Daftar Layanan dan Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS 2021

penyakit yang tidak ditanggung bpjs

Kamu yang jadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tentu pernah sekali atau beberapa kali bertanya-tanya, adakah penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan?

Ternyata, jawabannya “ada”, dan cukup banyak. Sebenarnya kamu juga bisa melengkapi kekurangan BPJS ini dengan asuransi kesehatan swasta, atau asuransi kesehatan pelengkap bpjs yang bekerjasama dengan BPJS dalam program manfaat koordinasi (Coordination of Benefit).

Dengan begitu, apabila memang ada beberapa hal yang tidak ditanggung BPJS, maka sisa pembayarannya akan ditanggung asuransi tersebut.

💊Ingin mendapat layanan rumah sakit maksimal? Lengkapi BPJS kamu dengan produk asuransi kesehatan terbaik di Lifepal!

Untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan sendiri, kini kamu juga bisa bayar BPJS melalui aplikasi Lifepal, lho!

Namun, jika kamu masih penasaran jenis penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan, simak uraiannya berikut ini:

Daftar penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan

Pemerintah memang tidak secara spesifik menyebutkan “penyakit yang tidak ditanggung BPJS” maupun “penyakit yang ditanggung BPJS”.

Namun, sebenarnya sama halnya dengan asuransi kesehatan konvensional, terdapat beberapa jenis penyakit yang tidak dijamin oleh asuransi sosial ini. 

Dalam Pasal 52 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, disebutkan soal deretan manfaat kesehatan dan jenis penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan

Dengan demikian, cakupannya tidak hanya penyakit umum dan penyakit kritis saja, melainkan meliputi segala jenis pelayanan kesehatan. Berikut ini daftar layanan kesehatan yang tidak dijamin.

  1. Pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang terdiri dari rujukan atas permintaan sendiri dan pelayanan kesehatan lain yang tidak sesuai peraturan perundang-undangan.
  2. Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah.
  3. Pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat.
  4. Pelayanan kesehatan terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja atau menjadi tanggungan pemberi kerja.
  5. Pelayanan kesehatan akibat tindak pidana penganiayaan, kekerasan seksual, korban terorisme, dan tindak pidana perdagangan orang sesuai dengan ketentuan peraturan peundang-undangan.
  6. Pelayanan kesehatan yang dijamin oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas yang bersifat wajib sampai nilai yang ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas sesuai hak kelas rawat peserta.
  7. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri.
  8. Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetika.
  9. Pelayanan untuk mengatasi infertilitas atau kemandulan.
  10. Pelayanan meratakan gigi atau ortodonsi.
  11. Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri.
  12. Gangguan kesehatan atau penyakit akibat ketergantungan obat maupun alkohol.
  13. Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan atau eksperimen.
  14. Pengobatan komplementer, alternatif, dan tradisional yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan.
  15. Pelayanan kesehatan tertentu yang berkaitan dengan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polri.
  16. Alat dan obat kontrasepsi, kosmetik.
  17. Perbekalan kesehatan rumah tangga.
  18. Pelayanan kesehatan pada kejadian tak diharapkan yang dapat dicegah, misalnya korban begal, tawuran, dan lain sebagainya.
  19. Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dalam rangka bakti sosial.
  20. Pelayanan yang sudah ditanggung dalam program lain.
  21. Pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan manfaat jaminan kesehatan yang diberikan.
🦠 Biaya pengobatan mandiri untuk Covid-19 mahal! Minimalkan dengan asuransi kesehatan terbaik. Premi mulai Rp100 ribuan.

Layanan dan penyakit yang ditanggung BPJS Kesehatan

Setelah mengetahui jenis-jenis pelayanan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan, apa saja sebenarnya pelayanan dan penyakit yang ditanggung BPJS?

Setiap peserta BPJS Kesehatan mempunyai hak untuk mendapatkan manfaat jaminan kesehatan yang meliputi pelayanan promotif, preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan), dan rehabilitatif.

Nah, pelayanan itu termasuk pelayanan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai sesuai kebutuhan medis yang diperlukan.

Berdasarkan Pasal 47 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, untuk pelayanan kesehatan tingkat pertama (Faskes Tingkat I), peserta BPJS berhak atas pelayanan kesehatan yang terdiri atas:

  1. Administrasi pelayanan
  2. Pelayanan promotif dan preventif
  3. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis
  4. Tindakan medis non-spesialistik, baik operatif maupun non operatif
  5. Pelayanan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai
  6. Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pertama
  7. Rawat inap tingkat pertama sesuai dengan indikasi medis.

Sementara itu, untuk pelayanan kesehatan rujukan di fasilitas kesehatan tingkat lanjutan, peserta berhak atas pelayanan kesehatan berikut ini nih.

  1. Administrasi pelayanan
  2. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis dasar. Pelayanan ini hanya berlaku untuk pelayanan kesehatan pada unit gawat darurat.
  3. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi spesialistik
  4. Tindakan medis spesialistik, baik bedah maupun nonbedah sesuai dengan indikasi medis
  5. Pelayanan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai. Alat kesehatan di sini mencakup seluruh alat kesehatan yang digunakan dalam rangka penyembuhan, termasuk alat bantu kesehatan.
  6. Pemeriksaan penunjang diagnostik lanjutan sesuai dengan indikasi medis
  7. Rehabilitasi medis
  8. Pelayanan darah
  9. Pemulasaran jenazah peserta yang meninggal di fasilitas kesehatan
  10. Pelayanan keluarga berencana
  11. Perawatan inap nonintensif
  12. Rawat inap di ruang intensif
  13. Selain itu, seluruh peserta BPJS Kesehatan juga berhak memperoleh pelayanan ambulans darat atau air.

Namun, pelayanan ini diperuntukkan bagi peserta atau pasien rujukan dengan kondisi tertentu untuk sarana transportasi antar fasilitas kesehatan.

Tujuannya adalah untuk menjaga kestabilan kondisi demi keselamatan pasien.

Daftar penyakit yang ditanggung BPJS Kesehatan

Kamu pasti sudah tahu kan kalau peserta BPJS Kesehatan diwajibkan untuk mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat I seperti Puskesmas maupun klinik swasta terlebih dahulu saat ingin mendapatkan pelayanan kesehatan.

Ya, kamu yang sakit gak serta merta bisa langsung ke rumah sakit karena banyak penyakit yang bisa ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama ini. 

Di luar penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan, berikut ini adalah penyakit-penyakit yang dijamin BPJS dan dapat ditangani di Faskes Tingkat I.

No. Penyakit yang ditanggung BPJS di Faskes Tingkat I
1 Kejang Demam
Tetanus
3 HIV AIDS tanpa komplikasi
4 Tension headache
5 Migren
6 Bell’s Palsy
7 Vertigo (Benign paroxysmal positional Vertigo)
8 Gangguan somatoform
9 Insomnia
10 Benda asing di konjungtiva
11 Konjungtivitis
12 Perdarahan subkonjungtiva
13 Mata kering
14 Blefaritis
15 Hordeolum
16 Trikiasis
17 Episkleritis
18 Hipermetropia ringan
19 Miopia ringan
20 Astigmatism ringan
21 Presbiopia
22 Buta senja
23 Otitis eksterna
24 Otitis Media Akut
25 Serumen prop
26 Mabuk perjalanan
27 Furunkel pada hidung
28 Rhinitis akut
29 Rhinitis vasomotor
30 Benda asing
31 Epistaksis
32 Influenza
33 Pertusis
34 Faringitis
35 Tonsilitis
36 Laringitis
37 Asma bronchiale
38 Bronchitis akut
39 Pneumonia, bronkopneumonia
40 Tuberkulosis paru tanpa komplikasi
41 Hipertensi esensial
42 Kandidiasis mulut
43 Ulcus mulut (aptosa, herpes)
44 Parotitis
45 Infeksi pada umbilikus
46 Gastritis
47 Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis)
48 Refluks gastroesofagus
49 Demam tifoid
50 Intoleransi makanan
51 Alergi makanan
52 Keracunan makanan
53 Penyakit cacing tambang
54 Strongiloidiasis
55 Askariasis
56 Skistosomiasis
57 Taeniasis
58 Hepatitis A
59 Disentri basiler, disentri amuba
60 Hemoroid grade ½
61 Infeksi saluran kemih
62 Gonore
63 Pielonefritis tanpa komplikasi
64 Fimosis
65 Parafimosis
66 Sindroma duh (discharge) genital (Gonore dan non gonore)
67 Infeksi saluran kemih bagian bawah
68 Vulvitis
69 Vaginitis
70 Vaginosis bakterialis
71 Salphingitis
72 Kehamilan normal
73 Aborsi spontan komplit
74 Anemia defisiensi besi pada kehamilan
75 Ruptur perineum tingkat ½
76 Abses folikel rambut/kelj sebasea
77 Mastitis
78 Cracked nipple
79 Inverted nipple
80 DM tipe 1
81 DM tipe 2
82 Hipoglikemi ringan
83 Malnutrisi energi protein
84 Defisiensi vitamin
85 Defisiensi mineral
86 Dislipidemia
87 Hiperurisemia
88 Obesitas
89 Anemia defiensi besi
90 Limphadenitis
91 Demam dengue, DHF
92 Malaria
93 Leptospirosis (tanpa komplikasi)
94 Reaksi anafilaktik
95 Ulkus pada tungkai
96 Lipoma
97 Veruka vulgaris
98 Moluskum kontangiosum
99 Herpes zoster tanpa komplikasi
100 Morbili tanpa komplikasi
101 Varicella tanpa komplikasi
102 Herpes simpleks tanpa komplikasi
103 Impetigo
104 Impetigo ulceratif (ektima)
105 Folikulitis superfisialis
106 Furunkel, karbunkel
107 Eritrasma
108 Erisipelas
109 Skrofuloderma
110 Lepra
111 Sifilis stadium 1 dan 2
112 Tinea kapitis
113 Tinea barbe
114 Tinea facialis
115 Tinea corporis
116 Tinea manus
117 Tinea unguium
118 Tinea cruris
119 Tinea pedis
120 Pitiriasis versicolor
121 Candidiasis mucocutan ringan
122 Cutaneus larvamigran
123 Filariasis
124 Pedikulosis kapitis
125 Pediculosis pubis
126 Scabies
127 Reaksi gigitan serangga
128 Dermatitis kontak iritan
130 Dermatitis atopik (kecuali recalcitrant)
131 Napkin ekzema
132 Dermatitis seboroik
133 Pitiriasis rosea
134 Acne vulgaris ringan
135 Hidradenitis supuratif
136 Dermatitis perioral
137 Miliaria
138 Urtikaria akut
139 Eksantemapous drug eruption, fixed drug eruption
140 Vulnus laseraum, puctum
141 Luka bakar derajat 1 dan 2
142 Kekerasan tumpul
143 Kekerasan tajam

Layanan gawat darurat yang ditanggung BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan juga menanggung peserta yang memerlukan pelayanan gawat darurat di setiap fasilitas kesehatan, baik yang bekerja sama maupun yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Lalu, seperti apakah kriteria “gawat darurat” tersebut?

Yang pertama adalah kondisi yang mengancam nyawa peserta. Kemudian, kondisi yang membahayakan diri dan orang lain, adanya gangguan pada jalan nafas dan sirkulasi, penurunan kesadaran, gangguan hemodinamik, dan perlu segera memperoleh tindakan medis. 

Berikut ini tabel kondisi peserta yang masuk kriteria gawat darurat.

   
Bagian Diagnosis kondisi atau penyakit yang ditanggung BPJS Kesehatan dengan kriteria gawat darurat
Anak Anemia sedang / berat
  Apnea / gasping
  Bayi ikterus, anak ikterus
  Bayi kecil/ premature
  Cardiac arrest / payah jantung
  Cyanotic Spell (penyakit jantung)
  Diare profis (> 10/hari) disertai dehidrasi ataupun tidak
  Difteri
  Ditemukan bising jantung, aritmia
  Edema / bengkak seluruh badan
  Epitaksis, tanda pendarahan lain disertai febris
  Gagal ginjal akut
  Gangguan kesadaran, fungsi vital masih baik
  Hematuri
  Hipertensi Berat
  Hipotensi / syok ringan s/d sedang
  Intoksikasi (minyak tanah, baygon) keadaan umum masih baik
  Intoksikasi disertai gangguan fungsi vital (minyak tanah, baygon)
  Kejang disertai penurunan kesadaran
  Muntah profis (> 6 hari) disertai dehidrasi atau tidak
  Panas tinggi >400 C
  Sangat sesak, gelisah, kesadaran menurun, sianosis ada retraksi hebat (penggunaan otot pernafasan sekunder)
  Sesak tapi kesadaran dan keadaan umum masih baik
  Shock berat (profound) : nadi tidak teraba tekanan darah terukur termasuk DSS.
  Tetanus
  Tidak kencing > 8 jam
  Tifus abdominalis dengan komplikasi
Bedah Abses cerebri
  Abses sub mandibula
  Amputasi penis
  Anuria
  Apendicitis acute
  Atresia ani (tidak bisa BAB sama sekali)
  BPH dengan retensio urin
  Cedera kepala berat
  Cedera kepala sedang
  Cedera tulang belakang (vertebral)
  Cedera wajah dengan gangguan jalan nafas
  Cedera wajah tanpa gangguan jalan nafas, antara lain :

a. Patah tulang hidung/nasal terbuka dan tertutup

b. Patah tulang pipi (zygoma) terbuka dan tertutup

c. Patah tulang rahang (maxilla dan mandibula) terbuka dan tertutup

d. Luka terbuka daerah wajah

  Cellulitis
  Cholesistitis akut
  Corpus alienum pada : a. Intra cranial b. Leher b. Thorax c. Abdomen d. Anggota gerak e. Genetalia
  CVA bleeding
  Dislokasi persendian
  Drowning
  Flail chest
  Fraktur tulang kepala
  Gastrokikis
  Gigitan binatang / manusia
  Hanging
  Hematothorax dan pneumothorax
  Hematuria
  Hemoroid grade IV (dengan tanda strangulasi)
  Hernia incarcerate
  Hidrochepalus dengan TIK meningkat
  Hirschprung disease
  Ileus Obstruksi
  Internal Bleeding
  Luka Bakar
  Luka terbuka daerah abdomen
  Luka terbuka daerah kepala
  Luka terbuka daerah thorax
  Meningokel / myelokel pecah
  Multiple trauma
  Omfalokel pecah
  Pankreatitis akut
  Patah tulang dengan dugaan cedera pembuluh darah
  Patah tulang iga multiple
  Patah tulang leher
  Patah tulang terbuka
  Patah tulang tertutup
  Periappendicullata infiltrate
  Peritonitis generalisata
  Phlegmon dasar mulut
  Priapismus
  Prolaps rekti
  Rectal bleeding
  Ruptur otot dan tendon
  Strangulasi penis
  Tension pneumothoraks
  Tetanus generalisata
  Torsio testis
  Tracheo esophagus fistel
  Trauma tajam dan tumpul daerah leher
  Trauma tumpul abdomen
  Traumatik amputasi
  Tumor otak dengan penurunan kesadaran
  Unstable pelvis
  Urosepsi

 

Kardio vaskuler Aritmia
  Aritmia dan shock
  Cor Pulmonale decompensata yang akut
  Edema paru akut
  Henti jantung
  Hipertensi berat dengan komplikasi (hipertensi enchephalopati, CVA)
  Infark Miokard dengan komplikasi (shock)
  Kelainan jantung bawaan dengan gangguan ABC (Airway Breathing Circulation)
  Kelainan katup jantung dengan gangguan ABC (airway Breathing Circulation)
  Krisis hipertensi
  Miokarditis dengan shock
  Nyeri dada
  Sesak nafas karena payah jantung
  Syncope karena penyakit jantung
Kebidanan Abortus
  Distosia
  Eklampsia
  Kehamilan Ektopik Terganggu (KET)
  Perdarahan Antepartum
  Perdarahan Postpartum
  Inversio Uteri
  Febris Puerperalis
  Hyperemesis gravidarum dengan dehidrasi
  Persalinan kehamilan risiko tinggi dan atau persalinan dengan penyulit
Mata Benda asing di kornea mata / kelopak mata
  Blenorrhoe/ Gonoblenorrhoe
  Dakriosistisis akut
  Endoftalmitis/panoftalmitis
  Glaukoma : a. Akut b. Sekunder
  Penurunan tajam penglihatan mendadak :

a. Ablasio retina

b. CRAO

c. Vitreous bleeding Selulitis Orbita

  Semua kelainan kornea mata : a. Erosi b. Ulkus / abses c. Descematolis
  Semua trauma mata :

a. Trauma tumpul

b. Trauma fotoelektrik/ radiasi

c. Trauma tajam/tajam tembus

  Trombosis sinus kavernosis
  Tumororbita dengan perdarahan
  Uveitis/ skleritis/iritasi
Paru-paru Asma bronchitis moderate severe
  Aspirasi pneumonia
  Emboli paru
  Gagal nafas
  Injury paru
  Massive hemoptisis
  Massive pleural effusion
  Oedema paru non cardiogenic
  Open/closed pneumathorax
  P.P.O.M Exacerbasi akut
  Pneumonia sepsis
  Pneumathorax ventil
  Reccurent Haemoptoe
  Status Asmaticus
  Tenggelam
Penyakit dalam Demam berdarah dengue (DBD)
  Demam tifoid
  Difteri
  Disequilebrium pasca HD
  Gagal ginjal akut
  GEA dan dehidrasi
  Hematemesis melena
  Hematochezia
  Hipertensi maligna
  Keracunan makanan
  Keracunan obat
  Koma metabolic
  Leptospirosis
  Malaria
  Observasi shock
THT Abses di bidang THT & kepala leher
  Benda asing laring/trachea/bronkus, dan benda asing tenggorokan
  Benda asing telinga dan hidung
  Disfagia
  Obstruksi jalan nafas atas grade II/ III Jackson
  Obstruksi jalan nafas atas grade IV Jackson
  Otalgia akut (apapun penyebabnya)
  Parese fasialis akut
  Perdarahan di bidang THT
  Syok karena kelainan di bidang THT
  Trauma (akut) di bidang THT ,Kepala dan Leher
  Tuli mendadak
  Vertigo (berat)
Syaraf Kejang
  Stroke
  Meningo enchepalitis

Tindakan operasi yang ditanggung BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan tak hanya menanggung rawat inap dan rawat jalan untuk mengobati penyakit, tetapi juga tindakan operasi. Apa saja tindakan operasi yang ditanggung BPJS Kesehatan?

Berikut ini tindakan operasi yang ditanggung BPJS.

  1. Operasi amandel
  2. Operasi batu empedu
  3. Operasi bedah mulut
  4. Operasi bedah vaskuler
  5. Operasi caesar
  6. Operasi hernia
  7. Operasi jantung
  8. Operasi kanker
  9. Operasi katarak
  10. Operasi kelenjar getah bening
  11. Operasi kista
  12. Operasi mata
  13. Operasi miom
  14. Operasi odontektomi atau operasi pencabutan graham bungsu
  15. Operasi pencabutan pen
  16. Operasi penggantian sendi lutut
  17. Operasi tubektomi
  18. Operasi tumor
  19. Operasi usus buntu

Apakah pengobatan pasien Covid-19 ditanggung BPJS?

BPJS Kesehatan memastikan mitra fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit (RS), tidak membebankan biaya pemeriksaan awal Covid-19 kepada peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai syarat untuk mendapatkan layanan kesehatan.

BPJS Kesehatan memastikan peserta JKN-KIS bisa mendapatkan hak pelayanan kesehatan dari fasilitas kesehatan sesuai dengan alur dan ketentuan yang ada dalam perjanjian kerja sama dan tidak harus membayar urun biaya di luar ketentuan yang diatur bersama.

Hal itu seperti diungkapkan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito yang memastikan seluruh biaya pengobatan pasien Covid-19 di rumah sakit (RS) rujukan ditanggung pemerintah, termasuk biaya obat-obatan.

Hal sama juga berlaku bagi warga negara asing (WNA) yang terpapar Covid-19 dan menjalani perawatan di Indonesia. Pemerintah menjamin biaya perawatan sakit yang dialami WNA akibat virus Corona.

Apakah peserta BPJS Kesehatan diprioritaskan dapat vaksin Covid-19?

Vaksin Covid-19 jenis Sinovac telah tiba di Indonesia sejak 6 Desember 2020 akan diberikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia. 

Adapun untuk proses pemberian vaksin ini, pemerintah juga menunjuk BPJS Kesehatan untuk pendataan masyarakat penerima vaksin. 

BPJS Kesehatan akan menggunakan aplikasi Primary Care (P-Care) versi Vaksin Covid-19 untuk proses registrasi, screening dan pencatatan pemberian vaksin.

Dengan demikian, salah satu syarat utama bagi penerima vaksin adalah harus memiliki keanggotan yang masih aktif di BPJS Kesehatan.

Sekadar diketahui, vaksin tersebut akan diberikan kepada tenaga kesehatan sebagai prioritas. Lalu asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan, TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lain.

Vaksin juga akan diberikan kepada tokoh masyarakat/agama, pelaku perekonomian strategis, perangkat daerah kecamatan, perangkat desa, dan perangkat rukun tetangga/rukun warga.

Kemudian, vaksin akan diberikan kepada guru/tenaga pendidik dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA, atau setingkat/sederajat, dan perguruan tinggi. Aparatur kementerian/lembaga, aparatur organisasi perangkat Pemerintah Daerah, dan anggota legislatif. 

Setelah itu, baru masyarakat umum akan menerima vaksin tersebut.

Hak dan kewajiban peserta BPJS Kesehatan

Sebagai anggota BPJS Kesehatan yang artinya kamu pun pihak konsumen, mengetahui hak dan kewajiban peserta sangat penting.

Tujuannya adalah agar kamu bisa memperoleh manfaat maksimal dari keanggotaan BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan sendiri telah mencantumkan daftar hak dan kewajiban peserta di situs resminya.

Hak peserta yang dijamin BPJS Kesehatan

  1. Memperoleh kartu keanggotan peserta BPJS Kesehatan sebagai identitas untuk mendapatkan layanan kesehatan
  2. Memperoleh layanan kesehatan sesuai syarat dan ketentuan yang ditanggung BPJS Kesehatan
  3. Memperoleh akses informasi terkait prosedur pelayanan kesehatan yang berlaku.
  4. Memperoleh akses untuk memberikan kritik, saran, keluhan, dan pengaduan langsung ke pihak BPJS Kesehatan, baik secara lisan maupun tulisan

Kewajiban yang perlu dipenuhi anggota BPJS Kesehatan

  1. Mendaftarkan diri dan anggota keluarga sebagai peserta BPJS sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku
  2. Membayarkan iuran secara rutin sesuai pilihan kelas masing-masing
  3. Memberikan informasi terkait data diri dan anggota keluarga dengan lengkap dan sebenar-benarnya ketika mendaftar
  4. Menginformasikan pengkinian atau perubahan data diri, seperti pindah alamat, perubahan status pernikahan, hingga berita kematian, langsung ke pihak BPJS Kesehatan
  5. Mengikuti segala syarat dan ketentuan terkait prosedur pelayanan kesehatan
  6. Memastikan kartu keanggotaan tidak hilang, rusak, atau digunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak

Itu tadi beberapa informasi penting terkait pelayanan dan penyakit yang ditanggung BPJS Kesehatan serta daftar pelayanan dan penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Cukup lengkap, bukan?

Hanya saja, untuk mendapatkan manfaat maksimal atas pelayanan kesehatan, kamu dapat mengimbanginya dengan asuransi kesehatan rekomendasi kami.

Selain asuransi, kamu juga perlu memiliki dana darurat supaya ketika jatuh askit, gak perlu kewalahan mikirin biaya. Nah, buat tahu berapa kebutuhan dana darurat kamu, cobain Kalkulator Dana Darurat berikut ini ya!

Pertanyaan seputar penyakit yang tidak ditanggung BPJS

Apa obat yang tidak ditanggung BPJS?

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/707/2018 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/659/2017 tentang Formularium Nasional, ada sejumlah daftar obat yang tidak ditanggung layanan BPJS Kesehatan. 

Obat-obatan itu sebagian besar adalah obat kanker usus besar atau kolorektal. Penghapusan ini mulai berlaku 1 Maret 2019. 

Dalam keputusan yang dikeluarkan 19 Desember 2018, dua jenis obat kanker yang dihilangkan dari layanan BPJS Kesehatan tersebut adalah obat bevacizumab yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan kanker. Cetuximab yang digunakan untuk pengobatan kanker kolorektal (kanker usus besar).

Sebutkan daftar penyakit yang ditanggung BPJS 2020?

Hampir semua jenis penyakit ditanggung BPJS Kesehatan.

Berikut ini adalah daftar penyakit maupun operasi yang ditanggung BPJS Kesehatan:

  • Jantung
  • Stroke
  • Kanker
  • Leukemia
  • Diabetes melitus
  • Hipertensi
  • Gagal ginjal
  • Thalasemia
  • Bronkitis
  • Asma
  • Tumor
  • Hemofilia
  • Malaria
  • Kusta
  • Sirosis hepatitis
  • Persalinan normal atau vaginal
  • Operasi caesar, dan lainnya.

Jenis operasi apa saja yang tidak ditanggung BPJS?

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 28 Tahun 2014, hampir semua jenis tindakan operasi sebenarnya ditanggung oleh BPJS.

Namun, setelah melewati berbagai pertimbangan sesuai dengan kebijakan awal, terdapat pula jenis operasi yang tidak ditanggung BPJS.

Berikut ini jenis-jenis operasi yang tidak ditanggung BPJS:

  • Operasi yang sifatnya kosmetik atau estetik.
  • Operasi yang dilakukan di luar negeri.
  • Operasi karena peristiwa kecelakaan.
  • Operasi karena kecelakaan kerja.
  • Operasi yang menyalahi prosedur.
  • Operasi karena kejadian yang bisa melukai diri.

Apa 8 penyakit yang tidak ditanggung BPJS?

  • Penyakit akibat ketergantungan obat maupun alkohol
  • Meratakan gigi (ortodonsi)
  • Perawatan kecantikan
  • Penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja
  • Penyakit infertilitas
  • Pengobatan komplementer, alternatif dan tradisional
  • Alat dan obat kontrasepsi.

Apakah penyakit kulit ditanggung BPJS?

Penyakit kulit seperti panu atau penyakit kulit lainnya bisa ditanggung BPJS. Namun, perlu diperhatikan lokasi dari fasilitas kesehatan yang dipilih.

Pemanfaatan BPJS harus sesuai dengan lokasi fasilitas kesehatan BPJS-mu, seperti pada puskesmas atau klinik.

Berapa biaya maksimal yang ditanggung BPJS?

Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2016 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan, BPJS Kesehatan memiliki besaran biaya maksimal yang ditanggung. 

Adapun biaya maksimal yang ditanggung BPJS untuk kelas I dan kelas II berbeda-beda:

  • Untuk prosedur kemoterapi kelas II Rp3 jutaan – Rp9 jutaan, sedangkan untuk kelas I berkisar antara Rp4,5 juta – Rp11,5 juta.
  • Prosedur tulang belakang bagi peserta BPJS kelas II adalah Rp7 jutaan  – Rp12 jutaan, sedangkan bagi peserta kelas I Rp42,4 juta – Rp85,9 juta.
  • Gangguan Bipolar untuk peserta BPJS kelas II adalah Rp5 jutaan – Rp9 jutaan, sedangkan bagi kelas I berkisar antara Rp6,2 juta – Rp10,6 juta.

Apa saja jenis pemeriksaan laboratorium yang ditanggung BPJS Kesehatan?

Untuk pemeriksaan laboratorium yang ditanggung BPJS Kesehatan di faskes I adalah:

  • Darah sederhana seperti hemoglobin, leukosit, trombosit, hematokrit, eritrosit, laju endap darah dan golongan darah
  • Gula darah sewaktu
  • Urine sederhana mulai dari PH, berat jenis, kejernihan, warna, leukosit, eritrosit
  • Fases sederhana/cacingan.

Apakah penyakit jantung ditanggung BPJS?

Pengobatan seluruh jenis penyakit jantung dan operasi ditanggung oleh BPJS.

Apakah penyakit kelamin ditanggung BPJS?

Penyakit kelamin ditanggung oleh BPJS Kesehatan dengan syarat bukan terjadi karena hubungan seksual.

Apakah penyakit lupus ditanggung BPJS?

Ditanggung, tapi obat-obatan untuk pengobatan penyakit lupus belum sepenuhnya ditanggung BPJS.

Apakah pengobatan kanker ditanggung BPJS?

Untuk pengobatan kanker, BPJS menanggung biaya kemoterapi standar atau radioterapi, serta biaya obat-obatan.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →