lifepal-user-logo
lifepal-user-logo
  • Dapatkan Penawaran
      Hubungi Kami
      Atau
      Chat di Whatsapp
      Senin - Jumat
      08.00 - 19.00 WIB
      Sabtu
      08.00 - 17.00 WIB
      Hari libur nasional
      Tutup
  • Masuk/Daftar
  • Asuransi Mobil
    • Asuransi Mobil Terbaik
    • Asuransi Mobil All Risk
    • Asuransi Mobil TLO
    • Asuransi Mobil Syariah
    • Asuransi Mobil Bekas
    • Asuransi Mobil Pihak Ketiga
    • Asuransi Mobil Listrik
  • Asuransi Kesehatan
    • Asuransi Kesehatan Terbaik
    • Asuransi Kesehatan Orangtua
    • Asuransi Kesehatan Keluarga
    • Asuransi Kesehatan Anak
    • Asuransi Rawat Jalan
    • Asuransi Melahirkan
    • Asuransi Gigi
    • Hospital Cash Plan
    • Asuransi Karyawan
  • Rekan
    • Asuransi Mobil Garda Oto
    • Asuransi Mobil Zurich Syariah
    • Asuransi Mobil ACA
    • Asuransi Mobil Roojai-Sompo
    • Asuransi Mobil Mega Insurance
    • Asuransi Mobil Simas Insurtech
    • Asuransi Mobil Oona
    • Asuransi Mobil MAG
    • Asuransi Kesehatan Sinar Mas
    • Asuransi Kesehatan AXA
    • Asuransi Kesehatan Lippo General Insurance
    • Asuransi Kesehatan April Internasional
    • Asuransi Kesehatan CAR Life
    • Asuransi Kesehatan MAG
  • Artikel & Tips
    • Mengerti Asuransi
      • Polis Asuransi
      • Premi Asuransi
      • Jenis Asuransi
      • Risiko Asuransi
      • Klaim Asuransi
    • Artikel Lainnya
      • Semua Artikel
      • Tips Asuransi
      • Tips Asuransi Mobil
      • Tips Asuransi Kesehatan
      • Review Perusahaan Asuransi
      • Tips Kendaraan & Asuransi
      • Tips Kesehatan & Asuransi
      • Kalkulator
  • Layanan
    • Tentang Lifepal
    • Bantuan
    • Ketentuan
    • Cara Pembelian
  • Media
  • Tips Kesehatan dan Asuransi
  • Atrofi Otot – Penyebab, Gejala, Cara Mengatasinya, dll
Tips Kesehatan dan Asuransi

Atrofi Otot – Penyebab, Gejala, Cara Mengatasinya, dll

5 Menit
atrofi otot

Pernah mendengar tentang atrofi otot? Itu loh, fenomena penyusutan jaringan otot yang umumnya terjadi saat kamu terlalu lama tidak menggunakan bagian tubuh tertentu. Kondisi ini bisa dicegah, bahkan dapat diobati sesuai jenisnya.

Bila kamu mengalami atrofi otot, praktis pergerakan tubuh akan turut terganggu. Tak hanya itu, gangguan itu berisiko mengubah bentuk tubuh pengidapnya akibat pengurangan jaringan otot.

Akibatnya, bagian tubuh dengan kelainan itu berisiko tidak tampak proporsional.

Untuk bisa mencegah terjadinya gangguan jaringan otot tersebut, kamu perlu mengenali penyakit itu lebih dulu. Termasuk mempelajari penyebab, gejala, pencegahan, hingga pengobatannya.

Apa itu atrofi otot?

Secara sederhana, atrofi otot adalah kondisi ketika otot tidak digunakan dalam jangka waktu tertentu. Atrofi adalah kelainan otot yang umumnya terjadi karena kamu kurang melakukan aktivitas fisik.

Misal, kamu mengalami cedera di lutut untuk waktu yang lumayan lama, sehingga tak dapat menggerakkan kaki dengan bebas. Maka, risiko kamu terkena atrofi otot kaki–khususnya di bagian lutut–akan meningkat.

Bahkan, bukan hanya orang yang mengalami cedera saja yang berpotensi mengalami penyusutan jaringan otot. Astronot yang terlalu lama berada di luar angkasa juga berpotensi terkena gangguan itu, loh.

Penyebab atrofi otot

Penyebab atrofi otot adalah mobilitas terbatas karena kondisi tertentu.

Misal, pekerjaanmu hanya membutuhkan sedikit pergerakan atau kamu baru saja menjalani pembedahan mayor seperti operasi patah tulang di kaki sehingga harus bed rest total.

Lebih lanjut, atrofi otot dapat terjadi karena penyakit yaitu stroke, patah tulang, atau gangguan saraf.

Mengapa? Sebab deretan gangguan kesehatan itu mengharuskan kamu berbaring di tempat tidur dalam waktu lama selama masa perawatan.

Selain itu, atrofi terjadi pada otot yang terserang penyakit berikut ini:

  • ALS (amyotrophic lateral sclerosis) atau penyakit Lou Gehrig yang memengaruhi sel-sel saraf pengontrol gerakan otot sukarela.
  • Dermatomiositis yang melemahkan otot dan ruam kulit.
  • Sindrom Guillain-Barré, kondisi autoimun yang membuat tubuh menghancurkan lapisan pelindung saraf.
  • MS, kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sistem saraf pusat. Akibatnya, muncul peradangan berbahaya di serabut saraf.
  • Distrofi otot alias kondisi genetik penyebab kelemahan otot.
  • Neuropati, yakni kerusakan saraf atau kelompok saraf yang berujung hilangnya sensasi atau fungsi.
  • Osteoartritis yang membuat gerakan pada persendian berkurang.
  • Polio atau penyakit akibat virus yang menyerang jaringan otot, bisa sebabkan kelumpuhan.
  • Polymyositis/myositis atau penyakit radang otot yang berujung pada kelemahan otot dan nyeri.
  • Rheumatoid arthritis di mana autoimun inflamasi kronis berdampak pada sendi.
  • Atrofi otot tulang belakang, yakni kondisi genetik yang membuat otot kaki dan lengan melemah.
  • Cachexia atau kondisi metabolisme kompleks yang menyebabkan penurunan berat badan ekstrem. Biasanya ini terjadi akibat kanker dan HIV.

Penuaan, kelemahan otot akibat konsumsi alkohol berlebihan, luka bakar, dan malnutrisi juga termasuk penyebab atrofi otot.

Menurut International Osteoporosis Foundation, pengurangan massa lemak pun dapat terjadi akibat diet rendah protein tanpa lemak, buah-buahan, dan sayuran.

Tanda dan gejala atrofi otot

Bagaimana cara mengetahui tanda dan gejala atrofi otot? Apa saja indikator yang bisa menunjukkan kalau jaringan otot kamu mengalami penyusutan? Ingat, beberapa poin ini dapat membantu kamu mendeteksi adanya gangguan pada jaringan otot:

  • Salah satu lengan atau kaki kamu tampak lebih kecil dari yang satunya. Misal: tangan kanan terlihat lebih kecil dibanding kiri.
  • Terjadi pelemahan dan kelemahan di anggota badan tertentu, seperti kaki atau tangan.
  • Kamu sudah tidak lama melakukan aktivitas fisik dan cenderung lebih sering berbaring atau rebah-rebahan.
  • Sulit menjaga keseimbangan tubuh, kesulitan berjalan, hingga sering jatuh.
  • Massa otot berkurang.
  • Tetap tidak bisa aktif dalam jangka waktu panjang.
  • Kesulitan berbicara dan menelan.
  • Kelemahan wajah.
  • Kehilangan memori secara bertahap.
  • Gangguan koordinasi otot.
  • Mati rasa atau kesemutan di lengan atau kaki yang terjadi bertahap.
  • Berkurangnya gerakan secara progresif.

Diagnosis penyakit atrofi otot

Beberapa langkah pengujian diperlukan untuk mendeteksi atau diagnosis penyakit atrofi otot. Berikut perinciannya:

  • Dokter akan menanyakan riwayat cedera dan kondisi medis, obat dan suplemen yang kamu konsumsi, serta keluhan yang kamu alami.
  • Kamu diminta melakukan tes, antara lain: tes darah, sinar X, MRI, CT, studi konduksi saraf, biopsi otot atau saraf, dan elektromiografi (EMG).
  • Setelah itu, dokter mungkin akan merujuk kamu ke spesialis tertentu, tergantung pada hasil pemeriksaan sebelumnya.

Bagaimana cara mengatasi atrofi otot?

Secara umum, atrofi adalah kelainan otot yang penanganannya beragam. Mulai dari olahraga, terapi fisik, stimulasi listrik fungsional (FES), terapi ultrasonografi, pembedahan, dan perubahan pola makan.

Yang perlu diperhatikan, pengobatan atrofi otot juga akan disesuaikan dengan jenisnya. Berikut ini penjelasannya:

Pengobatan atrofi otot sesuai jenis

Pengobatan penyakit ini disesuaikan dengan jenisnya, berikut beberapa caranya:

1. Atrofi disuse

Gangguan ini terjadi karena massa pada jaringan otot menurun sehingga ada penyusutan. Otomatis, terjadi pelemahan pada otot.

Fenomena tersebut disebabkan oleh terganggunya sinyal dari saraf ke otot, serta pemilik otot yang kurang beraktivitas.

Untuk mengatasinya, kamu harus lebih banyak bergerak sehingga otot akan lebih sering digunakan. Misalnya, mulai rutin berolahraga atau melakukan kegiatan dengan mobilitas tinggi.

Jangan lupa juga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh setelah beraktivitas.

2. Atrofi neurogenik

Gangguan jaringan otot ini terjadi saat ada cedera atau penyakit saraf seperti MS.

Umumnya, jenis atrofi ini cenderung terjadi secara tiba-tiba ketimbang yang sebelumnya. Dalam kondisi tersebut, terjadi kerusakan fisik pada sarafmu.

Terapi fisik NMES (Neuromuscular Electrical Stimulation) digunakan sebagai pengobatan atrofi neurogenik.

Dengan metode itu, akan dilakukan stimulasi lewat impuls listrik kecil ke saraf dan otot guna menghasilkan kontraksi otot.

Pengiriman impuls itu dilakukan melalui elektroda di atas kulit atau otot.

3. Contracture deformity

Istilah ini merujuk pada kondisi di mana tendon, ligamen, kulit, dan otot terlalu tegang sehingga membuat kamu sulit bergerak.

Jika itu terjadi karena tendon robek, maka diperlukan tindakan pembedahan. Tindakan ini membutuhkan biaya operasi yang tidak kecil.

Pencegahan atrofi otot

Tentunya mencegah lebih baik dari mengobati. Cara mencegah atrofi otot adalah sebagai berikut ini:

1. Rutin bergerak (aktif)

Mayoritas orang yang baru sembuh dari cedera, kanker, atau stroke relatif jarang beraktivitas dan bergerak. Begitu juga dengan penderita penyakit Parkinson (multiple sclerosis).

Namun, studi dari Cartee dkk (2016) menyebut, kondisi seperti itu berkontribusi besar memperkuat risiko terkena atrofi otot jika terus-menerus dibiarkan. Sebab, itu dapat memperburuk kemampuan fisik kamu secara keseluruhan.

2. Terapi fisik

Mengikuti terapi fisik dan rehabilitasi saat mengidap kondisi neurologis sangatlah penting, demikian menurut riset dari Doyle dan Mackay-Lyons (2013).

Dengan begitu, jadwal kegiatan kamu sudah terencana dan terjadwal dengan baik, sehingga bisa membantu pemulihan kekuatan dan fungsi gerak tubuh.

3. Lakukan peregangan ringan

Aktivitas peregangan ini dapat dilakukan sebelum memulai terapi aktif. Misal, kamu bisa meregangkan lengan dan kaki dengan gerakan-gerakan ringan. Berdasarkan jurnal Hosseini dkk (2019), peregangan bagus untuk para penderita stroke.

4. Mengonsumsi nutrisi dengan cukup

Setelah melakukan aktivitas fisik, sebaiknya konsumsi makanan bergizi dan bernutrisi. Dengan begitu, otot dapat kembali ke ukuran dan bentuknya yang semula sehingga bisa mencegah atrofi.
Tips dari Lifepa! Menjaga kesehatan otot memang penting. Meskipun kamu menjalani pekerjaan yang tidak mengharuskan banyak bergerak, pastikan untuk selalu aktif agar massa otot dapat terjaga.

Terlalu memforsir otot tidak baik, tapi kurang gerak juga sama tidak baiknya tubuh. Jadi, kamu tetap harus selalu aktif dalam batas yang wajar.

Apabila mengalami penyakit yang mengharuskan kamu untuk bed rest, pastikan berkonsultasi dengan dokter tentang solusi apa yang bisa dilakukan agar tetap terhindar dari kondisi seperti ini.

Pentingnya asuransi kesehatan

Menjaga kesehatan itu sangat penting karena seperti yang kita tahu, biaya perawatan medis itu tidak murah lho.
Di sisi lain, meskipun sudah menerapkan pola hidup sehat, tapi yang namanya penyakit itu tidak dapat sepenuhnya dihindari. Maka dari itu, kamu membutuhkan proteksi dari asuransi kesehatan.

Asuransi kesehatan memberikan manfaat mulai dari rawat jalan, rawat inap, hingga pembedahan apabila diperlukan.

Kamu bisa memilih asuransi kesehatan sesuai dengan kebutuhanmu dan keluarga. Dapatkan penawaran terbaik di Lifepa!

Pertanyaan seputar atrofi otot

Atrofi otot adalah kelainan otot yang membuat jaringan otot menyusut. Kondisi ini dapat disebabkan berbagai hal seperti kurangnya aktivitas fisik baik itu karena orang tersebut memang jarang bergerak atau karena penyakit tertentu yang mengharuskan untuk bed rest.
Tentu saja sangat penting! Meskipun sudah menerapkan pola hidup sehat, tentu risiko penyakit masih akan terus ada. Memiliki asuransi kesehatan dapat membuat kamu lebih tenang ketika penyakit datang karena kamu tidak perlu mengkhawatirkan biaya perawatan medis yang tidak murah. Dapatkan asuransi kesehatan untuk keluarga termurah di Lifepal.

Ditulis oleh

Rio Wiyogo
Rio Wiyogo

Terakhir diperbarui:

11 Juni 2025

Bagikan

Tags:

Artikel Terkait Lainnya

Artikel terkait tidak ditemukan

Asuransi Mobil

  • Asuransi Mobil Terbaik
  • Asuransi Mobil All Risk
  • Asuransi Mobil TLO
  • Asuransi Mobil Syariah
  • Asuransi Mobil Bekas
  • Asuransi Mobil Pihak Ketiga
  • Asuransi Mobil Listrik

Asuransi Kesehatan

  • Asuransi Kesehatan Terbaik
  • Asuransi Kesehatan Orangtua
  • Asuransi Kesehatan Keluarga
  • Asuransi Kesehatan Anak
  • Asuransi Rawat Jalan
  • Asuransi Melahirkan
  • Asuransi Gigi
  • Hospital Cash Plan
  • Asuransi Karyawan

Asuransi Berdasarkan Merk Kendaraanmu

  • Asuransi Mobil Toyota
  • Asuransi Mobil Honda
  • Asuransi Mobil Suzuki
  • Asuransi Mobil Nissan
  • Asuransi Mobil Mazda
  • Asuransi Mobil Wuling
  • Asuransi Mobil Daihatsu
  • Asuransi Mobil Mitsubishi
  • Asuransi Mobil Mercedes Benz
  • Asuransi Mobil Datsun
  • Asuransi Mobil Kia
  • Asuransi Mobil Chevrolet
  • Asuransi Mobil BMW
Lifepal

PT Abisatya Pialang Asuransi

Marketplace Asuransi Terbaik di Indonesia

Beneran Pilihannya, Beneran Hematnya.

Alamat

CIBIS 9 17th Floor jl TB Simatupang No.2 Cilandak Timur, Pasar Minggu Jakarta Selatan 12560

Google Maps

Layanan Customer Support

WA (Chat only)

0823 300 300 27

Email

Support@lifepal.co.id

Penawaran dan
Pembelian

021 3076 2306

Perpanjangan Polis

021 3076 2308

Waktu Operasional

Senin - Jumat
08:00 - 18:00 WIB
Sabtu
08:00 - 17:00 WIB
Minggu dan Hari Libur Nasional
Tutup

Customer Service

021 3076 2309

Waktu Operasional

Senin - Jumat
08:00 - 18:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional
Tutup

Social Media

FacebookInstagramYoutubeTiktokLinkedin

Layanan Pengaduan Konsumen

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

0853 1111 101

Metode Pembayaran & Program Cicilan 0%

Berizin dan diawasi OJK

OJK
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi

Copyright © 2024 Lifepal -- Dikelola oleh PT Abisatya Pialang Asuransi, pialang asuransi berizin dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-018/KMK.17/1992 dan anggota APPARINDO 060-2001/APPARINDO/2024. Lifepal berusaha untuk menyajikan informasi yang akurat dan terbaru namun dapat berbeda dari informasi yang diberikan oleh penyedia layanan / institusi keuangan. Keseluruhan informasi diberikan tanpa jaminan, kami menyarankan untuk melakukan verifikasi sebelum melakukan keputusan finansial Anda.

Utamakan asuransi kesehatan dengan sistem klaim cashless. Keuntungan asuransi kesehatan cashless akan memudahkan kamu saat mengajukan klaim. Kamu cuma perlu memberikan nomor asuransi pribadi saja dan bisa langsung dapat layanan medis saat itu juga tanpa melalui proses pemeriksaan administrasi lebih lama.
Daftar Isi
  1. Apa itu atrofi otot?
  2. Tanda dan gejala atrofi otot
  3. Bagaimana cara mengatasi atrofi otot?
  4. Pencegahan atrofi otot
  5. Pentingnya asuransi kesehatan
  6. Pertanyaan seputar atrofi otot
Atrofi Otot – Penyebab, Gejala, Cara Mengatasinya, dll
Tidak perlu khawatir lagi dengan mahalnya biaya kesehatan di rumah sakit karena adanya pertanggungan finansial dari asuransi kesehatan syariah. Asuransi kesehatan syariah mengedepankan pengelolaan keuangan dengan tetap menaati syariat sesuai fatwa MUI.
Atrofi Otot – Penyebab, Gejala, Cara Mengatasinya, dll
Dapatkan jaminan pertanggungan atas biaya cek kesehatan di klinik dan rumah sakit dengan asuransi rawat jalan. Asuransi rawat jalan akan menjamin kamu juga secara finansial dari pengeluaran untuk membeli obat dan pemeriksaan medis lainnya.