Pajak Progresif Mobil 2020 – Biaya dan Cara Menghitungnya

pajak progresif mobil

Pajak progresif mobil adalah besaran pajak kendaraan yang dibebankan kepada pemilik mobil dengan persentase yang mengacu pada jumlah atau kuantitas objek pajak (mobil).

Pajak progresif harus dibayarkan pemilik mobil apabila memiliki lebih dari satu mobil. Penarikan pajak progresif didasarkan pada Kartu Keluarga atau KK.

Meski pemilik mobil berbeda, selama identitasnya tetap berada dalam satu Kartu Keluarga maka pajak progresif tetap berlaku.

Seperti diketahui, kendaraan mobil masuk dalam kategori barang mewah yang dikenakan pajak. Begitu juga pemilik sepeda motor.

Apalagi kalau jumlah kendaraan roda empat dan roda dua itu lebih dari satu.

Seluk beluk pajak progresif mobil

Pajak progresif berlaku jika kamu memiliki kendaraan lebih dari satu dengan nama milik sendiri atau nama anggota keluarga yang tinggal di satu alamat rumah.

Acuan penerapan pajak progresif mobil ini adalah Kartu Keluarga (KK). Dengan kata lain, meski beda nama pemilik, tetapi masih terdaftar dalam satu KK, akan dikenakan pajak progresif.

Jadi, pajak progresif akan diterapkan pada kendaraan dengan kesamaan nama pemilik dengan alamat tempat tinggal pemilik.

Persentase daftar tarif pajak progresif mobil

Pajak progresif mobil adalah pajak yang dikenakan bagi pemilik mobil dengan penghitungan ketentuan tarif pajak sesuai dengan yang disebutkan.

Ketentuan tarif pajak progresif bagi kendaraan bermotor ini telah diatur dalam pasal 6 Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009, yaitu:

  • Kepemilikan kendaraan bermotor pertama dikenakan biaya paling sedikit 1%, sedangkan paling besar 2%.
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kedua, ketiga, dan seterusnya dibebankan tarif paling rendah 2% dan paling tinggi 10%.

Persentase tarif memang sudah ditetapkan. Meski begitu, setiap daerah memiliki kewenangan untuk menetapkan besarnya.

Namun, harus memenuhi syarat, jumlah tarif tersebut tidak melebihi rentang yang dicantumkan dalam Pasal 6 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009.

Buat kamu yang mau mengetahui tarif pajak progresif, berikut ini merupakan besaran pajak progresif untuk wilayah DKI Jakarta.

Urutan Kepemilikan Tarif Pajak
Kendaraan 1 2%
Kendaraan 2 2,5%
Kendaraan 3 3%
Kendaraan 4 3,5%
Kendaraan 5 4%
Kendaraan 6 4,5%
Kendaraan 7 5%
Kendaraan 8 5,5%
Kendaraan 9 6%
Kendaraan 10 6,5%

*Seterusnya dengan penambahan 0,5% setiap pertambahan unit kendaraan selanjutnya.

Cara menghitung pajak progresif mobil

Pajak kendaraan bermotor telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Undang-undang ini menyebut kepemilikan kedua untuk pembayaran pajak dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

  • Kepemilikan kendaraan roda kurang dari empat.
  • Kepemilikan kendaraan roda empat.
  • Kepemilikan kendaraan roda lebih dari empat.

Saat kamu memiliki satu mobil, satu motor, dan satu truk dalam satu rumah dan semua kendaraan tersebut atas nama yang sama, apakah akan kena pajak progresif?

Sebagaimana dikutip dari laman indonesia.go.id, pajak progresif berlaku untuk kepemilikan kendaraan dari kelompok kendaraan yang sama.

Itu berarti bila kamu punya satu mobil, satu motor, dan satu truk, tidak dikenakan pajak progresif.

Tiap-tiap kendaraan ditetapkan menjadi kepemilikan pertama karena berbeda jenis. Sehingga membuat kamu hanya dikenakan pajak pertama untuk tiap kendaraan tersebut.

Ketentuan perhitungan pajak progresif mobil

Terdapat dua hal dasar yang digunakan untuk menghitung pajak progresif pada kendaraan. Berikut ini yang menjadi dasar perhitungan yang digunakan:

1. Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) 

NJKB merupakan sebuah nilai yang sudah diterapkan dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) yang sebelumnya telah menerima data dari APM.

APM merupakan singkatan dari Agen Pemegang Merek. Perhitungan NJKB ini tidak didasarkan pada pasaran, melainkan pada depresiasi.

Depresiasi atau penyusutan nilai kendaraan setiap tahunnya yang didasarkan pada perhitungan pabrikan menjadi dasar menghitung NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor.

2. Dampak negatif dari penggunaan kendaraan

Dasar ini berlaku pada mobil besar yang memiliki bobot 3 ton ke atas. Contoh mobil yang disebutkan adalah truk, bus, dan masih banyak lagi.

Mengapa hanya mobil yang memiliki bobot 3 ton ke atas saja? Hal ini didasarkan pada tingkat kerusakan jalan yang dipengaruhinya.

Umumnya, mobil dengan bobot yang terlalu berat menjadi faktor atau penyebab utama yang menyebabkan jalan cepat mengalami kerusakan.

Tingkat kerusakan jalan dinyatakan dalam koefisien yang memiliki nilai lebih dari satu.

Pemilik kendaraan bermotor termasuk dalam golongan wajib pajak

Jika diterjemahkan secara umum, pajak progresif adalah tarif yang dipungut dari kendaraan dengan persentase tertentu dan didasarkan pada jumlah atau kuantitas objek pajak dan harga atau nilai objek tersebut.

Pajak progresif diterapkan pada setiap nama pemilik yang memiliki lebih dari dua kendaraan.

Karena itu, jika kamu menjual atau membeli motor second, segera lakukan proses balik nama guna mempermudah pembayaran pajak progresif agar tidak dibebankan pada pemilik sebelumnya.

Contoh & simulasi perhitungan pajak progresif mobil

Buat lebih jelasnya, berikut ini ilustrasi dan simulasi secara langsung perhitungan pajak progresif mobil.

Namun, angka ini merupakan angka acak untuk mempermudah memberikan ilustrasi. Kalau ingin lebih jelas, kamu bisa melihat STNK milikmu sendiri.

Misalnya, kamu memiliki 2 unit mobil dengan tipe dan tahun yang sama. Maka rumus penghitungannya sebagai berikut:

PKB (Pajak Progresif Kendaraan) = NJKB x persentase

Berikut ini merupakan pengandaian nilai-nilainya:

  • PKB (Pajak Kendaraan Bermotor): Rp1.745.000
  • SWDKLLJ ( Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan): Rp143.000
  • Maka NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor): (PKB/2) x 100 = (Rp1.745.000/2) x 100 = Rp87.250.000

Pajak progresif mobil pertama:

  • PKB = Rp85.000.000 x 1,5% = Rp1.275.000
  • SWDKLLJ = Rp150.000
  • Total = Rp1.425.000

Pajak progresif mobil kedua:

  • PKB = Rp85.000.000 x 2% = Rp1.700.000
  • SWDKLLJ = Rp150.000
  • Total = Rp1.850.000.

Perhitungan pajak kendaraan di wilayah DKI Jakarta

Dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015 menyebutkan aturan baru mengenai pengenaan pajak pada pemilik kendaraan.

Perhitungan pajak progresif tidak lagi diberlakukan berdasarkan nama dan alamat di KTP saja, tapi dilihat pula nama dan alamat di Kartu Keluarga (KK).

Bila seorang anak baru saja membeli kendaraan bermotor, dan dia masih terdaftar dalam satu Kartu Keluarga, itu sudah termasuk dalam pajak progresif sekalipun itu adalah kendaraan yang tidak memakai namanya.

Lain halnya jika anak tersebut sudah memiliki alamat yang berbeda dengan orang tuanya atau menikah dan pisah KK, pajak progresif tidak akan diberlakukan pada anak tersebut.

Sistem administrasi kependudukan dan catatan sipil yang kini telah berjalan online cukup memudahkan dalam proses pencabutan pajak progresif.

Secara otomatis, sistem akan menghitung ulang pajak berdasarkan urutan kendaraan yang dimiliki dalam KK tersebut.

Bila setelah pecah KK, pajak yang berlaku masih terkena progresif maka yang perlu kamu lakukan adalah pergi ke Samsat untuk klarifikasi pajak progresif.

Pemohon harus melampirkan KK lama serta KK-nya yang baru kemudian isi formulir yang menyatakan bahwa ini sudah beda keluarga.

Petugas Samsat akan melakukan pengecekan dan update data kepemilikan.

Tips tidak kena pajak progresif mobil

Meski sudah cukup jelas, aturan mengenai pajak progresif ini masih cukup membingungkan sebagian orang.

Misalnya, apakah kalau kasusnya sudah menikah dan punya Kartu Keluarga (KK) yang beda dengan orang tua, tapi masih menggunakan alamat yang sama, tetap dikenakan pajak progresif untuk kendaraan yang dimiliki?

Jawabannya terkait cara untuk tidak terkena pajak progresif adalah melakukan blokir STNK atau langsung membalik nama kepemilikan kendaraan.

Contoh lainnya, kamu menjual mobil ke orang lain, tapi tidak melakukan balik nama kepemilikan mobil tersebut, pajak progresif akan ditanggungkan pemilik lama.

Dengan kondisi itu, jika menjual kendaraan bermotor kepada orang lain, sebaiknya segera melakukan proses balik nama.

Selain itu, pemilik lama juga bisa melakukan blokir STNK. Tujuannya agar dia tidak terkena pajak progresif saat membeli kendaraan baru.

Lantas, bagaimana cara blokir STNK? Pemilik kendaraan hanya perlu menyediakan pernyataan penjualan kendaraan bermaterai dan melampirkan fotokopi STNK dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Apabila melakukan transaksi jual kendaraan, segera mendatangi kantor Samsat terdekat lalu menyerahkan surat pernyataan dan kelengkapan tersebut sehingga petugas segera melakukan pemblokiran dan pemilik berikutnya wajib segera membalik nama.

Bila tak ada fotokopi STNK, yang terpenting menyertakan nomor polisi dan jenis kendaraan, disertakan juga KTP yang sesuai dengan STNK dan surat pernyataan.

Prosesnya tidak memakan waktu lama, tergantung dari kelengkapan dokumen yang harus diserahkan.

Lindungi kendaraanmu dengan asuransi mobil

Setelah mengetahui pajak progresif mobil, jangan lupa untuk berkendara dengan baik dan pastikan kendaraanmu sudah terlindungi asuransi kendaraan terbaik.

Sebelum terjun langsung ke premi asuransi mobil, tentukan dulu jenis asuransi yang pas dengan bujet dan kebutuhanmu.

Dua jenis asuransi mobil terdiri dari asuransi all risk dan asuransi TLO. Ikut kuis singkat berikut ini untuk mengetahui jenis asuransi yang paling cocok untukmu:

Hitung premi asuransi mobil dengan kalkulator ini

Apabila kamu masih bingung asuransi mobil apa yang cocok buat kamu, dan berapa sih perkiraan preminya, coba gunakan Kalkulator Premi Asuransi Mobil dari Lifepal berikut ini:

Pertanyaan seputar pajak progresif mobil

Buat kamu yang mau tahu lebih banyak tentang keuangan? Lihat pertanyaan populer beserta jawabannya seputar keuangan di Tanya Lifepal.

Apa itu pajak progresif mobil?

Pajak progresif mobil adalah besaran pajak kendaraan yang dibebankan kepada pemilik mobil dengan persentase yang mengacu pada jumlah atau kuantitas objek pajak (mobil).

Pajak progresif harus dibayarkan pemilik kendaraan apabila memiliki lebih dari satu mobil. Penarikan pajak progresif didasarkan pada Kartu Keluarga atau KK.

Apakah pajak progresif berlaku untuk sepeda motor?

Pajak progresif merupakan pajak yang dibebankan kepada pemilik kendaraan bermotor, baik berupa mobil maupun sepeda motor.

Pajak berlaku jika jumlah kendaraannya lebih dari satu dengan nama pribadi atau nama anggota keluarga yang tinggal di satu alamat.

Berapa persentase tarif pajak progresif mobil?

Ketentuan tarif pajak progresif bagi kendaraan bermotor ini telah diatur dalam pasal 6 Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009, yaitu:

  • Kepemilikan kendaraan bermotor pertama dikenakan biaya paling sedikit 1%, sedangkan paling besar 2%.
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kedua, ketiga, dan seterusnya dibebankan tarif paling rendah 2% dan paling tinggi 10%.

Apa saja jenis kendaraan yang kena pajak progresif mobil?

Kepemilikan kedua untuk pembayaran pajak dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

  • Kepemilikan kendaraan roda kurang dari empat.
  • Kepemilikan kendaraan roda empat.
  • Kepemilikan kendaraan roda lebih dari empat.

Bagaimana rumus perhitungan pajak progresif mobil?

PKB (Pajak Progresif Kendaraan) = NJKB x persentase.

Bagaimana caranya agar tidak perlu bayar pajak progresif mobil?

Cara untuk tidak terkena pajak progresif adalah melakukan blokir STNK atau langsung lakukan balik nama kepemilikan kendaraan.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →