Cara Menutup Asuransi BNI Life dan Ketentuan Premi Kembali

Cara menutup asuransi BNI Life

Cara menutup asuransi BNI Life yang benar harus dilakukan melalui prosedur resmi dengan bantuan call center atau staf BNI Life. Dengan demikian, kita bisa terhindar dari pengenaan denda atau beban finansial terkait lainnya.

Serupa dengan perusahaan asuransi jiwa lainnya, BNI Life memiliki kemudahan pembayaran premi secara autodebet.

Nah, inilah pentingnya untuk melalui prosedur yang benar, yaitu agar uang kita tidak terpotong secara otomatis terus-menerus setelah kita sudah mengajukan penutupan polis.

Untuk mengetahui cara menutup asuransi BNI Life selengkapnya, Lifepal sudah merangkumnya untukmu.

Cara menutup asuransi BNI Life 

Tidak puas dengan layanan asuransi BNI Life dan berencana untuk menutupnya? Kamu harus mengetahui prosedur penutupan asuransi BNI Life untuk memudahkan administrasinya. 

Tapi, pikirkan terlebih dahulu alasan mengapa menutup asuransi BNI Life. Pelajari juga konsekuensinya jika menutup asuransi BNI Life, apakah mengalami rugi cukup besar atau tidak.

Bila memang sudah mantap untuk menutup asuransi tersebut, berikut tahapan dan cara menutup asuransi BNI Life.

  • Tutup asuransi BNI di website
  • Hubungi tenaga pemasar asuransi BNI Life
  • Datang ke Kantor Cabang BNI Life
  • Menghubungi Pusat Informasi BNI Life

Tutup asuransi BNI di website

Kemudahan teknologi saat ini membuat orang-orang dapat membeli produk dan melakukan pembayaran secara online. Begitu juga dengan menutup asuransi BNI Life.

Kamu tidak perlu susah payah datang ke kantor cabang untuk menutup asuransi BNI Life. Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah masuk ke website BNI Life: www.bni-life.co.id. 

Selanjutnya, pilih menu kontak-hubungi kami. Nantinya keluar data yang harus diisi customer secara lengkap meliputi nama, email, nomor telepon, alamat, kategori, subjek, dan pesan kita. Terakhir, kita hanya perlu submit

Tunggu balasan pesan kita lewat email selanjutnya ikuti langkah dan petunjuk yang diarahkan admin untuk menutup asuransi BNI Life milik kamu. Kamu juga bisa menghubungi lewat email: [email protected]

Hubungi tenaga pemasar asuransi BNI Life

Apabila kamu membeli produk asuransi BNI Life lewat tenaga pemasar atau agen, kamu hanya perlu menghubungi tenaga pemasar tersebut untuk melakukan penutupan asuransi BNI Life. Jelaskan kepada tenaga pemasar tersebut alasan kamu menutup asuransi tersebut. 

Biasanya nama tenaga pemasar BNI Life tertera di website perusahaan asuransi. Kamu bisa memeriksa nama tenaga pemasar secara resmi di website BNI Life yang lengkap dengan nomor telepon yang bisa dihubungi.  

Jika kamu membeli asuransi BNI Life melalui Lifepal, layanan pelanggan kami siap membantumu untuk menangani keluhan, pemberhentian, dan juga mencarikan alternatif asuransi yang lebih baik di Lifepal.

Jika kamu berminat untuk mencari produk perlindungan asuransi jiwa yang lebih sesuai dengan kebutuhanmu, temukan referensinya di sini.

Datang ke kantor cabang BNI Life 

BNI Life memiliki kantor cabang yang tersebar di kota-kota besar seluruh Indonesia. Mencari kantor cabang BNI Life tidak sulit. Kamu bisa mencari alamatnya di website BNI Life yang juga tertera nomor telepon yang bisa dihubungi.

Jika ingin datang langsung ke pusat informasi BNI Life, kamu bisa langsung datang ke Kantor Pusat BNI Life di Centennial Tower, Lantai 9, Jl. Gatot Subroto Kav 24-25, Jakarta 12930, Indonesia. 

Karena kamu datang langsung ke kantor, pastikan telah membawa sejumlah dokumen arsip asuransi dengan tanda pengenalnya yang lengkap.

Dengan begitu, tidak perlu bolak balik untuk melengkapi dokumen pengajuan penutupan asuransi BNI Life. 

Menghubungi Pusat Informasi BNI Life

Ada nomor telepon yang bisa kamu hubungi dan langsung berbicara dengan customer service BNI Life. Nomor telepon BNI Life yakni 1-500-045 dan kamu langsung mengutarakan keinginan dan rencana untuk menutup asuransi BNI Life. 

Jangan lupakan nomor identitas asuransi dan data penting lain yang harus disampaikan ke customer service untuk membantu kita menutup asuransi BNI Life. 

Sebelum memilih cara untuk menutup asuransi BNI Life, kamu perlu melengkapi sejumlah data pribadi, seperti identitas pribadi serta dokumen yang menunjukkan kepemilikan kamu terhadap asuransi. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses penutupan asuransi BNI Life. 

Dokumen yang diperlukan untuk menutup asuransi

Sebelum melakukan penutupan polis, tanyakan pada diri kita. Dengan melakukan penutupan polis, maka artinya kita akan kehilangan proteksi finansial. Apakah ini keputusan yang tepat?

Namun, apabila jawabannya sudah siap, mari kita mulai proses penutupan dengan menyiapkan formulir terkait. Formulir ini harus diisi sebagai syarat untuk mengajukan pemberhentian asuransi.

Sebagai catatan, formulir ini harus diisi oleh pemegang polis dan dibubuhi tanda tangan resmi dari pemegang polis.

Ada  juga sejumlah dokumen penunjang yang juga harus disiapkan. Dokumen ini sangat penting dan tidak boleh disepelekan sebab kunci cepatnya polis diberhentikan, terletak pada kelengkapan dokumen kita tersebut.

Berikut dokumen penting yang harus kita lengkapi untuk menutup asuransi.

  • Fotokopi KTP (WNI)/Passport & KITAS (untuk WNA) dari Pemegang Polis yang masih berlaku.
  • Fotokopi Buku tabungan jika rekening yang digunakan berbeda dengan rekening pendebetan. Catatan: Jika rekening yang digunakan bukan atas nama Pemegang Polis, harus melampirkan dokumen pendukung yang menunjukan hubungan pemilik rekening dengan Pemegang Polis, seperti fotokopi akte kelahiran atau fotokopi kartu keluarga jika rekening awal bukan atas nama pemegang polis.

Cara menghentikan pembelian polis asuransi

Memberhentikan polis asuransi bukan hal yang sulit. Seperti membelinya dengan cukup mudah dan ringkas, begitu juga prinsip memberhentikan polis asuransi.

Hanya saja dengan catatan, kita sudah menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Plus, bersedia menjawab beberapa pertanyaan dari perusahaan asuransi.

Berikut panduan memberhentikan polis asuransi dengan mudah, cepat, dan efisien.

  • Hubungi agen asuransi
  • Datang ke kantor cabang
  • Ajukan permintaan pemberhentian polis asuransi dengan mengirim surel
  • Hubungi costumer service (CS) dari perusahaan

1. Hubungi agen asuransi

Saat kita membeli produk asuransi lewat agen. Otomatis, agen asuransi tersebut menjadi perantara kita dengan perusahaan asuransi.

Mereka akan memberikan informasi kepada kita secara utuh terkait produk, ketentuan asuransi dan mengedukasi kita soal asuransi.

Fungsinya sebagai perantara nasabah dengan perusahaan asuransi, maka tugasnya adalah menyampaikan pesan antara kedua pihak.

Salah satu tugas agen asuransi, apabila kita memintanya untuk memberhentikan polis asuransi, adalah memprosesnya sampai mendapat persetujuan dari perusahaan asuransi.

Kita dapat membantunya dengan menyiapkan dokumen yang harus diisi agar dapat disampaikan ke perusahaan asuransi.

2. Datang ke kantor cabang

Apabila kita ingin mendapatkan penjelasan secara resmi dan komprehensif terkait pembatalan asuransi kita. Pilihan datang ke kantor cabang dapat dilakukan.

Kita bisa menemui bagian dari produk atau costumer service untuk melakukan permintaan pembatalan polis asuransi.

Kelebihan dengan datang ke kantor cabang, kita dapat mengetahui secara jelas tanpa terjadi salah paham atas rencana pemberhentian produk asuransi. Sekaligus mendapatkan penjelasan komprehensif soal produk asuransi baru.

3. Ajukan permintaan pemberhentian polis asuransi dengan mengirim surel

Pada zaman serba digital saat ini, semua urusan makin dipermudah lewat cara online. Kita hanya perlu membuka laman website perusahaan asuransi.

Kemudian mencari menu klaim dan mencari formulir pengajuan penarikan dana dan pembatalan polis. Isi formulir dan lengkapi juga dokumen-dokumen yang diperlukan.

Setelah merasa yakin formulir telah terisi lengkap dan dokumen sudah siap, kita hanya perlu mengirimkannya lewat email atau submit di kanal yang memang tersedia.

4. Hubungi costumer service (CS) dari perusahaan

Cara lain yang dapat kita lakukan memberhentikan asuransi adalah menghubungi CS dan menjelaskan rencana pemberhentian asuransi kita.

CS akan memberikan panduan kepada kita, tentang bagaimana kita dapat menghentikan polis asuransinya. Biasanya CS akan mengirimkan dokumen dan formulir untuk kita isi dan mengembalikannya lewat email atau lewat pos.

Berhenti jadi peserta asuransi, apakah premi yang disetor kembali?

Apakah premi dapat diminta kembali apabila kita membatalkan polis? Pertanyaan ini kerap muncul saat pembayaran premi sudah berjalan atau sedang berjalan.

Sebenarnya, premi dapat kembali diterima, asalkan pembatalan polis dilakukan selama masa mempelajari polis. Setelah itu, apabila dilakukan pembatalan, pemegang polis akan mendapatkan nilai tunai untuk produk Asuransi Jiwa yang memiliki nilai tunai.

Namun tidak semua produk memberikan fasilitas ini. Jadi, baca kembali aturan produk.

Sebab setiap asuransi memiliki ciri khas dan karakteristik sendiri dalam menghadapi situasi seperti itu.

Misalnya pada produk asuransi unit link, kita bisa mendapatkan uang kembali dengan penghitungan hasil investasi dari produk unit link yang tidak dialokasikan untuk membayar premi perlindungan.

Nyatanya akan ada hitung-hitungan dari perusahaan asuransi terkait polis yang hendak kita hentikan.

Yang terjadi saat memberhentikan asuransi, kita akan kehilangan:

  • Perlindungan asuransi, tidak membayarkan polis asuransi berakibat pada terhentinya perlindungan yang akan diterima. Potensi kemungkinan terguncangnya kondisi keuangan akan terjadi, karena tanpa perlindungan saat mengalami sebuah peristiwa kita terpaksa mengambilnya dari tabungan kita.
  • Potensi pengembangan investasi jangka panjang, kita tidak dapat menikmati hasil dari pengembangan investasi pada produk yang kita miliki. Prinsip dasar investasi di perusahaan asuransi adalah jangka panjang. Jadi, saat kita memutuskan untuk berhenti asuransi, maka peluang mendapatkan hasil investasi jangka panjang tidak akan terjadi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat berhenti asuransi

Alasan apa pun yang memaksa kita untuk memberhentikan polis asuransi, ada baiknya mempertimbangkan hal-hal berikut. Jangan sampai kita kadung kecewa setelah memutuskan untuk menutup polis asuransi.

Begini saran dari Otoritas Jasa Keuangan, sebelum kita menghentikan polis asuransi.

  1. Pilihlah produk yang sesuai dengan kebutuhan, bukan karena program promosi dan hadiah yang ditawarkan, atau bahkan karena keterpaksaan. Tentukan prioritas kita saat membeli produk asuransi, ada baiknya membeli premi dengan harga minimal kemudian menambahkannya apabila mencapai kenaikan penghasilan.
  2. Pastikan agen asuransi yang dipilih adalah agen yang profesional dan memiliki lisensi/ sertifikat keagenan serta mau dan mampu mengurus keperluan asuransi kita ke depan.
  3. Kenali kapasitas perusahaan asuransi yang akan dipilih terutama dari pelayanan klaim, bisa melalui internet atau dari informasi kerabat dan teman. Carilah perusahaan yang sehat, yaitu memiliki rasio Risk Base Capital (RBC) diatas 120%. RBC di atas 100% menjadi tolak ukur kemampuan perusahaan asuransi ke depan membayar klaim nasabahnya.
  4. Ketika sudah memilih produk dan perusahaan, pastikan agar pengisian data pada Surat Permohonan Penutupan Asuransi (SPPA) atau Surat Permohonan Asuransi Jiwa (SPAJ) dilakukan secara lengkap, jujur dan jelas jangan menandatangani SPPA atau SPAJ sebelum seluruh klausanya dipahami dan dilengkapi isinya. Pengisian jawaban yang tidak jujur dapat berakibat ditolaknya klaim asuransi dikemudian hari.
  5. Tanyakan secara rinci mengenai manfaat yang diberikan, kondisi yang dipersyaratkan dan pengecualian jaminannya yang sering menjadi alasan penolakan pengajuan klaim oleh pihak perusahaan perasuransian.
  6. Pastikan periode yang diperkenankan dalam pembayaran premi, jangan sampai terjadi utang premi karena saat terjadinya kerugian dapat mengakibatkan klaim tidak dibayar.
  7. Jika polis sudah diterima, baca dengan teliti polis beserta semua lampiran yang sudah diterima. Bila terdapat klausa yang tidak sesuai dengan yang disampaikan oleh agen segera  laporkan untuk perubahannya.
  8. Perhatikan free look period atau jangka waktu bebas lihat yang tercantum pada polis, sebagai periode dimana polis masih dapat dibatalkan atau dilakukan perubahan.

Semoga penjelasan tersebut dapat membantu, ya. Jika kamu masih punya pertanyaan terkait produk dan manfaat perlindungan asuransi lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi di Tanya Lifepal.

FAQ seputar asuransi BNI Life

Baguskah kualitas perlindungan asuransi dari BNI Life?

PT BNI Life Insurance (BNI Life) adalah perusahaan asuransi jiwa yang didirikan sejak tahun 1996 dan merupakan anak perusahaan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero).

Pilihan produk yang ditawarkan sangat beragam, seperti perlindungan asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, asuransi unit link, asuransi pensiun, dan asuransi syariah.

Berdasarkan fakta tersebut, produk perlindungan finansial dari BNI Life sangat direkomendasikan karena didukung oleh perusahaan bank BUMN dan pilihan produknya pun beragam.

Apa saja produk asuransi dari BNI Life?

BNI Life menawarkan produk asuransi beragam yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan perusahaan yang bervariasi, di antaranya:

Berapa cara berhenti menjadi nasabah asuransi BNI Life?

Nasabah bisa berhenti menjadi nasabah atau menutup asuransi BNI Life dengan beberapa cara berikut.

  • Menghubungi BNI Life Center, biasanya pihak BNI akan mengarahkan nasabah ke bagian kantor pusat yang ada di Jakarta.
  • Kirimkan dokumen pembatalan polis ke kantor pusat BNI Life.
  • Mengembalikan buku polis asuransi.
  • Menyertakan fotokopi KTP dan buku tabungan.
  • Membayar kewajiban atau biaya lain/administrasi jika ada.
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →