Definisi Polis Lapse, Penyebab, dan Cara Memulihkannya

asuransi lapse

Membayar premi tepat waktu adalah salah satu kewajiban kita sebagai pemilik polis asuransi. Dengan membayar premi tepat waktu, kita akan tetap mendapatkan manfaat dari asuransi tersebut, yakni perlindungan atas segala risiko yang telah disepakati.

Namun jika kita tidak membayar premi asuransi hingga masa tenggang (grace period) berlalu, maka jangan kaget jika status polis kita menjadi lapse.

Pengertian Polis Lapse

Polis lapse adalah penghentian penanggungan asuransi sebagai akibat tidak dibayarnya premi dan biaya-biaya polis yang sudah jatuh tempo atau nilai tunai yang dimiliki sudah tidak mencukupi untuk membayar premi dan biaya-biayanya lagi.

Kondisi ini adalah kebalikan dari status polis aktif atau inforce seperti yang telah dijelaskan pada artikel lainnya.

Penyebab Terjadinya Polis Lapse

Istilah polis lapse ini sebenarnya lebih sering disebutkan dalam produk unit link ketimbang asuransi pada umumnya. 

1. Pembayaran premi tertunggak

Di dalam ketentuan asuransi konvensional pada umumnya, jika kita tidak membayar premi, maka kita sama saja tidak membayar biaya asuransinya. Dengan demikian kontrak asuransi otomatis akan berakhir pada saat itu juga. Akan tetapi, dalam asuransi unit link tidak demikian.

Dalam dua tahun pertama, nasabah harus membayar premi sebelum melewati masa tenggang yang lamanya berkisar antara 30-45 hari. Jika sudah melewati ketentuan tersebut, maka status polis menjadi tidak aktif.

2. Nilai investasi tidak mencukupi

Nilai investasi yang sudah ada tidak cukup untuk membayar biaya-biaya polis. Dalam jenis asuransi unit link, setelah polis asuransi berusia dua tahun, maka semua biaya-biaya polis meliputi biaya akuisisi yang masih tersisa, biaya asuransi, dan biaya administrasi, otomatis akan dipotong dari nilai investasi, tanpa melihat apakah nasabah sudah membayarkan premi regulernya atau belum.

Jika nilai investasi yang ada tidak cukup untuk membayar biaya-biaya tersebut, maka polis asuransi otomatis akan menjadi lapse. Nilai investasi dari asuransi unit link bisa terdampak oleh beberapa hal, di antaranya tertanggung tidak membayar premi secara rutin, sering melakukan penarikan dana tunai, atau bisa juga karena kinerja investasi tidak baik untuk jangka waktu yang cukup lama yang khususnya pada saat tertanggung sedang dalam masa cuti premi.

Dampak bagi Nasabah Jika Polis Lapse

Selain kita tidak bisa mendapatkan manfaat pertanggungan, status polis lapse juga punya beberapa dampak lainnya, lho.

1. Harus membayar premi atau tunggakan biaya asuransi

Jika polis asuransi unit link mengalami lapse di dua tahun pertama, maka untuk memulihkannya harus membayar premi sejumlah bulan yang tertunggak. Kita sebagai nasabah juga harus membayar biaya asuransi dan administrasi yang terutang.

2. Masa tunggu dimulai dari awal lagi

Jika polis asuransi dipulihkan dari kondisi lapse, maka masa tunggu manfaat asuransinya akan dimulai dari awal selayaknya polis baru.

Misalnya terkait manfaat penyakit kritis ada masa tunggu 90 hari. Maka, jika kita didiagnosis terkena penyakit kritis sebelum melewati 90 hari sejak tanggal pemulihan polis kembali, maka klaim manfaat penyakit kritis tidak akan ditanggung. Dengan begitu, kita menjadi rugi, bukan?

Padahal jika status polis kita inforce atau aktif, kita akan mendapatkan manfaat pertanggungan atas penyakit kritis tersebut.

3. Klaim bernilai besar bisa lebih sulit dan lama

Jika tertanggung mengajukan klaim di masa dua tahun pertama asuransi, terutama yang memiliki nilai pertanggungan yang besar, misalnya klaim meninggal dunia atau penyakit kritis, maka perusahaan asuransi akan melakukan pemeriksaan secara lebih teliti, termasuk kemungkinan dilakukannya investigasi jika diperlukan.

Nah, hal itu juga akan berlaku ketika kita berada di tahap memulihkan status polis lapse sebab polis kita akan dihitung kembali dari awal. Sebagai akibatnya, proses klaim akan menjadi lebih sulit dan lebih lama diproses.

4. Dapat dikenakan pemeriksaan kesehatan lagi

Masing-masing perusahaan asuransi memiliki peraturan dan kebijakan tersendiri mengenai cara atau teknis pemulihan polis yang sudah berstatus lapse.

Di beberapa perusahaan asuransi, jika status polis asuransi yang mengalami lapse berlangsung di antara 2-3 bulan, tertanggung dapat memulihkan kembali polis asuransinya hanya dengan membayarkan premi yang tertunggak. Namun jika polis mengalami lapse lebih dari tiga bulan, maka nasabah diharuskan untuk mengisi beberapa pertanyaan kesehatan kembali.

Bahkan seandainya di masa lapse tersebut tertanggung mengalami sakit, kemungkinan besar akan diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lagi. Biaya medical check-up yang ditagih harus ditanggung oleh nasabah, berbeda dengan proses saat pertama kali mengajukan polis yang biasanya ditanggung oleh perusahaan asuransi.

5. Ada kemungkinan pemulihan polis tidak disetujui

Jika dari hasil medical check-up atau pemeriksaan kesehatan, ditemukan adanya masalah atau kondisi kesehatan yang memberatkan, maka ada kemungkinan polis tersebut tidak dapat dipulihkan lagi atau masih dapat dipulihkan, namun akan dikenakan ekstra premi.

Cara Memulihkan/Mengaktifkan Polis Lapse

Jika status polis kita terlanjur mengalami lapse, apa yang harus nasabah lakukan? Tenang saja, polis yang lapse bisa diaktifkan atau dipulihkan kembali, namun setiap perusahaan memiliki ketentuan yang berbeda-beda.

Allianz misalnya, mensyaratkan untuk memulihkan polis lapse selama dua bulan, kita harus membayar premi yang tertunggak tanpa harus mengisi form pemulihan dan polis otomatis aktif kembali. Tetapi jika sudah tiga bulan atau lebih, maka selain bayar premi tertunggak, kita juga harus mengisi Form Pemulihan Polis.

Di dalam form tersebut ada pertanyaan mengenai riwayat kesehatan. Jadi, jika selama polis lapse ada perubahan kondisi kesehatan, misalnya pernah sakit, maka harus kita laporkan. Kemungkinannya, proses pemulihan polis bisa lebih lama karena bisa saja nasabah diminta tes medis dengan biaya sendiri. Bahkan jika kondisi kesehatan sudah tidak baik, pemulihan polis berisiko ditolak.

Dengan adanya kemungkinan-kemungkinan di atas, sebaiknya selalu ingat untuk memenuhi kewajiban membayar premi tepat waktu. Jangan sampai menunda-nunda hingga polis kita hingga akhirnya terjadi lapse.

Sebagai saran, utamakan untuk memenuhi kewajiban membayar premi bulanan secara autodebet dari rekening bank gaji atau penghasilan bulanan kita supaya tidak terlupa.Mau dapat tips-tips bermanfaat soal memilih produk asuransi dan premi yang cocok dengan bujet kita, konsultasikan saja di Lifepal.

Pertanyaan Terkait Polis Lapse

Polis lapse artinya penangguhan manfaat asuransi karena polis sedang tidak aktif, baik karena tidak membayar premi atau nilai investasi tidak mencukupi untuk menutupi biaya-biaya asuransi terkait.

Free look adalah masa mempelajari polis, yaitu antara polis diterbitkan dan nasabah mempelajarinya hingga menyetujui polis tersebut. Jadi, free look periode dan lapse berbeda. Sebab, lapse terjadi saat seseorang sudah resmi menjadi nasabah asuransi dan polis telah berjalan.

Jika terjadi polis lapse maka nasabah tidak bisa menikmati manfaat asuransi karena masa tunggu dimulai lagi dari awal. Kemudian, nasabah juga tidak bisa melakukan klaim. Selain itu, tidak jarang pula, nasabah harus melakukan pemeriksaan kesehatan ulang.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →