Pengajuan Klaim Asuransi yang Harus Anda Perhatikan

klaim asuransi

Apakah Anda sudah memiliki asuransi baik jiwa dan kesehatan? Kemudian apakah Anda telah mengalami peristiwa yang membutuhkan biaya yang cukup banyak? Jika demikian, wajib sekali untuk mengurus klaim asuransi secepatnya. Akan tetapi, apa yang harus diperhatikan tentang klaim?

Apa itu Klaim Asuransi?

Dalam istilah asuransi, kita tentu akan menjumpai istilah ini. Secara harfiah arti klaim sendiri merupakan sebuah tuntutan atas sesuatu yang dimiliki. Jika dikaitkan dengan lingkup asuransi, arti klaim asuransi sendiri adalah tuntutan yang dilakukan nasabah asuransi terhadap hak yang harus diterima.

Hak yang disebutkan berupa melalui polis asuransi yang sudah diajukan dan disetujui antara pihak asuransi dengan nasabah pada tempo waktu yang sudah ditentukan. Bagaimana klaim asuransi bisa cair dan diberikan kepada nasabah?

Pastinya ada beberapa aturan yang harus ditaat oleh semua nasabah asuransi. Aturan tersebut sudah disetujui sebelum melakukan kesepakatan akhir menjadi nasabah asuransi.

Sebelum Anda tahu kapan klaim asuransi dapat dijadikan uang tunai, tentu ada hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu. Salah satunya poin penting tentang klaim asuransi adalah kapan kita perlu melakukannya?

Terjadi Kecelakaan

Musibah tentu tidak bisa dihindari oleh setiap manusia, salah satunya adalah kecelakaan. Segala jenis kecelakaan yang terjadi pun dapat membahayakan diri sendiri bahkan orang lain. Apalagi jika harus dirawat di rumah sakit, tentu membutuhkan pembiayaan yang sangat banyak bukan?

Bagi Anda mengalami kecelakaan yang mengharuskan untuk dirawat di rumah sakit, klaim dapat diajukan sesegera mungkin. Klaim tersebut bisa berupa santunan yang sudah Anda ajukan sebelumnya. Santunan tersebut dapat diberikan dari jenis asuransi yang sudah Anda miliki, seperti asuransi kecelakaan pribadi maupun pada kendaraan pribadi.

Lalu, bagaimana Anda dapat mengetahui jumlah santunan yang sudah ditetapkan perusahaan asuransi? Pastikan Anda mendapatkan santunan berdasarkan kesepakatan antara agen asuransi juga aturan dari perusahaan asuransi yang sudah ditetapkan.

Nasabah Meninggal Dunia

Klaim Asuransi Nasabah yang Meninggal Dunia

Di setiap perusahaan asuransi terdapat banyak sekali penawaran untuk memberikan klaim asuransi dengan jumlah yang bervariasi bagi para pemilik nasabah yang meninggal dunia. Sebab-sebab meninggal dunia pun juga karena kecelakaan atau mengalami penyakit kritis.

Bagi Anda yang sudah memiliki asuransi jiwa, klaim asuransi ini akan diterima berdasarkan pemilik polis asuransi yang sudah dicantumkan di data perusahaan asuransi. Pastikan Anda sudah mengetahui jumlah klaim yang akan diterima oleh pihak perusahaan asuransi supaya terlindungi secara maksimal.

Dirawat di Rumah Sakit

Sudah dipastikan benar bahwa manfaat asuransi tersebut digunakan pada saat Anda harus dirawat inap atau melakukan perawatan intensif lainnya di rumah sakit sesuai dengan waktu yang ditentukan. Bagi Anda yang sudah memiliki perlindungan dari salah satu asuransi, tentu masalah finansial sudah menjadi hal yang tidak perlu dipusingkan kembali.

Akan tetapi, ada beberapa rumah sakit yang tidak bekerja sama dengan perusahaan asuransi terkait. Oleh karena itu, pastikan Anda sudah mengetahui di rumah sakit mana saja yang sudah bekerja sama dengan perusahaan terkait.

Terjadi Kehilangan atau Kerusakan Akibat Bencana

Seperti yang Anda tahu, asuransi disediakan tidak hanya untuk orang-orang yang mengalami penyakit kritis bahkan meninggal dunia saja, tetapi juga terhadap barang-barang pribadi.

Contohnya adalah kendaraan pribadi (motor dan mobil), properti (rumah), dan alat elektronik (smartphone, laptop, alat rumah tangga, dan sebagainya).

Biasanya asuransi ini sudah digunakan sejak pembelian pertama atau bisa disebut dengan garansi pada beberapa barang elektronik. Akan tetapi, Anda juga bisa mengajukan perlindungan ganda di perusahaan asuransi lainnya supaya semakin terlindungi.

Pengajuan Klaim Asuransi yang Benar

Klaim Asuransi Dengan Cara yang Benar

Jika Anda menginginkan untuk mendapatkan santunan atau manfaat asuransi sesuai dengan jumlah yang diminta, ada prosedur-prosedur yang wajib dilakukan. Hal tersebut dilakukan supaya pengajuan klaim asuransi tersebut segera diproses.

Sayangnya ada beberapa faktor yang menjadi penyebab klaim tidak dapat cair bahkan ditolak . Tentu Anda tidak mau bukan? Sebelum terlambat, inilah beberapa hal yang harus diketahui dan ditaati sebelum Anda mengajukan klaim asuransi yang benar.

Pengajuan Klaim Asuransi Tepat Waktu

Jika Anda atau keluarga Anda mengalami kecelakaan atau menderita jatuh sakit yang berisiko untuk dirawat di rumah sakit, pastikan Anda sudah melapor kepada pihak asuransi supaya proses klaim asuransi cair tepat waktu.

Biasanya di beberapa perusahaan asuransi memiliki tenggat waktu yang sudah ditentukan untuk melakukan pengajuan klaim asuransi supaya proses pencairan klaim asuransi dengan lancar. Kalau gitu, berapa perkiraan waktu untuk melakukan pengajuan klaim asuransi?

Waktu yang ditentukan setiap perusahaan asuransi biasanya berbeda-beda, ada yang hanya 1×24 jam bahkan bisa mencapai 30 hari untuk melakukan pengajuan klaim asuransi. Disarankan untuk selalu bertanya kepada agen asuransi Anda sebelum melewati masa tenggang.

Dokumen yang Valid

Ketentuan ini bersifat krusial karena dokumen yang dimasukkan ke dalam data asuransi haruslah sesuai dengan pemegang polis asuransi yang bersangkutan. Dokumen tersebut bisa berupa Kartu Keluarga (KK), KTP, Akte Kelahiran dan dokumen pribadi lainnya yang bersifat sangat rahasia.

Oleh karena itu, sudah wajib hukumnya untuk mengumpulkan semua dokumen-dokumen yang diminta oleh perusahaan asuransi yang Anda pilih supaya proses klaim asuransi berjalan dengan lancar. Biasanya pihak asuransi meminta untuk mengisi form pengajuan klaim asuransi yang ditambah dengan dokumen-dokumen khusus.

Namun, jika terjadi hal-hal buruk yang berkaitan dengan asuransi. Hal tersebut berupa pemalsuan dokumen, kesalahan nama antara dokumen yang diberikan dengan nama polis asuransi, hingga kekurangan dokumen lengkap.

Akibatnya, ada beberapa konsekuensi yang harus diterima berupa penolakan terhadap klaim asuransi bahkan terjadi pembatalan polis asuransi.

Mengetahui Rekanan Rumah Sakit

Perlu yang Anda ketahui bahwa tidak semua rumah sakit di Indonesia memiliki kerjasama khusus dengan produk asuransi yang sudah dibeli. Jangan sampai Anda kembali mengeluarkan banyak uang hanya karena tidak mendapatkan info yang jelas untuk mengajukan klaim dan rugi secara finansial.

Maka dari itu, pastikan Anda sudah mengetahui rekanan rumah sakit yang memiliki kerja sama dengan perusahaan asuransi.

Membayar Premi Asuransi Tepat Waktu

Pengajuan pemberi manfaat tidak akan cair secepat mungkin jika polis asuransi Anda berstatus lapse. Kenapa? Hal itu disebabkan karena pembayaran premi asuransi telah memasuki jatuh tempo. Jika dibiarkan begitu saja, kemungkinan besar status tersebut menjadi non-aktif bahkan ditolak.

Ada pula hal-hal lain yang menyebabkan pemberi manfaat ditolak karena faktor kejahatan. Faktor tersebut meliputi melakukan tindakan kriminal, bunuh diri, penipuan terhadap perusahaan asuransi hingga kejahatan asuransi yang dilakukan oleh nasabah asuransi.

Nah, sudah tahu kan apa saja langkah-langkah pengajuan klaim asuransi yang benar dan tepat? Pastikan maksud pengajuan sudah tepat sasaran supaya berjalan tepat waktu. Tidak hanya itu, kebutuhan finansial Anda untuk menutupi biaya perawatan di rumah sakit pun berjalan dengan lancar.