Ulasan Lengkap BPJS Kesehatan Perusahaan 2020 [Terbaru]

cara daftar aplikasi kesehatan BPJS perusahaan

Buat kamu para karyawan, pasti udah gak asing kalau perusahaan kamu menawarkan fasilitas BPJS Kesehatan perusahaan. Fasilitas tersebut adalah kewajiban perusahaan kepada karyawannya dan sudah diatur di dalam UU No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). 

Akan tetapi, jika perusahaan tempat kamu bekerja menyediakan asuransi kesehatan karyawan, bakal lebih bagus lagi. Sebab, jaringan rumah sakit lebih luas dan gak butuh ikuti faskes berjenjang.

Perhitungan iuran BPJS Kesehatan perusahaan sederhana saja. Sebagian iuran bakal dibayarkan oleh perusahaan, dan sebagian lagi dipotong dari gaji kamu. Kamu bisa cek tagihan BPJS Kesehatan kamu di Lifepal, lho!

Lantas, apa sih bedanya BPJS kesehatan perusahaan dengan yang mandiri (perorangan)? Lalu, bagaimana kalau sudah punya keanggotaan perorangan?

Rupanya ada sejumlah perbedaan antara BPJS Kesehatan perorangan dan BPJS perusahaan. Beberapa yang paling signifikan adalah cara pendaftaran dan cek iuran BPJS Kesehatan yang harus kamu bayarkan.

Biar lebih jelas, simak terus yuk ulasan Lifepal tentang BPJS Kesehatan berikut ini!

Apa Itu BPJS Kesehatan Perusahaan?

BPJS perusahaan sebenarnya gak terlalu berbeda dibandingkan dengan BPJS Kesehatan mandiri. Keduanya sama-sama merupakan program asuransi kesehatan dari pemerintah.

Perbedaannya terletak pada siapa yang membayarnya. Iuran BPJS diambil dari gaji yang dipotong dalam besaran persentase tertentu, sementara itu kamu harus membayar sendiri jika memilih perorangan.

Pentingnya BPJS Kesehatan Perusahaan

BPJS kesehatan dari perusahaan memiliki manfaat tersendiri bagi pekerja. BPJS perusahaan menjadi salah satu bentuk kepedulian perusahaan kepada kesejahteraan dan kesehatan karyawannya.

Sebab bagaimanapun karyawan di sebuah perusahaan tidak bisa diabaikan keselamatan dan kesehatannya.

Begitu pun dengan karyawan, jangan langsung sebal ketika perusahaan memotong upahnya untuk BPJS perusahaan. Sebab itu sudah menjadi ketentuan yang diatur BPJS Kesehatan.

Manfaat Kepesertaan BPJS Kesehatan

Fasilitas kesehatan yang ditawarkan untuk pengguna BPJS Kesehatan perusahaan tidaklah berbeda dengan mereka yang membayar secara mandiri.

Keduanya tetap akan mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat pertama, pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan, hingga rawat inap.

Namun, ada pembagian kelas BPJS perusahaan menyesuaikan dengan besaran gaji.

  • Kelas I buat penerima upah > Rp4.000.000 – Rp8.000.000
  • Kelas II buat penerima upah < Rp4.000.000

Berikut adalah dua tahapan fasilitas kesehatan, yaitu Faskes I dan Faskes II.

Pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes I)

  • Administrasi pelayanan
  • Pelayanan promotif dan preventif
  • Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis
  • Tindakan medis non-spesialis, baik operatif maupun non operatif
  • Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai
  • Transfusi darah sesuai kebutuhan medis
  • Pemeriksaan penunjang diagnosis laboratorium tingkat pertama
  • Rawat inap tingkat pertama sesuai indikasi

Pelayanan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (Faskes II)

  • Administrasi pelayanan
  • Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi spesialistik oleh dokter spesialis dan subspesialis
  • Tindakan medis spesialistik sesuai dengan indikasi medis
  • Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai
  • Pelayanan alat kesehatan implan
  • Pelayanan penunjang diagnostik lanjutan sesuai dengan indikasi medis
  • Rehabilitasi medis
  • Pelayanan darah
  • Pelayanan dokter forensik
  • Pelayanan jenazah di fasilitas kesehatan.
  • Perawatan inap non intensif
  • Perawatan inap ruang intensif
  • Pelayanan kesehatan lain yang ditetapkan Menteri

Pendaftaran BPJS Kesehatan Perusahaan

Sebelum mendaftarkan BPJS Kesehatan perusahaan untuk karyawan, tanyakan terlebih dahulu apakah mereka sudah memiliki BPJS Kesehatan mandiri atau tidak.

Jika sudah memilikinya, minta nomor BPJS Kesehatan mereka sehingga statusnya kepesertaannya bisa diganti menjadi Pekerja Penerima Upah (PPU).

Hanya status kepesertaan yang berubah, tapi nomor dan kartu BPJS tetap sama seperti sebelumnya. Hal ini berbeda dengan BPJS Ketenagakerjaan yang akan berubah jika kamu telah berhenti bekerja di suatu perusahaan dan baru bekerja kembali di perusahaan lainnya.

Syarat pendaftaran BPJS Kesehatan perusahan

Sebelum melakukan pendaftaran, ada beberapa syarat dokumen yang perlu dilengkapi oleh perusahaan, di antaranya:

  • Formulir pendaftaran yang dilengkapi materai Rp6 ribu, dicap dan ditandatangani pimpinan perusahaan
  • NPWP Badan Usaha
  • SIUP, BKPM, SIUPAL, atau IUD
  • Tanda daftar perusahaan atau surat domisili perusahaan
  • Fotokopi KTP pimpinan perusahaan

Apabila pengambilan e-ID diwakili orang selain pimpinan perusahaan, dokumen yang perlu ditambahkan:

  • Surat kuasa pengambilan e-ID dari pimpinan perusahaan ke perwakilan dengan materai Rp6 ribu.
  • Fotokopi KTP perwakilan.

Cara daftar BPJS Kesehatan perusahaan secara online

  • Kunjungi website new e-Dabu
  • Lakukan pendaftaran dengan klik Register Badan Usaha
  • Centang bagian persetujuan syarat dan ketentuan, kemudian klik Pendaftaran
  • Isi data perusahaan dengan lengkap lalu klik Submit
  • Kamu akan menerima email berupa: Nomor Virtual Account yang digunakan untuk pembayaran tagihan seluruh karyawan, username, dan password untuk login ke e-DABU
  • Pendaftaran Badan Usaha pun selesai.

Cara daftar BPJS Kesehatan perusahaan offline

  • Langsung datangi kantor cabang yang sesuai dengan domisili perusahaan
  • Bawa persyaratan yang sudah lengkap dari bagian BPJS Kesehatan Badan Usaha
  • Buatlah akun e-DABU (aplikasi login Badan Usaha untuk melakukan pengelolaan data terkait BPJS Kesehatan Perusahaan). Tidak perlu khawatir karena akan dipandu oleh petugas.
  • Kamu akan dirujuk ke staff relationship officer (RO) yang memang khusus melayani perusahaan dan satu RO hanya akan melayani satu perusahaan.
  • Setelah bertemu dengan RO, maka proses pendaftaran akan dilanjutkan melalui email untuk mengirimkan data-data seperti data pegawai maupun e-ID dan sebagainya.

Perhitungan Iuran BPJS Kesehatan 2020

Untuk menghitung iuran BPJS Kesehatan, perhatikan penjelasan berikut.

Perhitungan iuran BPJS Kesehatan perusahaan 2020

Dalam hitung-hitungan BPJS perusahaan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Iuran BPJS Kesehatan itu sebesar 5 persen dari jumlah gaji. Dibagi atas 4 persen dari perusahaan dan sisanya 1 persen dari gaji pekerja.
  2. Gaji yang dimaksud adalah gaji pokok dan tunjangan tetap.
  3. Batas tertinggi gaji sebagai dasar perhitungan adalah sebesar Rp 12 juta.
  4. Untuk yang terendah, dasar perhitungannya menggunakan UMK/UMP.
  5. Iuran sudah mencakup manfaat untuk satu keluarga maksimal 5 orang dengan rincian suami/istri plus 3 anak.
  6. Jika ada anggota keluarga yang mau ditambahkan akan dikenakan, iuran tambahan 1 persen per orang.

Perhitungan iuran BPJS Kesehatan mandiri 2020

Kalau iuran BPJS perusahaan dihitung berdasarkan persentase gaji, BPJS mandiri menawarkan tarif tetap. Ada tiga kategori iuran BPJS Kesehatan perorangan, yaitu sebagai berikut:

  1. Layanan kelas I dikenakan iuran sebesar Rp 80.000
  2. Layanan kelas II dikenakan iuran sebesar Rp 51.000
  3. Layanan kelas III dikenakan iuran sebesar Rp 25.500

Sejak terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 pada 1 Juli 2020, besaran iurannya menjadi:

  1. Kelas III, biaya iuran per bulan sebesar Rp 42.000
  2. Kelas II, biaya iuran per bulan sebesar Rp 100.000
  3. Kelas I, biaya iuran per bulan sebesar Rp 150.000

Contoh perhitungan iuran dan layanan BPJS Kesehatan perusahaan

Tadi sudah disinggung bahwa 4 persen dari iuran BPJS ditanggung oleh perusahaan. Kemudian, 1 persennya ditanggung oleh pekerja.

Kalau persentasenya gitu berarti iuran BPJS perusahaan ini jauh lebih mahal dong daripada bayar sendiri? Ya, buat beberapa kasus.

Contoh, kamu masih single dan gaji kamu Rp7 juta. Bila kamu gunakan BPJS dari perusahaan maka potongan gaji kamu cuma 1 persennya, yaitu Rp 70 ribu aja. Sementara kalau kamu daftar sendiri, kamu mesti bayar Rp 80 ribu buat dapat pelayanan kelas I.

Asal tahu aja, jumlah peserta yang ditanggung oleh BPJS yang didaftarkan melalui perusahaan adalah suami, istri, dan 3 anak.

Misalkan, gaji kamu adalah Rp 8 juta, maka kamu bakal bayar 1 persen dari gaji kamu, yaitu Rp 80 ribu aja. Sementara sisanya ditanggung oleh perusahaan, yaitu Rp 320 ribu. Dengan potongan Rp 80 ribu per bulan itu kamu berhak dapat fasilitas BPJS yang menanggung istri dan 2 anak.

Bayar BPJS Online
Bayar BPJS Online

Sayangnya, peserta gak bisa pilih kelas layanan BPJS yang kamu inginkan kalau pakai BPJS dari kantor. Menurut peraturan Peraturan Presiden 19 Tahun 2016, terdapat dua pilihan kelas layanan buat pendaftaran BPJS melalui perusahaan, yaitu:

  • Kelas 1 buat pekerja dengan gaji dan tunjangan tetap di atas Rp 4 juta sampai Rp 8 juta.
  • Kelas 2 buat pekerja dengan gaji dan tunjangan tetap sampai Rp 4 juta per bulan.

Gak cuma itu aja, bila kamu mengundurkan diri dari perusahaan tempat kamu bekerja, maka otomatis kepesertaan bakal non-aktif.

Namun bila karyawan di-PHK, sesuai Perpres nomor 12 tahun 2013, kepesertaan masih berlaku sampai 6 bulan ke depan. Tapi ya tetap saja peserta harus daftar BPJS mandiri biar bisa menikmati fasilitas kesehatan ini.

Selain iuran BPJS Kesehatan yang lebih murah dibandingkan mandiri, kamu gak perlu repot mendaftarkan diri buat jadi peserta BPJS. Ini karena tugas tersebut jadi tanggung jawab perusahaan.

Contoh perhitungan iuran dan layanan BPJS Kesehatan mandiri

Bandingkan bila kamu harus bayar BPJS perorangan.

Bila kamu daftarkan diri secara mandiri, maka kamu perlu bayar iuran BPJS Kesehatan per kepala. Contoh, kamu sudah menikah dengan dua orang anak. Terus kamu pilih BPJS Kesehatan kelas I maka total bayaran kamu per bulan jadi Rp 80 ribu dikali 4, yaitu Rp 320 ribu.

Kamu bebas buat pilih layanan kelas berapa yang kamu butuhkan. Secara keseluruhan, gak ada perbedaan yang gimana-gimana buat pelayanan obat dari masing-masing kelas tersebut. Yang membedakannya cuma fasilitas kamar rawat inap aja.

Buat peserta kelas I bisa meng-upgrade kamar rawat inap yang lebih baik dengan selisih dibayar sendiri. Namun, buat peserta kelas II dan III gak bisa melakukannya.

Rawat inap kelas I biasanya diberikan ruangan dengan jumlah 2 sampai 4 tempat tidur satu ruangan. Kelas II diberikan ruangan yang terdiri dari 3 sampai 5 tempat tidur. Sementara peserta kelas III bakal dapat ruangan yang terdiri dari 4 sampai 6 tempat tidur.

Iuran BPJS Kesehatan tersebut dihitung per kepala. Ini bisa jadi keuntungan maupun kerugian bila dibandingkan dengan BPJS Kesehatan yang didaftarkan oleh perusahaan.

Bila kamu single sih gak masalah. Namun, bila kamu berstatus kawin dengan sejumlah anak, maka BPJS Kesehatan perusahaan sebenarnya jadi jauh lebih hemat.

Selain itu, berbeda dengan BPJS dari kantor yang mana didaftarkan perusahaan, kamu daftar BPJS perorangan sendiri. Kamu bisa daftar via online maupun datang ke kantor BPJS Kesehatan.

Kesimpulannya, lebih untung mana antara BPJS perusahaan dan perorangan? Tergantung tiap-tiap individu. Yang pasti, kamu harus punya BPJS Kesehatan.

Perpres RI Nomor 111 tahun 2013 pasal 6 menyatakan bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan ini bersifat wajib dan cakupannya adalah seluruh penduduk Indonesia.

Apakah kamu pilih BPJS Kesehatan mandiri maupun perusahaan, bergantung pada kamu. Masing-masing dari kepesertaan ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dan cek iuran BPJS Kesehatan.

Cek Tagihan BPJS Kesehatan Perusahaan

Pihak perusahaan bisa melihatnya secara online lewat aplikasi e-Dabu.  Tagihan yang bisa dilihat tentunya tagihan pada bulan berjalan dan 1 bulan sebelumnya. Cara cek tagihan BPJS Kesehatan badan usaha, yaitu:

  1. Kunjungi situs e-Dabu BPJS Kesehatan
  2. Login dan pilih menu cetak Kartu & tagihan
  3. Kemudian klik Download Billing Statement, dokumen ini bisa diunduh pada tanggal 1 setiap bulannya
  4. Dokumen bisa diunduh dalam bentuk file Excel

Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan Perusahaan

Perusahaan akan mendapatkan nomor Virtual Account (VA) untuk membayar iuran BPJS Kesehatan seluruh karyawan.

Pembayarannya pun mudah, bisa melalui semua jaringan ATM, internet banking maupun mobile banking yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, dan lain-lain.

Selain itu, perusahaan juga bisa membayarkan di beberapa kantor pos, beberapa marketplace, startup penyedia uang digital seperti Gojek, dan website pembayaran BPJS online seperti Lifepal.

Tidak sampai situ, usai melunasi tagihan, perwakilan perusahaan perlu datang ke kantor cabang BPJS untuk cetak kartu BPJS Kesehatan.

Batas pembayaran tagihannya adalah setiap tanggal 10 setiap bulannya.  Jika telat, akan dikenakan denda pada saat peserta dirawat inap sebesar 2,5 persen dari biaya rumah sakit.

Jika hanya rawat jalan/periksa umum, BPJS tidak dikenakan denda dan tetap bisa digunakan.

Tips Lifepal! Cek dan bayar premi BPJS bisa lebih cepat dan hemat melalui situs pembayaran BPJS online yang terpercaya. Hemat ongkos dan hemat waktu dibandingkan pergi ke ATM atau bayar langsung secara offline. Metode pembayaran pun banyak, termasuk transfer bank lewat SMS atau mobile banking. Terkadang bisa dapat diskon pula! Jangan nunggak iuran BPJS kamu biar terhindar dari denda keterlambatan.

Sanksi bagi Perusahaan yang Tidak Daftarkan Karyawannya

Berdasarkan Perpres Nomor 111 Tahun 2013 Pasal 6, BPJS Kesehatan wajib bagi seluruh penduduk Indonesia. Sementara kewajiban perusahaan untuk membayarkan iuran BPJS Kesehatan karyawannya tertuang dalam UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Pasal 17.

Pasal tersebut menyatakan bahwa tiap pemberi kerja yang tidak melakukan kewajibannya akan dikenai sanksi administratif, yang meliputi teguran tertulis, denda, dan/atau mendapat pelayanan publik tertentu.

Jika perusahaan lalai dalam melaksanakan kewajibannya untuk memungut, membayar dan menyetor iuran BPJS Kesehatan, ia bisa dikenakan pidana penjara paling lama 8 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 1 miliar.

Tanya Jawab Seputar Pembayaran BPJS Kesehatan oleh Perusahaan

Masih punya banyak pertanyaan seputar BPJS karwayan atau BPJS perusahaan? Yuk manfaatkan layanan tanya jawab gratis dari Tanya Lifepal. Kamu bisa lihat beragam pertanyaan yang sudah ditanyakan oleh pembaca lainnya beserta jawaban dari pakar di bidangnya, atau kamu bisa juga kirimkan pertanyaanmu yang akan dijawab langsung oleh pakar asuransi rekanan kami yang sudah jadi narasumber dan figur publik di berbagai tempat.

Layanan yang diberikan BPJS Kesehatan adalah berupa jaminan kesehatan, sehingga BPJS tidak akan mengembalikan iuran.
Ya, setiap perusahaan wajib mendaftarkan karyawannya ke BPJS Kesehatan, sesuai dengan UU No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
BPJS Kesehatan paling lambat bisa digunakan 14 hari setelah mendaftar. Untuk pembayaran, perlu dilakukan maksimal 14 hari setelah perusahaan menerima nomor Virtual Account (VA).
Iuran BPJS Kesehatan adalah 5 persen dari jumlah gaji, di mana 1 persen dibayar oleh karyawan dan 4 persen dibayar perusahaan.
Perusahaan akan menanggung banyak sekali BPJS Kesehatan pekerjanya. Untuk itu, hitungan harus sesuai. Lalu bagaimana jika ada salah hitung?

Sejak 2018, BPJS Kesehatan sudah menerapkan sistem pembayaran tertutup bagi peserta PPU. Itu artinya pembayaran harus sesuai dengan jumlah tagihan. Jika ada yang kurang atau sampai lebih hitungannya, pembayaran akan tertolak.

Setelah itu, perusahaan akan dianggap menunggak. Hal ini yang lambat laun akan berdampak pada non aktifnya kepesertaan BPJS.

Untuk memindahkan BPJS Kesehatan perusahaan ke mandiri, peserta perlu datang ke kantornya untuk mengubah informasi dengan membawa dokumen berikut:

  • Kartu Keluarga
  • Kartu BPJS
  • KTP
  • Buku tabungan dari bank nasional (BRI, BNI, atau Mandiri)
  • Pas foto 3x4 sebanyak 2 lembar
  • Surat keterangan sudah mengundurkan diri dari perusahaan

Jangan lupa memastikan ke pihak perusahaan bahwa keanggotaan BPJS Kesehatan perusahaan sudah dinonaktifkan.

Untuk menambah anggota keluarga, peserta bisa menghubungi HRD perusahaan dan melengkapi dokumen berikut:

  • Daftar gaji yang dilegalisir pimpinan
  • Kartu keluarga dan e-KTP
  • SK terakhir yang dilegalisir
  • Foto 3x4
  • Formulir isian peserta
  • Fotokopi kartu peserta sebelumnya
Berikut langkah yang perlu dilakukan HRD perusahaan untuk menonaktifkan keanggotaan BPJS karyawan.

  1. Buka aplikasi edabu, lalu login menggunakan username dan password
  2. Pilih menu Mutasi Peserta, lalu Data Peserta
  3. Akan muncul list seluruh peserta
  4. Pilih nama yang akan dinonaktifkan keanggotaannya
  5. Klik Nonaktifkan Peserta
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →