Arti Uang Pertanggungan Asuransi dan Jumlahnya yang Ideal

uang pertanggungan asuransi untuk anak

Alasan utama kita membeli asuransi jiwa adalah memproteksi keuangan kita dan keluarga. Proteksi tersebut berwujud uang pertanggungan asuransi yang akan diberikan kepada ahli waris dari perusahaan asuransi selaku penanggung.

Pencarian uang pertanggungan atau UP ini diberikan apabila tertanggung mengalami cacat total tetap atau meninggal. Manfaatnya akan sangat berguna untuk memberikan jaminan keamanan finansial bagi keluarga yang ditinggalkan tertanggung atau jika tertanggung tidak sanggup bekerja lagi akibat dampak cacat tetap..

Berapa nilai uang pertanggungan asuransi yang ideal?

Berbeda perusahaan, maka produk asuransinya pun tidak sama. Maka dari itu, berbeda pula besaran uang pertanggungan yang akan akan diberikan. Ada yang besarnya puluhan juta atau bahkan mencapai miliaran rupiah.

Misalnya, uang pertanggungan asuransi jiwa kita sebesar Rp200 juta. Uang itu mungkin terlihat cukup banyak saat ini karena uang sebesar itu tidak ada di tabungan kita sekarang. Tapi kenyataannya Rp200 juta itu kecil untuk sebuah proteksi asuransi jiwa. Kenapa? Mari kita cari tahu bersama-sama melalui penjelasan berikut.

Andai biaya hidup keluarga kita per bulan Rp10 juta. Artinya UP itu hanya mencukupi kebutuhan keluarga yang ditinggalkan untuk bertahan hidup kurang dari dua tahun. Padahal setiap tahun biaya hidup naik mengikuti inflasi yang besarannya sekitar 6-7 persen.

Dengan demikian, UP yang nilainya Rp200 juta, dalam dua tahun saja nilai riilnya atau daya belinya turun menjadi Rp178 juta karena harga barang yang naik. Semakin bertambah tahun, daya beli dari besaran UP pun menurun. Jaminan proteksi finansial yang didapatkan pun tidak akan memadai.

Menentukan besaran UP yang sesuai kebutuhan

jaminan masa depan anak dengan asuransi jiwa

Melihat dari kenyataan di atas, lantas berapa besaran uang pertanggungan yang ideal dan bagaimana cara menghitungnya?

Besaran yang ideal nyatanya berbeda-beda satu dengan lainnya tergantung kebutuhan keluarga kita masing-masing. Maka pertama-tama kita perlu tahu secara pasti berapa biaya hidup keluarga kita per bulan. Setelah itu, estimasikan jumlah uang yang kita butuhkan.

Ada beberapa metode untuk mengetahui jumlah yang ideal. Berikut adalah beberapa metode terkait.

1. Metode human life of value

Pada metode ini, uang pertanggungan mutlak dihitung berdasarkan pendapatan bulanan dikali dengan lama dana tersedia untuk menopang hidup, tanpa memperhatikan faktor bunga maupun pertumbuhan dana jika uang tersebut disimpan dalam produk simpanan di perbankan.

2. Metode income based value

Metode ini menghitung UP dengan memperhitungkan besarnya bunga atau return jika uang yang diterima disimpan dalam produk simpanan perbankan.

3. Metode financial needs based value

Besar uang pertanggungan memiliki kisaran minimal sama dengan besarnya uang kebutuhan tertentu saat ini (present value) dikali dengan 150 persen. Sedangkan jumlah maksimal adalah sebesar uang di masa mendatang (future value) dikali dengan 80 persen.

Maka, metode ketiga ini mutlak dikombinasikan dengan investasi yang dilakukan (baik secara bulanan atau tahunan) untuk mencapai kebutuhan keuangan di masa mendatang (future value) dari kebutuhan keuangan tersebut. Metode ini juga dapat dipakai bagi kita yang berpenghasilan bulanan sangat besar.

Contoh penghitungan uang pertanggungan asuransi

Eko (35 tahun) memiliki penghasilan bersih Rp5 juta setiap bulannya, istrinya merupakan ibu rumah tangga. Mereka memiliki satu orang anak yang berusia sembilan tahun. Jika Eko meninggal akibat kecelakaan, maka besarnya UP adalah sebagai berikut.

1. Metode human life

Jika menggunakan metode Human Life Value, maka besaran uang pertanggungan asuransi jiwa Eko sebagai berikut.

Rp5 juta x 12 x 5 = Rp300 juta.

Ini berarti, uang tersebut diharapkan dapat memberikan jaminan finansial keluarga yang ditinggalkan selama lima tahun (tanpa menghitung bunga atau pertumbuhan dana).

2. Metode income based value

Jika menggunakan metode Income Based Value, maka uang pertanggungan asuransi jiwa sebagai berikut.

(Rp5 juta x 12) / 6% = Rp1 miliar.

Mengapa dibagi dengan 6 persen? Karena jika UP diterima, maka dana tersebut ditempatkan pada instrumen investasi pendapatan tetap, seperti ORI (Obligasi Ritel Indonesia), reksadana pendapatan tetap, jadi bukan pada deposito.

Secara historis, ORI memiliki kinerja setahun pada kisaran 6-8 persen. Jadi, uang sebesar Rp1 miliar akan menghasilkan Rp5 juta setiap bulannya karena Rp1 miliar x (6% / 12) = Rp5 juta.

3. Metode financial needs based value

Metode Financial Needs Based Value, maka pertanggungan asuransi jiwa digunakan untuk memproteksi biaya pendidikan kelak jika kepala keluarga meninggal. Misalnya, biaya pendidikan di universitas sekarang adalah Rp200 juta, maka sembilan tahun lagi biaya pendidikan menjadi sekitar Rp550 juta dengan perkiraan kenaikan 12 persen setiap tahunnya.

Jadi, uang pertanggungan untuk memproteksi biaya pendidikan adalah sebesar Rp550 juta. Atau, jika ingin lebih murah bisa memilih jumlah pertanggungan Rp275 juta, namun wajib disertai dengan kombinasi investasi pada reksadana saham sebanyak Rp250 ribu setiap bulannya, yaitu dengan target return minimal sebesar 18 persen per tahun.

Seperti apa karakteristik uang pertanggungan asuransi yang bermanfaat?

uang pertanggungan asuransi untuk keluarga

Mendapatkan besaran uang pertanggungan atau UP asuransi jiwa yang ideal setidaknya memiliki empat manfaat utama, yaitu:

1. Liabilities 

Uang yang didapatkan dapat digunakan untuk membayar utang sehingga tertanggung tidak mewarisi utang kepada ahli waris (pasangan atau anak).

2. Income

Uang yang didapatkan juga perlu dipersiapkan untuk pemasukan atau biaya kehidupan pasangan di kemudian hari.

3. Final expenses

Uang pertanggungan asuransi jiwa juga harus dapat membiayai pengeluaran-pengeluaran akhir, misal melunasi rumah sakit, biaya penguburan atau kremasi, membayar rumah duka, dan lain sebagainya.

4. Education fund or estate

Terakhir, dalam menentukan jumlah pertanggungan asuransi jiwa, perlu mempertimbangkan biaya pendidikan anak (paling tidak sampai anak selesai kuliah S1). Jadi selalu pastikan untuk memilih produk-produk asuransi jiwa yang tepat dengan disertai uang pertanggungan asuransi yang didasari dengan keempat faktor keamanan di atas agar keuangan keluarga dan ahli waris terjamin.

Jadi itu dia penjelasan tentang uang pertanggungan asuransi. Semoga jelas dan bermanfaat ya. Tapi kalau masih butuh informasi yang lebih lengkap lagi, coba cari tahu tentang manfaat dan produk asuransi jiwa terbaik di Lifepal. Jangan ragu untuk berkonsultasi secara gratis juga di Lifepal ya!