Daftar Perusahaan Asuransi Terkemuka yang Bangkrut

daftar perusahaan asuransi yang bangkrut

Daftar perusahaan asuransi yang bangkrut? Hal ini sering ditanyakan oleh banyak orang. Terlebih asuransi adalah bisnis yang memiliki nilai risiko tinggi ketimbang jenis usaha lainnya. Begitu kata banyak orang, mengenai besarnya risiko kebangkrutan dalam bisnis asuransi.

Bagaimana tidak, bisnis asuransi berkutat pada manajemen pengelolaan dana sosial masyarakat. Baik untuk kesehatan, maupun untuk masa tua atau pensiun.

Dana masyarakat itu kemudian diinvestasikan ke dalam sejumlah instrumen, melalui produk perbankan maupun pasar modal.

Lalu apakah bisa investasi itu menjadi penyebab perusahaan asuransi bangkrut? Jawabannya, bisa. Banyak faktor penyebab perusahaan asuransi bangkrut di Indonesia.

Untuk itu berikut ini adalah list perusahaan asuransi di Indonesia yang mengalami kebangkrutan. Kamu juga bisa pelajari dulu cara mereka menginvestasikan dana perusahaan. Simak ulasan lengkapnya yuk!

Daftar perusahaan asuransi di Indonesia yang pernah berakhir bangkrut

Pailit atau kebangkrutan dalam industri asuransi merupakan hal yang biasa. Selama ini sejumlah nama besar asuransi jiwa telah dinyatakan pailit atau bangkrut karena berbagai faktor.

Berikut ini beberapa contoh daftar perusahaan asuransi yang bangkrut di Indonesia.

1. Asuransi American International Group (AIG) 

Tentu kita masih ingat masalah Asuransi American International Group (AIG). Bangkrutnya asuransi AIG terjadi pada 2008, menyusul krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat.

Bank Sentral AS akhirnya memberikan dana talangan senilai US$85 miliar untuk menyelamatkan perusahaan itu.

Kala itu, AIG menjadi pemain utama dari produk bernama credit default swaps (CDS), yaitu sebuah instrumen finansial di mana perusahaan-perusahaan di Wall Street mengambil form asuransi pasar ini untuk mengatasi risiko dari gagal bayar obligasinya.

Produk-produk ini kebanyakan berhubungan dengan pasar perumahan AS yang menjadi jantung krisis pada kala itu.

AIG bahkan sudah menghapusbukukan US$25 miliar akibat besarnya gagal bayar dari pembayaran kredit perumahan AS.

2. Asuransi Jiwasraya dan AJB Bumiputera

Asuransi Jiwasraya dan AJB Bumiputera juga masuk ke daftar perusahaan asuransi yang bangkrut di Indonesia.

Permasalahan Asuransi Jiwasraya tercatat disebabkan oleh keuangan karena pembayaran klaim produk saving plan senilai Rp802 miliar yang tertunda sejak Oktober 2018.

Sedangkan AJB Bumiputera mencatatkan defisit lebih dari Rp20 triliun per 31 Desember 2018.

Jangan cemas dengan permasalahan perusahaan asuransi di Indonesia, kamu bisa temukan referensi berbagai perusahaan asuransi kesehatan terpercaya di Indonesia hanya di Lifepal. Konsultasikan kebutuhanmu melalui form berikut.

Lalu nasabah harus bagaimana jika perusahaan asuransi bangkrut?

Kita sebagai nasabah tentu tidak bisa tinggal diam jika perusahaan asuransi yang selama ini menanggung risiko keuangan kita tiba-tiba dinyatakan pailit.

Nah, poin-poin berikut bisa kita lakukan sebagai langkah mencegah kita mengalami kerugian lebih banyak.

1. Hak utama

Perlu diketahui, berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian, tepatnya Bab X mengenai Kepailitan dan Likuidasi, Pasal 20 ayat 2 menyatakan bahwa hak pemegang polis atas pembagian harta kekayaan perusahaan asuransi kerugian atau perusahaan asuransi jiwa yang dilikuidasi adalah hak utama.

Dengan kata lain, jika perusahaan asuransi yang produk asuransinya kita beli mengalami pailit atau dilikuidasi, maka kita punya hak utama atas pembagian kekayaan perusahaan asuransi tersebut.

2. Nasabah prioritas

Berdasarkan UU tersebut, dana asuransi atas pembagian kekayaan perusahaan asuransi tersebut harus digunakan terlebih dahulu untuk membayar kita sebagai nasabah, baik secara langsung, melalui pihak tertanggung, atau ahli waris.

Salah satu perusahaan asuransi berskala internasional yang ada di Indonesia yang memiliki ketahanan finansial yang kuat adalah Prudential.

Dilansir oleh Investopedia, Prudential termasuk 10 besar perusahaan asuransi internasional dengan penghasilan bersih tertinggi, yaitu mencapai 0,7 miliar USD atau sekitar Rp10,1 triliun pada tahun 2020.

Dengan fakta tersebut, Prudential bisa dikatakan sebagai perusahaan asuransi yang berkemungkinan kecil untuk bangkrut.

3. Pihak ketiga

Perusahaan asuransi memang harus membayar kewajibannya kepada pihak ketiga. Akan tetapi, hal tersebut bisa dilakukan jika ada kelebihan dana setelah perusahaan asuransi membagi kekayaannya kepada nasabah.

Intinya, aman-aman saja, tidak perlu takut ataupun khawatir dengan kebangkrutan asuransi yang kita ikuti karena sewajarnya hak kita masih aman.

Perlu diketahui bahwa terdapat perusahaan yang bisnisnya memberi jaminan kerugian finansial atas sebuah perusahaan asuransi. Perusahaan semacam ini dinamakan perusahaan reasuransi.

Peran perusahaan reasuransi adalah memberi jaminan atas risiko kerugian finansial yang dialami perusahaan asuransi.

Reasuransi berupaya meminimalkan risiko sebuah perusahaan asuransi mengalami kebangkrutan atau pailit.

Jadi, jangan ragu untuk menjadi nasabah asuransi, ya. Jangan sampai uang tabungan dan investasi kita jadi terpaksa diambil untuk menanggung biaya pengobatan di rumah sakit yang mahal sebagaimana perusahaan asuransi yang akan menanggungnya.

Jadi ternyata perusahaan asuransi yang terkenal sekalipun tetap dihadapkan kepada risiko kerugian yang sama ya.

Lalu bagaimana dengan nasib kita kalau mau beli asuransi? Nah supaya kamu tidak sampai salah pilih, konsultasikan saja di Tanya Lifepal. Dijamin, kamu bisa dapat pilihan yang paling bagus.

Bagaimana cara perusahaan asuransi menginvestasikan dana masyarakat?

Biasanya, dana kelolaan asuransi itu diinvestasikan pada deposito, reksadana, pasar saham, dan instrumen investasi lainnya di pasar modal. Mari kita bahas satu demi satu.

1. Deposito

Investasi deposito merupakan instrumen yang paling aman dan hampir tanpa risiko. Jika perusahaan investasi menyimpan dananya di bank melalui deposito, maka dana itu dijamin aman. Akan tetapi, nilai hasil pengembangan dana melalui investasi ini sangat rendah.

2. Reksadana

Reksadana merupakan salah satu jenis investasi yang menjadi idola perusahaan asuransi. Sistem investasi di reksadana adalah pihak asuransi menyerahkan dana kepada manajer investasi.

Selanjutnya, fund manager mengelola dana tersebut. Biasanya aset dasar yang digunakan adalah saham atau surat utang, terutama dalam bentuk reksadana terproteksi.

Risiko dalam investasi reksadana memang lebih besar dibandingkan dengan deposito. Namun jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan investasi langsung pada efek bersifat ekuitas atau saham.

3. Saham

High risk, high return. Itulah semboyan yang kerapa dengar ketika belajar saham. Risiko besar, namun diimbangi dengan peluang untuk mendapatkan imbal hasil yang cukup besar. Di sini pengelola dana asuransi harus benar-benar jeli dalam memilih portofolio saham.

Jika salah pilih, maka dana yang diinvestasikan bisa menyusut, atau istilahnya ‘nyangkut’. Saham ‘nyangkut’ ini nyatanya telah menelan korban dari beberapa perusahaan asuransi di Indonesia.

Selain jenis investasi, besarnya beban perusahaan asuransi juga bisa menyebabkan kebangkrutan. Beban yang dimaksud adalah besaran klaim asuransi yang diajukan oleh nasabahnya.

Klaim yang besar tanpa diimbangi premi atau dana kelolaan yang mencukupi bisa membuat asuransi bangkrut, terutama asuransi kesehatan.

9 Risiko yang mungkin dihadapi perusahaan asuransi 

Apakah Prudential bangkrut? Apakah Allianz indonesia bangkrut? Pertanyaan tersebut wajar saja ditanyakan meskipun boleh dibilang perusahaan yang disebutkan tersebut memiliki likuiditas yang sangat baik. 

Meskipun begitu, tetap saja ada risiko yang harus dihadapi oleh setiap perusahaan asuransi. Berbagai risiko tersebut antara lain: 

  • risiko reputasi
  • risiko kepatuhan 
  • risiko strategis
  • risiko operasional
  • risiko hukum
  • risiko pasar
  • risiko kredit
  • risiko asuransi 
  • risiko likuiditas

Perusahaan asuransi yang mengalami gagal bayar umumnya mengalami risiko likuiditas yang diakibatkan karena beragam faktor seperti penempatan investasi yang salah. 

Jika sudah begini, risiko lainnya pun muncul seperti risiko reputasi yang hancur sehingga membuat masyarakat khususnya nasabah tidak percaya lagi.

Tips memilih perusahaan asuransi yang baik 

Berita mengenai asuransi yang bermasalah tentu membuat kamu sedikit resah jika saat ini memiliki produk asuransi. Selain itu, masalah asuransi di Indonesia juga sedikit banyak membuat masyarakat masih enggan atau takut untuk memiliki produk asuransi. 

Sebenarnya, ada beberapa tips yang bisa kamu pakai untuk menilai apakah perusahaan asuransi tersebut bagus atau tidak. Berikut beberapa diantaranya. 

1. Periksa apakah sudah mendapatkan izin OJK atau belum 

Hal yang paling basic tentu saja memeriksa apakah perusahaan asuransi tersebut sudah mendapatkan izin atau belum. Caranya cukup mudah, kok. 

Kamu tinggal mengunjungi situs https://www.ojk.go.id/ dan cari daftar perusahaan asuransi yang sudah mendapatkan izin. OJK sendiri akan terus memperbarui daftarnya seiring waktu. 

Jika perusahaan asuransi yang kamu temui tidak ada di dalam daftar, kamu patut curiga, ya. 

2. Periksa rekam jejak perusahaan asuransi 

Sebelum memutuskan membeli produk asuransi tidak ada salahnya jika kamu mencari dulu review dari orang lain, baik di blog maupun media sosial. 

Tetapi, kamu juga perlu hati-hati, ya. Tidak semua masalah asuransi murni karena kesalahan perusahaan asuransi. Bisa jadi, karena kesalahpahaman antara agen asuransi dengan nasabah atau karena nasabahnya itu sendiri. 

Misalnya kamu mengetikkan kata kunci “kejelekan prudential”, biasanya muncul permasalah seputar asuransi unit link. Nah, permasalahan seperti ini biasanya terjadi karena perbedaan informasi yang disampaikan oleh agen asuransi dengan nasabah. 

3.  Cari perusahaan asuransi yang punya RBC tinggi 

Salah satu rasio yang bisa kamu jadikan patokan untuk menilai apakah perusahaan asuransi bagus atau tidak adalah dengan melihat RBC nya. 

RBC atau Risk Based Capital (RBC) adalah rasio solvabilitas yang mengukur keamanan finansial suatu perusahaan asuransi. Dari OJK sendiri, perusahaan asuransi disyaratkan untuk memiliki RBC di atas 120%. 

4. Memiliki jaringan yang luas 

Perusahaan asuransi yang bagus umumnya memiliki jaringan luas baik kantor cabang maupun kemitraannya dengan perusahaan lain. 

Misalnya, saat kamu mencari asuransi kesehatan terbaik, carilah perusahaan asuransi yang memiliki rekanan rumah sakit yang luas atau setidaknya terdekat dari lokasi kamu. 

Cari tahu asuransi yang cocok di Lifepal

Kalau kamu butuh referensi kepada produk asuransi jiwa yang sesuai dengan bujet dan kebutuhanmu, cari tahu saja di Lifepal. Lifepal merupakan platform marketplace asuransi terbesar di Indonesia yang dapat membantu kamu menemukan beragam produk asuransi.

Di Lifepal, kami memberikan informasi yang lengkap seputar asuransi dari mulai pengertian asuransi, manfaat asuransi dan hak dan tanggung apa saja yang perlu diketahui sebelum membeli asuransi.

Pertanyaan seputar daftar perusahaan asuransi yang bangkrut