Sanksi dan Denda Jika Telat Bayar BPJS Kesehatan 2021

denda telat bayar bpjs

Telat bayar BPJS Kesehatan tidak boleh sampai dibiarkan terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Sebab, peserta yang telat membayar iuran bakal dikenakan sanksi dan denda sesuai dengan ketentuan pemerintah. 

Bahkan, bisa-bisa kepesertaan akan langsung dinonaktifkan jika telat bayar BPJS. Hal ini sedikit berbeda produk asuransi kesehatan swasta yang masih memberikan masa tenggang.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan merupakan program pemerintah yang ditujukan agar masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan dengan lebih terjangkau. Pasalnya, besaran iuran yang dikenakan terlampau murah.

Adapun, besaran iuran BPJS Kesehatan pada 2021 yang mengacu Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 yaitu: 

  • Kelas 1: Rp 150.000 
  • Kelas 2: Rp 100.000 
  • Kelas 3: Rp 35.000 

Pada 2021, iuran kelas 3 sebenarnya adalah Rp42.000. Tapi, peserta hanya membayar Rp 35.000 karena ada subsidi dari pemerintah sebesar Rp7.000.

Nah, bagaimana jika pembayaran BPJS terlambat? Ini penjelasan lengkapnya.

Sanksi pembayaran BPJS terlambat 2021

Melalui situs resmi pemerintah, ada peraturan baru mengenai sanksi jika telat membayar iuran BPJS Kesehatan. Peraturan tersebut resmi ditetapkan melalui Perpres 64 tahun 2020 mulai 1 Juli 2020 dan berlaku hingga saat ini. 

Berikut sanksi pembayaran BPJS terlambat yang berlaku:

  • Tidak ada denda jika kamu telat bayar BPJS, tapi status peserta langsung dinonaktifkan sejak 1 bulan berikutnya. Artinya, jika kartu nonaktif, maka kamu tidak bisa menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat.  
  • Kepesertaan bisa diaktifkan kembali jika peserta membayar iuran tertunggak (maksimal 24 bulan) dan membayar iuran berjalan. 
  • Kalau dalam waktu 45 hari setelah keanggotaan aktif kembali, peserta mengajukan klaim rawat inap harus membayar denda pelayanan.
  • Namun, untuk klaim rawat jalan tidak akan dikenakan denda. 

Denda BPJS Kesehatan 2021

Aturan per tahun 2021 ditetapkan denda 5 persen dari perkiraan biaya paket Indonesia Case Based Groups atau INA-CBG (jumlah klaim yang ditagih rumah sakit kepada pemerintah) berdasarkan diagnosis dan prosedur awal untuk setiap bulan tertunggak.

Syaratnya, jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan dan besar denda paling tinggi Rp30 juta. 

Jadi, rumus perhitungan denda tertunggak jika telat bayar BPJS yaitu:

Total Harus Dibayar = 5% x biaya kesehatan x jumlah bulan tertunggak

Sementara itu, peraturan sebelumnya menetapkan denda sebesar 2,5 persen dari perkiraan biaya paket INA-CBG berdasarkan diagnosis dan prosedur awal untuk setiap bulan tertunggak.

Simulasi denda

Untuk memahami lebih lanjut tentang perhitungan sebelumnya, simak contoh kasus berikut.

  • Kasus 1: Peserta telat bayar BPJS dan menunggak 2 bulan ke belakang dan bayar bulan ini. Ia tidak menjalani rawat inap. Maka, ia hanya perlu melunasi tunggakan 2 bulan ke belakang supaya BPJS aktif.
  • Kasus 2: Peserta telat bayar BPJS dan menunggak 2 bulan ke belakang dan bayar bulan ini. Namun, 10 hari kemudian dia mengklaim rawat inap. Maka, dia harus membayar denda sebesar 5% dari biaya rawat inap dan dikalikan jumlah bulan tertunggak.

Biasanya rumah sakit memberi diagnosis awal pada pasien, juga perkiraan perlu rawat inap berapa lama. 

Sanksi dan Denda Jika Telat Bayar BPJS Kesehatan 2021
Sanksi dan Denda Jika Telat Bayar BPJS Kesehatan 2021

Misalnya diperkirakan akan dirawat dan menghabiskan biaya Rp5 juta, maka denda 5 persen itu dari Rp5 juta tersebu yaitu Rp250.000. 

Namun, biasanya diagnosis awal dan akhir berbeda, lebih banyak di akhir. Jadi misalnya di akhir habis Rp7 juta, padahal diagnosis awal hanya Rp 5 juta. Meski begitu tak perlu khawatir, sebab denda yang dibayarkan tetap dihitung dari diagnosis awal.

Denda telat bayar BPJS 2 tahun, 4 tahun

Peraturan pemerintah menyatakan bahwa denda maksimal BPJS Kesehatan adalah 12 bulan, meskipun pembayaran BPJS terlambat lebih dari itu.

Jadi, jika kamu telah bayar selama 2 atau bahkan 4 tahun, hanya perlu membayar denda selama 12 bulan saja.

Pengecualian denda

Tapi, denda keterlambatan dikecualikan untuk beberapa pihak, yakni peserta PBI (penerima bantuan iuran) jaminan kesehatan dan peserta PBPU (peserta bukan penerima upah) dan peserta bukan pekerja (PB) yang iurannya ditanggung pemerintah. 

Cara cek denda dan tunggakan iuran 

Untuk mengetahui berapa banyak denda dan tunggakan iuran yang harus dibayar akibat pembayaran BPJS terlambat, kamu bisa menggunakan beberapa cara, yaitu:

  1. Mengecek tagihan lewat website resmi BPJS Kesehatan di https://bpjs-kesehatan.go.id/.
  2. Mengunjungi ATM bank pemerintah (BNI, Mandiri, BRI). Pilih tagihan BPJS Kesehatan dan masukkan nomor Virtual Account (VA) BPJS Kesehatan (didapatkan ketika registrasi akun).
  3. Mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan di PlayStore.
  4. Menghubungi layanan kontak BPJS di nomor 1500 400 atau Layanan Mobile Customer Service (MCS) BPJS Kesehatan.

Kerugian jika telat bayar BPJS 

Berdasarkan website resmi BPJS, ada beberapa kerugian yang akan kamu alami ketika menunggak iuran program asuransi kesehatan pemerintah ini, seperti:

  • Tunggakan semakin besar dan nantinya akan memberatkanmu pada saat ingin mengaktifkan kembali kartu BPJS-mu.
  • Menunggak iuran BPJS setiap bulan, bukan berarti membuatmu keluar dari kepesertaan BPJS. Pasalnya, kamu tetap memiliki kewajiban untuk melunasi tunggakan.
  • Selama tunggakan belum dilunasi, maka anggota keluarga lainnya yang ingin mendaftar BPJS Kesehatan tidak akan bisa mendaftar sampai tunggakan dilunasi.
  • Kamu akan mengeluarkan uang lebih banyak untuk berobat jika tidak menggunakan fasilitas BPJS kesehatan.

Cara mengaktifkan kepesertaan BPJS akibat terlambat bayar

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, untuk mengaktifkan kembali kartu akibat pembayaran BPJS terlambat, maka kamu harus melunasi tunggakan terlebih dahulu.

Nah, untuk mengetahui berapa total tagihan yang harus kamu bayar, ada beberapa alternatif yang bisa kamu lakukan seperti melalui SMS gateway atau lewat ATM.

Setelah mengetahui berapa jumlah tunggakan yang harus kamu bayarkan, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Pembayaran untuk masing-masing kelas itu berbeda. Berikut ini penjelasannya.

  • Kelas satu dan dua, kamu bisa melakukan pembayaran langsung lewat ATM yang sudah bekerja sama dengan BPJS seperti Bank BRI, BNI, BTN, Mandiri dan BCA.
  • Kelas tiga, kamu bisa membayar tunggakan di minimarket seperti Alfamart, Indomaret, kantor pos atau langsung datang ke Bank.

Berikut contoh pembayaran BPJS melalui ATM BRI.

  1. Masukkan kartu ATM.
  2. Pilih Bahasa dan masukkan PIN ATM kamu.
  3. Pilih menu “TRANSAKSI TUNAI” atau “PAKET TUNAI”.
  4. Pilih menu “TRANSAKSI LAINNYA”.
  5. Pilih menu “PEMBAYARAN”.
  6. Pilih menu “BPJS KESEHATAN”.
  7. Masukkan kode 88888 dan tambahkan 11 digit angka kartu BPJS Kesehatan kamu dan tekan “BENAR”.
  8. Setelah itu bakal muncul nama serta jumlah yang harus kamu bayar.
  9. Masukkan jumlah nominal yang bakal dibayar, lalu tekan “BENAR”.
  10. Kemudian bakal muncul konfirmasi pembayaran, tekan angka 1 dan pilih “YA”.
  11. Selesai.

Peraturan terbaru tentang mengaktifkan pembayaran BPJS terlambat

Perpres terbaru yang diterbitkan pemerintah juga ikut mengubah sejumlah kebijakan, termasuk terkait cara mengaktifkan kembali kepesertaan yang menunggak dan dinonaktifkan. 

Penyesuaian ini dilakukan untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat akibat pandemi Covid-19. Karenanya, proses mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan justru dipermudah nih. 

Caranya, cukup dengan melunasi tunggakan iuran selama enam bulan saja. Ketentuan ini turun dari sebelumnya, harus melunasi tunggakan 24 bulan. Jika masih ada sisa tunggakan pun, pemerintah masih memberi kelonggaran sampai tahun 2021. 

Sanksi dan Denda Jika Telat Bayar BPJS Kesehatan 2021
Sanksi dan Denda Jika Telat Bayar BPJS Kesehatan 2021

Kalau belum menemukan jawabannya, langsung kirimkan pertanyaanmu, dan biarkan rekan ahli kami menjawab!

Tanya jawab seputar pembayaran BPJS Kesehatan