Program BPJS Ketenagakerjaan: Daftar, Cek Saldo, dan Klaim

Program Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan adalah badan hukum publik milik pemerintah yang berfokus memberikan jaminan sosial bagi tenaga kerja di Indonesia. Program ini membantu para pesertanya untuk mengalihkan risiko yang bisa terjadi terkait pekerjaannya.

Tentu saja, karena konsepnya yang menggunakan metode asuransi sosial, program jaminan untuk para pekerja ini pun terasa ringan. Namun, manfaatnya tak boleh Anda pandang sebelah mata. Sebab, cakupan manfaatnya tidak hanya memberikan uang pensiun tetapi juga jaminan kecelakaan kerja.

Berikut ini penjelasan tentang badan hukum publik yang dulu dikenal sebagai Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja).

Kelompok Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), peserta BPJS Ketenagakerjaan diwajibkan bagi setiap orang, termasuk warga asing yang telah bekerja setidaknya enam bulan di Indonesia.

Terdapat empat kategori keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan pekerjaannya, yaitu:

  • Penerima upah, yaitu orang yang bekerja dengan menerima upah, gaji, atau imbalan dari si pemberi kerja.
  • Bukan penerima upah, yaitu orang yang bekerja secara mandiri atau pekerja lepas.
  • Jasa konstruksi, yaitu orang yang bekerja di bagian layanan jasa atau konsultasi pekerjaan konstruksi.
  • Pekerja migran, yaitu warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan dikelompokkan seperti di atas karena terdapat beberapa manfaat yang berbeda satu sama lain. Berikut manfaat dan program yang didapatkan oleh masing-masing kelompok di atas.

Program Manfaat Penerima Upah Bukan Penerima Upah Jasa Konstruksi Pekerja Migran
JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) Ada Ada Ada Ada
JKM (Jaminan Kematian) Ada Ada Ada Ada
JP (Jaminan Pensiun) Ada Tidak Tidak Tidak
JHT (Jaminan Hari Tua) Ada Ada Tidak Ada

Di bagian selanjutnya akan dijelaskan masing-masing program jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

Beragam Program dan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Program dan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

1. JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja)

Jaminan kecelakaan kerja atau JKK merupakan perlindungan yang diberikan kepada peserta terhadap risiko-risiko kecelakaan yang terjadi saat bekerja. Termasuk pula perlindungan terhadap kecelakaan saat peserta berangkat, pulang, ataupun perjalanan dinas.

Adapun manfaat yang diberikan bagi peserta sebagai berikut:

  • Pelayanan kesehatan.
  • Santunan uang apabila peserta tidak mampu bekerja, cacat sebagian atau total, dan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.
  • Bantuan beasiswa untuk anak apabila peserta mengalami cacat tetap total atau meninggal dunia.

2. JKM (Jaminan Kematian)

Jaminan kematian merupakan pertanggungan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan apabila peserta meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja.

Adapun manfaat yang diberikan, antara lain:

  • Santunan sekaligus Rp16,2 juta kepada ahli waris.
  • Santunan berkala 24 bulan yang dibayarkan sekaligus, dengan perhitungan 24 bulan x Rp200 ribu = Rp4,8 juta.
  • Biaya pemakaman Rp3 juta.
  • Bantuan beasiswa untuk anak bagi peserta yang telah menjadi anggota minimal lima tahun.

3. JP (Jaminan Pensiun)

Jaminan pensiun merupakan jaminan sosial bagi peserta saat memasuki usia pensiun atau mengalami cacat. Jaminan tersebut berupa:

  • Manfaat pensiun hari tua dengan ketentuan peserta telah menjadi peserta minimal 15 tahun.
  • Manfaat pensiun karena cacat akibat kecelakaan atau penyakit.
  • Manfaat uang tunai bagi janda atau duda yang menjadi ahli waris dari peserta sampai meninggal dunia atau menikah lagi.
  • Manfaat uang tunai untuk anak berupa uang bulanan hingga usia anak mencapai 23 tahun.
  • Manfaat uang tunai yang akan diberikan bagi orang tua yang ditunjuk sebagai ahli waris apabila peserta lajang.

4. JHT (Jaminan Hari Tua)

Nah, ini dia salah satu jaminan yang paling populer dari BPJS Ketenagakerjaan. Jaminan ini berupa uang tunai yang dikumpulkan dari iuran peserta dan perusahaan serta nilai pengembangannya. Ya, mirip-mirip dengan investasilah.

Pasalnya, persentase nilai pengembangan JHT ini berkisar di angka 7% sampai 9% per tahun. Angka tersebut melebihi nilai pengembangan di deposito, lho!

Cara Daftar Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan

Tak hanya karena bersifat wajib, manfaat-manfaat yang telah dijabarkan sebelumnya tentu cukup menggiurkan, bukan? Jadi, pastikan Anda terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

1. Panduan Mendaftar Bagi Karyawan

Untuk Anda yang berstatus sebagai karyawan, proses pendaftarannya lebih mudah. Sebab, bukan Anda yang menangani melainkan perusahaan tempat Anda bernaung.

Berikut dokumen yang harus disiapkan perusahaan dan Anda saat akan mendaftarkan karyawannya menjadi peserta:

  • Asli dan fotokopi SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).
  • Asli dan fotokopi NPWP Perusahaan.
  • Asli dan fotokopi Akta Perdagangan Perusahaan.
  • Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) masing-masing karyawan.
  • Fotokopi KK (Kartu Keluarga) masing-masing karyawan.
  • Pasfoto warna Karyawan, ukuran 2 x 3 , 1 lembar.

Perusahaan dapat melakukan pendaftaran melalui website bpjsketenagakerjaan.go.id. Klik “Daftarkan Saya” pada bagian atas laman website, kemudian pilih Perusahaan (Pemberi Kerja). Selanjutnya, ikuti instruksi yang ada. Setelah proses pendaftaran online selesai, Anda dapat mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

2. Panduan Mendaftar Bagi Pekerja Mandiri

Anda yang berstatus sebagai pekerja mandiri atau pekerja lepas dapat melakukan proses pendaftaran seorang diri. Cukup datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat atau lakukan pendaftaran via website atau aplikasi.

Jika mendaftar lewat website atau aplikasi maka Anda dapat memilih menu Daftarkan Saya, lalu pilih Individu (Pekerja BPU). Selanjutnya, isi Informasi Pekerja, Profil Pekerja, dan Konfirmasi Pendaftaran.

Berikut dokumen yang harus Anda siapkan:

  • Asli dan fotokopi KTP.
  • Asli dan fotokopi KK.
  • Pas foto warna pekerja ukuran 2×3, 1 lembar.

Perhitungan Iuran Keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan

Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Iuran keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan juga berbeda-beda, tergantung status pekerjaan Anda dan jenis program manfaat yang diberikan.

Berikut detail iurannya.

1. JKK

Berikut detail iuran JKK berdasarkan kelompok keanggotaan dan risiko pekerjaannya:

  • Penerima upah: Iuran dibayarkan oleh perusahaan dengan persentase 0,24% sampai 1,74% dari gaji sebulan tergantung risiko pekerjaannya.
    • Tingkat risiko sangat rendah: 0,24% dari gaji per bulan.
    • Tingkat risiko rendah: 0,54% dari gaji per bulan.
    • Tingkat risiko sedang: 0,89% dari gaji per bulan.
    • Tingkat risiko tinggi: 1,27% dari gaji per bulan.
    • Tingkat risiko sangat tinggi: 1,74% dari gaji per bulan.
  • BPU (Bukan Penerima Upah): iuran 1% dari penghasilan yang dilaporkan.
  • Jasa konstruksi: iuran ditanggung oleh kontraktor dengan besaran mulai dari 0,21% dari nilai proyek.
  • Pekerja migran: Rp370 ribu untuk 31 bulan dan perpanjangan Rp13.500 per bulan.

2. JKM

Berikut detail iuran JKK berdasarkan kelompok peserta:

  • Penerima upah: Iuran dibayarkan oleh perusahaan dengan persentase 0,3% dari gaji yang dilaporkan.
  • BPU: Iuran dibayarkan sendiri Rp6.800.
  • Jasa konstruksi: Dibayarkan oleh kontraktor mulai dari 0,21% dari nilai proyek.
  • Pekerja migran: Rp370 ribu.

3. JP

Khusus untuk program JP, iuran ini hanya dibayarkan oleh mereka yang berstatus penerima upah alias karyawan. Iurannya dibayarkan oleh peserta sebesar 1% dan perusahaan sebesar 2% dari gaji yang dilaporkan.

4. JHT

Adapun iuran JHT berdasarkan kelompok peserta adalah sebagai berikut:

  • Penerima upah: Iuran dibayarkan oleh peserta sebesar 2% dan perusahaan sebesar 3,7% dari gaji yang dilaporkan.
  • BPU: Iuran dibayarkan sendiri sebesar 2% dari penghasilan yang dilaporkan.
  • Pekerja migran: Terdapat pilihan pembayaran per bulan mulai dari Rp50 ribu sampai Rp600 ribu.

Cara Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan

Apabila sudah rutin membayarkan iuran keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan, tentu penasaran dong untuk tahu khususnya saldo JHT Anda.

Gampang, kok! Ada tiga cara yang bisa Anda coba. Yang pasti siapkan data nomor KPJ (Kartu Peserta Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan).

  • Datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk pengecekan manual.
  • Cek melalui SMS ke 2757 dengan terlebih dahulu melakukan pendaftaran. Daftar dengan format DAFTAR(spasi)SALDO#Nomor KTP#NAMA#Tanggal lahir#Nomor peserta. Kemudian, Anda dapat mengecek saldo dengan format SALDO(spasi)NOMOR PESERTA.
  • Cek melalui website sso.bpjsketenagakerjaan.go.id atau unduh aplikasi BPJSTKU. Namun, Anda perlu mendaftarkan akun terlebih dahulu.

Cara Klaim Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan

Klaim Dana BPJS Ketenagakerjaan

Untuk klaim dana JHT BPJS Ketenagakerjaan bisa Anda lakukan saat masih bekerja ataupun tidak bekerja. Namun, untuk Anda yang masih bekerja, Anda hanya bisa melakukan pencairan dana sebesar 10% atau 30%. Itu pun dengan syarat Anda sudah menjadi peserta minimal 10 tahun.

Untuk Anda yang ingin mencairkan dana JHT sebesar 100%, berikut ketentuannya:

  • Sudah masuk usia pensiun yaitu 56 tahun.
  • Peserta mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).
  • Peserta resign atau mengundurkan diri dari perusahaan.

Sebagai informasi, kartu peserta juga telah nonaktif minimal satu bulan. Selanjut, Anda bisa menyiapkan dokumen berikut:

  • Surat berhenti kerja (paklaring), baik karena PHK atau resign.
  • KPJ
  • KTP (Kartu Tanda Penduduk) atau Paspor
  • KK (Kartu Keluarga)
  • Buku Tabungan

Jangan lupa untuk siapkan salinan atau fotokopi dari dokumen-dokumen tersebut. Untuk proses klaimnya, Anda dapat menggunakan kanal-kanal berikut ini:

  1. Klaim dengan datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan, cukup membawa dokumen asli dan fotokopi. Kemudian, Anda dapat memasukkan dokumen ke dropbox, petugas akan mengecek dokumen dan memberikan nomor antrian apabila dokumen telah lengkap.
  2. Klaim melalui website sso.bpjsketenagakerjaan.go.id atau aplikasi. Pastikan Anda sudah punya akun. Anda pun dapat memilih menu e-Klaim dan mengikuti instruksi di sana. Untuk proses klaim ini, Anda perlu melakukan scanning atau foto dokumen yang diminta untuk diunggah ke website atau aplikasi.
  3. Klaim melalui website antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id. Cukup isi formulir yang disediakan dan pilih tanggal kedatangan ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

Segera setelah proses di atas sudah Anda lakukan, petugas akan memberi tahu apakah pengajuan disetujui atau tidak. Jika disetujui, maka pencairan dana JHT ke rekening tabungan biasanya membutuhkan waktu maksimal lima hari kerja.

Dengan beragam manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang telah disebutkan, tak heran cukup banyak pekerja yang mendaftarkan diri. Sejauh ini, total sekitar 30 jutaan penduduk Indonesia telah mendaftar, lho!

Yuk, dukung program pemerintah ini! Toh tidak hanya membantu menyukseskan program pemerintah, Anda pun dapat menyiapkan kebutuhan masa depan melalui beragam program BPJS Ketenagakerjaan.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →