13 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

dasar hukum asuransi syariah

Meski sudah banyak yang tahu akan keberadaan jenis-jenis asuransi, masih ada yang bingung soal perbedaan asuransi syariah dan konvensional. Mungkin kamu termasuk di antaranya?

Seiring dengan berkembangnya zaman, asuransi konvensional di Indonesia ditemani oleh adiknya, asuransi syariah. Dulu, Indonesia memang hanya mengenal asuransi konvensional.

Tapi mulai pertengahan 1990-an, muncul Asuransi Takaful yang menjadi pelopor asuransi syariah. Istilahnya, embahnya asuransi syariah di Nusantara. Kemunculan si embah ini dengan segera diikuti generasi bawahnya hingga bertahan sampai sekarang.

Lalu, apa yang bikin beda antara asuransi syariah dan konvensional? Dari penamaannya saja sudah terlihat satu poin perbedaan. Tapi yang lebih penting adalah perbedaan di dalamnya. Berikut adalah 13 poin perbedaan asuransi syariah dan konvensional:

1. Perjanjian

Syariah: Memakai akad hibah dengan konsep saling menolong, sama-sama gak mengharap imbalan.

Konvensional: Mirip transaksi jual-beli, sama-sama berharap bisa ambil untung sebesarnya dan rugi sekecilnya.

2. Dana

Syariah: Dana dimiliki semua peserta asuransi. Perusahaan hanya menjadi pengelola dana, gak punya hak memiliki.

Konvensional: Dana premi yang dibayarkan jadi milik perusahaan karena konsepnya jual-beli, sehingga bebas mau dipakai buat apa pun asal sesuai dengan perjanjian.

3. Pengelolaan dana

Syariah: Dana semaksimal mungkin diolah untuk keuntungan peserta asuransi. Pengelolaannya juga lebih transparan.

Konvensional: Perusahaan secara sepihak menetapkan premi dan biaya lain, misalnya administrasi, untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya.

4. Bagi hasil

Syariah: Keuntungan yang didapat dari pengelolaan dana asuransi akan dibagi untuk semua peserta dan perusahaan asuransi secara merata.

Konvensional: Keuntungan dari kegiatan asuransi sepenuhnya jadi milik perusahaan.

5. Ada zakat

Syariah: Peserta wajib membayar zakat yang diambil dari jumlah keuntungan perusahaan.

Konvensional: Tak ada zakat.

6. Pengawasan dana

Syariah: Ada Dewan Pengawas Syariah (DPS) di tiap perusahaan berbasis syariah, termasuk perusahaan asuransi. Tugasnya mengawasi perusahaan itu untuk selalu menaati prinsip syariah dalam mengelola dana asuransi. DPS bertanggung jawab kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Konvensional: Pengawasan dana dilakukan secara internal oleh manajemen, gak ada pihak luar yang bisa masuk.

7. Status dana

Syariah: Dana yang disetor peserta asuransi bisa diambil kalau dalam perjalanannya gak sanggup lanjut bayar. Hanya ada potongan kecil berupa dana tabarru dalam hal ini.

Konvensional: Kalau gak sanggup bayar premi, seluruh dana yang sudah disetor statusnya hangus alias jadi milik perusahaan.

8. Jenis investasi (unit link)

Syariah: Dana asuransi unit link hanya boleh diinvestasikan ke bidang yang gak dinilai haram. Investasi ke perusahaan yang berkaitan dengan judi, misalnya, dilarang.

Konvensional: Dana bebas diasuransikan di bidang mana pun, asal itu berpotensi mendatangkan keuntungan.

9. Prinsip dasar

Syariah: Prinsip dasar yang diaplikasikan oleh asuransi syariah adalah pola saling menanggung risiko antara perusahaan atau peserta. Dalam artian, risiko akan dibebankan atau dibagi kepada perusahaan asuransi dan peserta asuransi itu sendiri. Intinya, asas tolong menolong

Konvensional: Berkebalikan dengan syariah, konvensional justru memindahkan risiko dari peserta kepada perusahaan secara penuh. Dalam artian, perusahaan asuransi di sini berperang sebagai penanggung.

10. Wakaf

Wakaf mungkin menjadi satu-satunya manfaat asuransi syariah yang gak kamu temukan di asuransi konvensional. Pada dasarnya, wakaf adalah penyerahan hak milik atau harta benda yang tahan lama kepada sang penerimanya. Tujuannya untuk kepentingan umat yang bersifat perlindungan.

11. Klaim

Syariah: Dalam asuransi syariah, pembayaran klaim menggunakan pencairan dana dari tabungan bersama. Seperti prinsip dasarnya, dana yang sudah nasabah ikhlaskan untuk tolong menolong antar nasabah.

Konvensional: Dana dapat dicairkan dari rekening perusahaan asuransi dengan perbandingan risiko dan modalnya. 

12. Objek

Syariah: Untuk pengelolaan dana, asuransi syariah hanya akan menyasar ke objek-objek yang bersifat halal atau jelas tanpa mengandung syubhat. Artinya, gak ada yang ditutup-tutupi.

Konvensional: Sementara untuk konvensional, objek dan pengelolaan dana dibebaskan tanpa harus melihat faktor halal atau tidaknya.

13. Dana hangus

Syariah: Status dana, dalam artian dana yang hangus tidak berlaku di asuransi syariah. karena dana tetap bisa diambil meskipun ada sebagian kecil yang diikhlaskan sebagai dana tabarru.

Konvensional: Dana akan hangus apabila polis tidak diklaim oleh pemiliknya. Contohnya jika pemegang polis asuransi kesehatan tidak pernah mengajukan klaim hingga masa pertanggungan berakhir.

Mau ikut asuransi syariah atau konvensional, kita sendiri yang bisa menentukan. Tentunya dalam asuransi syariah terdapat kata-kata yang berkaitan dengan ajaran Islam. Jadi, bagi warga nonmuslim mesti lebih berusaha untuk memahami istilah-istilah di dalamnya. Bagaimana pun, layanan asuransi amat berguna buat kita-kita yang ingin merencanakan masa depan lebih baik. Kecuali kita peramal yang bisa melihat masa depan, ya. Kalau betul peramal, sekalian dong ramal besok saham perusahaan mana yang naik biar yang investasi reksa dana saham bisa untung maksimal.

Pertanyaan mengenai perbedaan asuransi syariah dan konvensional

Ini merupakan dana yang akan diberikan kepada peserta bila terdapat kelebihan dari rekening Tabarru, termasuk jika ada pendapatan lain setelah dikurangi pembayaran santunan atau klaim dan hutang kepada perusahaan, jika ada.

Hal ini tidak berlaku pada Asuransi Konvensional, karena semua keuntungan dimiliki oleh pihak perusahaan asuransi.

Nah, ada perbedaan yang cukup signifikan terkait proses klaimnya. Sebab asuransi syariah memungkinkan seluruh keluarga inti menggunakan satu polis. Di samping itu, kontribusi tabarru lebih ringan dibanding pembayaran premi, seluruh keluarga akan mendapatkan perlindungan rawat inap di rumah sakit. Asuransi konvensional hanya memperbolehkan satu orang memegang satu Polis.

Yang pasti, asuransi syariah menyasar target konsumen yang jelas, yaitu umat Islam. Tapi, jangan salah ya! Nonmuslim juga boleh ikut asuransi syariah. Jadi, nasabah bank syariah juga boleh, gak ada pembedaan agama asal mematuhi aturannya.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →