Pengin Cepat dan Mudah Bayar Pajak Motor? Begini Cara dan Syaratnya

Udah bayar pajak motor belum? Jangan sampai telat ya, apalagi gak dibayar. Soalnya bisa kena denda nanti. Besaran dendanya pun lumayan, yaitu sekitar 25 persen per tahun.

Itu baru denda telat bayar pajak. Konsekuensi lain yang bakal kamu hadapi adalah penilangan dari polisi. Apalagi, ada waktunya di mana polisi gencar melakukan razia di jalan. Nah, kalau kamu diketahui belum bayar pajak, kamu bisa kena tilang polisi.

Udah diwajibkan bayar denda, mesti bayar tilang pula. Ruginya dobel deh kalau begini! Biar gak rugi-rugi banget, kamu harus ingat kapan waktunya bayar pajak motor.

Sebenarnya, bayar pajak motor gampang lho. Gak sesulit yang dibayangkan. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan buat melunasi pajak sepeda motor milikmu. Bahkan, cara terbaru lebih mudah dilakukan.

Apa aja cara-caranya? Yuk, simak di sini:

1. Bayar pajak dengan Drive Thru Samsat

Bayar pajak motor
Bayar pajak motor

Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) belum lama ini memperkenalkan cara baru bayar pajak motor, yaitu dengan cara Drive Thru Samsat. Cara baru ini diperkenalkan di Samsat Kebon Nanas.

Seperti memesan makanan cepat saji atau fast food dengan drive thru, begitu juga kamu mengurus pembayaran pajak pakai cara terbaru ini. Pastinya menggunakan cara ini lebih cepat dan mudah. Wong gak perlu parkir motor dulu bisa lakukan pembayaran pajak.

Sekadar diketahui, proses bayar pajak dengan drive thru memakan waktu kurang dari 2 menit. Kebayang dong cepatnya waktu yang kamu butuhkan buat bayar pajak.

Prosedur bayar pajak motor lewat drive thru cukup simpel. Pertama, kamu pergi ke loket pertama buat menyerahkan dokumen-dokumen yang diminta.

Proses dilanjutkan di loket kedua untuk melakukan pembayaran, dan meminta dokumen asli yang tadi kamu berikan.

Waktu yang tadi disebutkan belum termasuk waktu anteran ya! Kalau antreannya panjang, udah pasti waktu yang dihabiskan lebih lama.

2. Bayar pajak di kantor kecamatan

Bayar pajak motor
Bayar pajak motor

Kebijakan ini bisa dirasakan pemilik kendaraan bermotor yang terdaftar di DKI Jakarta. Pasalnya, kebijakan ini diresmikan Gubernur DKI Jakarta sejak tahun 2015.

Dengan adanya kebijakan ini, para pengguna sepeda motor gak usah lagi repot-repot bayar pajak motor milik mereka di Samsat. Jadi, wajib pajak bisa menghemat waktu tanpa perlu merasakan macet ataupun antrean panjang di kantor Samsat.

Selain layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor atau PKB tahunan, para pemilik kendaraan juga bisa mengesahkan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK.

Namun, kalau perpanjang STNK lima tahunan, bukan di kantor kecamatan tempatnya. Kamu harus menyelesaikan urusan tersebut di Samsat.

3. Bayar pajak di Samsat

Bayar pajak motor
Bayar pajak motor

Awalnya, bayar pajak motor itu dilakukan di Samsat. Namun, karena banyaknya masukan dari masyarakat, bayar pajak gak selalu di Samsat.

Sayangnya, kebijakan baru bayar pajak, seperti bayar dengan drive thru atau bayar di kecamatan, sejauh ini cuma berlaku di Jakarta. Di luar Jakarta kebijakan ini belum diterapkan.

Selain menerima pembayaran pajak motor tiap tahun, Kantor Samsat juga melayani perpanjangan STNK lima tahunan. Di Samsat juga menjadi tempat pembuatan SIM baru.

Kalau sepeda motor milikmu masih cicilan, kamu harus bayar pajak kendaraan bermotor di Samsat.

Syarat-syarat yang dibutuhkan buat bayar pajak motor

Ada syarat-syarat yang harus kamu penuhi nih buat bayar pajak motor. Jangan sampai saat hendak bayar pajak nanti, kamu lupa membawa syarat-syarat tersebut.

Udah capek-capek ke Kantor Samsat, kamu mesti balik ke rumah buat lengkapi syarat-syarat tersebut.

Apa aja syarat-syarat buat bayar pajak motor?

  • Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)
  • Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Surat keterangan dari leasing atau finance buat yang belum lunasi kredit.

Berapa besaran tarif pajak kendaraan bermotor?

Tiap daerah di Indonesia punya kebijakan yang berbeda-beda mengenai besaran tarif pajak kendaraan bermotor sesuai dengan UU No. 28 Tahun 2009.

Jadi, kamu harus mengecek tarifnya dulu buat memastikan bahwa pajak yang dibayarkan sesuai dengan ketentuan.

Berikut, tarif pajak kendaraan bermotor dari beberapa daerah:

  • DKI Jakarta: 2 persen buat kepemilikan kendaraan bermotor pertama dan tambahan 0,5 persen buat kepemilikan kendaraan bermotor kedua, ketiga, dan seterusnya.
  • Jawa Barat: 1,75 persen buat kepemilikan kendaraan bermotor pertama dan tambahan 0,5 persen buat kepemilikan kendaraan bermotor kedua, ketiga, dan seterusnya.

Alternatif lain, kamu bisa mengecek besaran pajak kendaraan bermotor yang kamu bayarkan secara online. Beberapa daerah menyediakan layanan ini di website pemerintahan. Apa aja website-nya?

Nah, itu tadi beberapa cara yang bisa kamu gunakan buat bayar pajak motor plus syarat-syaratnya. Semoga bermanfaat! (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis