
Paru-paru memiliki peran di dalam tubuh, yakni sebagai salah satu organ vital dalam sistem pernapasan. Bila terjadi masalah pada paru-paru, kamu bisa langsung pergi mencari rumah sakit paru di Jakarta untuk penanganan lebih lanjut.
Ada banyak faktor yang membuat sistem paru-paru mengalami masalah seperti faktor genetik, infeksi, risiko dari suatu pekerjaan atau gaya hidup tidak baik seperti kebiasaan merokok dan menghirup rokok.
Gejala ringan yang akan dirasakan pasiennya biasanya sesak napas, batuk terus-menerus diikuti dengan tarikan napas yang pendek.
Agar masalah pada paru cepat teratasi, segera cari tahu rumah sakit paru terbaik di Jakarta.
Jakarta sendiri memiliki banyak fasilitas atau rumah sakit yang bisa memberikan pengobatan paru dengan maksimal. Berikut ini data rumah sakit paru Jakarta yang memberikan layanan pengobatan terbaik.
Tuberkulosis (TBC) adalah salah satu penyakit yang menyerang organ vital paru melalui infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menetap di dalam tubuh.
Saat proses infeksi tersebut sedang terjadi, tubuh akan memberikan reaksi seperti batuk kronis. Jika tidak tertangani oleh ahlinya, infeksinya bisa menyebar ke seluruh tubuh.
Penularan TBC biasanya melalui udara atau percikan air liur. Berinteraksi secara langsung dan terlalu dekat dengan penderita TBC juga bisa menularkan, lho.
Pleuritis terjadi akibat peradangan pada pleura atau selaput yang memisahkan sisi paru dan dinding dada. Diakibatkan karena infeksi bakteri yang menyerang saluran pernapasan, tumor, patah tulang rusuk, kanker paru, luka di dada, dan lupus.
Pleuritis bisa menimbulkan sakit pada dada saat pasien bernapas diikuti dengan gejala batuk dan demam. Parahnya, penyakit ini bisa berkomplikasi akibat paru-paru yang tertekan oleh cairan dan nanah hingga menyebabkan gagal pernapasan.
Saat peradangan menyerang paru kiri, rasa sakit yang ditimbulkan cukup tajam di bagian paru-paru atau dada sebelah kiri.
Bronkitis terjadi akibat peradangan yang terjadi pada percabangan saluran udara yang mengarah ke paru-paru atau bronkus. Penyebab utamanya adalah infeksi virus dan iritasi asap rokok.
Penyakit paru-paru yang berasal dari bronkitis menimbulkan gejala batuk berdahak dalam kurun waktu yang panjang. Dahaknya berbentuk kental dan tidak berwarna. Di tingkat yang sudah kronis, bronkitis menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis.
Pneumonia atau paru-paru basah terjadi akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur yang menyerang kantung udara di paru-paru. Infeksi tersebut menimbulkan peradangan hingga paru-paru terendam cairan dan menyebabkan sel mati akibat kerusakan.
Dampak berkelanjutan yang terjadi adalah oksigen di paru-paru sulit mengalir menuju pembuluh darah. Biasanya penderita mengalami beberapa gejala seperti sesak napas dan batuk berkepanjangan.
Penderita pneumonia bisa menularkan penyakitnya saat sedang batuk, bersin, atau menyentuh suatu permukaan dengan tangan yang terkontaminasi virus.
Asma merupakan penyakit pada paru-paru yang lumrah terjadi. Penyebabnya belum diketahui secara pasti selain penyakit turun temurun. Belum ada studi yang mampu menemukan penderita asma bisa sembuh total.
Yang terjadi adalah beberapa saat asma tersebut bisa kambuh akibat beberapa faktor. Parahnya, bila penderita asma berada di lingkungan dengan udara yang cukup dingin, bisa memperparah penyakitnya.
Meskipun belum ada yang benar-benar sembuh total, setidaknya penderita mampu mengendalikan diri saat asma kambuh dengan beberapa terapi asma.
Sebaiknya segera kunjungi dokter paru apabila kamu mengalami beberapa gejala seperti di bawah ini.
Menurut studi American Lungs Association, saat mengalami batu secara terus-menerus hingga lebih dari delapan minggu, maka itu bisa dikatakan sebagai salah satu gejala penyakit paru-paru.
Parahnya, batuk tersebut akan memproduksi dahak berlebih. Lendir pada saluran pernapasan atau dahak ini merupakan cairan yang diproduksi saat tubuh berhadapan dengan bakteri, virus, jamur, atau sumber alergi lainnya.
Dahak yang berlangsung selama lebih dari satu bulan juga termasuk ke dalam gejala penyakit paru-paru.
Penderita paru-paru biasanya akan mengalami sesak napas padahal sedang melakukan aktivitas ringan. Pada beberapa kasus ditemukan penderita paru-paru bisa merasakan sesak napas saat sedang istirahat atau tertidur.
Setelah mengalami sesak napas dan merasakan sakit di bagian dada, disarankan untuk segera berkonsultasi pada dokter.Tidak cuma penyakit jantung saja yang memiliki nyeri pada dada, tetapi penyakit paru pun sama.
Bahkan, rasa sakitnya menyebar hingga ke bahu. Waspadai saat merasa sakit dada atau nyeri di bagian dahi dengan berlebihan selama lebih dari satu bulan.
Terjadi di saluran udara saat paru-paru mengalami penyempitan atau terhalang oleh sesuatu seperti bakteri atau virus. Suara bising akan terdengar saat tubuh mengalami kesulitan mengambil napas. Biasanya akan terdengar seperti penderita asma.
Batu darah merupakan gejala yang dialami pasien kanker paru-paru, bronkitis di tingkat kronis hingga emfisema. Saat batuk, darah akan keluar berwarna merah cerah, kecoklatan, atau bercampur dengan lendir.
Penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab ini biasanya dialami oleh pasien penyakit paru-paru obstruktif kronik (PPOK) karena sulitnya organ pada tubuh bekerja secara efisien, bahkan hanya untuk bernapas saja bisa membakar kalori hingga 10 kali lipat dibandingkan orang yang tidak memiliki penyakit paru-paru.
Gejala yang akan dialami penderita penyakit paru-paru selanjutnya adalah pembengkakan pada kaki hingga menimbulkan rasa nyeri. Pembengkakan ini terjadi akibat gumpalan darah pada kaki atau trombosis vena dalam.
Darah yang menggumpal tersebut sangat berbahaya apalagi saat pecah dan masuk ke dalam paru-paru. Akibatnya, penderita bisa mengalami emboli paru atau penggumpalan darah yang menghalangi aliran darah ke paru-paru.
Kondisi ini termasuk ke dalam darurat medis sehingga membutuhkan penanganan secepat mungkin.
Meskipun tidak melakukan aktivitas berat, penderita penyakit paru-paru akan mengalami kelelahan sepanjang hari. Rasa lelah ini tidak bisa hilang bila penderita tidak segera beristirahat dalam waktu yang lama atau tidur.
Mengapa penderita mengalami kelelahan dalam waktu yang cukup lama? Sebab, fungsi organ pernapasan penderita penyakit paru-paru mengalami penurunan fungsi.
Perubahan fisik lainnya selain penurunan berat badan secara drastis adalah warna kuku dan bibir berubah jadi pucat. Kurangnya oksigen menimbulkan masalah pada organ pernapasan yang menyebabkan beberapa bagian tubuh mengalami perubahan warna menjadi lebih pucat, termasuk kuku dan bibir.
Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas namun masih ragu untuk datang ke dokter paru karena khawatir, kamu bisa simak bagaimana cara dokter paru mendiagnosa sebuah penyakit. Hal ini akan membuat kamu jadi merasa lebih tenang.
Mungkin kita sering mendengar kalimat ‘sehat itu mahal’, nyatanya memang benar. Tapi, kamu nggak perlu khawatir kalau sudah mempersiapkannya dengan baik dan memiliki asuransi kesehatan.
Dengan asuransi kesehatan, kamu bisa mendapatkan banyak manfaat seperti pertanggungan untuk rawat inap, rawat jalan, hingga biaya pengobatan untuk penyakit kritis.
Manfaat perlindungan kesehatan ini bahkan bisa kamu gunakan di seluruh dunia kecuali Amerika Serikat dengan limit tahunan hingga Rp1,5 Miliar.
Simak pula ulasan mengenai biaya sedot cairan di paru-paru di artikel Lifepal lainnya!
Hampir seluruh rumah sakit di Jakarta memiliki fasilitas pelayanan penyakit paru terbaik, seperti di RSUP Persahabatan, RSPAD Gatot Subroto, RS Polri Pusat Sukanto, RSUD Koja, RS Kanker Dharmais, RS Fatmawati
Cilandak dan masih banyak lagi.
Segera aktifkan asuransi kesehatan terbaik untuk mendapatkan banyak manfaat dalam pengobatan penyakit parumu.
Setiap fasilitas kesehatan mematok harga yang berbeda-beda. Di Jakarta sendiri biaya konsultasi ke dokter penyakit paru paling rendah Rp100 ribu untuk satu kali konsultasi.
Pulmonologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari bagaimana penanganan pada gangguan sistem pernapasan, seperti gangguan paru-paru, bronkus, dan alveolus.
Artikel Terkait Lainnya