Cara Perhitungan BPJS Kesehatan Perusahaan 2021

bpjs kesehatan perusahaan

BPJS Kesehatan perusahaan sudah diatur di dalam UU No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Perusahaan yang tidak mendaftarkan karyawannya akan mendapat sanksi dari negara.

Artinya, produk asuransi sosial ini menjadi kewajiban bagi perusahaan untuk memberikannya kepada karyawan.

Perhitungan iuran BPJS Kesehatan perusahaan sendiri sangat sederhana. Sebagian iuran bakal dibayarkan oleh perusahaan, dan sebagian lagi dipotong dari gaji kamu. Kamu bisa cek tagihan BPJS Kesehatan kamu di Lifepal, lho!

Akan tetapi, jika perusahaan tempat kamu bekerja menyediakan asuransi kesehatan karyawan, bakal lebih bagus lagi. Sebab, jaringan rumah sakit lebih luas dan gak butuh ikuti faskes berjenjang.

Lantas, apa sih bedanya BPJS kesehatan perusahaan dengan yang mandiri (perorangan)? Lalu, bagaimana kalau sudah punya keanggotaan perorangan?

Rupanya ada sejumlah perbedaan antara BPJS Kesehatan perorangan dan BPJS perusahaan. Beberapa yang paling signifikan adalah cara pendaftaran dan cek iuran BPJS Kesehatan yang harus kamu bayarkan.

Biar lebih jelas, simak terus yuk ulasan Lifepal tentang BPJS Kesehatan berikut ini!

Apa itu BPJS Kesehatan perusahaan?

BPJS perusahaan sebenarnya tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan BPJS Kesehatan mandiri. Keduanya sama-sama merupakan program asuransi kesehatan dari pemerintah.

Perbedaannya terletak pada siapa yang membayarnya.

Dalam BPJS Kesehatan perusahaan, iuran akan diambil dari gaji yang dipotong dalam besaran persentase tertentu. Sementara itu, jika memilih BPJS Kesehatan Mandiri, maka kamu harus membayar sendiri.

BPJS Kesehatan perusahaan peserta tidak bisa memilih kelas layanan yang kamu inginkan.

Menurut peraturan Peraturan Presiden 19 Tahun 2016, terdapat dua pilihan kelas layanan buat pendaftaran BPJS melalui perusahaan, yaitu:

  • Kelas 1 buat pekerja dengan gaji dan tunjangan tetap di atas Rp 4 juta sampai Rp8 juta.
  • Kelas 2 buat pekerja dengan gaji dan tunjangan tetap sampai Rp 4 juta per bulan.

Kemudian, jika kamu mengundurkan diri dari perusahaan tempat kamu bekerja, maka otomatis kepesertaan bakal non-aktif.

Namun bila karyawan di-PHK, sesuai Perpres Nomor 12 Tahun 2013, kepesertaan masih berlaku sampai 6 bulan ke depan. Tapi ya tetap saja peserta harus daftar BPJS mandiri biar bisa menikmati fasilitas kesehatan ini.

Selain iuran BPJS Kesehatan yang lebih murah dibandingkan mandiri, kamu tak perlu repot mendaftarkan diri buat jadi peserta BPJS. Ini karena tugas tersebut jadi tanggung jawab perusahaan.

Cara perhitungan iuran BPJS Kesehatan 2021

Memasuki tahun 2021, ada beberapa perubahan perihal iuran BPJS Kesehatan, baik mandiri maupun perusahaan.

Untuk menghitung iuran BPJS Kesehatan, perhatikan penjelasan berikut.

Perhitungan iuran BPJS Kesehatan perusahaan 2021

Dalam hitung-hitungan BPJS perusahaan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Iuran BPJS Kesehatan itu sebesar 5 persen dari jumlah gaji. Dibagi atas 4 persen dari perusahaan dan sisanya 1 persen dari gaji pekerja.
  2. Gaji yang dimaksud adalah gaji pokok dan tunjangan tetap.
  3. Batas tertinggi gaji sebagai dasar perhitungan adalah sebesar Rp12 juta.
  4. Untuk yang terendah, dasar perhitungannya menggunakan UMK/UMP.
  5. Iuran sudah mencakup manfaat untuk satu keluarga maksimal 5 orang dengan rincian suami/istri plus 3 anak.
  6. Jika ada anggota keluarga yang mau ditambahkan akan dikenakan, iuran tambahan 1 persen per orang.

Perhitungan iuran BPJS Kesehatan mandiri 2021

Kalau iuran BPJS perusahaan dihitung berdasarkan persentase gaji, BPJS mandiri menawarkan tarif tetap.

Besaran iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2021 mendapatkan perubahaan yang diatur sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020, dengan aturan sebagai berikut:

  1. Kelas III, biaya iuran per bulan sebesar Rp35.000
  2. Kelas II, biaya iuran per bulan sebesar Rp100.000
  3. Kelas I, biaya iuran per bulan sebesar Rp150.000

Sebenarnya, iuran kelas III tahun 2021 adalah Rp42.000, tapi peserta hanya membayar Rp35.000, karena mendapat bantuan pemerintah sebesar sebesar Rp7.000.

Contoh perhitungan iuran dan layanan BPJS Kesehatan perusahaan

Tadi sudah disinggung bahwa 4 persen dari iuran BPJS ditanggung oleh perusahaan. Kemudian, 1 persennya ditanggung oleh pekerja.

Kalau persentasenya gitu berarti iuran BPJS perusahaan ini jauh lebih mahal dong daripada bayar sendiri? Ya, buat beberapa kasus.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini contoh perhitungan iuran BPJS Kesehatan perusahaan:

Contoh, gaji kamu Rp7 juta, maka perhitungan iuran BPJS dari perusahaan sebagai berikut:

  • Potongan gaji karyawan 1 persennya, yaitu Rp70 ribu.
  • Kemudian perusahaan membayar 4 persen dari gaji yaitu sebesar Rp280 ribu.
  • Total iuran BPJS Kesehatan perusahaan yaitu Rp350 ribu.

Jumlah peserta yang ditanggung oleh BPJS yang didaftarkan melalui perusahaan adalah suami, istri, dan 3 anak.

Artinya, dengan potongan Rp70 ribu per bulan itu kamu berhak dapat fasilitas BPJS yang menanggung istri dan 2 anak.

Lalu jika kamu mempunyai anak lebih dari 2, maka perhitungan iuran BPJS Kesehatan perusahan sebagai berikut:

  • Potongan gaji karyawan 2 persennya, yaitu Rp140 ribu.
  • Kemudian perusahaan membayar 4 persen dari gaji yaitu sebesar Rp280 ribu.
  • Total iuran BPJS Kesehatan perusahaan yaitu Rp420 ribu.

Bandingan jika kamu mendaftar BPJS Kesehatan secara mandiri, maka kamu perlu bayar iuran BPJS Kesehatan per kepala. Misalnya, kamu sudah menikah dengan dua orang anak.

Selanjutnya kamu pilih BPJS Kesehatan kelas I, maka total bayaran kamu per bulan jadi Rp150 ribu dikali 4, yaitu Rp600 ribu.

Cek tagihan BPJS Kesehatan perusahaan

Pihak perusahaan bisa melihatnya secara online lewat aplikasi e-Dabu.

Tagihan yang bisa dilihat tentunya tagihan pada bulan berjalan dan 1 bulan sebelumnya. Cara cek tagihan BPJS Kesehatan badan usaha, yaitu:

  • Kunjungi situs e-Dabu BPJS Kesehatan.
  • Login dan pilih menu cetak Kartu & tagihan.
  • Kemudian klik Download Billing Statement, dokumen ini bisa diunduh pada tanggal 1 setiap bulannya.
  • Dokumen bisa diunduh dalam bentuk file Excel.

Cara bayar iuran BPJS Kesehatan perusahaan

Perusahaan akan mendapatkan nomor Virtual Account (VA) untuk membayar iuran BPJS Kesehatan seluruh karyawan.

Pembayarannya pun mudah, bisa melalui semua jaringan ATM, internet banking maupun mobile banking yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, dan lain-lain.

Selain itu, perusahaan juga bisa membayarkan di beberapa kantor pos, beberapa marketplace, startup penyedia uang digital seperti Gojek, dan website pembayaran BPJS online seperti Lifepal.

Usai melunasi tagihan, perwakilan perusahaan perlu datang ke kantor cabang BPJS untuk cetak kartu BPJS Kesehatan.

Tetapi sekarang karyawan bisa mencetak kartunya sendiri melalui aplikasi Mobile JKN.

Batas pembayaran tagihannya adalah setiap tanggal 10 setiap bulannya. Jika telat, akan dikenakan denda pada saat peserta dirawat inap sebesar 2,5 persen dari biaya rumah sakit.

Jika hanya rawat jalan/periksa umum, BPJS tidak dikenakan denda dan tetap bisa digunakan.

Kenali pentingnya BPJS Kesehatan perusahaan

BPJS kesehatan dari perusahaan memiliki manfaat tersendiri bagi pekerja. BPJS perusahaan menjadi salah satu bentuk kepedulian perusahaan kepada kesejahteraan dan kesehatan karyawannya.

Sebab bagaimanapun karyawan di sebuah perusahaan tidak bisa diabaikan keselamatan dan kesehatannya.

Begitu pun dengan karyawan, jangan langsung sebal ketika perusahaan memotong upahnya untuk BPJS perusahaan. Sebab itu sudah menjadi ketentuan yang diatur BPJS Kesehatan.

Manfaat kepesertaan BPJS Kesehatan

Fasilitas kesehatan yang ditawarkan untuk pengguna BPJS Kesehatan perusahaan tidaklah berbeda dengan mereka yang membayar secara mandiri.

Keduanya tetap akan mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat pertama, pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan, hingga rawat inap.

Namun, ada pembagian kelas BPJS perusahaan menyesuaikan dengan besaran gaji.

  • Kelas I buat penerima upah > Rp4.000.000 – Rp8.000.000
  • Kelas II buat penerima upah < Rp4.000.000

Berikut adalah dua tahapan fasilitas kesehatan, yaitu Faskes I dan Faskes II.

Pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes I)

  • Administrasi pelayanan.
  • Pelayanan promotif dan preventif.
  • Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis.
  • Tindakan medis non-spesialis, baik operatif maupun non operatif.
  • Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai.
  • Transfusi darah sesuai kebutuhan medis.
  • Pemeriksaan penunjang diagnosis laboratorium tingkat pertama.
  • Rawat inap tingkat pertama sesuai indikasi.

Pelayanan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (Faskes II)

  • Administrasi pelayanan.
  • Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi spesialistik oleh dokter spesialis dan subspesialis.
  • Tindakan medis spesialistik sesuai dengan indikasi medis.
  • Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai.
  • Pelayanan alat kesehatan implan.
  • Pelayanan penunjang diagnostik lanjutan sesuai dengan indikasi medis.
  • Rehabilitasi medis.
  • Pelayanan darah.
  • Pelayanan dokter forensik.
  • Pelayanan jenazah di fasilitas kesehatan..
  • Perawatan inap non intensif.
  • Perawatan inap ruang intensif.
  • Pelayanan kesehatan lain yang ditetapkan Menteri.

Pendaftaran BPJS Kesehatan perusahaan

Sebelum mendaftarkan BPJS Kesehatan perusahaan untuk karyawan, tanyakan terlebih dahulu apakah mereka sudah memiliki BPJS Kesehatan mandiri atau tidak.

Jika sudah memilikinya, minta nomor BPJS Kesehatan mereka sehingga statusnya kepesertaannya bisa diganti menjadi Pekerja Penerima Upah (PPU).

Hanya status kepesertaan yang berubah, tapi nomor dan kartu BPJS tetap sama seperti sebelumnya.

Hal ini berbeda dengan BPJS Ketenagakerjaan yang akan berubah jika kamu telah berhenti bekerja di suatu perusahaan dan baru bekerja kembali di perusahaan lainnya.

Syarat pendaftaran BPJS Kesehatan perusahan

Sebelum melakukan pendaftaran, ada beberapa syarat dokumen yang perlu dilengkapi oleh perusahaan, di antaranya:

  • Formulir pendaftaran yang dilengkapi materai Rp6 ribu, dicap dan ditandatangani pimpinan perusahaan.
  • NPWP Badan Usaha.
  • SIUP, BKPM, SIUPAL, atau IUD.
  • Tanda daftar perusahaan atau surat domisili perusahaan.
  • Fotokopi KTP pimpinan perusahaan.

Apabila pengambilan e-ID diwakili orang selain pimpinan perusahaan, dokumen yang perlu ditambahkan:

  • Surat kuasa pengambilan e-ID dari pimpinan perusahaan ke perwakilan dengan materai Rp6 ribu.
  • Fotokopi KTP perwakilan.

Cara daftar BPJS Kesehatan perusahaan secara online

  • Kunjungi website new e-Dabu.
  • Lakukan pendaftaran dengan klik Register Badan Usaha.
  • Centang bagian persetujuan syarat dan ketentuan, kemudian klik Pendaftaran.
  • Isi data perusahaan dengan lengkap lalu klik Submit.
  • Kamu akan menerima email berupa: Nomor Virtual Account yang digunakan untuk pembayaran tagihan seluruh karyawan, username, dan password untuk login ke e-DABU.
  • Pendaftaran Badan Usaha pun selesai.

Cara daftar BPJS Kesehatan perusahaan offline

  • Langsung datangi kantor cabang yang sesuai dengan domisili perusahaan.
  • Bawa persyaratan yang sudah lengkap dari bagian BPJS Kesehatan Badan Usaha.
  • Buatlah akun e-DABU (aplikasi login Badan Usaha untuk melakukan pengelolaan data. terkait BPJS Kesehatan Perusahaan). Tidak perlu khawatir karena akan dipandu oleh petugas.
  • Kamu akan dirujuk ke staff relationship officer (RO) yang memang khusus melayani perusahaan dan satu RO hanya akan melayani satu perusahaan.
  • Setelah bertemu dengan RO, maka proses pendaftaran akan dilanjutkan melalui email untuk mengirimkan data-data seperti data pegawai maupun e-ID dan sebagainya.

Sanksi bagi perusahaan yang tidak mendaftarkan karyawannya

Berdasarkan Perpres Nomor 111 Tahun 2013 Pasal 6, BPJS Kesehatan wajib bagi seluruh penduduk Indonesia.

Sementara kewajiban perusahaan untuk membayarkan iuran BPJS Kesehatan karyawannya tertuang dalam UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Pasal 17.

Pasal tersebut menyatakan bahwa tiap pemberi kerja yang tidak melakukan kewajibannya akan dikenai sanksi administratif, yang meliputi teguran tertulis, denda, dan/atau mendapat pelayanan publik tertentu.

Jika perusahaan lalai dalam melaksanakan kewajibannya untuk memungut, membayar dan menyetor iuran BPJS Kesehatan, ia bisa dikenakan pidana penjara paling lama 8 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 1 miliar.

Masih punya banyak pertanyaan seputar BPJS karyawan atau BPJS perusahaan? Yuk manfaatkan layanan tanya jawab gratis dari Tanya Lifepal.

Kamu bisa lihat beragam pertanyaan yang sudah ditanyakan oleh pembaca lainnya beserta jawaban dari pakar di bidangnya, atau kamu bisa juga kirimkan pertanyaanmu yang akan dijawab langsung oleh pakar asuransi rekanan.

Pertanyaan seputar pembayaran BPJS Kesehatan oleh perusahaan

Apakah BPJS Kesehatan perusahaan bisa dicairkan?

Layanan yang diberikan BPJS Kesehatan adalah berupa jaminan kesehatan, sehingga BPJS tidak akan mengembalikan iuran.

Apakah BPJS Kesehatan perusahaan wajib bagi perusahaan?

Ya, setiap perusahaan wajib mendaftarkan karyawannya ke BPJS Kesehatan, sesuai dengan UU No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Berapa lama proses pembuatan BPJS Kesehatan perusahaan?

BPJS Kesehatan paling lambat bisa digunakan 14 hari setelah mendaftar. Untuk pembayaran, perlu dilakukan maksimal 14 hari setelah perusahaan menerima nomor Virtual Account (VA).

Berapa iuran BPJS Kesehatan perusahaan?

Iuran BPJS Kesehatan adalah 5 persen dari jumlah gaji, di mana 1 persen dibayar oleh karyawan dan 4 persen dibayar perusahaan.

Apa yang terjadi jika salah hitung iuran BPJS?

Perusahaan akan menanggung banyak sekali BPJS Kesehatan pekerjanya. Untuk itu, hitungan harus sesuai. Lalu bagaimana jika ada salah hitung?

Sejak 2018, BPJS Kesehatan sudah menerapkan sistem pembayaran tertutup bagi peserta PPU. Itu artinya pembayaran harus sesuai dengan jumlah tagihan. Jika ada yang kurang atau sampai lebih hitungannya, pembayaran akan tertolak.

Setelah itu, perusahaan akan dianggap menunggak. Hal ini yang lambat laun akan berdampak pada non aktifnya kepesertaan BPJS.

Bagaimana cara pindah BPJS Kesehatan perusahaan ke mandiri?

Untuk memindahkan BPJS Kesehatan perusahaan ke mandiri, peserta perlu datang ke kantornya untuk mengubah informasi dengan membawa dokumen berikut:

  • Kartu Keluarga
  • Kartu BPJS
  • KTP
  • Buku tabungan dari bank nasional (BRI, BNI, atau Mandiri)
  • Pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar
  • Surat keterangan sudah mengundurkan diri dari perusahaan

Jangan lupa memastikan ke pihak perusahaan bahwa keanggotaan BPJS Kesehatan perusahaan sudah dinonaktifkan.

Bagaimana cara menambahkan anggota keluarga di BPJS Kesehatan perusahaan?

Untuk menambah anggota keluarga, peserta bisa menghubungi HRD perusahaan dan melengkapi dokumen berikut.

  • Daftar gaji yang dilegalisir pimpinan
  • Kartu keluarga dan e-KTP
  • SK terakhir yang dilegalisir
  • Foto 3×4
  • Formulir isian peserta
  • Fotokopi kartu peserta sebelumnya

Bagaimana cara menonaktifkan BPJS Kesehatan perusahaan?

Berikut langkah yang perlu dilakukan HRD perusahaan untuk menonaktifkan keanggotaan BPJS karyawan.

  1. Buka aplikasi edabu, lalu login menggunakan username dan password
  2. Pilih menu Mutasi Peserta, lalu Data Peserta
  3. Akan muncul list seluruh peserta
  4. Pilih nama yang akan dinonaktifkan keanggotaannya
  5. Klik Nonaktifkan Peserta
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →