Pembayaran BPJS Terlambat? Ini Sanksi, Denda, Cara Aktifkan

pembayaran bpjs terlambat

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan merupakan program pemerintah yang ditujukan agar masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan dengan lebih terjangkau. Pasalnya, besaran iuran yang dikenakan terlampau murah. Namun, jangan sampai pembayaran BPJS Kesehatan terlambat.

Peserta yang telat membayar iuran bakal dikenakan sanksi dan denda sesuai dengan ketentuan pemerintah. Hal ini sedikit berbeda produk asuransi kesehatan swasta yang masih memberikan masa tenggang.

Nah, bagaimana jika pembayaran BPJS terlambat? Ini penjelasan lengkapnya.

Peraturan dan Sanksi Pembayaran BPJS Terlambat 2020

Melalui situs resmi pemerintah, ada peraturan baru mengenai sanksi jika telat membayar iuran BPJS Kesehatan. Peraturan tersebut resmi ditetapkan melalui Perpres 64 tahun 2020 mulai 1 Juli 2020. 

Dalam peraturan tersebut dijelaskan, kalau pembayaran BPJS terlambat maka tidak akan dikenakan denda, tapi kartu akan langsung dinonaktifkan.

Nah, jika peserta ingin mengaktifkan kembali, maka harus melunasi semua tunggakannya. Dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan kembali aktif, maka peserta wajib membayar denda kepada BPJS Kesehatan untuk setiap pelayanan kesehatan rawat inap tingkat lanjutan yang diperoleh. 

Jika peserta mengajukan klaim rawat jalan, gak akan dikenakan denda meskipun kurang dari 45 hari sejak status kepesertaan kembali aktif.

Denda BPJS Kesehatan 2020

Per 2021 nanti, akan ditetapkan denda 5 persen dari perkiraan biaya paket Indonesia Case Based Groups atau INA-CBG (jumlah klaim yang ditagih rumah sakit ke pemerintah) berdasarkan diagnosis dan prosedur awal untuk setiap bulan tertunggak. Syaratnya, jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan dan besar denda paling tinggi Rp30 juta. 

Total Harus Dibayar = 5% x biaya kesehatan x jumlah bulan tertunggak

Sementara untuk tahun 2020 ini, denda ditetapkan 2,5 persen dari perkiraan biaya paket INA-CBG berdasarkan diagnosis dan prosedur awal untuk setiap bulan tertunggak. Dengan ketentuan, jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan dan besar denda paling tinggi Rp30 juta. 

Total Harus Dibayar = 2,5% x biaya kesehatan x jumlah bulan tertunggak

Simulasi denda

Untuk memahami lebih lanjut tentang perhitungan sebelumnya, simak contoh kasus berikut.

  • Kasus 1: Peserta tunggak iuran 2 bulan ke belakang dan bayar bulan ini. Ia gak menjalani rawat inap. Maka, ia hanya perlu melunasi tunggakan 2 bulan ke belakang supaya BPJS aktif.
  • Kasus 2: Peserta tunggak iuran 2 bulan ke belakang dan bayar bulan ini. Namun, 10 hari kemudian dia mengklaim rawat inap. Maka, dia harus membayar denda sebesar 2,5% dari biaya rawat inap dan dikalikan jumlah bulan tertunggak.

Denda telat bayar BPJS 2 tahun, 4 tahun

Peraturan pemerintah menyatakan bahwa denda maksimal BPJS Kesehatan adalah 12 bulan, meskipun pembayaran BPJS terlambat lebih dari itu. Jadi, jika kamu telah bayar selama 2 atau bahkan 4 tahun, hanya perlu membayar denda selama 12 bulan saja.

Pengecualian denda

Tapi, denda keterlambatan dikecualikan untuk beberapa pihak, yakni peserta PBI (penerima bantuan iuran) jaminan kesehatan dan peserta PBPU (peserta bukan penerima upah) dan peserta bukan pekerja (PB) yang iurannya ditanggung pemerintah. 

Cara cek denda dan tunggakan iuran 

Untuk mengetahui berapa banyak denda dan tunggakan iuran yang harus dibayar akibat pembayaran BPJS terlambat, kamu bisa menggunakan beberapa cara, yaitu:

Bayar BPJS Online
Bayar BPJS Online
  1. Mengecek tagihan lewat website resmi BPJS Kesehatan di https://bpjs-kesehatan.go.id/
  2. Mengunjungi ATM bank pemerintah (BNI, Mandiri, BRI). Pilih tagihan BPJS Kesehatan dan masukkan nomor Virtual Account (VA) BPJS Kesehatan (didapatkan ketika registrasi akun).
  3. Mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan di PlayStore.
  4. Menghubungi layanan kontak BPJS di nomor 1500 400 atau Layanan Mobile Customer Service (MCS) BPJS Kesehatan.

Kerugian Jika Pembayaran BPJS Terlambat

Berdasarkan website resmi BPJS, ada beberapa kerugian yang akan kamu alami ketika menunggak iuran program asuransi kesehatan pemerintah ini, seperti:

  • Tunggakan semakin besar dan nantinya akan memberatkanmu pada saat ingin mengaktifkan kembali kartu BPJS-mu.
  • Menunggak iuran BPJS setiap bulan, bukan berarti membuatmu keluar dari kepesertaan BPJS. Pasalnya, kamu tetap memiliki kewajiban untuk melunasi tunggakan.
  • Selama tunggakan belum dilunasi, maka anggota keluarga lainnya yang ingin mendaftar BPJS Kesehatan tidak akan bisa mendaftar sampai tunggakan dilunasi.
  • Kamu akan mengeluarkan uang lebih banyak untuk berobat jika tidak menggunakan fasilitas BPJS kesehatan.
Pengingat Lifepal! Sudah paham kan, kerugian yang diakibatkan jika terlambat membayar iuran BPJS? Biar nggak terlambat lagi, rutin cek tagihan BPJS kesehatan, dan lakukan pembayaran secara online agar menghemat waktu dan biaya.

Cara Mengaktifkan BPJS yang Telat Bayar

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, untuk mengaktifkan kembali kartu akibat pembayaran BPJS terlambat, maka kamu harus melunasi tunggakan terlebih dahulu.

Nah, untuk mengetahui berapa total tagihan yang harus kamu bayar, ada beberapa alternatif yang bisa kamu lakukan seperti melalui SMS gateway atau lewat ATM.

Setelah mengetahui berapa jumlah tunggakan yang harus kamu bayarkan, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Pembayaran untuk masing-masing kelas itu berbeda. Berikut ini penjelasannya:

Kelas tiga, kamu bisa membayar tunggakan di minimarket seperti Alfamart, Indomaret, kantor pos atau langsung datang ke Bank.

Kelas satu dan dua, kamu bisa melakukan pembayaran langsung lewat ATM yang sudah bekerja sama dengan BPJS seperti Bank BRI, BNI, BTN, Mandiri dan BCA.

Berikut contoh pembayaran BPJS melalui ATM BRI:

  1. Masukan kartu ATM.
  2. Pilih Bahasa dan masukan PIN ATM kamu.
  3. Pilih menu “TRANSAKSI TUNAI” atau “PAKET TUNAI”.
  4. Pilih menu “TRANSAKSI LAINNYA”.
  5. Pilih menu “PEMBAYARAN”.
  6. Pilih menu “BPJS KESEHATAN”.
  7. Masukan kode 88888 dan tambahkan 11 digit angka kartu BPJS Kesehatan kamu dan tekan “BENAR”.
  8. Setelah itu bakal muncul nama serta jumlah yang harus kamu bayar.
  9. Masukkan jumlah nominal yang bakal dibayar, lalu tekan “BENAR”.
  10. Kemudian bakal muncul konfirmasi pembayaran, tekan angka 1 dan pilih “YA”.
  11. Selesai.

Dengan segudang manfaat yang ditawarkan BPJS Kesehatan, masih nekat gak mau bayar iuran bulanan?

Peraturan terbaru tentang mengaktifkan pembayaran BPJS terlambat

Perpres terbaru yang diterbitkan pemerintah juga ikut mengubah sejumlah kebijakan, termasuk terkait cara mengaktifkan kembali kepesertaan yang menunggak dan dinonaktifkan. 

Penyesuaian ini dilakukan untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat akibat pandemi Covid-19. Karenanya, proses mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan justru dipermudah nih. 

Caranya, cukup dengan melunasi tunggakan iuran selama enam bulan saja. Ketentuan ini turun dari sebelumnya, harus melunasi tunggakan 24 bulan. Jika masih ada sisa tunggakan pun, pemerintah masih memberi kelonggaran sampai tahun 2021. 

Tarif Iuran BPJS Kesehatan

Pertengahan tahun ini BPJS Kesehatan kembali melakukan revisi tarif iuran, hal itu seperti tertuang berdasarkan Perpres nomor 64 tahun 2020. 

Tarif kelas I dan II ternyata mengalami kenaikan per 1 Juli 2020. Sementara untuk kelas III, baru akan naik pada 2021 mendatang. Jadi rincian biaya iuran BPJS Kesehatan per 1 Juli 2020 sebesar:

  • Kelas III, biaya iuran per bulan sebesar Rp 25.500 per orang per bulan.
  • Kelas II, biaya iuran per bulan sebesar Rp 100.000 per orang per bulan.
  • Kelas I, biaya iuran per bulan sebesar Rp 150.000 per orang per bulan.

BPJS Kesehatan mempersilakan apabila ada peserta kelas I dan II yang merasa keberatan dengan biaya iuran yang ditetapkan untuk turun kelas

Iuran tersebut harus dibayarkan secara rutin setiap bulannya, dan paling lambat setiap tanggal 10. Sebenarnya sih tidak alasan pembayaran BPJS terlambat karena tidak tahu harus membayar di mana.

Bayar BPJS Online
Bayar BPJS Online

Pasalnya, kini kamu bisa membayar iuran lewat ATM. Jadi, lebih mudah kan? Kamu gak perlu pula repot-repot mengantre di kantor BPJS Kesehatan.

Sayangnya, masih ada saja peserta yang tidak membayar iuran bulanan dengan alasan lupa, atau bahkan ada pula yang disengaja.

Padahal kalau sampai telat sebulan saja, selain harus membayar denda, kartu BPJS Kesehatan-mu juga berisiko akan dinonaktifkan. Akibatnya, kamu gak bisa menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan gratis dari BPJS.

Padahal jika dipikir-pikir ya, kamu hanya mengeluarkan uang Rp150 ribu setiap bulan. Dan, kalau kamu sakit dan membutuhkan pengobatan atau perawatan, kamu sudah bisa berobat gratis di puskesmas, klinik, maupun rumah sakit yang menerima pasien BPJS.

Nah, kalau gak pakai BPJS tentu kamu akan mengeluarkan uang lebih banyak seperti buat bayar dokter hingga obat-obatan. Jadi, dijamin bakal rugi banget deh kamu kalau kamu sampai telat dalam pembayaran BPJS Kesehatan hingga akhirnya kartumu dinonaktifkan.

Tanya Jawab Seputar Pembayaran BPJS Kesehatan

Masih punya banyak pertanyaan yang belum terjawab seputar BPJS dan Asuransi? Kunjungi Tanya Lifepal sekarang dan cek jawaban dari Pakar Asuransi Indonesia, Irvan Rahardjo. Kalau belum menemukan jawabannya, langsung kirimkan pertanyaanmu, dan biarkan rekan ahli kami menjawab!

Jika pembayaran BPJS terlambat, maka keanggotaan peserta akan dinonaktifkan sehingga gak bisa mengajukan klaim.
Denda jika pembayaran BPJS terlambat akan ditagihkan jika peserta mengajukan klaim rawat inap kurang dari 45 hari setelah keanggotaan diaktifkan. Besarannya adalah 2,5% dari biaya rawat inap dikali bulan tunggakan.
Untuk mengetahui apakah BPJS sudah dibayar, kamu bisa mengeceknya lewat aplikasi atau situs resmi BPJS dengan login lalu memilih menu Cek Iuran.
Jika pembayaran BPJS terlambat, keanggotaan akan non aktif untuk sementara. Jadi, kamu perlu mengaktifkannya kembali dengan membayar tunggakan.
Untuk mengurus pembayaran BPJS terlambat, kamu tinggal melunasinya menggunakan nomor Virtual Account yang digunakan saat registrasi.
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →