Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah

Asuransi konvensional

Asuransi konvensional adalah produk asuransi dengan prinsip jual-beli risiko. Jadi, premi asuransi tersebut sebenarnya dibayarkan untuk membeli risiko yang terjadi. Baik dari sisi perusahaan maupun nasabah.

Sementara itu, unit asuransi lain yang sering dibandingkan dengan asuransi konvensional menerapkan sebaliknya. Transaksi yang dilakukan haruslah pasti.

Mari simak penjelasan lebih mendalam mengenai asuransi konvensional berikut ini.

Prinsip asuransi konvensional

Dalam asuransi, khususnya konvensional, kamu menyetor premi sebagai ganti risiko. Nah, risiko sendiri bisa saja tidak terjadi. Jadi, kamu akan dapat uang pertanggungan alias manfaat bila kamu ajukan klaim karena risiko terjadi.

Peserta asuransi sendiri akan membayarkan premi tersebut sampai perjanjian polis berakhir. Ketika peserta tidak pernah mengajukan klaim maka perusahaan akan diuntungkan. Situasi ini disebut sebagai surplus underwriting.

Sementara itu, bila peserta asuransi tersebut baru enam bulan mendaftar dan mengajukan klaim berjumlah besar maka perusahaan tentu bisa dibilang rugi. Ini karena perusahaan harus mengambil lebih banyak dana dari peserta lain. Situasi tersebut disebut sebagai defisit underwriting.

Hal tersebutlah yang bikin asuransi konvensional berbeda dengan asuransi syariah. Ya! Ketidakpastian soal dana pertanggungan tersebut disebut sebagai gharar dalam prinsip syariah.

Tak hanya itu saja, pengelolaan dana dalam asuransi konvensional pun tidak lepas dari riba.

Pasalnya, dana yang dikumpulkan biasanya akan dikelola ke deposito dan obligasi. Yang mana instrumen tersebut sering kali tidak lepas dari hasil bunga atau riba. Termasuk pula beberapa perusahaan yang bisa jadi menjual barang-barang haram yang dilarang dalam Islam.

Keuntungan dan kekurangan asuransi konvensional dibandingkan asuransi syariah

Pada dasarnya, asuransi konvensional tidak selalu memiliki kekurangan dibandingkan prinsip syariah. Tergantung apakah kamu memang tidak masalah dengan riba atau tidak.

Nah, untuk kamu yang sedang ingin memilih untuk mengambil asuransi syariah atau konvensional, berikut beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan. Dengan catatan, dalam hal ini tidak ada keharusan bagi kamu untuk terhindar dari riba ya.

1. Asuransi konvensional punya pilihan lebih banyak

Yang pasti, asuransi dengan prinsip konvensional sudah pasti memiliki pilihan lebih banyak. Mulai dari pengalokasian dana yang dikelola hingga jenis-jenis asuransinya.

Perusahaan asuransi bisa mengelola dana dari premi kamu ke sektor lebih luas tanpa harus memerhatikan riba.

2. Kadang kala memberikan keuntungan lebih besar

Instrumen investasi yang lebih beragam menjadi salah satu faktor keuntungan yang kamu peroleh pun jadi lebih besar.

Perusahaan asuransi bisa mengalokasikan sebagian premi kamu ke instrumen investasi dengan tingkat kenaikan tinggi. Dalam hal ini khususnya untuk asuransi unit link ya.

Biasanya, instrumen investasi yang memberikan imbal tinggi tersebut berasal dari sektor utang seperti misalnya obligasi.

3. Dalam asuransi syariah tidak ada praktik jual-beli tetapi hibah

Inilah perbedaan mencolok antara asuransi konvensional dengan unit syariah. Seperti yang sempat disinggung di awal, dalam asuransi konvensional dikenal praktik jual-beli. Jadi, kamu bayarkan premi untuk membeli risiko.

Dalam asuransi syariah, prinsipnya adalah hibah dana. Jadi, sejak awal, nasabah sudah mengerti bahwa premi yang disetorkan adalah untuk menolong nasabah lain. Dengan demikian, mereka saling menanggung.

Pihak perusahaan asuransi pun tidak secara otomatis berhak memiliki dana premi dari nasabah. Akan tetapi, pihak perusahaan harus dapat izin nasabah untuk menggunakan premi tersebut.

Yang pasti, tentu saja, premi yang disetorkan akan dikelola dalam instrumen investasi yang tidak mengandung riba. Dengan demikian, kamu yang ingin menerapkan syariat Islam jadi lebih tenang.

Perbedaan antara asuransi konvensional dan syariah

Setiap jenis asuransi memiliki tujuan yang sama, yaitu melindungi para nasabahnya. Namun, tetap ada perbedaan yang membuat keduanya terpisah, seperti antara asuransi konvensional dan syariah. 

Ketika berbicara soal asuransi konvensional, sudah pasti kita membahas soal kesepakatan dua pihak atau lebih untuk menyediakan jaminan akan sesuatu yang dijanjikan.

Sementara asuransi syariah justru menanggalkan prinsip tersebut. Sebab syariah menjunjung tinggi asas tolong menolong dengan dana Tabarru.

Nah, dana Tabarru sendiri merupakan dana yang didapat dari peserta asuransi, bukan dari perusahaan penyedia asuransi.

Dana inilah yang nantinya digunakan untuk memberikan santunan kepada peserta yang mengalami musibah, sakit, atau bahkan meninggal dunia. 

Selain itu, asuransi syariah nggak mengenal dana hangus seperti yang kamu temukan di asuransi konvensional. Pada sistem asuransi syariah, perusahaan asuransi juga tidak diperkenankan berinvestasi yang bertentangan dengan prinsip syariah atau investasi yang haram.

Sekarang kamu sudah bisa pertimbangkan apa keuntungan dan kekurangan asuransi konvensional, bukan?

Pilihan untuk mengambil produk konvensional atau syariah bergantung pada kamu. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, plus risiko masing-masing. Sesuaikan saja dengan kebutuhan kamu!

Jika masih bingung, coba manfaatkan layanan konsultasi asuransi gratis dari Lifepal.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →