
Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi merupakan rumah sakit yang beroperasi di bawah naungan Yayasan Buddha Tzu Chi Medika dengan tujuan ingin membantu serta memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan untuk masyarakat sekitar atau yang kurang mampu dengan biaya perawatan dan pengobatan yang terjangkau.
Semula, Presiden Megawati Soekarnoputri pada 25 Agustus 2003 meresmikan Poliklinik Cinta Kasih Tzu Chi yang berlokasi di Kompleks Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi, Cengkareng, Jakarta Barat. Di tahun 2006 status rumah sakit Tzu Chi berubah menjadi rumah sakit khusus bedah (RSKB).
Tak lama berselang, yakni pada 2008, Poliklinik Cinta Kasih Tzu Chi resmi berubah dan beroperasi menjadi Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi.
Tzu Chi Hospital sudah terakreditasi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan nomor sertifikat KARS-SERT/765/VI/2019 dan Lulus Tingkat Paripurna pada 30 Juni 2019.
Status rumah sakit bedah kelas C yang dimiliki RS Tzu Chi berubah pada 2016 menjadi rumah sakit umum kelas C sesuai Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Provinsi DKI Jakarta No. 8821 tahun 2016 tentang Perubahan Jenis Rumah Sakit menjadi Rumah Sakit Umum Cinta Kasih Tzu Chi dan No. 8822 Tahun 2016 tentang Sertifikat Penetapan Kelas Rumah Sakit.
Badan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia memiliki tekad untuk memberikan cinta kasih, welas asih, sukacita, dan keseimbangan batin untuk menolong orang-orang yang menderita.
Dengan prinsip menghargai jiwa dan mengutamakan kehidupan, Yayasan Buddha Tzu Chi memiliki misi khusus untuk menjaga kesehatan dan menyelamatkan kehidupan.
Melalui Yayasan Buddha Tzu Chi Medika yang bergerak di bidang kesehatan, berdirilah RS Cinta Kasih Tzu Chi yang diresmikan langsung oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.
Di awal beroperasi, rumah sakit yang berlokasi di Cengkareng, Jakarta Barat ini hanya mampu melayani pengobatan umum, gigi dan mata. Fasilitas yang dimiliki pun seadanya, hanya radiologi, laboratorium, apotek, dan USG.
Saat masa transisi status dari poliklinik menjadi rumah sakit khusus bedah, RS Tzu Chi semakin meningkatkan fasilitas secara bertahap.
Fasilitas pelayanannya kian bertambah, di antaranya penambahan ruang rawat inap, ruang operasi dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) mulai beroperasi.
Selain itu, poliklinik di Rumah Sakit Tzu Chi juga mulai dilengkapi dengan poliklinik kebidanan, poliklinik penyakit tulang (orthopedi), dan poliklinik bedah.
“Menjadi rumah sakit paripurna, bermutu, dan terjangkau di Indonesia dengan berpegang teguh pada cinta kasih universal.
Kamu bisa melakukan kunjungan pasien di Rumah Sakit Tzu Chi sesuai jadwal kunjungan, yaitu:
Berikut ini nomor alamat dan telepon Rumah Sakit Tzu Chi Cengkareng yang harus kamu ketahui untuk berobat.
Selain di Cengkareng, rumah sakit Tzu Chi juga terletak di PIK atau Pantai Indah Kapuk.
Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat
11730
Motto rumah sakit yakni melayani berlandaskan kasih tanpa pamrih, Rumah Sakit Tzu Chi memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk setiap pasien yang datang tanpa membeda-bedakan.
Salah satu bentuk dari visinya untuk memberikan pelayanan rumah sakit yang bermutu adalah dengan memberikan pelayanan kesehatan unggulan.
Di antaranya adalah pelayanan kesehatan endoskopi THT, laser medis fotona, operasi katarak yang menggunakan teknik phaco, dan operasi laparoskopi.
Tidak sampai di situ saja fasilitas dan pelayanan medis yang diberikan Rumah Sakit Tzu Chi. Berikut ini penjabaran lengkap mengenai fasilitas dan pelayanan medis yang diberikan oleh RS Buddha Tzu Chi.
Keunggulan dari IGD di Rumah Sakit Tzu Chi PIK adalah terbuka selama 24 jam dengan tim dokter jaga yang sudah bersertifikat pelatihan emergency ACLS, ATLS, dan ALS.
Para perawat di unit ini juga perawat terpilih yang memiliki sertifikat pelatihan emergency BTCLS, ALS, dan PPGD.
Fasilitas pada unit IGD meliputi USG emergency, emergency mechanical ventilator, ruang resusitasi, ruang ponek, ruang isolasi emergency, dan ambulans khusus gawat darurat. Kamu juga dipersilakan untuk melakukan konsultasi kepada dokter spesialis emergency.
Yang berbeda dari IGD RS Tzu Chi dibandingkan rumah sakit lainnya adalah sistem penanganan pasiennya.
Di Rumah Sakit Tzu Chi menerapkan sistem Triage di mana tim dokter dan perawat akan menangani pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan pasien tersebut.
Pembagiannya adalah pasien yang dinyatakan sebagai pasien prioritas I akan ditandai dengan warna merah dan memiliki response time kurang dari satu menit.
Pasien kategori prioritas II akan ditandai dengan warna kuning dan memiliki response time selama kurang dari sepuluh menit. Terakhir, pasien pada kategori prioritas III ditandai dengan warna hijau dengan response time kurang dari 30 menit.
Rumah Sakit Tzu Chi memiliki 14 poliklinik dengan tim dokter dan perawat andal yang ahli di bidangnya.
Diperuntukkan untuk pasien yang membutuhkan pengawasan, perawatan, dan pengobatan khusus. Pasien yang berada di HCU-ICU akan mendapatkan pantauan selama 24 jam oleh petugas medis yang kompeten.
Beberapa pasien khusus seperti pasien yang mengidap penyakit menular atau pasien yang rentan tertular penyakit (misalnya pasien yang mengidap autoimun) akan dirawat khusus di rawat inap isolasi dengan perawatan kesehatan khusus.
Rumah Sakit Tzu Chi memiliki 12 kasur khusus rawat inap maternity atau pasien yang baru menjalani persalinan.
Ruang rawat inap perinatal dikhususkan untuk bayi yang baru lahir. Bayi-bayi ini akan digolongkan menjadi tiga golongan. Golongan pertama adalah level 1 di mana bayi dinyatakan dalam kondisi sehat.
Level 2A dikhususkan untuk bayi yang baru lahir dengan kondisi tertentu sehingga membutuhkan pengawasan petugas medis.
Level 2B dikhususkan untuk bayi yang mengalami kondisi abnormal atau ketidakstabilan dan membutuhkan pengawasan ketat oleh petugas medis. Bedanya bayi level 2A dan 2B adalah pada level 2B dikhususkan untuk bayi yang membutuhkan alat bantu napas khusus.
Terdapat 24 kasur rawat inap di perinatal, 12 kasur untuk bayi level 1, 8 kasur untuk bayi level 2A, dan 4 kasur untuk bayi level 2B. Di ruang inap perinatal juga disediakan inkubator bayi atau boks penghangat bayi.
Ruang rawat inap anak dikhususkan untuk anak-anak berusia antara 1 bulan hingga 18 tahun yang membutuhkan pengobatan dan pengawasan ketat dari petugas medis. Rumah Sakit Tzu Chi menyediakan 16 kasur rawat inap anak yang terdiri dari 5 sampai 6 kasur untuk satu ruangan.
Rumah Sakit Tzu Chi memiliki 30 kasur yang diperuntukkan untuk rawat inap dewasa yang terdiri dari 6 kasur untuk rawat inap dewasa bedah dan non bedah untuk laki-laki. Tujuh kasur untuk rawat inap bedah perempuan dan 11 kasur untuk rawat inap non bedah perempuan.
Yang membedakan Rumah Sakit Tzu Chi dengan rumah sakit lainnya adalah Rumah Sakit Tzu Chi memiliki pelayanan medis unggulan. Di antaranya ada endoskopi THT, terapi unggulan laser fotona, operasi katarak yang menggunakan teknik phaco dan operasi laparoscopy.
Sementara itu, fasilitas penunjang medis yang dimiliki Rumah Sakit Tzu Chi antara lain farmasi, medical check up, radiologi, laboratorium, dan pelayanan home care.
Adapun tarif kamar inap di RS Tzu Chi, sebagai berikut:
Sementara itu, di tengah pandemi Covid-19 yang belum akan berakhir ini, Rumah Sakit Tzu Chi turut membantu para pasien yang kesulitan mendapatkan kamar untuk melakukan isolasi mandiri.
Adapun biaya yang dibutuhkan mulai dari Rp3,2 juta untuk 3 hari perawatan dengan fasilitas seperti swab PCR di Rumah Sakit Tzu Chi, pemeriksaan rutin kesehatan, multivitamin yang dibutuhkan, makan 3 kali sehari dan makanan ringan 2 kali sehari.
Paket yang kedua sebesar Rp4,7 juta untuk 5 hari dengan fasilitas swab PCR sebanyak 2 kali, pemeriksaan kesehatan, multivitamin, makan berat dan ringan selama isolasi mandiri. Terakhir, paket ketiga sebesar Rp6,2 juta untuk 14 hari dengan fasilitas yang sama dengan paket yang lainnya ditambah dengan rapid test 1 kali.
Adapun biaya untuk persalinan, kamu membutuhkan biaya mulai dari Rp20 juta hingga Rp50 juta tergantung tingkat kesulitan persalinan.
Bisa. Beberapa pasien khusus seperti pasien yang mengidap penyakit menular atau pasien yang rentan tertular penyakit (misalnya pasien yang mengidap autoimun) akan dirawat khusus di rawat inap isolasi.
Tarif yang dibutuhkan untuk melakukan isolasi mandiri di Rumah Sakit Tzu Chi adalah Rp3,2 juta untuk 3 hari, Rp4,5 juta untuk 5 hari, dan Rp6,7 juta untuk 14 hari.
Artikel Terkait Lainnya