Iuran BPJS Kesehatan Setelah Sistem Kelas Dihapus [Terbaru]

Iuran BPJS Kesehatan

Iuran BPJS Kesehatan kembali mengalami perubahan. Setelah sempat disahkannya kenaikan iuran pada bulan Januari 2020 lalu melalui Perpres 75/2019, Mahkama Agung kemudian membatalkan keputusan tersebut. Sehingga kembali mengikuti aturan awal yaitu sesuai Perpres 82/2018. 

Tidak berhenti sampai situ, melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pemerintah kembali berencana menghapus sistem kelas pada BPJS Kesehatan yang diperkirakan akan mulai berlaku tahun 2021. Artinya, tidak ada lagi perbedaan layanan kesehatan antara kelas I, II, dan III. 

Karena itu, selain terdaftar dalam program BPJS Kesehatan, penting juga untuk kita memiliki asuransi kesehatan swasta agar bisa mendapatkan layanan kesehatan tambahan secara maksimal. Apalagi sekarang sudah ada banyak pilihan polis asuransi kesehatan pengembalian premi. Jadi, jika tidak ada klaim, premi yang dibayarkan akan dikembalikan, sehingga dijamin tidak akan rugi. 

Nah, balik lagi soal program kesehatan wajib dari pemerintah ini, lantas berapa sih sebenarnya tarif BPJS Kesehatan terbaru saat ini? Seperti apa sistem dendanya? Dan bagaimana cara kerja BPJS Kesehatan jika sistem kelas dihapuskan? 

Sebelum membahas lebih lanjut, perlu kamu tahu bahwa bayar iuran BPJS Kesehatan sekarang mudah dan praktis lho! Kamu bisa bayar melalui Lifepal secara online.

Iuran BPJS Kesehatan 2020

Iuran BPJS Kesehatan sempat mengalami perubahan yang berlaku mulai dari bulan Juli 2020 hingga Maret 2020. Kemudian perubahan yang awalnya telah disahkan tersebut dibatalkan oleh Mahkama Agung, sehingga iurannya kembali mengikuti nominal awal per bulan April 2020 hingga saat ini. 

“Besaran iuran yang tercantum sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2019 tentang perubahan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan Pasal 32 Ayat 1”

1.Bagi peserta mandiri

Berikut adalah besaran iuran BPJS Kesehatan mandiri dan perusahaan yang berlaku hingga saat ini (Data September 2020): 

BPJS Kesehatan mandiri adalah kepesertaan nasabah yang bersifat perorangan atau dibayarkan secara personal, bukan dari perusahaan maupun organisasi. Adapun besaran iuran BPJS Kesehatan periode Juli 2020 – Maret 2020 (Perpres 75/2019): 

  • Kelas 1: Rp80.000
  • Kelas 2: Rp51.000
  • Kelas 3: Rp25.500

Sementara tarif terbaru atau per September 2020 (Perpres 82/2018):

  • Kelas 1: Rp150.000
  • Kelas 2: Rp100.000
  • Kelas 3: Rp42.000

2. Bagi peserta perusahaan 

BPJS Kesehatan perusahaan adalah kepesertaan pekerja atau karyawan perusahaan yang sebagian dibayarkan oleh pihak perusahaan dan bersifat wajib. Cara menghitung iuran BPJS Kesehatan karyawan tentu berbeda dengan program mandiri. 

Berikut ini adalah perhitungan iuran BPJS Kesehatan perusahaan 2020:

  • Besaran iuran yang harus dibayarkan adalah 5 persen dari gaji
  • Perusahaan wajib menanggung 4 persen dan karyawan 1 persen dari gaji
  • Gaji yang dimaksud adalah gaji pokok + tunjangan tetap
  • Batas paling tinggi gaji yang digunakan untuk dasar perhitungan iuran adalah Rp12 juta
  • Batas paling rendah gaji yang dugunakan untuk dasar perhitungan iuran adalah UMK/UMP
  • Penambahan kepesertaan anggota keluarga dikenakan tambahan 1 persen dari gaji per orang
  • Maksimal menanggung 5 orang, yaitu tertanggung karyawan + pasangan + 3 anak

Tarif BPJS Kesehatan Setelah Sistem Kelas Dihapus

Perubahan terkait aturan BPJS Kesehatan tidak berhenti sampai situ, di mana pemerintah mengumumkan rencana penghapusan sistem kelas pada jaminan sosial kesehatan yang diprediksikan akan berjalan tahun 2021 atau paling lambat 2022.

Oscar Primadi selaku Sekretaris Jenderal Kemenkes juga menjelaskan bahwa penerapan baru ini berlaku setiap peserta BPJS Kesehatan dan akan direalisasikan secara bertahap. Nantinya akan ada standar batasan kebutuhan dasar kesehatan (KDK) yang masih dikoordinasikan oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Kemenkes, BPJS Kesehatan , Kementerian Keuangan, dan pihak berkepentingan lainnya.

Tentu saja jika sistem kelas dihapus, akan ada penyesuaian kembali pada iuran BPJS Kesehatan. 

Tanggapan Terkait Perubahan Sistem Kelas BPJS Kesehatan

Perubahan ini tentu mendapatkan banyak tanggapan dari berbagai pihak. Menurut anggota DJSN Muttaqien,  perubahan  ini bertujuan untuk memastikan setiap masyarakat atau peserta BPJS mendapatkan hak yang sama. Sehingga tidak ada perbedaan berdasarkan kelas ekonomi masyarakat Indonesia. 

Sementara dilansir dalam Bisnis.com, Saleh Partaonan selaku Anggota Komisi IX DPR berpendapat bahwa sistem baru ini mungkin akan menggunakan layanan BPJS Kesehatan kelas 3 sebagai standar. 

Sementara berdasarkan data Kementerian Kesehatan, saat ini terdapat sekitar 270 ribu tempat tidur rumah sakit, yang 47 persen di antaranya mengikuti standar BPJS Kelas 3. Karena itu, perawatan di fasilitas kesehatan dinilai belum mencukupi dan berisiko terjadi penumpukan peserta BPJS

Cara Cek Iuran BPJS Kesehatan Online

Cara cek iuran BPJS Kesehatan perusahaan maupun mandiri sekarang bisa dilakukan dengan mudah secara online. Untuk peserta mandiri atau bukan penerima upah bisa melihat informasi pembayaran iuran melalui BPJS Kesehatan Iuran Checking. 

Atau secara umum untuk peserta perusahaan dan mandiri bisa melalui situs resmi BPJS Kesehatan atau melalui aplikasi JKN.

Perhitungan Denda BPJS Kesehatan 

Denda iuran BPJS Kesehatan mengacu pada Pasal 42 Ayat 6a Perpres No. 64 Tahun 2020. Dalam Peraturan Presiden tersebut dijelaskan bahwa denda BPJS Kesehatan dikenakan sebesar 5 persen dari perkiraan biaya paket Indonesia Case Based Groups untuk setiap bulan yang tertunggak. Selain itu besaran denda paling tinggi adalah Rp30 juta dan jumlah bulan paling banyak maksimal 12 bulan. 

Ada juga peraturan terkait denda BPJS Kesehatan yang perlu diperhatikan. Perlu dipahami bahwa besaran denda tersebut terbilang cukup tinggi. Khususnya jika dibandingkan dengan asuransi swasta yang umumnya tidak menerapkan denda, melainkan polis di non aktifkan. Karena itu, sebaiknya pertimbangkan memiliki polis asuransi kesehatan dengan premi murah saja. 

Pertanyaan Seputar Tarif BPJS Kesehatan

Sesuai Prepres 82/208 per September 2020:

  • Kelas 1: Rp150.000
  • Kelas 2: Rp100.000
  • Kelas 3: Rp42.000

Dapat dilakukan melalui aplikasi JKN, SMS, ataupun mengunjungi situs resmi BPJS Kesehatan. Selengkapnya bisa lihat pada artikel Cek BPJS Kesehatan Secara online.
Iuran yang telah dibayarkan tidak dapat diambil. Artinya, jika tidak ada klaim, berarti iuran atau premi yang telah dibayarkan akan hangus.
Sangat mudah, peserta bisa melakukannya melalui SMS Gateway dengan format: NIK (spasi) Nomor Induk atau NIK KTP dan kirim ke nomor 087775500400.

Itu tadi informasi seputar iuran BPJS Kesehatan, khususnya setelah dikabarkan tidak lagi menggunakan sistem kelas I, II, dan III. Hanya saja, belum ada keputusan mutlak terkait aturan atau cara kerja BPJS Kesehatan ini.

Punya pertanyaan lain seputar BPJS Kesehatan dan asuransi? Kamu bisa lho tanyakan langsung pada ahlinya lewat fitur Tanya Lifepal!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →