BPJS Kesehatan: Dengan Manfaat Segudang, Masih Ngeyel Gak Mau Daftar?

BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan jadi program wajib buat semua warga negara Indonesia. Gak gratis buat kebanyakan orang emang, tapi manfaatnya sangat dibutuhkan terutama oleh wong cilik alias kalangan bawah.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, semua orang Indonesia wajib jadi peserta BPJS. Kepala keluarga punya tanggung jawab mendaftarkan semua anggota keluarganya.

Meski begitu, masih banyak yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Hayo, jangan-jangan termasuk kamu juga?

Salah satu alasan orang ogah mendaftarkan diri dan keluarga adalah ragu soal apa aja yang di-cover BPJS Kesehatan. Jangan-jangan nanti sakit keras gak ditanggung lagi. Begitu pikirannya.

Tenang. Ada setidaknya 155 jenis penyakit yang ditanggung BPJS Kesehatan. Itu termasuk penyakit serius seperti jantung koroner sampai HIV/AIDS.

BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan mampu mengcover banyak penyakit berat (Sakit jantung/mediacaine)

Satu-satunya masalah kesehatan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan adalah ketergantungan narkoba. Sebab, penyakit itu muncul akibat ulah sendiri dan bersinggungan dengan tindak pidana.

Selain itu, cedera yang timbul gara-gara kecelakaan kerja atau lalu lintas juga gak bisa ditangani di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS. Sebab, sudah ada aturan tersendiri soal dana tanggungan kecelakaan itu.

Jadi, pengobatan sebagian besar penyakit yang sering dijumpai di tengah masyarakat bakal ditanggung BPJS Kesehatan. Terus, kenapa masih gak mau jadi pesertanya? Padahal kesehatan itu investasi lho.

[Baca: Kesehatan itu Investasi. Ini Akibatnya Kalau Ogah Medical Check Up]

Mungkin banyak yang berpikiran kalau sudah ada asuransi swasta. Bisa reimburse ke kantor juga. Rugi dong kalau bayar iuran lagi ke BPJS Kesehatan? Nah, ini nih yang perlu diluruskan.

Kenapa Harus Jadi Peserta BPJS Kesehatan?

Pertama-tama, perlu ditekankan lagi, jadi peserta BPJS Kesehatan itu wajib. Bahkan tiap perusahaan di Indonesia wajib mendaftarkan pekerjanya.

Kalau gak mau mendaftarkan, bisa kena sanksi. Buat individu, misalnya, gak dilayani saat mengurus administrasi kependudukan. Sama seperti ketika gak bayar pajak bumi dan bangunan (PBB).

BPJS Kesehatan
Kamu sudah punya BPJS kan? (BPJS/Liputan 6)

Adapun sanksi perusahaan adalah teguran hingga tiga kali. Jika gak daftarin juga, kena denda. Kalau masih ngeyel, mau ngurus izin segala macam gak bakal dilayani oleh pemerintah setempat.

Seharusnya alasan itu sudah cukup buat menyadarkan diri untuk mendaftar jadi peserta BPJS Kesehatan. Kalau belum cukup, ada satu alasan lagi, yakni kita bisa menggabungkan manfaat BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta.

Urusan kecelakaan kerja, sudah ada asuransi dari kantor. Cedera akibat celaka di jalan pun bisa diklaim ke asuransi swasta baik pribadi maupun kantor.

Coordination of Benefit (CoB)

Khusus untuk yang ikut asuransi pribadi, kita bisa menghemat biaya premi dengan jadi peserta BPJS Kesehatan. Sebab, kita gak perlu lagi ikut polis dengan tanggungan banyak. Cukup yang sederhana, dengan biaya minimal, nanti manfaatnya bisa digabungkan dengan BPJS Kesehatan.

Misalnya ikut asuransi kesehatan. Suatu saat terserang penyakit jantung dan butuh ring. Berkat kerja sama coordination of benefit (CoB), nantinya biaya pemasangan ring bisa ditanggung BPJS dan asuransi swasta. Jadi, ketika plafon gak mencukupi, ada back up yang akan mengatasi kekurangan.

Sudah ada puluhan perusahaan asuransi yang menjalin kerja sama CoB dengan BPJS Kesehatan. Coba tanyakan ke pihak asuransi apakah ada kerja sama dengan BPJS saat ditawari polis oleh agen. Sebaiknya cari yang ada agar bisa merasakan manfaat keduanya.

[Baca: Untungnya Kita Sudah Bisa Merasakan Koordinasi Manfaat BPJS Kesehatan dengan Pihak Asuransi Swasta, Nih Buktinya!]

BPJS Kesehatan
Pahami dulu prosedurnya ya, terutama buat urusan klaimnya (kartu bpjs/media indonesia)

Namun perlu diketahui, prosedur harus ditaati untuk mendapatkan manfaat tersebut. Misalnya, pasien BPJS harus mendapat rujukan dari fasilitas kesehatan I dulu (puskesmas atau klinik) sebelum naik ke jenjang perawatan berikutnya.

Salah satu manfaat lain ketika kita ikut BPJS Kesehatan adalah ikut membantu mereka yang kekurangan.

BPJS menggunakan sistem seperti subsidi silang antar-warga. Jadi, iuran yang kita bayarkan tiap bulan bisa digunakan oleh orang lain yang membutuhkan biaya perawatan. Dan, suatu saat, kita pun bisa memanfaatkan iuran dari orang lain. Karena itulah biaya pengobatan dengan BPJS bisa gratis.

Meski pelaksanaan program ini di lapangan masih belum konsisten, sudah banyak yang telah merasakan manfaatnya. Kita gak tahu kapan akan membutuhkan. Daripada telat, mending antisipasi dari sekarang biar gak terbebani biaya saat nanti jatuh sakit.

[Baca: Cek Kesehatan Keuanganmu dengan Menghitung 4 Rasio Ini]

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →