Efek Setelah Cabut Gigi, Kenali Ciri-Ciri Infeksi & Perawatannya

efek setelah cabut gigi

Saat gigi mulai mengalami kerusakan yang cukup serius seperti rasa sakit yang tidak tertahankan, ada kalanya perlu tindakan cabut gigi untuk mengurangi rasa sakit yang cukup mengganggu. Namun, ada efek setelah cabut gigi yang kadang membuat orang takut untuk melakukannya. 

Padahal, cabut gigi diperlukan bila terdapat gigi yang bermasalah dan tidak dapat diperbaiki lagi. Beberapa kondisi tersebut antara lain; gigi yang berlubang, posisi gigi yang menyimpang, terdapat infeksi pada gigi, atau akar gigi yang mengalami kerusakan parah. 

Selain itu, masih ada lagi kondisi-kondisi lain yang menurut dokter perlu untuk segera dicabut. Simak artikel ini untuk mengetahui apa saja efek cabut gigi serta bagaimana penanganannya. 

Apa efek setelah cabut gigi?

Pencabutan gigi yang sesuai dengan proses prosedur yang benar pastinya tidak akan menimbulkan dampak negatif pada jaringan syaraf mulut. Dokter pastinya sudah memperhitungkan dan menjelaskan kepada pasien apa saja efek setelah cabut gigi agar pasien paham bagaimana mengatasinya nanti. 

Beberapa efek setelah cabut gigi antara lain rasa nyeri, bengkak, sampai munculnya lapisan putih di gusi. Munculnya lapisan putih tersebut dapat disebabkan karena berbagai hal mulai dari sisa makanan yang menumpuk sampai adanya infeksi. 

Ada pula efek setelah cabut gigi dry socket atau nyeri hebat setelah cabut gigi akibat peradangan di tulang rahang. 

Tetapi, umumnya, efek samping yang ditimbulkan adalah sedikit merasakan sakit saat penyuntikan bius serta ketika efek bius hilang setelah proses penanganan. 

Efek setelah cabut gigi geraham atas

Efek setelah cabut gigi geraham atas akan berdampak pada indikasi peradangan dan pembengkakan yang cukup fatal. Tulang penyangga gigi pun akan ikut tereduksi dan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa bila tidak segera ditangani.

Resiko retak gigi yang diakibatkan pada saat cabut gigi geraham atas harus ditangani oleh tim dokter mumpuni. 

Efek setelah cabut gigi geraham bawah 

Efek setelah cabut gigi geraham bawah berdampak langsung pada kekuatan mengunyah. Hal tersebut karena gigi geraham bawah mempunyai saraf yang kuat dan memberi kekuatan saat mengunyah. 

Sedangkan selama proses pembiusan, setidaknya kamu akan merasakan efek berikut ini.

1. Mati rasa 

Efek mati rasa yang dihasilkan diakibatkan oleh pencampuran senyawa kimiawi zat dalam obat bius dengan aliran darah. Hal tersebut menyebabkan sensasi mati rasa dibagian gigi yang dibius

2. Gusi terasa kebas

Gusi yang kebas merupakan proses lanjutan zat bius telah masuk ke akar gigi. Kamu seperti tidak merasakan gusi di bagian yang dicabut.

3. Infeksi asam lambung (bila kamu mempunyai riwayat asam lambung)

Asam lambung dapat meningkat saat proses pembiusan berlangsung. Pastikan lambung dalam kondisi normal saat akan dilakukan pembiusan.

4. Pupil mengecil

Saraf sangat rentan berinteraksi dengan obat bius, terutama di bagian saraf mata. Pembiusan dapat berakibat pada melemahnya saraf mata dari bagian kelopak mata sampai pupil yang akan mengecil

5. Kejang

Kejang yang terjadi merupakan gangguan kesadaran dalam waktu singkat yang diakibatkan oleh obat bius yang masuk. 

Efek bius dapat dirasakan sekitar 2-3 jam setelah disuntik. Setelah itu akan berangsur mereda. 

Biasanya dokter akan menyarankan pemasangan gigi palsu agar dapat menjaga posisi gigi di sebelahnya tidak berubah posisi atau miring. 

Selain itu, penggunaan gigi palsu bertujuan untuk menjaga penampilan serta kenyamanan saat mengkonsumsi makanan maupun menyikat gigi. 

Perawatan setelah cabut gigi

Setelah dilakukan cabut gigi, pasien bisa langsung keluar dari ruangan perawatan dan melakukan rawat jalan. Umumnya proses pemulihan hanya membutuhkan waktu beberapa hari saja. 

Berikut saran yang dapat dilakukan oleh kamu setelah melakukan proses cabut gigi: 

  • Gigit erat kasa yang dikasih untuk meminimalisir pendarahan pada gigi yang telah dicabut. Kasa yang dikasih terdapat zat untuk mempercepat pembekuan darah luar. Bila kasa telah penuh dengan darah, gantilah dengan kasa yang baru.
  • Redakan rasa sakit di pipi dengan cara mengkompres dengan kain handuk dingin. Bila dibiarkan akan terjadi pembengkakan di pipi. 
  • Konsumsi obat secara tepat dan rutin sesuai anjuran dokter.
  • Mulailah dengan mengkonsumsi hidangan menu ringan seperti yoghurt, puding, dan agar-agar.
  • Hindari mengunyah pada bagian gigi yang telah dicabut. 
  • Gosok gigi secara baik dan gunakan sikat gigi yang lembut.
  • Istirahatlah sampai kondisi tubuh telah membaik.
  • Bila diperlukan gunakan bantal yang menyanggah pada bagian pipi yang telah membengkak.
  • Pantangan setelah cabut gigi  

    Apakah cabut gigi sakit? Gusi setelah cabut gigi akan terasa sakit sebentar karena peradangan. 

    Agar gusi cepat sembuh, hindari beberapa pantangan setelah cabut gigi berikut ini: 

  • Hindari berkumur dengan kencang selama 24 jam pasca tindakan cabut gigi.
  • Jauhi konsumsi Alkohol dalam 24 jam setelah cabut gigi. Alkohol dapat mempercepat proses pendarahan pada gigi yang telah dicabut.
  • Hindari makanan dan minuman panas yang beresiko terjadi peradangan pada mulut. 
  • Hindari menyeruput/menyedot terlalu kuat karena meningkatkan rasa sakit yang tidak tertahankan. 
  • Jangan olahraga selama 3-4 hari setelah dilakukan tindakan cabut gigi. Olahraga yang terlalu intens dapat meningkatkan perdarahan dan pembengkakan yang meninggalkan rasa tidak nyaman.
  • Hindari rokok karena akan meningkatkan proses penggumpalan di bagian gigi yang berlubang. 
  • Ciri Infeksi Setelah Cabut Gigi

    Ruang kosong yang terdapat pada susunan gigi pasca cabut gigi pastinya memungkinkan terjadinya kontaminasi dari zat luar. 

    Risiko Dry Socket atau Alveolar Osteitis (komplikasi karena terjadinya penggumpalan darah di mulut) dapat meninggalkan rasa sakit yang luar biasa bila tidak ditangani dengan baik. 

    Berikut ciri-ciri infeksi yang terjadi setelah cabut gigi:

    1. Rasa nyeri selama 1-3 hari setelah cabut gigi

    Jaringan tubuh yang terlepas pastinya meninggalkan pendarahan yang besar. Hal tersebut terjadi juga pada gigi yang telah dicabut. 

    Gusi yang tertempel di rangkaian susunan gigi terdiri dari berjuta-juta saraf yang saling terhubung ke otak. Sehingga saat gusi rusak dicabut pastinya akan meninggalkan rasa nyeri yang cukup menyakitkan. 

    Namun tenang saja, rasa nyeri yang terjadi dapat diredam dengan kain kasa gigit untuk meredam nyeri setelah dilakukan tindakan cabut gigi. 

    2. Mulut menimbulkan bau tidak sedap 

    Rongga mulut mengandung banyak kuman dan bakteri yang dapat menimbulkan bau tidak sedap. Bau tidak sedap tersebut dapat diperparah jika gigi berlubang tidak ditangani dengan baik. 

    Selain itu, karang gigi yang mulai menebal dapat menjadi sarang kuman yang sangat berbahaya. 

    Gunakan mouthwash non-alkohol untuk menjaga kebersihan rongga mulut tetap sehat dan terhindar dari bau tidak sedap. 

    3. Radang gusi 

    Infeksi bakteri pada gusi dapat meningkatkan pembengkakan dan pendarahan. Radang gusi yang terjadi dapat terjadi karena kebiasaan menyikat gigi yang tidak benar maupun kebiasaan merokok yang dapat merusak gusi. 

    4. Area soket gigi melunak

    Soket gigi melunak yang disebabkan oleh soket mengering (Alveolar Osteitis) dapat meninggalkan rasa tidak nyaman saat mengunyah.

    Soket melunak karena gumpalan darah yang dihasilkan terlalu cepat mengering dan mengkontraksi tulang dan saraf menjadi sensitif. 

    Soket gigi yang lunak mudah terkontaminasi oleh kuman dan dapat menyebabkan dendam. Hal tersebut disebabkan oleh sel pelindung diri berusaha keras untuk melawan kuman-kuman yang masuk melalui gigi yang telah dicabut. 

    5. Terdapat lapisan tulang socket yang terlihat

    Kejadian ini mungkin saja dapat terjadi karena terjadinya kontaminasi dari zat luar seperti makanan dan minuman yang terlalu panas/dingin, maupun rasa yang terlalu ekstrim seperti pedas, manis, asin, dan asam. 

    Bila di lokasi gigi yang telah dicabut terdapat tulang yang menyangga, segeralah minum obat painkiller. Timbulnya tulang di lokasi gigi yang dicabut (Dry Socket) dapat meninggalkan rasa nyeri yang cukup menyakitkan sampai ke bagian telinga, mata, pelipis, dan leher. 

    Tips dari Lifepal! Cabut gigi bungsu tanpa operasi mungkin saja dapat dilakukan. Namun lebih baik dilakukan oleh dokter berpengalaman agar gigi tidak mengalami peradangan dan pendarahan yang tidak terkontrol dan mencegah infeksi yang mungkin saja terjadi setelah tindakan cabut gigi. 

    Agar kamu tidak terbebani dengan biaya cabut gigi yang cukup mahal, sebaiknya kamu menggunakan asuransi kesehatan yang punya rider asuransi gigi. Semoga artikel ini dapat membantu kamu untuk mengetahui efek cabut gigi serta penangananya. 

    Gunakan asuransi gigi untuk mengcover biaya berobat 

    Asuransi gigi biasanya merupakan manfaat tambahan atau rider dari asuransi kesehatan. Asuransi gigi dapat mengcover biaya pengobatan gigi di fasilitas kesehatan sehingga kamu tak perlu mengeluarkan uang untuk berobat. 

    Jenis perawatan gigi yang ditanggung asuransi berbeda-beda untuk setiap perusahaan asuransi. Adapun secara umum biaya yang ditanggung antara lain biaya perawatan gigi yang mencakup perawatan dasar dan perawatan kompleks sampai pemasangan gigi palsu. 

    Cari tahu di Lifepal daftar asuransi gigi terbaik di Indonesia dan bandingkan sendiri harga dan manfaat yang ditawarkan. Sebagai marketplace asuransi terbesar di Indonesia, Lifepal berkomitmen untuk menyediakan informasi yang lengkap dan transparan sehingga kamu bisa mendapatkan produk asuransi yang paling tepat. 

    Pertanyaan seputar efek cabut gigi

    Biaya cabut gigi cukup beragam antara klinik satu dengan yang lain. Perkiraan biaya yang harus dikeluarkan untuk sekali tindakan cabut gigi berkisar antara Rp250.000-Rp750.000 lebih tergantung dari masalah gigi, serta klinik dan fasilitas yang tersedia.
    Asuransi kesehatan menawarkan penggantian biaya pengobatan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya sehingga penggunanya tidak perlu mengeluarkan uang untuk berobat. Salah satu jenisnya adalah asuransi kesehatan cashless yang memungkinkan pengguna berobat ke faskes hanya dengan menunjukkan kartu asuransi yang dimiliki.
    Artikel Terkait Lainnya
    Artikel terkait tidak ditemukan