil keuntungan tersebut.

Pada pengelolaan dana yang dilakukan asuransi konvensional, semua menjadi hak milik dari perusahaan asuransi tersebut, dana digunakan untuk pengajuan klaim oleh peserta nasabah yang bersangkutan, serta dapat melakukan investasi atas regulasi dari perusahaan asuransi konvensional.

Dewan Pengawas Syariah (DPS)

Setiap pengelolaan dana asuransi memiliki regulasi tertentu supaya tabungan asuransi tetap berjalan dengan baik. Perbedaan kedua jenis asuransi terletak pada badan pengawas nasional khusus syariah untuk setiap perusahaan asuransi.

Mereka juga mengawasi apakah sistem asuransi yang dijalankan sesuai dengan niat tolong-menolong dan saling melindungi atau sebaliknya.

Oleh sebab itu, asuransi ini diawasi secara langsung oleh Dewan Pengawas Syariah yang memastikan bahwa pihak perusahaan asuransi  mengelola dana Tabarru’ sesuai dengan syariat Islam.

Fungsi dari Dewan Pengawas Syariah adalah memastikan semua transaksi asuransi berbasis syariah tersebut tidak mengandung 3 (tiga) hal yang bertentangan dengan syariat Islam, yaitu Riba (Bunga), Maisir (Judi), dan Gharar (Ketidakjelasan).

Sedangkan asuransi konvensional tidak memiliki dewan pengawas khusus karena setiap perusahaan asuransi konvensional memiliki regulasi pengawasan yang berbeda.

Surplus underwriting

Aturan asuransi berbasis Islam benar-benar memperhatikan konsep keuntungan dengan seadil-adilnya. Konsep surplus keuntungan tersebut dibagi menjadi sebagai berikut

  • 50% saldo dijadikan sebagai dana Tabarru’.
  • 20% saldo diberikan kepada peserta asuransi yang membutuhkan.
  • 30% saldo diberikan kepada pengelola perusahaan atau perusahaan asuransi sendiri.

Sedangkan untuk jenis asuransi konvensional semua premi yang telah dibayarkan oleh peserta nasabah menjadi milik perusahaan dan tidak ada campur tangan terhadap pengelolaannya.

Jika mengalami defisit keuntungan terhadap salah satu peserta nasabah dan dana Tabarru’ tidak mencukupi untuk menutupi defisit tersebut, maka perlu diberlakukan adanya akad Qardh yang berfungsi untuk melakukan pinjaman dari perusahaan asuransi syariah supaya defisit tersebut dapat tertutupi.

Manakah Jenis Asuransi yang Terbaik?

Manfaat asuransi jiwa dan kesehatan

Jika kita lihat secara seksama, setiap jenis perbedaan asuransi berbasis syariah dan asuransi konvensional memiliki sisi positif dan sisi negatif. Segala jenis asuransi yang dipakai juga harus digunakan secara hati-hati supaya tidak merugikan satu sama lain. Jika kita memiliki niat yang baik untuk menggunakan asuransi, semua transaksi akan berjalan dengan lancar.

Jadi, sudahkah memiliki pilihan yang tepat untuk memulai investasi asuransi? Pastikan tujuan asuransi ini adalah demi tujuan bersama, bukan hanya sekedar kepentingan individu semata.

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis