Pengertian Faskes BPJS dan Cara Ajukan Pindah Faskes

faskes bpjs

Ketika kamu memutuskan menggunakan layanan BPJS Kesehatan, ada sistem rujukan yang harus diikuti sesuai ketentuan Faskes BPJS Kesehatan yang berdasarkan domisili masing-masing.

Sebagian orang mungkin menganggap sistem rujukan ini terasa sangat merepotkan, apalagi jika berada di keadaan darurat.

Demi memudahkan kamu dalam mendapatkan pelayanan di Faskes BPJS, mari simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Tingkatan Faskes BPJS

Di dalam layanan asuransi kesehatan, kamu akan diperkenalkan kepada sistem rujukan. Namun, berbeda dengan BPJS kesehatan yang mana untuk mendapatkan layanan kesehatan harus mengikuti peraturan rujukan tiga tingkatan, yaitu Faskes 1, Faskes 2, dan Faskes Lanjutan.

1. Faskes BPJS Tingkat 1

Faskes BPJS Tingkat 1 adalah fasilitas kesehatan pertama yang harus dikunjungi peserta BPJS untuk mendapatkan layanan pengobatan.

Bentuk fasilitas pada tingkat satu ini berupa puskesmas, klinik, dokter umum, maupun dokter pribadi yang telah bekerja sama dengan BPJS kesehatan.

Bagi kamu yang ingin menggunakan layanan BPJS kesehatan, maka wajib hukumnya untuk memilih faskes satu agar bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi saat akan datang ke Faskes ini. Berikut adalah persyaratan dan cara mendapatkan layanan kesehatannya.

Persyaratan

Persyaratan yang harus dipenuhi di antaranya membawa fotokopi dan bentuk asli akan identitas diri di bawah ini.

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kartu BPJS Kesehatan
  • Kartu Keluarga (KK)

Cara mendapatkan layanan di Faskes BPJS Tingkat 1

Tiap peserta memiliki lokasi instansi kesehatan Faskes 1 BPJS Kesehatan yang telah ditentukan sesuai dengan domisili masing-masing.

Karena itu, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu di mana lokasinya. Jika sudah mengetahuinya, langkah-langkah berikut bisa diterapkan.

  1. Datang ke Faskes satu yang telah didaftarkan.
  2. Lakukan registrasi dengan menunjukkan kartu BPJS kesehatan dan KTP.
  3. Petugas akan segera memeriksa masa aktif dari kartu tersebut.
  4. Apabila masa aktif masih berlaku, maka akan dilakukan pengecekan tekanan darah dan riwayat kesehatan.
  5. Jika sudah, maka antre kembali untuk melakukan konsultasi dengan dokter.
  6. Selanjutnya dokter akan menentukan apakah penyakit yang dialami membutuhkan rujukan ke Faskes 2 atau tidak. 
  7. Jika nyatanya membutuhkan rujukan, maka dokter akan membuat surat rujukan peserta yang mana terdapat masa berlaku maksimal 30 hari dengan syarat bukan merupakan kasus penyakit baru.
  8. Setelah pemeriksaan, maka akan diberikan resep obat yang harus ditebus di apotek yang tersedia di Faskes 1 tersebut.
  9. Apabila ada kelebihan pembayaran, maka peserta akan segera diberi tahu dan obat pun sudah bisa dibawa pulang.

2. Faskes BPJS tingkat 2

Faskes BPJS Kesehatan Tingkat 2 adalah fasilitas kesehatan yang bisa dikunjungi peserta BPJS setelah mendapatkan surat rujukan dari dokter pada Faskes sebelumnya. Bentuk fasilitas pada tingkat ini berupa dokter spesialis, seperti dokter gigi spesialis.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum datang ke faskes ini. Berikut adalah persyaratan dan cara mendapatkan layanan kesehatannya.

Persyaratan

Persyaratan yang harus dipenuhi adalah membawa dua lembar fotokopi dan asli atas dokumen persyaratan di bawah ini.

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Kartu BPJS Kesehatan.
  • Kartu Keluarga (KK).
  • Surat Rujukan dari Faskes Tingkat 1 yang telah dicap resmi.

Cara dapatkan layanan di Faskes BPJS Tingkat 2

Sama halnya dengan lokasi Faskes Tingkat 1, lokasi klinik atau rumah sakit Faskes Tingkat 2 sudah ditentukan sebelumnya.

Lokasinya sudah tertera pada surat rujukan, tapi kamu juga bisa menanyakan kepada petugas rumah sakit untuk mencari tahu lokasinya.

Berikut adalah langkah-langkah mendapatkan perawatan di Faskes Tingkat 2.

  1. Menuju lokasi rujukan yang telah disebutkan pada surat rujukan.
  2. Apabila sudah tiba, segera kunjungi bagian BPJS dan serahkan persyaratan yang telah disiapkan untuk dilakukan verifikasi data dan mendapatkan Surat Eligibilitas Peserta (SEP).
  3. Antre untuk melakukan konsultasi dengan dokter.
  4. Ketika saatnya berkonsultasi dengan dokter, maka dokter akan menilai apakah penyakit tersebut dapat ditangani pada fasilitas ini atau tidak.
  5. Jika Faskes 2 memiliki fasilitas penunjang akan penyakit tersebut, maka peserta dapat segera mendapatkan penanganan kesehatan.
  6. Jika kebetulan fasilitas yang ada tidak memadai, maka peserta akan dirujuk ke Faskes lanjutan.
  7. Dokter akan membuatkan surat rujukan yang telah disertai legalitas pihak BPJS.

3. Faskes BPJS Tingkat Lanjutan

Faskes BPJS Tingkat Lanjutan adalah fasilitas kesehatan yang bisa didatangi peserta BPJS apabila diketahui bahwa fasilitas penunjang di Faskes 2 tidak memadai sehingga membutuhkan penanganan lebih lengkap. 

Bentuk fasilitas pada tingkat ini berupa rumah sakit umum dan rumah sakit khusus yang telah bekerja sama dengan BPJS kesehatan, contohnya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) atau Rumah Sakit Pusat Nasional (RSUPTN).

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum datang ke Faskes Tingkat Lanjutan. Berikut adalah persyaratan dan cara mendapatkan layanan kesehatannya.

Persyaratan

Persyaratan yang harus dipenuhi di antaranya membawa dua lembar fotokopi dan asli atas beberapa berkas persyaratan berikut.

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Kartu BPJS Kesehatan.
  • Kartu Keluarga (KK).
  • Surat Rujukan dari Faskes Tingkat 1 yang telah dicap resmi.
  • Surat Rujukan dari Faskes Tingkat 2 yang telah mendapatkan legalitas BPJS.

Cara mendapatkan layanan di Faskes BPJS Tingkat Lanjutan

Sebagaimana Faskes Tingkat Lanjutan terdiri atas instansi rumah sakit utama, maka cakupan wilayahnya makin luas.

Sebagian rumah sakit ini turut melayani pasien dari luar kota atau luar pulau sebagaimana fasilitas perawatannya dikhususkan kepada penyakit berat yang bersifat spesifik, misalnya penyakit jantung, kanker, dan lain-lain.

Berikut langkah-langkah yang kamu bisa ikuti untuk mendapatkan layanan di Faskes Tingkat Lanjutan.

  1. Menuju lokasi rujukan yang telah disebutkan pada surat rujukan.
  2. Apabila sudah tiba, segera lakukan pendaftaran guna mendapatkan kartu berobat rumah sakit tersebut.
  3. Kunjungi bagian loket BPJS dan serahkan persyaratan yang telah disiapkan untuk mendapatkan Surat Eligibilitas Peserta (SEP).
  4. Fotokopi SEP sebanyak tiga lembar guna keperluan legalisasi resep di rumah sakit bersangkutan.
  5. Antre untuk melakukan konsultasi dengan dokter.
  6. Ketika tiba saatnya konsultasi dengan dokter, maka dokter akan memberikan penanganan dan resep obat yang harus ditebus nantinya.
  7. Segera ambil obat yang telah diresepkan pada apotek yang tersedia di rumah sakit tersebut untuk dibawa pulang.

Gunakan BPJS Kesehatan ke UGD

Jika kamu berpikir menggunakan BPJS Kesehatan akan merepotkan dalam keadaan darurat, kamu salah. Justru BPJS Kesehatan akan memudahkan karena kamu tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan pertama dulu untuk mendapatkan rujukan.

Dalam keadaan darurat, kamu bisa langsung ke UGD rumah sakit mana pun untuk mendapatkan penanganan. Bahkan, kamu bisa mendapatkan tindakan di rumah sakit yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Dalam kondisi lain, misalnya, jika kamu dalam keadaan darurat di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, ketentuan BPJS Kesehatan mengharuskan kamu segera dirujuk ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan setelah kondisi darurat kamu teratasi.

Satu hal penting yang harus kamu garis bawahi, kriteria mengenai kondisi gawat darurat ditentukan fasilitas kesehatan, bukan peserta.

Jadi, bisa saja kamu menganggap kondisimu gawat darurat, padahal menurut fasilitas kesehatan terkait kondisi kamu tidak tergolong darurat. Artinya, kamu tetap harus mendapat rujukan dulu dari fasilitas kesehatan tingkat I.

Cara mengajukan pindah Faskes BPJS

Penentuan Faskes BPJS tentu akan dipilih dari lokasi yang paling dekat dengan tempat tinggal. Namun, jika peserta harus pindah tempat tinggal pastinya lokasi tersebut tidak lagi dekat.

Demi tetap memudahkan mendapat layanan kesehatan BPJS, peserta perlu mengganti lokasi Faskes.

Mengganti Faskes BPJS bukah hal yang sulit dilakukan, baik secara online maupun offline.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa yang bisa melakukan perpindahan faskes adalah mereka yang telah menjadi peserta minimal tiga bulan dan telah menyiapkan dokumen-dokumen di bawah ini.

  • KTP
  • Kartu BPJS Kesehatan
  • KK.
  • Daftar gaji kolektif (khusus untuk PNS, TNI, POLRI, dan PPNPN)
  • Bukti bayar sampai bulan terakhir.
  • Fotokopi buku rekening (khusus untuk perubahan kelas 3 menjadi kelas 1 atau 2)
  • Surat keterangan domisili, kuliah, atau kerja.

Syarat penggantian faskes

Sebenarnya, fasilitas kesehatan yang tercantum di kartu peserta BPJS Kesehatan adalah faskes pilihan peserta. Namun, pada kondisi tertentu, peserta mungkin ingin untuk mengganti fasilitas kesehatan pilihannya dengan fasilitas kesehatan lain dengan pertimbangan sebagai berikut.

  • Faskes yang dipilih dianggap kurang tepat dan tidak sesuai dengan harapan peserta
  • Faskes yang dipilih tidak memiliki sejumlah fasilitas yang dibutuhkan oleh peserta
  • Faskes yang dipilih tidak memberikan pelayanan yang baik
  • Faskes yang dipilih berjarak cukup jauh dari tempat tinggal peserta
  • Faskes yang dipilih menjadi terlalu jauh, misalnya akibat peserta pindah domisili
  • Alasan atau pertimbangan lain

Boleh-boleh saja sih mengganti faskes pilihanmu dengan faskes yang lain, toh pihak BPJS Kesehatan juga tidak memberi batas sampai berapa kali bisa pindah faskes. Namun, permohonan pindah faskes harus disesuaikan dengan kebutuhan kamu.

Cara pindah Faskes BPJS secara offline

Setelah menyiapkan persyaratan yang telah disebutkan sebelumnya, kini kamu sudah bisa melakukan pindah faskes secara offline.

Tidak susah untuk melakukan perpindahan dengan cara ini sebab kamu cukup datang ke kantor BPJS kesehatan terdekat dan ikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Ambil formulir khusus penggantian Faskes yang terdapat pada loket.
  2. Isi formulir dengan benar dan lengkap, jangan lupa untuk memilih lokasi Faskes yang dekat dengan tempat tinggal.
  3. Setelah selesai, serahkan formulir tersebut kepada petugas BPJS yang berada di loket.
  4. Tunggu hingga pengajuan pindah faskes kamu diterima.

Cara pindah Faskes BPJS secara online

Jika tidak memiliki banyak waktu untuk mengajukan pemindahan secara offline. Kamu juga bisa melakukannya secara online, yaitu dengan mengaksesnya di aplikasi mobile JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dengan cara sebagai berikut.

  1. Buka aplikasi JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang telah kamu unduh.
  2. Lakukan login dengan mengetikkan nomor kartu BPJS.
  3. Pada menu utama, pilih Ubah Data Peserta.
  4. Pada kolom Ubah Fasilitas Kesehatan Pertama, tentukan lokasi provinsi, kabupaten/kota, dan pilihan Faskes yang diinginkan. Kemudian pilih Simpan.
  5. Tunggu sampai kode verifikasi masuk melalui surel atau SMS.
  6. Lakukan verifikasi dan data pun berhasil diubah.

Namun, perlu diingat bahwa Faskes yang baru dipindahkan mulai aktif pada bulan berikutnya. Selama proses menunggu tersebut, kamu masih bisa berobat di lokasi Faskes lama.

Mekanisme rujukan BPJS dan sanksi atas pelanggarannya

Memiliki asuransi swasta berarti kamu bebas datang ke semua rumah sakit yang rekanan dengan perusahaan asuransi tersebut. Berbeda dengan asuransi swasta, sistem BPJS yang membagi layanan kesehatan menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes I atau Faskes Primer), yaitu pelayanan kesehatan dasar yang diberikan puskesmas, klinik, atau dokter umum.
  2. Fasilitas Kesehatan Tingkat Kedua (Faskes II), yaitu pelayanan kesehatan oleh dokter spesialis atau dokter gigi spesialis.
  3. Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKRTL), yaitu pelayanan kesehatan yang diberikan klinik utama atau yang setara, rumah sakit umum, dan rumah sakit khusus.

Mungkin ada sebagian kamu yang bertanya-tanya mengapa harus ada pembagian seperti itu. Jawabannya adalah agar pelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari Faskes I hingga faskes lanjutan.

Maksudnya, pasien hanya bisa mendapatkan pelayanan di Faskes III jika ada rujukan dari Faskes II. Pelayanan Faskes II pun hanya bisa didapatkan jika ada rujukan dari Faskes I.

Nah, pemberian rujukan dari Faskes I ke Faskes II atau dari Faskes II ke Faskes III hanya bisa didapatkan jika pasien membutuhkan pelayanan kesehatan yang spesialis atau subspesialis.

Rujukan juga diberikan jika di Faskes sebelumnya tidak terdapat fasilitas atau tenaga medis sesuai yang dibutuhkan pasien.

Jadi, jika kamu sedang sakit dan keluhanmu dapat diatasi Faskes I, keluhanmu akan ditangani sampai tuntas oleh mereka, kecuali jika fasilitas dan sumber daya mereka terbatas sehingga tidak mampu menangani keluhanmu.

Pelanggaran terhadap ketentuan rujukan ini ada sanksinya, lho. Sanksi bagi peserta adalah dimasukkan ke dalam kategori pelayanan yang tidak sesuai prosedur sehingga tidak akan dibayarkan oleh BPJS Kesehatan.

Sementara sanksi bagi Faskes adalah BPJS Kesehatan akan mengevaluasi ulang kinerja Faskes tersebut yang mana bisa berlanjut ke pemutusan kerja sama.

Melalui informasi di atas, kini kamu sudah dapat mengetahui bahwa terdapat tiga faskes BPJS kesehatan yang mana setiap faskes memiliki fungsi dan tugas yang berbeda-beda. 

Jika lokasi faskes tersebut dirasa terlalu jauh dari tempat tinggal, maka kamu bisa mengajukan pemindahan Faskes agar layanan kesehatan BPJS bisa didapatkan secara mudah dan nyaman. Nah, agar pelayanan bisa terus didapatkan, jangan terlambat untuk membayar iuran BPJS-nya, ya!