Mengenal Profesi Agen Asuransi dan Keuntungannya

agen asuransi

Tak banyak yang memiliki cita-cita untuk meniti karir sebagai agen asuransi. Malahan agen asuransi kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian orang.

Namun, jika ditelisik lebih dalam lagi, profesi agen asuransi memberikan keuntungan dan masa depan yang cukup menjanjikan jika bicara masalah finansial.

Teman Andalan Untuk Kebutuhan Asuransimu

  • Bandingkan lebih dari 100 polis
  • Konsultan terbaik di sisimu
  • Bantuan klaim gratis dan mudah
Rp
+62

Agen asuransi memberikan pertolongan kepada orang lain dengan jalan memperkenalkan berbagai produk asuransi. Tujuannya agar lebih banyak orang yang terhindar dari kerugian finansial yang lebih besar lagi.

Lalu apa sebenarnya profesi agen asuransi itu? Pengertian agen asuransi adalah orang atau badan hukum yang memberikan jasa dengan memasarkan produk asuransi atas nama perusahaan asuransi.

Sedangkan menurut peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 69/POJK.05/2016, definisi agen asuransi adalah orang yang bekerja sendiri atau bekerja pada badan usaha, yang bertindak untuk dan atas nama Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah dan memenuhi persyaratan untuk mewakili Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah memasarkan produk asuransi atau produk asuransi syariah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.

Secara etika, agen asuransi hanya boleh memasarkan produk dari satu perusahaan asuransi saja. Sebab agen asuransi menjadi perpanjangan tangan perusahaan asuransi dalam melakukan perjanjian dengan calon tertanggung atau calon nasabah.

Alasan itulah terkadang membuat agen asuransi atau broker asuransi diberikan target untuk memasarkan produk asuransi dari perusahaan. Dengan demikian, mereka mendapatkan komisi atau keuntungan yang berlipat ganda.

Profesi Agen Asuransi di Indonesia

Agen Asuransi di Indonesia

Seiring dengan literasi tentang asuransi yang semakin meningkat, agen asuransi sebetulnya menjadi pilihan profesi yang menjanjikan.

Pasalnya saat ini profesi agen asuransi tidak terlalu banyak dipilih. Masih banyak yang merasa tidak memiliki bakat dalam memasarkan produk asuransi.

Dengan menjadi agen asuransi, Anda bisa menentukan sendiri berapa besar penghasilan yang  Anda dapatkan berdasarkan target yang sudah ditetapkan. Sehingga penghasilan seorang agen asuransi rata-rata bisa melebihi upah minimum regional (UMR).

Peluangnya pun masih cukup besar. Penetrasi asuransi di Indonesia hanya sekitar 1,7 persen saja. Artinya industri ini masih sangat menjanjikan jika dilakoni dengan serius.

Ada cukup banyak contoh agen asuransi yang sukses mendapatkan berbagai fasilitas dan penghasilan yang jauh melebihi harapan sebelumnya.

Di antara seperti jalan-jalan ke luar negeri dan menginap di hotel mewah sudah menjadi rutinitas yang bisa dilakukan setidaknya satu kali dalam satu tahun.

Istimewanya lagi, agen asuransi tidak terikat dengan jam kerja selama delapan jam di kantor.

Agen asuransi bisa mengatur waktu kapan harus mengejar target dan kapan harus memberikan waktu penuh untuk keluarga.

Tak jarang jika kebanyakan bu rumah tangga yang memilih menjadi agen asuransi. Sebab mereka bisa mendapatkan penghasilan layaknya pekerja kantoran tetapi punya fleksibilitas waktu.

Menurut data AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) menunjukkan bahwa hingga Maret 2018 saja tercatat ada sekitar 584 ribu orang tenaga pemasar asuransi di Indonesia.

Cara Mudah Menjadi Agen Asuransi

Untuk menjadi agen asuransi memang mudah. Tetapi ada payung hukum yang mengatur di dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 69/POJK.05/2016 yang diringkas sebagai berikut ini:

Agen asuransi wajib:

  • Memiliki sertifikat keagenan sesuai dengan bidang usahanya
  • Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
  • Terdaftar dalam asosiasi yang sesuai dengan bidang usahanya
  • Mematuhi kode etik yang ditetapkan oleh asosiasi maupun perusahaan asuransi tempat bernaung

Berdasarkan aturan tersebut, cara untuk menjadi agen asuransi adalah:

  • Memilih perusahaan asuransi terbaik
  • Melakukan pendaftar sebagai agen asuransi di perusahaan yang sudah dipilih
  • Mengikuti pelatihan mengenai asuransi yang dipilih antara asuransi jiwa dan atau asuransi umum
  • Lulus seleksi dan sertifikasi yang diadakan oleh asosiasi asuransi yang diakui di Indonesia
  • Mematuhi semua peraturan asosiasi dan perusahaan asuransi

Untung Rugi menjadi Agen Asuransi

Untung Rugi Agen Asuransi

Bagi yang sudah menjalaninya tentu sudah melewati susah senangnya menjadi agen asuransi. Profesi ini memang unik sekaligus menantang.

1. Bisa Paruh Waktu

Menjadi agen asuransi memang tak harus punya pekerjaan sebelumnya. Bahkan ada yang melakukannya di luar jam kerja utama.

Mulanya mereka yang pertama kali menjadi agen asuransi biasanya memiliki pekerjaan tetap. Seiring dengan semakin bertambahnya calon nasabah dan keuntungan yang didapatkan, hingga akhirnya pekerjaan utama pun ditinggalkan.

2. Keuntungan Komisi

Kunci menjadi agen asuransi yang sukses adalah komitmen dan konsisten. Tanpa kerja keras, Anda tidak akan bisa mendapatkan keuntungan dari komisi.

Mereka yang berjuang hingga mendapatkan komisi besar berangkat dari titik yang sama. Yang membedakan hanyalah kegigihan.

Beberapa perusahaan asuransi memberikan persentase komisi yang berbeda-beda. Rata-rata komisi yang didapatkan oleh agen asuransi antara 5 persen sampai dengan 30 persen.

Namun tak menutup kemungkinan komisi yang didapatkan pada tahun-tahun berikutnya bisa meningkat hingga 42 persen.  

3. Jam Kerja Fleksibel

Bagi Anda yang memang bukan tipe orang yang tidak bisa bangun pagi, menjadi agen asuransi adalah pilihan terbaik. Alasannya karena agen asuransi tidak terikat dengan jam kerja dari jam 9 sampai dengan jam 6 sore.

Tidak seperti PNS ataupun karyawan swasta, agen asuransi memiliki jam kerja yang fleksibel disesuaikan dengan keinginan calon nasabah.

Risikonya memang kadang-kadang harus siap 24 jam untuk melayani pertanyaan dan keluhan dari nasabah.

4. Mendapatkan Networking

Satu hal yang paling menarik dari karir asuransi sebagai agen adalah bisa bertemu banyak orang dari berbagai latar belakang.

Dari pertemuan-pertemuan itu, Anda bisa mempelajari langsung karakter orang dari latar belakang yang berbeda. Sehingga mau tak mau Anda harus bisa belajar bagaimana menghadapi orang dengan tipe dan karakter yang berbeda-beda.

Di sinilah tantangan bagi Anda untuk bisa meyakinkan konsumen atau calon nasabah tentang produk asuransi yang Anda tawarkan.

Ada banyak cara menawarkan produk asuransi. Bisa dengan cara soft selling maupun hard selling. Malahan terkadang ada agen asuransi yang hanya dengan mendengarkan curhat calon nasabah saja sudah bisa melakukan closing.

Selebihnya, jika calon nasabah belum tertarik, setidaknya Anda mendapatkan banyak kenalan yang memperluas jaringan pertemanan.  

5. Bonus Menggiurkan

Jangan tanya berapa banyak bonus dan fasilitas agen asuransi yang sudah berpengalaman.

Bonus-bonus yang didapatkan bukan hanya berupa handphone atau alat elektronik saja, melainkan hingga tawaran jalan-jalan ke luar negeri tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun jika target penjualan terpenuhi.

Perhitungan Komisi Agen Asuransi

Pasti ada yang bertanya-tanya bagaimana caranya seorang agen asuransi bisa mendapatkan komisi puluhan hingga ratusan juta per tahun.

Perhitungan komisi biasanya didasarkan pada Annual Premium Income(API) atau pendapatan premi per tahun.

Cara perhitungan API haruslah dihitung berdasarkan jumlah total premi berkala secara tahunan.

Contoh perhitungannya sebagai berikut.

Agen Rudi berhasil mendapatkan 40 orang nasabah dalam satu tahun dengan pembayaran premi masing-masing Rp 600 ribu per bulan atau premi tahunannya mencapai Rp 7,2 juta.

Anggap saja manfaat investasi yang didapatkan sekitar Rp 5 juta dan nilai investasinya Rp 2,2 juta. API dengan perhitungan ini adalah Rp 5 juta.

40 orang nasabah x Rp 5 juta =  Rp 200 juta per tahun

Artinya agen Rudi mendapatkan API sebesar Rp 200 juta per tahun. Begini perhitungan komisi yang didapatkan oleh Agen Rudi.

Agen Rudi API Komisi per tahun
Komisi 30% Rp 200 juta Rp 60 Juta

 

Jumlah tersebut belum termasuk dengan bonus yang didapatkan dengan persentase yang berbeda-beda pula antara perusahaan asuransi.

Komisi tersebut dihitung untuk premi yang berjalan pada tahun pertama. Untuk asuransi jiwa saja pembayaran premi minimal 5 tahun. Artinya agen asuransi masih bisa mendapatkan komisi sampai dengan masa pembayaran premi selesai dengan nilai yang semakin berkembang atau bertambah.

Bagaimana, menarik sekali bukan mendapatkan keuntungan sebagai agen asuransi di Indonesia?