Iuran BPJS Kesehatan Wajib Dilunasi atau Kena Denda dan Tunggakan!

Iuran BPJS Kesehatan harus dibayar hingga lunas! Enggak ada pakai-pakai alasan apa pun. Kalau sampai enggak bayar iuran, kamu akan mengalami tunggakan BPJS Kesehatan.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19, Presiden Jokowi tidak hanya menaikkan iuran BPJS mulai Juli 2020 melalui Peraturan Presiden No 64/2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan pasal 34. 

Tidak hanya iuran yang naik, denda yang harus dibayarkan jika kamu telat membayar pun naik. Kenaikan denda itu tertuang dalam pasal 42, yakni menjadi 5 persen pada 2021 dari perkiraan biaya paket Indonesia Case Based Groups (ICBG).

Oleh karena itu, jangan lupa untuk bayar iurannya ya. Kamu bisa bayar BPJS Kesehatan di sini! Selain itu, kamu juga bisa melengkapi BPJS dengan produk asuransi kesehatan dari Lifepal. Ada potongan premi hingga 25%, lho!

Namun, denda ini juga ada aturannya lho. Ini dia penjelasannya.

Denda iuran BPJS Kesehatan

denda bayar iuran bpjs kesehatan

Berdasarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2018, jika kamu telat bayar iuran BPJS Kesehatan, kamu tidak perlu membayar denda. Hanya saja, status kepesertaannya menjadi nonaktif. Jadi, jika kamu tidak membayar iuran BPJS paling lambat setiap tanggal 10 setiap bulannya, kartu BPJS Kesehatan milikmu tidak bisa digunakan lagi.

Efek dari telat bayar iuran bulanan bukan hanya diputuskan keanggotaan BPJS saja. Tapi ada konsekuensi tambahan lagi, yakni bisa bikin kantong jebol.

Yup, mereka yang menunggak pembayaran iuran maka beban keuangan akan bertambah dan akan semakin membengkak pengeluaran di tiap bulannya. Ini karena BPJS menerapkan sistem denda bagi yang suka menunggak bayar iuran.

Pokoknya setiap keterlambatan pembayaran iuran BPJS akan dikenai denda administratif. Besaran denda biasanya 2 persen per bulan dari total iuran yang tertunggak.

Sebagai contoh, jika seseorang menunggak selama 10 bulan di mana besaran iuran per bulan adalah Rp59.500, maka dia wajib melunasi iuran plus akumulasi denda 2 persennya selama 10 bulan. Sejumlah 2 persen dari Rp59.500 adalah Rp1.190. Alhasil total yang harus dibayarkan menjadi Rp596.190. 

Itu baru satu orang. Coba kalau ditambah kartu BPJS milik istri sama dua anak, bakal terasa berat bukan?

Setelah melunasi tunggakan, bukan berarti status kepesertaan BPJS Kesehatan akan langsung aktif dan bisa digunakan untuk rawat inap. Kamu harus menunggu minimal selama 45 hari sebelum dapat kembali menikmati fasilitas agar tidak terkena denda BPJS Kesehatan.

Jika kamu langsung menggunakannya untuk rawat inap sebelum batas waktu 45 hari, maka kamu akan terkena denda 5 persen sesuai peraturan baru yang berlaku pada 2021. Bagaimana cara mengetahui denda BPJS? Berikut perhitungan denda BPJS Kesehatan (2021).  

  • Denda sebesar 5% dikali total biaya selama menjalani rawat inap dan dikalikan jumlah bulan yang menunggak. 
  • Jumlah bulan tertunggak maksimal 12 bulan. Lebih lama dari itu akan tetap dianggap tunggakan 12 bulan.
  • Besar denda paling tinggi adalah Rp30.000.000.

Misalnya, kamu adalah peserta BPJS kelas 2 dengan nominal premi sebesar Rp110.000 per bulan yang sudah menunggak selama dua bulan. Kamu kemudian membayar tunggakan itu dan menggunakannya untuk rawat inap selama dua hari sebelum tenggat 45 hari berakhir. Biaya rawat inap mencapai Rp5.000.000.

Bayar BPJS Online
Bayar BPJS Online

Maka, denda BPJS yang harus ditanggung adalah: 5% x 2 x Rp5.000.000 = Rp500.000.

Tunggak bayar = kartu BPJS jadi hangus?

Tenang, negara enggak jahat-jahat banget kok sama rakyatnya. Enggak ada istilahnya kartu BPJS jadi hangus. Artinya, peserta BPJS yang terlanjur menunggak dan kartunya nonaktif enggak perlu cemas. Kartu tersebut akan aktif kembali setelah seluruh tunggakan selama tiga bulan dibayar lunas.

Kok bisa? Ya bisa dong karena nomor peserta BPJS itu berlaku seumur hidup. Jadi catatan kepesertaan enggak bakal lenyap meski menunggak bayar dua bulan, lima bulan, atau setahun sekali pun. Asalkan semua tunggakan sudah dilunasi berikut dendanya, fasilitas BPJS kesehatan dapat dinikmati lagi. 

Nah, biar jangan sampai kejadian kartu BPJS diblokir gara-gara telat bayar atau lupa atau alasan lainnya, coba deh ikuti tipsnya di bawah ini.

  • Manfaatkan pembayaran online atau SMS banking.
  • Lebih afdol jika menjadikan tagihan iuran BPJS ke autodebet rekening di bank
  • Unduh aplikasi BPJS Online di smartphone sehingga gampang mengecek tagihan atau info lainnya.
  • Seusiakan kelas dengan kemampuan keuangan.

Bagaimana jika kelebihan bayar iuran BPJS Kesehatan?

Seperti yang kita tahu, setelah sempat naik, BPJS Kesehatan kembali menurunkan iuran premi bulanan per tanggal 1 Mei 2020 berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 7P/HUM/2020 yang menyatakan membatalkan Pasal 34 Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019.

Artinya iuran Januari-Maret 2020 tetap mengacu pada Perpres Nomor 75 tahun 2019, sesuai dengan premi yang sempat dinaikkan 100%. Lantas bagaimana cara mengecek iuran BPJS Kesehatan yang sudah terlanjur kita bayarkan?

Caranya dengan mengecek di aplikasi mobile JKN. Di aplikasi ini, kamu bisa melihat kelebihan pembayaran iuran pada bulan April 2020. Sedangkan untuk selisih saldo, kamu tinggal buka menu “premi”. Jika memang kelebihan bayar, sisa pembayaran akan diperhitungkan pada pembayaran iuran bulan selanjutnya.

Itu dia ulasan dampak terlambat bayar iuran BPJS Kesehatan dan tips untuk mencegahnya menimpa kita. Jadi jangan lupa untuk selalu membayar iuran tepat waktu ya agar kamu tidak terkena denda. 

Untuk mendapatkan ulasan yang lebih lengkap lagi tentang BPJS Kesehatan, jangan ragu untuk mencari tahu dan berkonsultasi di Lifepal. Jika ada pertanyaan mengenai BPJS maupun asuransi, jangan segan untuk mampir di halaman Tanya Lifepal Asuransi.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →