13 Tips Memilih Asuransi agar Mendapat Premi Terjangkau

Tips memilih asuransi

Bagaimana ya cara memilih asuransi yang tepat? Ada gak ya tips memilih asuransi agar mendapat premi terjangkau Selamat! Kamu telah berada dalam fase yang lebih bijaksana dalam hidup yang mana kamu sudah menyadari pentingnya memiliki asuransi.  

Alokasi dana buat asuransi biasanya memang gak sedikit. Oleh sebab itu, perlu ketelitian dalam memilih produk maupun perusahaan terkait agar tidak berujung rugi.

Memilih perusahaan asuransi yang ideal dan sesuai dengan kebutuhan memang susah-susah gampang. Semua perusahaan asuransi pasti mengklaim bahwa mereka adalah yang terbaik.

Perusahaan yang baik gak bisa dinilai dari gencarnya publikasi iklan mereka. Tagline menarik juga tak jadi jaminan proteksi yang diberikan benar-benar bagus. Calon nasabah harus bisa menganalisa sebelum mempercayakan uangnya kepada perusahaan asuransi.

Oleh karena itu, pastikan memilih asuransi yang tepat dengan tips-tips memilih asuransi di bawah ini.

  • Pilih perusahaan asuransi punya reputasi baik
  • RBC di atas 120 persen
  • Pilih yang tawarkan premi terjangkau
  • Pilih yang punya banyak rekanan yang berkualitas
  • Pelajari sistem asuransi
  • Ketahui apa yang dibutuhkan
  • Pilih agen yang memiliki lisensi
  • Bandingkan asuransi yang ditawarkan
  • Miliki asuransi sewaktu masih sehat
  • Beli polis asuransi sewaktu masih muda
  • Hindari pilih asuransi dengan tawaran cash plan
  • Kalau sudah berkeluarga, pilih asuransi keluarga
  • Pilih asuransi murni

1.  Pilih perusahaan asuransi punya reputasi baik

Tips memilih asuransi yang pertama adalah memilih perusahaan asuransi berdasarkan reputasinya. Pastinya pilih perusahaan asuransi dengan reputasi yang baik.

Perusahaan yang  baru berdiri gak lantas bisa dicap buruk. Namun, memilih perusahaan yang telah berdiri belasan hingga puluhan tahun memudahkanmu menganalisa rekam jejak dan reputasinya. Dengan begitu kamu bisa meminimalisasi risiko kerugian.

Perusahaan asuransi yang kredibel tentu memiliki reputasi yang baik. Cobalah mengumpulkan informasi dari surat kabar atau media digital mengenai penanganan klaim nasabah. Jangan ragu juga buat bertanya pada teman yang telah lebih dulu menggunakan asuransi tersebut.

Jika kamu menemukan terlalu banyak keluhan nasabah atau bahkan kasus penipuan, sebaiknya kesampingkan dulu deh perusahaan tersebut.

2. RBC di atas 120 persen

Tips memilih asuransi yang kedua adalah mengecek rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC). Apa itu RBC?

Risk Based Capital (RBC) atau rasio solvabilitas ini menunjukan kesehatan keuangan perusahaan asuransi. Semakin besar rasio RBC, semakin sehat kondisi finansialnya. Setidaknya, RBC harus sebesar 120 persen.

Hal ini penting buat diketahui calon nasabah. Sebab calon nasabah setidaknya dapat memperkirakan apakah perusahaan memang mampu memenuhi janji pembayaran atau klaim saat diperlukan.

Untuk mengetahuinya, kamu bisa mengecek neraca keuangan di koran atau di situs resmi perusahaan terkait.

3. Pilih yang tawarkan premi terjangkau

Tips memilih asuransi yang ketiga adalah bandingkan antarasuransi untuk mendapatkan premi asuransi yang terjangkau.

Setiap perusahaan menawarkan premi yang beragam. Namun, semakin mahal premi gak lantas menjamin kualitas program asuransi tersebut. Perusahaan yang baik justru menawarkan harga premi yang terjangkau dan berkualitas.

Terkait hal ini, kamu bisa membandingkan produk sejenis dari dua atau tiga perusahaan sekaligus. Ingat, pahami dulu kebutuhanmu agar tidak mudah tergoda saat ditawarkan berbagai produk asuransi oleh para sales dan konsultan asuransi.

4. Pilih yang punya banyak rekanan yang berkualitas

Perusahaan harus memiliki banyak rekanan pusat kesehatan yang berkualitas. Semakin banyak rekanan, semakin mudah nasabah mengakses layanan yang diperlukan. Hal ini sangat krusial, terutama saat nasabah membutuhkan penanganan medis yang cepat.

Untuk asuransi kendaraan, banyaknya rekanan bengkel juga penting. Dengan begitu kamu sebagai nasabah akan merasa tenang saat berpergian. Jika terjadi hal yang tak diinginkan pada kendaraan saat berada di tengah jalan, kamu punya banyak pilihan bengkel.

5. Pelajari sistem asuransi

Mengapa kamu perlu mempelajari sistem asuransi? Tentu tujuannya agar kamu dapat sebaik mungkin memanfaatkan asuransimu, terutama ketika hendak mengajukan klaim.

Ada dua jenis sistem klaim asuransi, yaitu reimburse dan cashless.

Jika sistem klaim asuransi yang kamu miliki adalah reimburse, ketika kamu mengalami peristiwa yang ter-cover dalam ketentuan polis asuransi, misalnya rawat inap atau kecelakaan berkendara, kamu perlu mengurus dan membayar semua biaya yang muncul terlebih dahulu. Setelah itu, barulah kamu dapat mengajukan klaim penggantian biaya yang telah dikeluarkan ke pihak asuransi.

Sebaliknya, jika sistem klaim asuransi yang kami miliki adalah cashless, kamu cukup menunjukkan kartu anggota saja tanpa perlu menalangi biaya yang muncul untuk mendapatkan perawatan.

Pihak asuransi yang akan langsung mengurus biaya yang timbul. 

6. Ketahui apa yang dibutuhkan

Agar tak mubazir, bahkan salah sasaran, kamu harus mengetahui apa yang kamu butuhkan dari produk asuransi yang hendak kamu beli.

Sayang bukan kalau sudah membayar premi dengan rajin, tapi manfaat yang ditawarkan dari asuransi itu tidak sesuai dengan kebutuhanmu?

Sebagai contoh, kalau kebutuhan utamamu adalah asuransi kesehatan yang dapat menanggung biaya rawat jalan dan rawat inap, pilihlah asuransi murni yang bisa memenuhinya.

Tak perlulah kamu membeli asuransi unit-link dengan harga yang sama dengan asuransi murni, tapi manfaat yang ditawarkan tidak sesuai dengan kebutuhanmu.

7. Pilih agen yang memiliki lisensi

Agen yang memiliki lisensi adalah agen resmi yang keberadaannya terdaftar dan diawasi oleh pemerintah. Di Indonesia, salah satu cara untuk memastikan status agen asuransi itu resmi atau tidak dapat dilakukan dengan mengecek keanggotaannya dalam Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Memilih asuransi dari agen yang berlisensi ini penting karena ia cenderung sudah berpengalaman dan dapat membantumu ketika mengajukan klaim.

Tentunya tak ada yang mau mengalami situasi, ‘sudah jatuh tertimpa tangga pula’ bukan, yaitu ketika kita sudah dalam posisi sulit, tapi kesulitan pula mengajukan klaim karena agen tersebut kurang berpengalaman atau bertanggung jawab.

8. Bandingkan asuransi yang ditawarkan

Kebiasaaan membanding-bandingkan, dalam perihal memilih produk asuransi yang ditawarkan, sangat dianjurkan. Mengingat asuransi merupakan komitmen jangka panjang dan dibutuhkan untuk memberikan manfaat terbaik, wajar kalau kamu berusaha menemukan produk yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengonsultasikan dan meminta perusahaan asuransi untuk membuatkan ilustrasi produk mana yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Lalu, bandingkan dan pelajari asuransi yang ditawarkan dari perusahaan lainnya, terutama terkait syarat dan ketentuan perlindungan, premi, dan prosedur melakukan klaim.

Kamu juga bisa membandingkan beragam produk asuransi lewat Lifepal lho.

9. Miliki asuransi sewaktu masih sehat

Salah satu alasan utama seseorang memiliki asuransi adalah untuk berjaga-jaga mengatasi kemungkinan terjadinya sesuatu yang tak ia inginkan.

Kita tidak tahu akan seperti apa kondisi kita ketika sedang sakit, apakah akan mampu membayar biaya pengobatan atau tidak. Nah, setali tiga uang, perusahaan asuransi pun bekerja berdasarkan hukum kemungkinan.

Mungkin seorang nasabah akan sakit sehingga mereka perlu menanggung biayanya, tapi mungkin juga nasabah tetap sehat sehingga mereka bisa mendapatkan keuntungan dari premi yang dibayarkan.

Bayangkan, ketika kamu sudah dalam keadaan sakit ketika membeli produk asuransi, apakah perusahaan asuransi akan tetap mau menanggung biaya yang sudah pasti akan dikeluarkan?

Kecil sekali kemungkinannya karena mereka sudah pasti rugi. Jadi, selagi masih sehat, milikilah asuransi yang sesuai dengan kebutuhanmu.

10. Beli polis asuransi sewaktu masih muda

Tak hanya kondisi kesehatan yang menentukan, usia juga memainkan peran penting dalam menentukan besaran premi asuransi yang perlu kita bayarkan ketika membeli asuransi.

Pertimbangannya begini, semakin bertambah usia maka semakin besar risiko kita jatuh sakit. Jangan heran jika premi yang dibebankan untuk nasabah yang lebih tua lebih mahal daripada nasabah yang berusia muda.

Jadi, cobalah membayangkan peran asuransi di masa depan bagi hidupmu. Jangan hanya melihatnya sebagai biaya yang perlu kamu keluarkan terus-menerus karena kamu mungkin belum merasakan manfaatnya saat ini.

Sebaiknya, mulailah memiliki asuransi sejak masih muda.

11. Hindari pilih asuransi dengan tawaran cash plan

Yang dimaksud dengan asuransi cash plan adalah asuransi yang pemberian manfaatnya dihitung hanya berdasarkan berapa lama rawat inap, tanpa mengindahkan tagihan lainnya.

Sederhananya begini, ketika kamu mengalami rawat inap selama 3 hari dengan biaya kamar sebesar 1 juta per hari maka pihak asuransi hanya akan membayarkan total tagihan biaya kamar sebesar 3 juta, tanpa mempertimbangkan tagihan biaya lainnya, seperti biaya kunjungan dokter, biaya obat, dan lainnya.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari memilih asuransi dengan tawaran cash plan. Pilihlah asuransi yang memperhitungkan tanggungan biaya untuk masing-masing plafon agar kamu terhindar dari kemungkinan harus menombok biaya yang tak ditanggung asuransi.

12. Kalau sudah berkeluarga, pilih asuransi keluarga

Mengapa kamu perlu memilih asuransi keluarga ketika sudah berkeluarga? Tujuan utamanya adalah menghemat biaya sekaligus mempermudah dirimu sendiri.

Kamu bisa mencoba membandingkan harga masing-masing polis untuk masing-masing anggota dengan harga satu polis yang bisa menanggung semua anggota keluarga. Hasilnya, cenderung lebih murah membeli satu polis untuk semua.

Selain itu, seandainya ada dua anggota keluarga yang jatuh sakit dalam waktu bersamaan, kamu akan lebih mudah mengurus keperluan klaimnya.

Oleh karena itu, cobalah mencari asuransi yang dapat menanggung satu keluarga dalam satu polis.

13. Pilih asuransi murni

Mungkin kamu pernah mendengar dua jenis asuransi, yaitu asuransi murni dan asuransi unit link. Apa bedanya? Bedanya, asuransi unit-link tidak hanya menawarkan proteksi kesehatan saja, tetapi juga investasi.

Akibatnya, harga premi asuransi unit-link bisa sama dengan asuransi murni, bahkan lebih mahal, tetapi manfaat yang ditawarkan tidak lebih banyak daripada asuransi kesehatan murni.

Ini dikarenakan, sebagian dana yang kamu bayarkan juga digunakan untuk berinvestasi.

Nah, jika kamu sudah memiliki instrumen investasi sendiri, seperti reksa dana atau emas, pilihlah asuransi murni agar manfaat yang didapat lebih maksimal.

Dengan demikian, kamu dapat menghindari pemborosan sekaligus manfaat asuransi yang tanggung, padahal harga yang kamu bayarkan cukup besar.

Terakhir, pastikan membeli produk asuransi dari perusahaan yang telah terdaftar di OJK dan dilakukan oleh sales atau konsultan yang berlisensi. Jangan lupa juga untuk mempelajari ketentuan pada polis asuransi dan aktif bertanya pada sales jika ada hal-hal yang membingungkan.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →