Asuransi Mobil Kredit, Pilih Paket atau Cari Sendiri, Ya?

Kredit mobil syariah

Mobil sekarang udah bukan barang mewah lagi. Lebih cocok masuk kebutuhan sekunder. Selain harganya yang makin terjangkau, di benak orang kalau belum punya mobil belum dikatakan sukses.

Terlepas apapun latar belakangnya, punya mobil sepertinya sudah masuk daftar ‘must have’.

Gimana kalo duitnya terbatas? Pilihannya cari yang bekas. Mau cara belinya kredit atau tunai, tetap aja harga mobil bekas lebih murah. Uang mukanya rendah plus cicilannya lebih sedikit dibanding kredit mobil baru.

Lagi pula mobil bukan investasi. Ini barang pasti alami depresiasi alias penurunan harga. Karena faktor inilah mobil bekas menjadi pilihan menarik. Kalau pun dijual lagi, rata-rata harga mobil bekas tidak akan jatuh drastis dari mobil baru.

Ngejar value for money inilah yang bikin mobil bekas tetap diincar banyak orang. Setelah itu apa yang perlu dipertimbangkan lagi? Mungkin jawabannya soal asuransi mobil kredit.

Cari asuransi mobil kredit sendiri, apakah lebih untung?

Ketika pilihan jatuh ke kredit mobil baru, sudah dipastikan bakal wajib dilindungi asuransi kendaraan. 

Sebenarnya asuransi kendaraan atau asuransi mobil kredit di sini lebih dimaksudkan untuk ‘melindungi’ mobil yang selama masih kredit adalah milik leasing atau bank. Padahal yang bayar preminya nasabah.

Suka enggak suka, begitu aturan mainnya. Terus nasabah cuma bisa terima gitu aja? Ya jangan dong. Sebagai konsumen yang notabene raja, tetap harus kritis terhadap setiap penawaran kredit mobil termasuk juga asuransinya.

Contohnya saat kredit mobil Nissan Grand Livina tahun 2013. Harga pasaran Rp 139 juta yang sudah dilunasi leasing. Nasabah harus setuju bayar uang muka 20 juta dan cicilan Rp 3,6 juta selama 47 bulan. Itu sudah termasuk asuransi all risk setahun pertama.

Pertanyaannya, apakah masih bisa dibuat hemat lagi kalau cari asuransi kendaraan sendiri? Jawabannya tergantung sebanyak apa informasi yang berhasil dihimpun dari beberapa perusahaan asuransi.

Jika tahu ada perusahaan asuransi yang menyediakan rate lebih rendah, pasti pilih itu karena lebih hemat.

Mesti diketahui sejak awal, ada dua kerugian yang didapat kalau ambil paket kredit mobil bekas berikut asuransinya. Pertama, pasti bakal lebih mahal dibanding datangi langsung perusahaan asuransi.

Awas jebakan batman

Sebaiknya jangan mudah tergiur dengan iming-iming paket kredit mobil bekas yang disodorkan. Misalnya saja bunga nol persen. Bisa dipastikan itu strategi marketing karena pada prinsipnya ada biaya lain yang dikatrol naik.

Termasuk juga embel-embel free asuransi all risk tahun pertama. Bisa jadi beban biaya asuransi tahun pertama itu diakumulasikan di tahun kedua masa kredit. Praktis, bayar asuransi di tahun kedua besarannya dua kali lipat.

Asuransi mobil all risk atau TLO? 

Beban asuransi sebenarnya bisa lebih hemat bila pilih jenis asuransi Total Loss Only (TLO) ketimbang all risk. Perbandingan rate antara TLO dan all risk pun cukup jauh yaitu 0,8% untuk TLO dan 1,3-3% untuk all risk. Besaran rate sendiri dihitung dari nilai mobil.

Cuma yang jadi catatan, TLO menjamin kerugian bila mobil mengalami kerusakan di atas 75 persen. Baik akibat kecelakaan parah, hilang akibat dicuri atau perampasan paksa. Kerusakan minor tidak bakal dapat penggantian.

Menjatuhkan pilihan pada TLO sebenarnya lebih rasional mengingat yang dibeli adalah mobil bekas. Kerugian finansial yang diderita bila mobil mengalami musibah mungkin lebih sedikit dibanding mobil baru.

Selain itu, bila ada kerusakan minor pun masih bisa ditalangi dengan isi kantong. Toh, frekuensinya pun enggak sering.

Sayangnya, sering kali perusahaan leasing emoh nasabahnya ambil asuransi TLO. Wajar sih mengingat selama mobil bekas itu belum lunas, secara de jure mobil masih berstatus aset milik leasing.

Contoh perhitungan biaya premi asuransi mobil

Tapi jangan putus asa. Masih ada jalan lain buat berhemat, yakni mencari sendiri perusahaan asuransi yang menawarkan jenis all risk.

Sekali lagi keputusan ini sangat tergantung dengan kebijakan leasing. Maklumlah, leasing kebanyakan mengharuskan nasabahnya ambil kredit satu paket dengan asuransi.

Tetapi tetap bukalah pintu negosiasi. Misalnya meminta pihak leasing menjembrengi daftar perlindungan apa saja dalam asuransi all risk itu. Kemungkinan besar ada tambahan perluasan jaminan seperti banjir, sabotase, kerusuhan, dan lain sebagainya.

Praktis, besaran premi asuransi yang ditanggung jadi besar. Anggap saja premi murni asuransi all risk saja sudah 2,5 persen dari harga kendaraan. Lalu ditambah lagi biaya buat perluasan jaminan.

Contohnya mobil bekas Nissan Grand Livina tahun 2013 seharga Rp 139 juta tadi. Berikut ini rincian bayar preminya.

  • Premi murni 2,5% Rp 3.475.000
  • Jaminan banjir 0,35% Rp 486.500
  • Kerusuhan 0,35% Rp 486.500
  • Sabotase 0,15% Rp 208.500
  • Total premi Rp 4.656.500

Inilah besaran premi yang mesti dibayar tiap tahun. Meski enggak ada accident, tetap saja harus bayar. Seandainya ada accident, tetap enggak sampai segitu habisnya. Ironisnya lagi, kalau mengajukan klaim biasanya ada biaya tambahan dari perusahaan asuransi.

Minimal informasi besaran biaya asuransi mobil kredit ini bisa diketahui sejak awal sebelum akad kredit mobil bekas dilakukan. Jadikan itu pertimbangan sebelum memilih leasing mobil yang tepat.

Siapa tahu di luar sana masih ada perusahaan leasing yang menawarkan kredit dengan bunga rendah termasuk biaya asuransi yang enggak mencekik leher.

Cari tahu asuransi mobil yang sesuai dengan bujet dalam kuis berikut ini

Temukan pilihan asuransi mobil yang tepat untukmu dengan mengikuti kuis berikut ini.

Hitung premi asuransi mobil yang harus dibayarkan dalam kuis di bawah ini.

Pertanyaan seputar asuransi mobil kredit