BPJS Kelas 3: Ini Iuran Terbaru 2020, Fasilitas, dan Dendanya

cara ganti faskes bpjs kesehatan online

Iuran BPJS Kesehatan Kelas 3 kembali naik menjadi Rp42 ribu per bulan (dahulu Rp25,5 ribu). Namun, pemerintah memberikan subsidi sehingga peserta tetap membayar Rp25.500 hingga Desember 2020. Pada tahun 2021, subsidi bakal dikurangi sehingga peserta perlu membayar Rp35.000.

Iuran BPJS Kesehatan juga naik untuk kelas lainnya: kelas 2 menjadi Rp100.000, dan kelas 1 Rp150.000. Ketentuan ini berlaku untuk peserta mandiri atau Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). 

Perubahan Iuran BPJS Kelas 3 Terbaru

Besaran iuran BPJS Kesehatan nyatanya mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Kenaikan ini beralasan untuk menjaga keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesmas) BPJS Kesehatan.

Iuran BPJS Kesehatan 2019

Pada tahun 2019 lalu, berikut besaran iuran BPJS Kesehatan berdasarkan kelas-kelasnya.

  • Kelas 1: biaya iuran per bulan sebesar Rp80 ribu.
  • Kelas 2: biaya iuran per bulan sebesar Rp51 ribu.
  • Kelas 3: biaya iuran per bulan sebesar Rp25,5 ribu.

Iuran BPJS Kesehatan 2020 (Tahap 1)

Namun memasuki tahun 2020, besaran iuran ini mengalami dua kali perubahan. Awalnya, di bulan Januari hingga Maret 2020 iuran peserta mandiri berubah mengikuti Perpres 75/2019, yaitu sebagai berikut.

  • Kelas 1: biaya iuran per bulan sebesar Rp160.000
  • Kelas 2: biaya iuran per bulan sebesar Rp110.000
  • Kelas 3: biaya iuran per bulan sebesar Rp42.000. 

Namun pada akhir Februari 2020 Mahkamah Agung membatalkan Perpres 75/2019 dan iuran peserta mandiri BPJS Kesehatan untuk bulan April, Mei, serta Juni 2020 kembali menggunakan tarif awal berdasarkan Perpres 82/2018. Berdasarkan aturan ini, iuran peserta mandiri BPJS Kesehatan kembali seperti iuran tahun 2019.

Iuran BPJS Kesehatan 2020 (Tahap 2)

Di awal Mei, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Perpres No. 64/2020 untuk menaikkan tarif BPJS Kesehatan 2020 per 1 Juli 2020. Nantinya, peserta mandiri BPJS Kesehatan diharuskan membayar iuran sebagai berikut.

  • Kelas 1: biaya iuran per bulan sebesar Rp150.000
  • Kelas 2:  biaya iuran per bulan sebesar Rp100.000
  • Kelas 3:  biaya iuran per bulan sebesar Rp42.000

Namun untuk peserta kelas 3 masih membayar sebesar Rp25.500 hingga Desember 2020 karena selisihnya ditanggung oleh pemerintah melalui APBN dalam bentuk subsidi bagi kepesertaan aktif. 

Tarif tersebut akan perlahan naik pada tahun 2021 akibat pengurangan subsidi. Berikut rinciannya:

Tahun BPJS Kelas 3 Subsidi dan Iuran yang Dibayarkan
BPJS Kelas 3

Tahun 2020

Iuran dasar: Rp42.000

(Subsidi pemerintah: Rp16.500)

Total iuran bulanan: Rp25.500

BPJS Kelas 3

Tahun 2021

Iuran dasar: Rp42.000

(Subsidi pemerintah: Rp7.000)

Total iuran bulanan: Rp35.000

PROMO BPJS
PROMO BPJS

Oleh karena biayanya yang sangat terjangkau ini, BPJS kelas 3 menjadi pilihan utama masyarakat pada kelas ekonomi menengah dan ke bawah. 

Fasilitas BPJS Kelas 3

Berikut adalah beberapa fasilitas yang ditawarkan:

  • Konsultasi dokter.
  • Pemeriksaan penunjang, seperti laboratorium, radiologi (rontgen), dan lainnya.
  • Obat Formularium Nasional (Fornas) maupun obat bukan Fornas.
  • Bahan dan alat medis habis pakai.
  • Akomodasi atau kamar perawatan.
  • Biaya lainnya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan pasien.

Serangkaian perawatan tersebut bakal didapatkan pasien hingga selesai atau keluar dari rumah sakit dan besar kecilnya tarif gak pengaruhi oleh jumlah hari perawatan.

Manfaat rawat inap BPJS kelas 3

Mengenai fasilitas rawat inap yang disediakan untuk BPJS Kesehatan kelas 3, pasien mendapatkan kamar perawatan berkapasitas 4-6 pasien. Namun, gak jarang di beberapa rumah sakit tertentu, kamar rawat inapnya bisa berkapasitas lebih banyak lagi. Imbasnya, tentu saja kenyamanan pasien karena banyaknya pasien dalam satu ruangan. 

Lalu jika peserta BPJS Kelas 3 menginginkan ruangan yang lebih nyaman, apakah bisa mengajukan naik kelas? Kita jawab pada ulasan berikutnya di bawah ini.

BPJS kelas gak bisa pindah kelas 1 untuk rawat inap

Awalnya, setiap peserta BPJS Kesehatan, baik BPJS kelas 1, BPJS kelas 2, maupun BPJS kelas 3 memiliki hak yang sama untuk mengajukan naik kelas perawatan ruang rawat inap. Sayangnya, peraturan tersebut diubah sejak tanggal 3 Agustus 2015.

Nah, kelas 3 itu sebenarnya diperuntukkan bagi warga yang tidak mampu, kan? Jadi sewajarnya bagi warga yang mampu secara finansial, hendaknya membeli kelas kepesertaan yang lebih tinggi, misalnya kelas 2 atau kelas 1.

Namun faktanya sebelum ada peraturan pelarangan naik kelas tersebut, banyak sekali pihak gak bertanggung jawab yang memanfaatkan celah ini. Jadi, mereka memilih iuran kelas 3 padahal bisa dibilang mereka sanggup membayar iuran untuk kelas yang lebih tinggi.

Alasannya pun sederhana jika dilihat dari data yang dikumpulkan berikut.

  • Dengan mengambil kelas 3, maka iuran bulanan yang harus dibayarkan otomatis lebih kecil.
  • Kemudian dengan mengambil kelas 3, mereka bisa mendapatkan pelayanan rawat jalan yang sama.
  • Ketika menjalani rawat inap, mereka akan memilih upgrade kelas baik ke kelas 2, kelas 1, atau kelas VIP. Syaratnya pun mudah, yaitu tinggal bayar selisih biayanya aja dan semua beres.

Tiga poin inilah yang memaksa pihak pemerintah akhirnya mencabut peraturan terkait naik kelas bagi peserta BPJS Kesehatan kelas 3. 

Meski begitu, peserta BPJS kelas 3 gak perlu khawatir karena mereka masih diperbolehkan untuk mengajukan peningkatan kualitas perawatan. Maksudnya, mereka tetap berada di ruangan perawatan inap kelas 3 berbarengan dengan 4-6 pasien lainnya, namun peralatan dan kualitas perawatannya bisa ditingkatkan dengan membayar selisih biaya yang ada.

Lantas, bagaimana jika ruang rawat inap BPJS Kelas 3 penuh?

Peserta BPJS kelas 1 dan kelas 2 diperbolehkan mengajukan naik kelas perawatan secara bebas dan kapan saja, sedangkan peserta BPJS kelas 3 tidak boleh. Lalu, apakah ada situasi tertentu yang membolehkan pasien BPJS kelas 3 mendapatkan penggantian ruangan?

Untuk beberapa kasus, misalnya kondisi mendesak, maka pihak rumah sakit akan mengizinkan pasien kelas 3 untuk sementara berada di ruang rawat inap yang tersedia hingga ruang kelas 3 ada yang kosong. Namun, selisih biaya tetap ditanggung oleh pasien.

Jika memungkinkan, umumnya pihak rumah sakit akan memberikan rujukan rumah sakit lain yang mana ruang rawat inap kelas 3-nya masih kosong. Tapi jika pasien tetap pengin dirawat di rumah sakit yang pertama didatangi tetap boleh-boleh saja, namun statusnya menjadi pasien umum.

Manfaat kacamata BPJS kelas 3

Peserta BPJS kelas 3 juga mendapatkan fasilitas subsidi biaya kacamata, yaitu sebesar Rp150.000. Namun, kita gak bisa mengklaimnya sembarangan karena BPJS hanya mencairkan klaim kacamata sebanyak 2 tahun sekali. Adapun ukuran lensa yang ditanggung di antaranya lensa spheris min 0,5 dioptri dan lensa silindris min 0,25 dioptri.

PROMO BPJS
PROMO BPJS

Untuk mengklaim kacamata BPJS kelas 3, berikut prosedur yang perlu kamu ikuti:

  • Datang ke fasilitas kesehatan pertama untuk meminta rujukan.
  • Mendatangi dokter spesialis mata untuk diperiksa. Kita akan mendapatkan resep untuk membeli kacamata.
  • Datanglah ke kantor BPJS untuk melegalisir resep tersebut.
  • Datang ke optik terdekat dengan membawa fotokopi KTP dan kartu BPJS.
  • Permintaan kacamata kamu akan segera diproses.

Layanan Medis di Luar Tanggungan BPJS Kesehatan

Sebelum mengajukan klaim BPJS kelas 3, kamu perlu memahami beberapa hal yang tidak ditanggung oleh lembaga pemerintah tersebut. Berikut daftar pengecualian klaim BPJS Kesehatan.

  1. Perawatan medis yang tidak sesuai dengan Undang-undang,
  2. Perawatan medis di rumah sakit yang tidak bekerjasama sama BPJS Kesehatan, kecuali dalam kondisi darurat.
  3. Kecelakaan kerja yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja.
  4. Kecelakaan yang sudah ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas.
  5. Layanan kesehatan untuk tujuan estetika seperti operasi plastik atau behel gigi.
  6. Layanan kesehatan di luar negeri.
  7. Perawatan medis untuk mengatasi kemandulan atau infertilitas.
  8. Perawatan gigi berupa perataan gigi.
  9. Gangguan kesehatan akibat ketergantungan alkohol dan obat-obatan.
  10. Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri, atau hobi yang membahayakan.
  11. Pengobatan alternatif atau tradisional yang belum dianggap efektif oleh penilaian teknologi kesehatan.
  12. Tindakan medis percobaan atau eksperimen.
  13. Obat dan alat kontrasepsi.
  14. Perbekalan kesehatan rumah tangga.
  15. Bencana di masa tanggap darurat, kejadian luar biasa, atau wabah penyakit.
  16. Cedera akibat kejadian tak diharapkan yang bisa dicegah seperti tawuran atau begal.
  17. Layanan kesehatan dalam rangka bakti sosial.
  18. Perawatan medis akibat penganiayaan, kekerasan seksual, terorisme, perdagangan manusia. 
  19. Perawatan medis yang berkaitan dengan kegiatan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polri.
  20. Layanan yang sudah ditanggung oleh program lainnya, misal asuransi swasta.

Denda BPJS Kelas 3

Nasabah BPJS kelas 3 tidak akan dikenakan denda jika terlambat membayar iuran. Namun, keanggotaan akan dihentikan sementara.

Denda akan berlaku apabila peserta mengajukan klaim rawat inap selang 45 hari setelah keanggotaan diaktifkan kembali, yaitu sebesar 2,5 persen dari biaya pelayanan kesehatan per setiap bulan tertunggak. Nah, jumlah maksimal bulan tertunggak adalah 12 bulan dengan denda maksimal Rp30 juta.

Demikian penjelasan tentang BPJS kelas 3. Supaya makin paham, simak bahasan tentang BPJS Kesehatan di artikel Lifepal lainnya!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →