
BPJS Kesehatan melindungi lebih dari 144 jenis penyakit, termasuk penyakit kronis dan gangguan mental, tanpa medical check-up. Cukup dengan iuran Rp35–150 ribu per bulan, peserta mendapat perlindungan kesehatan seumur hidup.
Ada banyak manfaat BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang menjadi anggota, baik perorangan maupun mereka yang ikut BPJS Kesehatan karyawan. Selain dapat menjamin biaya kesehatan saat sakit, program wajib dari pemerintah ini juga menarik karena iurannya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan asuransi swasta.
Melihat tingginya biaya rumah sakit yang terus meningkat setiap tahun, menjadi peserta BPJS Kesehatan menjadi sangat penting. Menurut CORE Indonesia, inflasi medis Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 13,6%, jauh melampaui inflasi umum. Tentunya, akan sangat berat bila tidak memiliki perlindungan asuransi.
Simak artikel Roojai tentang apa saja manfaat BPJS Kesehatan berikut ini.
BPJS Kesehatan memudahkan peserta mengakses layanan kesehatan sesuai kelas yang dibayar. Peserta dapat mengetahui manfaat apa saja yang ditanggung, termasuk fasilitas kacamata gratis dan proteksi atas sebagian besar penyakit.
Berikut daftar manfaat BPJS bagi masyarakat.
Keuntungan menggunakan fasilitas kesehatan BPJS yaitu peserta dapat terlindungi dari berbagai penyakit. Hingga saat ini, BPJS Kesehatan dapat mengcover hingga 144 penyakit seperti:
Selain itu, ada juga manfaat BPJS Kesehatan untuk ibu hamil. BPJS untuk melahirkan menanggung biaya melahirkan normal ditanggung penuh, begitu juga melahirkan caesar dengan syarat untuk kebutuhan medis (berdasarkan rekomendasi dokter).
Salah satu manfaat utama BPJS Kesehatan adalah iuran bulanan yang sangat terjangkau dibandingkan dengan asuransi swasta. Berikut adalah besaran premi BPJS Kesehatan yang saat ini berlaku.
Sementara itu, untuk peserta BPJS Kesehatan Mandiri (PBPU), besaran iuran tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Pembayaran iuran BPJS Kesehatan Mandiri dapat dilakukan di mana saja. Berikut adalah tempat-tempat yang kamu bisa datangi.
Umumnya, asuransi kesehatan swasta memerlukan hasil medical check up dari calon nasabahnya. Tujuannya untuk mengetahui kondisi kesehatan calon pesertanya saat ini dan menemukan ada tidaknya penyakit atau kondisi tertentu yang telah ada sebelumnya (pre-existing condition). Hasil medical check up ini juga digunakan sebagai acuan penentuan premi yang perlu dibayarkan.
Meski demikian, memiliki asuransi kesehatan di samping BPJS juga disarankan. Sebab, pertanggungan dan fasilitas yang diberikan terbilang lebih luas bahkan dibandingkan dengan BPJS.
Nah, karena BPJS Kesehatan tidak menentukan tarif premi atau iurannya berdasarkan jenjang usia dan kondisi sebelumnya, pendaftaran anggotanya pun tidak memerlukan medical check up. Penentuan besarnya iuran BPJS sendiri berdasarkan kelas kamar yang diinginkan calon pesertanya, apakah kelas I, kelas II, atau kelas III.
Di saat asuransi swasta memberikan proteksi pesertanya hingga usia 100 tahun, perlindungan BPJS Kesehatan justru mampu menjamin proteksi peserta di sepanjang hidupnya. Manfaat BPJS Kesehatan satu ini adalah yang terbaik, jadi kamu tidak perlu khawatir perlindungan kesehatannya akan terbatas oleh usia.
Beberapa hal yang menjadi perbedaan BPJS dan asuransi kesehatan adalah skema operasional, mekanisme pendaftaran, dan cakupan manfaat. Berbeda dengan asuransi swasta. BPJS Kesehatan tidak menerapkan ketentuan pre-existing condition, artinya peserta tetap mendapat jaminan meski memiliki penyakit kronis sejak awal.
Ini dimungkinkan karena BPJS menggunakan prinsip gotong royong yang sehat membantu yang sakit. Tak hanya itu, BPJS juga memberikan perlindungan seumur hidup untuk penyakit besar seperti jantung, thalassemia, dan kanker, tanpa batasan usia dan tanpa perlu medical check-up di awal.
Salah satu manfaat BPJS Kesehatan yang paling banyak ditanya adalah fasilitas psikiater BPJS dan psikolog untuk gangguan kesehatan mental. Dilansir dari Kompas, layanan kesehatan mental baik ke psikiater maupun psikolog di rumah sakit dapat dijamin oleh BPJS. Kamu cukup mendatangi FTKP dengan membawa KTP.
Setelah proses administrasi, kamu akan melalui konsultasi bersama psikiater atau psikolog untuk mendapatkan diagnosis. Jika dibutuhkan rawat jalan, maka kamu akan diresepkan sejumlah obat. Namun jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka kamu akan diberikan rujukan untuk berobat ke faskes tingkat lanjut atau yang lebih tinggi.
Yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan tingkat pertama adalah layanan kesehatan bagi perorangan yang sifatnya non-spesialistik (primer), meliputi:
Dengan memiliki manfaat kartu BPJS Kesehatan, kamu bisa mendapatkan sejumlah fasilitas tersebut di atas.
Setiap peserta BPJS Kesehatan berhak atas manfaat rawat jalan tingkat pertama. Apa saja jenis manfaat yang ditanggung?
Selain berhak atas manfaat rawat jalan tingkat pertama, setiap peserta BPJS Kesehatan juga berhak mendapatkan perawatan inap tingkat pertama. Mulai tindakan medis non spesialistik hingga operasi ditanggung oleh BPJS. Berikut adalah daftar manfaatnya.
Yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan adalah pelayanan kesehatan perorangan yang sifatnya spesialistik atau subspesialistik, mencakup:
Peserta BPJS Kesehatan berhak atas manfaat rawat jalan tingkat lanjutan. Apa saja jenis manfaat yang ditanggung?
Selain berhak atas manfaat rawat jalan tingkat lanjutan, setiap peserta BPJS Kesehatan juga berhak mendapatkan perawatan inap tingkat lanjutan. Manfaat yang ditanggung adalah perawatan inap nonintensif dan perawatan inap intensif di ICU, ICCU, NICU, dan PICU.
Selain memiliki manfaat yang unggul, asuransi BPJS Kesehatan juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diketahui. Berikut adalah beberapa hal yang sayangnya menjadi kekurangan dari program nasional ini.
Kekurangan pertama yang kerap dikeluhkan peserta BPJS Kesehatan pada umumnya adalah sistem rujukan berjenjang. Sistem ini mengharuskan setiap peserta memeriksakan penyakitnya di faskes 1 terlebih dahulu, yaitu pada tingkatan puskesmas, dokter keluarga, atau klinik.
Apabila di faskes 1 peserta tidak kunjung membaik dan dokter menyarankan untuk menjalani perawatan lanjutan, maka pasien akan mendapatkan rujukan ke rumah sakit atau faskes kedua. Begitupun selanjutnya hingga pada tingkatan rumah sakit besar sebagai faskes ketiga. Sistem ini tentu akan merepotkan apalagi jika dilakukan untuk pertama kali.
BPJS Kesehatan memang bisa melayani berbagai jenis penyakit, namun sebagaimana ini adalah program nasional, maka cakupan pelayanannya pun terbatas di Indonesia saja. Dengan kata lain, jika kamu berada di luar negeri dan terserang penyakit, maka kartu BPJS Kesehatan kamu tidak bisa dipergunakan.
Meskipun kini pengajuan rujukan sudah dapat dilakukan dengan sistem online, masih banyak orang yang masih memilih mengantri di loket pembayaran BPJS di rumah sakit atau puskesmas. Tidak jarang antrian tersebut bisa sangat panjang, bahkan ada yang rela datang sejak pagi demi mendapatkan urutan lebih awal.
Akibat defisit yang dialami BPJS Kesehatan, maka pemerintah memutuskan untuk mengeluarkan Perpres No. 82 Tahun 2018 tentang jaminan kesehatan. Pasal 52 di dalamnya menyatakan bahwa terdapat 21 layanan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan, antara lain:
Cara klaim BPJS Kesehatan bisa dilakukan untuk mendapatkan manfaat dan pelayanan kesehatan. Langkah-langkahnya sebenarnya tidak jauh berbeda jika kamu melakukan klaim asuransi kesehatan swasta, hanya saja untuk klaim BPJS Kesehatan diperlukan proses berjenjang dari faskes hingga rujukan terutama kalau peserta harus dirawat inap.
Berikut adalah penjelasan klaim BPJS Kesehatan selengkapnya:
Selama kamu tidak menunggak iuran, status kepesertaan tidak dibekukan. Maka dari itu, jangan lupa untuk cek BPJS Kesehatan untuk mengetahui tenggat waktu pelunasan iurannya.
BPJS memang penting sebagai dasar perlindungan kesehatan, tapi manfaatnya sering kali terbatas, mulai dari antrean panjang, sistem rujukan, hingga pilihan rumah sakit yang terbatas. Di sinilah asuransi kesehatan tambahan berperan, untuk memberikan akses layanan yang lebih cepat dan nyaman.
Di Lifepal, kamu bisa membandingkan berbagai produk asuransi kesehatan dari perusahaan terpercaya. Temukan perlindungan rawat inap hingga Rp32 miliar, akses rumah sakit rekanan terbaik, dan premi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu.
Menurut Antara, BPJS Kesehatan berlaku seumur hidup bagi peserta yang aktif dan rutin membayar iuran. Sepanjang status kepesertaan tidak dicabut, layanan BPJS akan terus tersedia tanpa batasan usia. Ini menjadikan BPJS sebagai jaminan kesehatan jangka panjang yang berkelanjutan.
Peserta BPJS Kesehatan bisa klaim subsidi kacamata setiap dua tahun sekali, selama ada indikasi medis dari dokter mata. Cara klaim kacamata BPJS dimulai dari pemeriksaan di faskes tingkat pertama hingga legalisasi resep di rumah sakit. Besaran subsidi bervariasi tergantung kelas: Rp165 ribu (kelas 3), Rp220 ribu (kelas 2), dan Rp330 ribu (kelas 1).
Menurut Tempo, BPJS menanggung layanan kesehatan mental seperti konsultasi dengan psikiater dan pengobatan medis, termasuk terapi. Prosedurnya diawali dari faskes tingkat pertama dan dilanjutkan ke rumah sakit rujukan. Namun, beberapa layanan seperti terapi ECT dan rTMS belum termasuk dalam cakupan jaminan.
BPJS Kesehatan bagi karyawan memberikan perlindungan medis dengan iuran yang dibayarkan bersama pemberi kerja. Keuntungannya meliputi jaminan rawat jalan, rawat inap, persalinan, hingga proteksi penyakit kronis tanpa medical check-up.
Ya, BPJS Kesehatan menanggung biaya perawatan bayi di ruang NICU maupun PICU sesuai indikasi medis darurat. Klaim dilakukan melalui rujukan faskes tingkat pertama ke rumah sakit rujukan dan ditanggung penuh sesuai skema INA-CBGs.
Artikel Terkait Lainnya