Produk Asuransi Yang Mana Yang Perlu Diprioritaskan di Antara Banyaknya Kebutuhan?

Asuransi mana ya yang jadi prioritas? Pasti bingung jawabnya saat dihadapkan dengan begitu banyak penawaran produk asuransi. Di saat bersamaan, anggaran yang dialokasikan pun juga terbatas. Alhasil, usaha pilah-pilah produk asuransi pun bisa menjadi lebih keras lagi.

 

Terlepas dari itu, perlu ditekankan lagi bila fungsi utama dari asuransi adalah menanggung kerugian finansial yang tak sanggup ditanggung sendiri. Manfaat inilah yang menjadi kunci dalam menentukan skala prioritas mengambil produk asuransi. [Baca: Melihat Pentingnya Asuransi Bagi Masa Depan]

 

Jangan salah ukur prioritas di sini. Prioritas yang dimaksud ukurannya adalah pada risiko yang kemungkinan memberi dampak terbesar pada keuangan keluarga, bukan dari sering atau tidaknya risiko itu terjadi.

 

Bila risiko itu sangat kecil dampaknya pada keuangan, lalu buat apa diasuransikan. Beda kasus jika risiko itu bakal membuat kerugian serius pada keuangan, maka bisa dipertimbangkan untuk mengalihkan risiko itu ke pihak asuransi.

 

Yang tak kalah penting adalah ketersediaan dana. Dana yang terbatas pastinya membuat kita selektif pula dalam menentukan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan.

 

Misalnya saja dalam kasus sebuah keluarga di mana mendahului asuransi pendidikan untuk anak, kesehatan, tapi mengabaikan asuransi jiwa. Padahal, asuransi jiwa ini yang meng-cover kerugian finansial jika si pencari nafkah meninggal dunia.

 

Punya anak sebanyak ini, pusing kepala mikirin cara proteksi mereka satu demi satu
Punya anak sebanyak ini, pusing kepala mikirin cara proteksi mereka satu demi satu

 

Jenis Asuransi

Oke, sekarang konkretnya jenis asuransi apa saja yang dipertimbangkan menjadi prioritas. [Baca: Jenis-Jenis Asuransi yang Ada di Indonesia]

 

1. Asuransi jiwa

Jenis asuransi ini akan menanggung kerugian yang terjadi jika si pencari nafkah meninggal dunia. Bayangkan, ketika sebuah keluarga kehilangan pencari nafkah yang selama ini menopang perekonomian keluarga.

 

Biasanya ayah yang menjadi sumber pencari nafkah, maka sebaiknya diasuransikan. Tak tertutup kemungkinan bila ibu juga turut menopang perekonomian keluarga bisa pula punya produk asuransi jiwa.

 

2. Asuransi kesehatan

Pertimbangan berikutnya adalah asuransi kesehatan. Masalahnya, produk ini ada proteksi tambahan yang mesti dipilih. Misalnya saja manfaat rawat inap, rawat gigi, persalinan, imunisasi, dan lain sebagainya. Hanya proteksi tambahan itu sifatnya tak wajib. Sementara yang wajib adalah rawat inap untuk seluruh anggota keluarga yang biayanya terbilang besar.

 

Meski begitu, asuransi kesehatan ini bisa saja tidak menjadi prioritas jika sudah ada fasilitas dari kantor bagi karyawan. Biasanya kantor sudah memberikan benefit asuransi kesehatan bagi pekerjanya. Tinggal ditelaah lagi apakah asuransi dari kantor itu sudah sesuai kebutuhan atau masih perlu ditambah lagi.

 

Sudah jatuh sakit, masih harus dibikin pusing karena biaya karena tidak ada asuransi
Sudah jatuh sakit, masih harus dibikin pusing karena biaya karena tidak ada asuransi

 

3. Asuransi penyakit kritis

Bagaimana bila mengidap penyakit kritis? Apa saja dampaknya? Ini tentunya bisa jadi masalah bila penyakit kritis menimpa pencari nafkah. Dampaknya bukan hanya bagi si pencari nafkah tapi orang-orang yang menjadi tanggungannya. Di samping itu, pengobatan penyakit kritis sifatnya jangka panjang dan membutuhkan biaya yang tak sedikit.

 

Di sinilah perlunya mempertimbangkan asuransi penyakit kritis. Perlu digarisbawahi, produk ini bukan berarti menggantikan asuransi kesehatan, tapi lebih sebagai pelengkap karena asuransi penyakit kritis manfaatnya adalah memberi proteksi akan kebutuhan dana yang relatif besar saat risiko itu terjadi.

 

Alokasi Pembayaran Premi

Pertanyaan berikutnya, berapa alokasi yang tepat untuk membeli produk asuransi dari anggaran pengeluaran rumah tangga?

 

Tentu saja jawabannya tergantung dari besaran penghasilan dan kebutuhan keluarga tersebut. Tapi sebagai pegangan, sebaiknya menyisihkan dana sebesar 10 persen dari total penghasilan bulanan untuk asuransi.

 

Sebagai ilustrasi, Demian yang seorang karyawan swasta punya penghasilan Rp 5 juta per bulan. Sejak awal, dia sudah menyisihkan 10 persen dari penghasilannya untuk asuransi sebesar Rp 500 ribu. Apa yang jadi prioritasnya?

 

Asuransi jiwa

Misalnya cukup dengan dana Rp 300 ribu, Demian bisa membeli produk asuransi jiwa dengan beberapa pilihan.

 

-Paket proteksi lengkap dengan Uang pertanggungan jika meninggal dunia maksimal Rp 500 juta maupun cacat tetap maksimal Rp 250 juta.

 

-Paket warisan yang hanya menanggung saat yang bersangkutan meninggal dunia dengan uang pertanggungan sampai Rp 1 miliar.

 

Tentu saja besaran premi terhadap paket pilihan asuransi itu sangat tergantung dari jenis kelamin, usia, riwayat kesehatan, dan gaya hidup. Misalnya merokok. Bila Demian merokok, maka preminya bakal lebih tinggi.

 

Asuransi kesehatan

BPJS Kesehatan merupakan produk asuransi yang membantu orang banyak
BPJS Kesehatan merupakan produk asuransi yang membantu orang banyak

 

Bila Demian karyawan swasta, bisa jadi opsi ini tak perlu diambil. Atau kalau pun tidak ada fasilitas itu, masih ada kartu BPJS Kesehatan yang preminya relatif rendah. Ada pilihan yang tergantung dari kelas rawat inap rumah sakit. Besarannya bisa dihitung di kalkulator BPJS Kesehatan.

 

Besarannya bisa disesuaikan dengan sisa anggaran yang ada. Dalam hal ini Rp 200 ribu, maka Demian bisa mengambil kelas dua dengan asumsi dia memiliki dua anak. Besaran iuran kelas 2 BPJS Kesehatan adalah Rp 42.500 dan kali empat orang maka Rp 170 ribu per bulan.

 

 

Dari uraian itu, sebenarnya ada dua kunci dalam menentukan prioritas dalam mengambil produk asuransi. Pertama, kenali risiko yang berdampak pada keuangan keluarga. Dan kedua, dana yang tersedia. Inilah yang jadi 09pijakan dalam menentukan prioritas dalam mengambil produk asuransi.

 

Dari pertimbangan itulah, Demian akhirnya ambil keputusan untuk menunda asuransi penyakit kritis. Produk itu kemungkinan baru akan diambil jika Demian punya pendapatan tambahan maupun gajinya mengalami kenaikan.

 

 

Image credit:

  • http://1.bp.blogspot.com/-Vh4Y9FINUQw/TWV8OyGouLI/AAAAAAAAACg/dUD9wIB-BGE/s1600/india2.jpg
  • http://1.bp.blogspot.com/-btwDCOgte8U/UU49UXSaI1I/AAAAAAAAC_M/-OAdK5kNaH0/s1600/orang-sakit.jpg
  • http://harianterbit.com/imagebank/gallery/large/20141124_091825_bpjs%20daftar.jpg
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →