Rumah Sakit Mata Aini, Buat Janji dan Harga Kamarnya

Rumah Sakit Mata Aini

Rumah Sakit Mata Aini kini menjadi Klinik Mata Jakarta Aini (KMJA) resmi dibuka di Rumah Sakit Jakarta, Rabu 22 Januari 2020. Keberadaan Rumah Sakit Mata Aini alias KMJA diharapkan menjadi pusat edukasi dan informasi mata masyarakat Ibu Kota.

Mengingat begitu pentingnya kesehatan mata, maka didirikanlah Rumah Sakit Mata Aini Prof. Dr. Isak Salim pada 10 Mei 1980 yang berlokasi di Setabudi, Jakarta. Dan sejak Januari 2020, layanan dialihkan ke Rumah Sakit Mata Jakarta Aini yang berlokasi di kompleks Rumah Sakit Jakarta.

Rumah sakit ini sekarang menjadi rumah sakit unggulan untuk pemeriksaan dan perawatan penyakit mata. 

Ada 31 dokter spesialis yang bertugas di sini disertai berbagai layanan lengkap dan tenaga medis terlatih, seperti vitro-retina, kornea dan bedah refraktif, pediatrik oftalmologi, glaukoma, infeksi dan imunologi, neuro oftamologi, okuloplasti dan rekonstruksi, serta tumor mata.

Rumah sakit ini juga dilengkapi ruang bedah mata, ruang persiapan dan ruang pemulihan pasien yang dilengkapi peralatan canggih berstandar internasional.

Untuk melengkapi layanannya, Rumah Sakit Mata Aini juga menerima pasien dengan kartu BPJS Kesehatan.    

Layanan di Rumah Sakit Mata Aini

Rumah Sakit Mata Aini memiliki beberapa layanan medis yang terbagi dalam:

  • Poliklinik mata
  • Poliklinik penyakit dalam
  • Laboratorium

Poliklinik mata

Poliklinik ini berfokus pada penanganan kesehatan mata manusia termasuk pemeriksaan, tindakan pengobatan dan pencegahan terhadap kerusakan, cedera, gangguan dan penyakit mata. Layanan bidang ini terbagi dalam kesehatan mata umum, lasik dan operasi katarak. 

Poliklinik penyakit dalam

Poliklinik ini ditujukan untuk berbagai macam pengobatan penyakit yang berkaitan dengan organ tubuh bagian dalam. Kebanyakan pasiennya adalah orang dewasa dan lansia. Poliklinik ini tidak melakukan tindakan pembedahan.

Divisi yang ada di poliklinik ini adalah Endokrin-Metabolik-Diabetes, reumatologi, kardiovaskular, ginjal-hipertensi, pulmonologi, hematologi, geriatri, penyakit tropik-infeksi, hepatologi, alergi-immunologi, psikosomatik, dan konsultasi.

Laboratorium

Fasilitas penunjung ini bertujuan untuk mendiagnosis penyakit dan membantu melihat risiko penykakit agar bisa terpantau sejak dini. Beberapa layanannya adalah USG, serologi, patologi anatomi, cek pra nikah, bakteriologi, X-ray, cek urin, hemodialisa, cek sperma, bank darah, cek darah, mikrobiologi, hematologi, virologi, konsultasi, imunologi, CT Scan, cek feses, dan cek ketergantungan obat.  

Biaya pengobatan mata dan daftar dokter spesialis

Biasanya biaya pemeriksaan kesehatan mata cukup bervariasi tergantung dari tingkat keparahan penyakit yang diderita dan jenis tindakan yang dilakukan. Namun, umumnya biaya yang dikeluarkan sekitar Rp100.000 hingga Rp2.000.000. 

Berikut ini dokter spesialis mata yang bertugas di Rumah Sakit Mata Jakarta Aini:

  1. dr. Prima Retnosuri, Sp.M
  2. dr. Purbo Supripto Widodo, Sp.M
  3. dr. Raman R. Saman, Sp.M
  4. Prof. dr. Rita Sita Sitorus, Sp.M (K)., Ph.D
  5. dr. Roby Hilman M., Sp.M
  6. dr. Rumita S Kadarisman, Sp.M
  7. dr. Setiowaty Sp.M
  8. dr. Srinagar Muaddiban Ardjo, Sp.M
  9. dr. Suci Istiqa Mustafa, Sp.M
  10. dr. Zainal Azhar, Sp.M
  11. dr. Helena Sunardi Sp.M
  12. dr. Indra Wiryawan, Sp.M
  13. dr. Juniati P Victoria, Sp.M
  14. dr. Lumongga B. Simangunsong, Sp.M
  15. dr. M. Sidik, Sp.M
  16. dr. Monang Simarmata, Sp.M
  17. dr. Muzakir Tanzil, Sp.M
  18. dr. Nani Rachmat L.Gatam Sp.M
  19. dr. Nida Farida, Sp.M
  20. dr. Nylvia Lamsari Sardy, Sp.M
  21. dr. Abizar Iskandar Sp.M
  22. dr. Adhi Wicaksono, Sp.M
  23. dr. Amyta Miranty, Sp.M
  24. dr. Andi A Victor, Sp.M
  25. dr. Bondan Harmani Sp.M
  26. dr. Dialika, Sp.M
  27. dr. Dini Hapsari, Sp.M
  28. Prof. dr. Edi Supiandi Affandi, Sp.M
  29. dr. Fatiah Elli, Sp.M
  30. dr. Fatma Asyari, Sp.M.

Biaya rawat inap

Setelah mengetahui biaya pengobatan mata dan daftar dokter spesialis Rumah Sakit Mata Aini, kamu harus tahu nih berapa rincian biaya rawat inapnya

Rumah Sakit Aini membagi kamar rawat inapnya menjadi beberapa kategori, yaitu:

  • VIP
  • Kelas I
  • Kelas II
  • Ruang Isolasi
  • Kelas III

Untuk kelas VIP akan dikenakan biaya menginap Rp950 ribu per malam. Sementara itu, untuk kelas I dibanderol dengan harga Rp650 ribu, kelas II dikenakan biaya Rp450 ribu, ruang isolasi seharga Rp250 ribu per hari, dan kelas III adalah Rp150 ribu per malam.

Mengenal penyakit mata yang sering terjadi

Penyakit mata sebetulnya sering terjadi dan bisa menyerang siapa saja. Hanya saja memang banyak yang mengabaikan dan menganggap remeh penyakit ini. Penanganan penyakit mata pun berbeda, ada yang harus dengan penanganan dokter, tapi ada juga yang bisa sembuh sendiri.

 Berikut ini beberapa penyakit mata yang sering terjadi dan dialami seseorang:

  • Konjungtivitis
  • Mata kering
  • Katarak
  • Glaukoma
  • Kelainan reflaksi
  • Gangguan retina
  • Kelainan kornea

Konjungtivitis

Penyakit ini terjadi kalau jaringan lunak di sekitar mata meradang dan biasanya membuat mata jadi merah dan berair, kadang disertai perih atau gatal. Penyebab konjungtivitis bisa beragam, seperti alergi, iritasi dan infeksi.

Mata kering

Mata kering biasanya terjadi pada lansia dan kaum wanita. Penderita penyakit ini biasanya akan merasakan sepeti ada benda asing dalam mata, gatal dan perih. Penyebabnya pun bisa macam-macam, seperti kurangnya produksi air mata, penyakit autoimun, infeksi, iritasi, alergi, dan kekurangan nutrisi.

Katarak

Penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia ini kebanyakan menyerang orang berusia lanjut atau diatas 60 tahun. Tapi katarak juga ternyata ditemukan pada bayi yang baru lahir. Penyebab katarak juga bermacam-macam, seperti diabetes, penuaan yang membuat protein di lensa mata menggumpal, dan paparan sinar UV.

Glaukoma

Diperkirakan di Indonesia ada sekitar 6 juta orang yang menderita glaukoma. Biasanya terjadi karena saraf optik mata rusak sehingga menyebabkan gangguan penglihatan dan bahkan kebutaan.meski bisa menyerang orang di segala usia, tapi nyatanya glaukoma lebih banyak menyerang para lansia.

Kelainan reflaksi

Kelainan reflaksi atau penglihatan buram ini banyak sekali diderita orang di segala usia bahkan anak-anak. Kelainan reflaksi terbagi menjadi rabun dekat, rabun jauh, presbiopi atau mata tua, dan astigmatisme.

Gangguan retina

Retina adalah lapisan di belakang mata yang berfungsi menangkap cahaya dan mengirim gambar ke otak. Beberapa jenis gangguan retina yang sering terjadi adalah ablasi retina, retinopati diabetik, epretinal membrane, lubang makula, degenerasi makula dan retinitis pigmentosa.

Kelainan kornea

Kornea mata terletak di paling luar dan fungsinya selain membuat mata menjadi fokus juga menjaga mata dari kotoran dan zat berbahaya. Beberapa kondisi yang bisa membahayakan kornea adalah cidera mata, alergi, keratitis atau radang pada kornea, ulkus kornea atau luka pada kornea akibat infeksi dan distrofi kornea atau korena kehilangan kejernihannya.

Pentingnya pengecekan kesehatan mata

Pemeriksaan mata adalah serangkaian tes yang dilakukan untuk melihat ketajaman penglihatan dan mendiagnosa penyakit agar bisa ditangani dengan tepat.

Kapan waktu tepat untuk melakukan pengecekan kesehatan mata? Kamu bisa melakukan konsultasi bila merasa ada gangguan pada mata, seperti mata merah, penglihatan kabur, sensitif pada cahaya dan lain-lain.

Apabila kamu juga mengenakan kacamata, memiliki penyakit diabetes atau hipertensi, memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga, atau mengonsumsi obat-obatan seperti kortikosteroid, pil KB, obat kolesterol, antihistamin, diuretik, antidepresan, dan tamsulosin, sebaiknya kamu lebh sering memeriksakan kesehatan mata.

Bagaimana bila gak ada keluhan sama sekali? Apakah tetap harus rutin melakukan pengecekan? Tentu saja dan tiap rentang usia memiliki adwal periksa yang berbeda.

  1. Balita bisa melakukan pemeriksaan dua kali yaitu pada usia 3 tahun dan pada usia hingga 5 tahun.
  2. Anak-anak dan remaja, 1 hingga 2 kali dalam setahun
  3. Usia 20-39, tiap 5 tahun atau bahkan 10 tahun sekali.
  4. Usia 40 hingga 54 tahun tiap 2 hingga 4 tahun sekali
  5. Usia 55-64 , tiap 1 hingga 3 tahun sekali
  6. Usia 65 keatas, tiap 1 hingga 2 tahun sekali.

Asuransi rekanan 

Mahalnya biaya kesehatan seharusnya diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk memiliki asuransi kesehatan. Hanya saja, melihat fakta saat ini, kondisi ideal tersebut masih belum terwujud. 

Honest Doc melakukan survei mengenai hal ini, di mana 70,75% responden yang pernah rawat inap di rumah sakit membiayai pengobatannya dari kocek pribadinya. Hal ini bisa disebabkan karena faktor gak punya asuransi kesehatan atau karena asuransi kesehatan yang dimiliki gak menanggung semua biaya pengobatan yang dilakukan. 

Nah, untuk meringankan pasiennya rumah sakit Islam Jakarta bekerjasama dengan beberapa provider asuransi ternama di Indonesia. Antara lain: 

1. Asuransi Sinar Mas 

Perusahaan asuransi Sinar Mas memiliki produk asuransi kesehatan Simas Sehat Gold dengan premi murah, sekitar Rp116 ribu per bulan. 

Meski premi murah, tapi manfaat yang didapat nasabah sangat besar seperti biaya konsultasi dokter umum ataupun spesialis pertanggungannya sesuai tagihan rumah sakit. Ditambah pertanggungan biaya rawat jalan darurat, santunan harian rawat inap di rumah sakit. 

Selain itu, manfaat lain yang didapat nasabah adalah limit tahunan mulai dari Rp100 juta dan santunan meninggal dunia senilai Rp10 juta. 

2. Asuransi Avrist 

Produk proteksi kesehatan yang dimiliki Avrist adalah Avrist Critical Guard yang memberi perlindungan pada nasabah jika terdiagnosa penyakit kritis. Keunggulan dari asuransi ini adalah premi tetap hingga nasabah berusia 60 tahun. 

Jumlah manfaat perlindungan yang sesuai dengan anggaran, juga proteksi terhadap 36 penyakit kritis. Selain itu, nasabah juga mendapat manfaat perlindungan sampai dengan Rp500 juta jika telat terdiagnosa penyakit kritis. 

3. Lippo Insurance 

Perusahaan milik Grup Lippo ini juga salah satu rekanan di RS Mata Aini. Salah satu polis asuransi kesehatan yang dimilikinya adalah LippoHealth Plus Family dengan premi terjangkau mulai dari Rp5 juta per tahun. 

Manfaat yang didapat nasabah adalah biaya kamar mulai dari Rp550 ribu – Rp1,4 juta per hari, pertanggungan biaya rawat inap sesuai tagihan. Dan limit manfaat tahunan mulai dari Rp150 juta-Rp300 juta. Sayangnya, asuransi ini hanya menanggung rawat inap saja, jadi gak termasuk rawat jalan. 

4. Asuransi Cigna 

Kepopuleran asuransi ini pasti sudah gak perlu ditanyakan lagi ya. Dikenal dengan produk asuransi kesehatan, produk yang dikeluarkannya pun terbilang variatif dan rekanan rumah sakitnya cukup luas. Salah satunya adalah Rumah Sakit Mata Aini ini. 

Produk asuransi kesehatannya adalah Cigna Proteksi Sehat dengan premi mulai dari Rp150 ribu per bulan, nasabah bisa mendapat manfaat pertanggungan rawat inap Rp300 ribu-Rp1,5 juta per hari. 

Selain itu, nasabah juga mendapat manfaat biaya ambulans, biaya pembedahan mulai dari Rp3 juta-Rp15 juta dan adanya layanan klaim cashless

5. Asuransi Manulife

Asuransi rekanan lain adalah Manulife. Meski Manulife masuk dalam kategori asuransi jiwa, namun asuransi ini juga punya produk proteksi kesehatan bagi seluruh anggota keluarga. 

Manfaat yang diberikan dari asuransi ini adalah pertanggungan rawat inap rumah sakit di Indonesia dan Malaysia Rp500 ribu, Rp1 juta, Rp2 juta dan Rp3 juta. Sedangkan pertanggungan rawat inap untuk rumah sakit di luar Indonesia dan Malaysia Rp3 juta, Rp6 juta dan Rp9 juta. 

Selain rawat inap, Manulife juga memberi manfaat untuk biaya kamar ICU, visit dokter, pembedahan, biaya akomodasi pendamping dan penyuluhan psikologis.

Pentingnya asuransi 

Meski belum memenuhi kondisi ideal, namun kesadaran masyarakat akan asuransi kesehatan bisa dibilang cukup tinggi. Terlebih, bila melihat inflasi biaya rumah sakit yang mencapai angka 11 persen. 

Artinya, jika biaya kesehatan rawat inap di rumah sakit tahun ini senilai Rp500 ribu, maka nominal tersebut akan berubah menjadi Rp555 ribu. Angka tersebut pastinya akan naik lagi di tahun selanjutnya. 

Jadi, perlukah punya asuransi kesehatan? Sangat perlu. Karena dengan punya asuransi kesehatan, kamu bisa mengelola kerugian finansial akibat sakit yang membutuhkan biaya pengobatan. Terlebih jika kamu dirawat di rumah sakit bonafit atau berkualitas tinggi. 

Bagaimana memilih asuransi yang baik 

Banyaknya pilihan polis dan brand, calon nasabah harus lebih teliti dalam memilih manfaat asuransi kesehatan yang akan dibeli. Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli proteksi kesehatan adalah: 

  • Metode klaim cashless
  • Menanggung biaya rawat jalan
  • Manfaat pengembalian premi
  • Manfaat Coordination of Benefit (CoB)
  • Manfaat Pertanggungan Pre-Existing Condition
  • Limit/plafon sesuai premi
  • Iuran premi sesuai dengan penghasilan
  • Beli melalui broker asuransi

1. Metode klaim cashless

Dengan sistem klaim cashless, nasabah bisa datang ke rumah sakit bermodal kartu peserta asuransi kesehatan saja. Artinya, nasabah tidak perlu mengeluarkan dana terlebih dahulu untuk mendapatkan perawatan medis. 

Contohnya adalah, rekomendasi pilihan di atas yaitu Manulife dan Cigna yang memiliki manfaat asuransi cashless dan reimbursement.

2. Menanggung biaya rawat jalan

Biaya perawatan pra dan pascarawat inap tidaklah murah. Untuk itu, sebaiknya pilih yang menanggung biaya rawat jalan tersebut. 

Dari rekomendasi Lifepal, Asuransi kesehatan Cigna dan Manulife menanggung biaya rawat jalan sebagai manfaat dasar asuransi. 

3. Manfaat pengembalian premi

Beberapa asuransi juga menawarkan pengembalian premi atau no claim bonus apabila tidak ada klaim hingga masa polis berakhir. Umumnya 20-100 persen dari total premi yang telah dibayarkan.

4. Manfaat Coordination of Benefit (CoB) 

Dengan manfaat Coordination of Benefit (CoB), jika asuransi BPJS tidak mencakup semua biaya perawatan, maka kita bisa mengajukan kekurangannya pada asuransi swasta.

Saat ini, ada 11 perusahaan asuransi swasta yang bersedia jalankan koordinasi klaim dengan BPJS, yaitu asuransi kesehatan Avrist, Arthagraha General Insurance, Astra Buana, Mega, CAR, Takaful Keluarga, Bina Dana Arta, Sinarmas MSIG, Generali Indonesia, Tugu Pratama, dan Multi Artha Guna (MAG). 

5. Manfaat Pertanggungan Pre-Existing Condition

Pre-existing condition adalah kondisi di mana calon nasabah sudah menderita penyakit tertentu saat mendaftar asuransi. Sebagian besar produk mengecualikan hal ini dalam klaim, tetapi ada yang tidak mengecualikannya dengan atau tanpa syarat. 

6. Limit/plafon sesuai premi

Plafon yang ditawarkan oleh asuransi kesehatan memang sekilas terkesan besar. Misal uang pertanggungan Rp20 juta terkesan banyak saat ini. Namun, di tahun-tahun mendatang dengan kenaikan biaya medis 7-15 persen, nilai pertanggungan tersebut akan berkurang.

Jika memungkinkan, sebaiknya pilih yang menanggung biaya medis sesuai tagihan rumah sakit (as charged), seperti contoh di atas salah satunya adalah Manulife.

7. Iuran premi sesuai dengan penghasilan

Meski proteksi kesehatan sangatlah penting, calon nasabah tetap harus memastikan keuangannya tetap terjaga. Karena itu, pastikan premi tidak kemahalan apalagi melebihi kemampuan. Standarnya alokasi asuransi minimal sekitar 3-5 persen dari penghasilan.

8. Beli melalui broker asuransi

Broker yang telah terdaftar resmi dapat membantu nasabah mengajukan klaim. Ingat, ketika sedang mengalami risiko medis, pengajuan klaim bisa saja sulit dilakukan sendiri. Belum lagi jika pengajuan klaim nasabah ditolak karena alasan tertentu. 

Broker asuransi seperti Lifepal dapat sangat membantu dalam mengatasi masalah klaim tersebut.

Itulah informasi lengkap mengenai Rumah Sakit Mata Aini. Kalau kamu mengalami gangguan dan gejala penyakit pada mata, jangan ragu untuk memeriksakan diri ya!