Perbedaan BPJS Perusahaan dan Mandiri [Plus Hitungannya]

cara daftar aplikasi kesehatan BPJS perusahaan

Buat kamu para karyawan, kamu pasti udah gak asing kalau perusahaan kamu menawarkan fasilitas BPJS Kesehatan atau BPJS perusahaan. Nantinya iuran BPJS Kesehatan ini bakal dipotong sebesar 5 persen dari gaji kamu. Dengan ketentuan, 4 persen perusahaan dan 1 persen dari pekerja. 

Bisa jadi kamu bertanya-tanya, kok ada lagi sih iuran BPJS Kesehatan dari kantor? Bagaimana kalau udah punya BPJS Kesehatan perorangan yang udah didaftarkan lewat kartu keluarga?

Rupanya ada sejumlah perbedaan antara BPJS Kesehatan perorangan dan BPJS perusahaan. Beberapa yang paling signifikan adalah cara pendaftaran dan cek iuran BPJS Kesehatan yang harus kamu bayarkan.

Biar lebih jelas, simak terus yuk ulasan Lifepal tentang BPJS Kesehatan berikut ini.

Apa yang dimaksud BPJS perusahaan?

BPJS Kesehatan perusahaan atau BPJS perusahaan sebenarnya tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan BPJS Kesehatan mandiri. Perbedaannya terletak pada siapa yang membayarnya. Iuran BPJS Kesehatan perusahaan diambil dari gaji yang dipotong dalam besaran persentase tertentu.

Fasilitas kesehatan dalam BPJS perusahaan

Fasilitas kesehatan yang ditawarkan untuk pengguna BPJS Kesehatan perusahaan tidaklah berbeda dengan mereka yang membayar secara mandiri.

Keduanya tetap akan mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat pertama, pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan, hingga rawat inap.

Namun, ada pembagian kelas BPJS perusahaan menyesuaikan dengan besaran gaji.

  • Kelas I buat penerima upah > Rp4.000.000 – Rp8.000.000
  • Kelas II buat penerima upah < Rp4.000.000

Pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama atau Faskes I

  • Administrasi pelayanan
  • Pelayanan promotif dan preventif
  • Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis
  • Tindakan medis non-spesialis, baik operatif maupun nonoperatif
  • Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai
  • Transfusi darah sesuai kebutuhan medis
  • Pemeriksaan penunjang diagnosis laboratorium tingkat pertama
  • Rawat inap tingkat pertama sesuai indikasi

Pelayanan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan atau Faskes II

Rawat Jalan yang terdiri dari:

  • Administrasi pelayanan
  • Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi spesialistik oleh dokter spesialis dan subspesialis
  • Tindakan medis spesialistik sesuai dengan indikasi medis
  • Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai
  • Pelayanan alat kesehatan implan
  • Pelayanan penunjang diagnostik lanjutan sesuai dengan indikasi medis
  • Rehabilitasi medis
  • Pelayanan darah
  • Pelayanan dokter forensik
  • Pelayanan jenazah di fasilitas kesehatan.

Rawat Inap yang meliputi:

  • Perawatan inap nonintensif
  • Perawatan inap ruang intensif
  • Pelayanan kesehatan lain yang ditetapkan Menteri

Syarat dan cara daftar BPJS perusahaan

BPJS perusahaan
BPJS Kesehatan

Sebelum mendaftarkan BPJS Kesehatan perusahaan untuk karyawan, tanyakan terlebih dahulu apakah mereka sudah memiliki BPJS Kesehatan mandiri atau tidak.

Jika sudah memilikinya, minta nomor BPJS Kesehatan mereka sehingga statusnya kepesertaannya bisa diganti menjadi Pekerja Penerima Upah (PPU).

Hanya status kepesertaan yang berubah, tapi nomor dan kartu BPJS tetap sama seperti sebelumnya. Hal ini berbeda dengan BPJS Ketenagakerjaan yang akan berubah jika kamu telah berhenti bekerja di suatu perusahaan dan baru bekerja kembali di perusahaan lainnya.

Langkah-langkah pendaftaran BPJS perusahaan secara offline

  • Langsung datangi kantor cabang yang sesuai dengan domisili perusahaan
  • Bawa persyaratan yang sudah lengkap dari bagian BPJS Kesehatan Badan Usaha
  • Buatlah akun e-DABU (aplikasi login Badan Usaha untuk melakukan pengelolaan data terkait BPJS Kesehatan Perusahaan). Tidak perlu khawatir karena akan dipandu oleh petugas.
  • Kamu akan dirujuk ke staff relationship officer (RO) yang memang khusus melayani perusahaan dan satu RO hanya akan melayani satu perusahaan.
  • Setelah bertemu dengan RO, maka proses pendaftaran akan dilanjutkan melalui email untuk mengirimkan data-data seperti data pegawai maupun e-ID dan sebagainya.

Langkah-langkah pendaftaran BPJS perusahaan secara online di e-DABU

  • Kunjungi website new e-DABU
  • Lakukan pendaftaran dengan klik Register Badan Usaha
  • Centang bagian persetujuan syarat dan ketentuan, kemudian klik Pendaftaran
  • Isi data perusahaan dengan lengkap lalu klik Submit
  • Kamu akan menerima email berupa: Nomor Virtual Account yang digunakan untuk pembayaran tagihan seluruh karyawan, username, dan password untuk login ke e-DABU
  • Pendaftaran Badan Usaha pun selesai.

Sanksi hukum bagi perusahaan yang tidak mendaftarkan BPJS buat karyawannya

Berdasarkan Perpres Nomor 111 Tahun 2013 Pasal 6, BPJS Kesehatan wajib bagi seluruh penduduk Indonesia. Sementara kewajiban perusahaan untuk membayarkan iuran BPJS Kesehatan karyawannya tertuang dalam UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Pasal 17.

Pasal tersebut menyatakan bahwa tiap pemberi kerja yang tidak melakukan kewajibannya akan dikenai sanksi administratif, yang meliputi teguran tertulis, denda, dan/atau mendapat pelayanan publik tertentu.

Jika perusahaan lalai dalam melaksanakan kewajibannya untuk memungut, membayar dan menyetor iuran BPJS Kesehatan, ia bisa dikenakan pidana penjara paling lama 8 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 1 miliar.

Hitung untung rugi dan iuran BPJS perusahaan

Buat para pekerja, BPJS Kesehatan termasuk bagian dari fasilitas yang wajib diberikan oleh perusahaan. BPJS ini diberi nama BPJS Kesehatan golongan Pekerja Penerima Upah (PPU).

Tadi udah disinggung bahwa potongannya adalah 4 persen ditanggung oleh perusahaan. Kemudian, 1 persennya ditanggung oleh pekerja.

Kalau persentasenya gitu berarti iuran BPJS Kesehatan perusahaan ini jauh lebih mahal dong daripada bayar sendiri? Nah, jawabannya iya buat beberapa kasus.

Contoh, kamu masih single dan gaji kamu Rp 7 juta. Bila kamu gunakan BPJS dari perusahaan maka potongan gaji kamu cuma 1 persennya, yaitu Rp 70 ribu aja. Sementara kalau kamu daftar sendiri, kamu mesti bayar Rp 80 ribu buat dapat layanan kelas I.

Asal tahu aja, jumlah peserta yang ditanggung oleh BPJS yang didaftarkan melalui perusahaan adalah suami, istri, dan 3 anak.

Misalkan, gaji kamu adalah Rp 8 juta, maka kamu bakal bayar 1 persen dari gaji kamu, yaitu Rp 80 ribu aja. Sementara sisanya ditanggung oleh perusahaan, yaitu Rp 320 ribu. Dengan potongan Rp 80 ribu per bulan itu kamu berhak dapat fasilitas BPJS yang menanggung istri dan 2 anak.

Bandingkan bila kamu harus bayar BPJS perorangan.

Bila kamu daftarkan diri secara mandiri, maka kamu perlu bayar iuran BPJS Kesehatan per kepala. Contoh, kamu udah menikah dengan dua orang anak. Terus kamu pilih BPJS Kesehatan kelas I maka total bayaran kamu per bulan jadi Rp 80 ribu dikali 4, yaitu Rp 320 ribu.

Akan tetapi, kamu gak bisa pilih kelas layanan BPJS yang kamu inginkan kalau kamu pakai BPJS dari kantor. Menurut peraturan Peraturan Presiden 19 Tahun 2016, terdapat dua pilihan kelas layanan buat pendaftaran BPJS melalui perusahaan, yaitu:

  • Kelas 1 buat pekerja dengan gaji dan tunjangan tetap di atas Rp 4 juta sampai Rp 8 juta.
  • Kelas 2 buat pekerja dengan gaji dan tunjangan tetap sampai Rp 4 juta per bulan.

Gak cuma itu aja, bila kamu mengundurkan diri dari perusahaan tempat kamu bekerja, maka otomatis kepesertaan bakal non-aktif.

Namun bila kamu di-PHK, sesuai Perpres nomor 12 tahun 2013, kepesertaan masih berlaku sampai 6 bulan ke depan. Tapi ya tetap aja kamu harus daftar BPJS mandiri biar bisa menikmati fasilitas kesehatan ini.

Selain iuran BPJS Kesehatan yang lebih murah dibandingkan mandiri, kamu gak perlu repot mendaftarkan diri buat jadi peserta BPJS. Ini karena tugas tersebut jadi tanggung jawab perusahaan.

Kesimpulannya, lebih untung mana antara BPJS Kesehatan perusahaan dan perorangan? Tergantung tiap-tiap individu. Yang pasti, kamu harus punya BPJS Kesehatan.

Perpres RI Nomor 111 tahun 2013 pasal 6 menyatakan bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan ini bersifat wajib dan cakupannya adalah seluruh penduduk Indonesia.

Apakah kamu pilih BPJS Kesehatan mandiri maupun perusahaan, bergantung pada kamu. Masing-masing dari kepesertaan ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dan cek iuran BPJS Kesehatan.

Besaran iuran BPJS kesehatan perorangan tahun 2020

Cek iuran BPJS Kesehatan perorangan atau mandiri kemungkinan besar udah gak asing buat kamu. Buat kamu yang mau daftar mandiri, kamu perlu tahu tiga kategori iuran BPJS Kesehatan sebagai berikut:

  • Layanan kelas I dikenakan iuran sebesar Rp 80.000
  • Layanan kelas II dikenakan iuran sebesar Rp 51.000
  • Layanan kelas III dikenakan iuran sebesar Rp 25.500

Kamu bebas buat pilih layanan kelas berapa yang kamu butuhkan. Secara keseluruhan, gak ada perbedaan yang gimana-gimana buat pelayanan obat dari masing-masing kelas tersebut. Yang membedakannya cuma fasilitas kamar rawat inap aja.

Buat peserta kelas I bisa meng-upgrade kamar rawat inap yang lebih baik dengan selisih dibayar sendiri. Namun, buat peserta kelas II dan III gak bisa melakukannya.

Rawat inap kelas I biasanya diberikan ruangan dengan jumlah 2 sampai 4 tempat tidur satu ruangan. Kelas II diberikan ruangan yang terdiri dari 3 sampai 5 tempat tidur. Sementara peserta kelas III bakal dapat ruangan yang terdiri dari 4 sampai 6 tempat tidur.

Iuran BPJS Kesehatan tersebut dihitung per kepala ya. Ini bisa jadi keuntungan maupun kerugian bila dibandingkan dengan BPJS Kesehatan yang didaftarkan oleh perusahaan.

Bila kamu single sih gak masalah. Namun, bila kamu berstatus kawin dengan sejumlah anak, maka BPJS Kesehatan perusahaan sebenarnya jadi jauh lebih hemat.

Selain itu, berbeda dengan BPJS dari kantor yang mana didaftarkan perusahaan, kamu daftar BPJS perorangan sendiri. Kamu bisa daftar via online maupun datang ke kantor BPJS Kesehatan.