Pengertian Asuransi Kecelakaan Kerja, Premi, dan Keuntungannya

Asuransi kecelakaan diri

Salah satu risiko yang dihadapi oleh pekerja adalah kecelakaan kerja. Pekerja yang menghadapi risiko tinggi atas kecelakaan kerja biasanya adalah pekerja yang bekerja di sektor manufaktur, konstruksi, minyak dan gas, atau pekerja non-kantoran oleh karena itu perlu asuransi kecelekaan kerja. 

Tentu saja, kecelakaan adalah risiko yang ingin dihindari oleh para pekerja. Kendati sudah diusahakan untuk dihindari, peristiwa-peristiwa kecelakaan kerja selalu saja bermunculan karena sejumlah faktor.

Untuk menghadapi kemungkinan kecelakaan kerja yang bisa pada waktu yang tidak dapat diprediksi, para pekerja sebenarnya membutuhkan produk asuransi kecelakaan kerja. Produk ini ditawarkan oleh perusahaan asuransi.

Apa itu asuransi kecelakaan kerja?

Asuransi kecelakaan kerja adalah produk yang didesain untuk menjamin risiko apabila tertanggung mengalami cedera badan yang disebabkan oleh kecelakaan saat melakukan pekerjaannya yang terjadi secara mendadak.

Pada saat ini, asuransi kecelakaan kerja banyak disediakan perusahaan asuransi. Kendati demikian, selain perusahaan asuransi, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan juga memiliki program bernama Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang wajib diikuti oleh seluruh pekerja di Indonesia.

Yuk, kita kupas program JKK yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan dan produk asuransi kecelakaan kerja yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi swasta!

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

JKK yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan adalah program yang memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja.

JKK melindungi diri atas risiko kecelakaan kerja, mulai dari perjalanan pergi, pulang, dan di tempat bekerja, serta perjalanan dinas. Apabila kita mengalami kecelakaan, JKK akan menjamin perawatan tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis.

Di samping itu, JKK juga menyediakan santunan upah selama tidak bekerja, yaitu 6 bulan pertama 100 persen, 6 bulan kedua 75 persen, seterusnya hingga sembuh 50 persen.

JKK juga menyediakan santunan kematian akibat kecelakaan kerja sebesar 48 kali upah yang dilaporkan oleh perusahaan (pemberi kerja) atau peserta.

Di samping itu, JKK menyediakan bantuan beasiswa untuk satu orang anak. Beasiswa pendidikan bagi satu orang anak dari peserta yang meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan kerja sebesar Rp12 juta.

Asuransi kecelakaan kerja dari perusahaan swasta

Selain JKK yang merupakan program pemerintah, perusahaan asuransi swasta juga menyediakan produk asuransi kecelakaan kerja. Salah satu contoh perusahaan asuransi yang menawarkan produk ini adalah Prudential Jiwa Indonesia.

Prudential memiliki produk bernama PRUCorporate Personal Accident. Produk ini ditujukan bagi nasabah korporasi. Kita bisa mendapatkan manfaat perlindungan apabila meninggal karena kecelakaan kerja, manfaat cacat tetap akibat kecelakaan akselerasi dan manfaat penggantian biaya medis akibat kecelakaan.

Menurut situs Prudential Indonesia, risiko yang ditanggung dalam produk asuransi kecelakaan kerja antara lain:

  • Cacat badan yang disebabkan dari peristiwa yang terjadi akibat kecelakaan saat melaksanakan pekerjaan.
  • Cedera yang membuat pemilik polis mengalami penurunan kemampuan untuk beraktivitas dan memerlukan perawatan medis.
  • Sequela yaitu kondisi di mana pemilik polis kehilangan salah satu anggota tubuhnya atau mengalami gangguan fungsi anggota tubuh secara permanen yang disebabkan cedera setelah kecelakaan.
  • Meninggal dunia yang disebabkan karena mengalami kecelakaan kerja.

Perbedaan jaminan kecelakaan kerja dengan asuransi kecelakaan diri

Kamu pasti sering mendengar kedua perlindungan tersebut. Namun, belum pasti tahu apakah keduanya memiliki kesamaan atau justru punya perbedaan yang signifikan.

Jaminan kecelakaan kerja dan asuransi kecelakaan diri ternyata dua hal yang berbeda walaupun keduanya punya manfaat yang sama, yaitu memberikan perlindungan terhadap risiko kerja yang tidak terduga.

Jaminan Kecelakaan Kerja 

Jaminan Kecelakaan Kerja atau JKK adalah program yang dicanangkan pemerintah dengan tujuan perlindungan terhadap para pekerja.

Pemilik JKK akan dijamin dari risiko-risiko kecelakaan dalam lingkup pekerjaan dan hubungan kerja, termasuk kecelakaan dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya. JKK juga berlaku atas penyakit apa pun yang ditimbulkan lingkungan kerja.

Dana JKK yang ditanggung perusahaan di mana kamu bekerja langsung masuk ke dalam BPJS Ketenagakerjaan. Nominalnya disesuaikan dengan tingkat risiko lingkungan kerja, yaitu:

  • Tingkat risiko sangat rendah: 0,24% dari upah per bulan.
  • Tingkat risiko rendah: 0,54% dari upah per bulan.
  • Tingkat risiko sedang: 0,89% dari upah per bulan.
  • Tingkat risiko tinggi: 1,27% dari upah per bulan.
  • Tingkat risiko sangat tinggi: 1,74% dari upah per bulan.

Asuransi kecelakaan diri

Jika JKK diwajibkan Pemerintah, asuransi kecelakaan diri adalah asuransi swasta yang diberikan perusahaan di mana kamu bekerja.

Proteksi yang ditawarkan bisa mencakup risiko-risiko di lingkungan kerja, rumah, ataupun di mana saja sesuai dengan program yang dipilih.

Kebijakan mengenai pembiayaannya pun berbeda-beda pada setiap perusahaan. Ada yang dibayarkan penuh atau ada pula yang ditanggung setengahnya oleh karyawan. 

Meski terbilang mahal, tingkat proteksi yang ditawarkan sangat lengkap. Mulai dari biaya pengobatan, biaya perawatan, cacat tetap, dan santunan kematian.

Bahkan, sekarang ini banyak perusahaan asuransi yang menawarkan ganti rugi 100% dari jumlah pertanggungan.

Risiko yang ditanggung asuransi kecelakaan kerja

Setiap asuransi kecelakaan kerja menawarkan beberapa risiko yang bisa ditanggung, apabila terjadi sebuah peristiwa. Risikonya meliputi:

  • Risiko A : Risiko Meninggal Dunia
  • Risiko B : Risiko Cacat Tetap dan Risiko Cacat Tidak Tetap.
  • Risiko D : Risiko biaya pengobatan/perawatan dokter/rumah sakit

Pengecualian dalam asuransi kecelakaan kerja

Namun, semuanya gak dapat dijamin apabila ada beberapa faktor lain yang menyebabkan terjadinya risiko di atas. Berikut ini pengecualian dalam asuransi kecelakaan kerja.

  • Kecelakaan terjadi karena kesengajaan atau kecerobohan dari orang yang mengasuransikan atau tertanggung.
  • Berkelahi, melakukan atau berusaha bunuh diri atau melakukan tindakan kriminal.
  • Beberapa keluhan penyakit, seperti keluhan atau penyakit otak, penyakit, gangguan mental atau tertanggung dalam keadaan mabuk.
  • Kehamilan, melahirkan, keguguran, pembedahaan atau perawatan atau pengobatan lainnya.
  • Kecelakaan yang timbul pada saat tertanggung sedang dalam proses peradilan, ditahan atau dihukum
  • Gempa bumi, letusan gunung berapi, atau gelombang laut.
  • Perang, aksi militer dari negara asing, revolusi, permusuhan, perang sipil pemberontakan bersenjata, dan gangguan keamanan lainnya atau kerusuhan ataupun teroris.
  • Mengemudikan pesawat terbang atau kapal secara tidak sah.
  • Radiasi nuklir atau kontaminasi radioaktif.
  • Sifat radioaktif, ledakan alam, atau kerusakan karena alam.

Premi asuransi kecelakaan kerja

Dalam hal premi, faktor usia dan pekerjaan akan menentukan besaran premi yang harus kita bayar. Semakin tua usia kita maka risiko akan semakin besar. Di samping itu, risiko kecelakaan kerja yang tinggi juga akan membuat risiko semakin besar.

Dengan kata lain, semakin tinggi risiko, premi yang harus dibayar akan menjadi semakin tinggi. Besaran premi yang perlu dibayar oleh satu pekerja dan pekerja lainnya bervariasi tergantung dari usia dan jenis pekerjaan.

Keuntungan memproteksi diri dengan asuransi kecelakaan kerja

Salah satu keuntungan atau manfaat dari memiliki produk asuransi kecelakaan kerja adalah meringankan biaya pengobatan atau perawatan akibat mengalami kecelakaan kerja.

Seperti diketahui, biaya pengobatan untuk mengobati kecelakaan kerja tidaklah kecil. Asuransi kecelakaan kerja akan menanggung biaya pengobatan apabila kita mengalami kecelakaan saat bekerja.

Pada umumnya, asuransi kecelakaan kerja menjamin risiko dari kecelakaan ringan, kecelakaan sedang hingga kecelakaan serius bahkan yang menyebabkan tertanggung meninggal. Selain biaya pengobatan, asuransi kecelakaan kerja juga memiliki skema untuk menyediakan uang santunan bagi keluarga yang ditinggalkan oleh pekerja.

Sebagai contoh, apabila gaji dari tertanggung yang mengalami musibah terhenti akibat meninggal karena kecelakaan kerja maka pihak asuransi akan memberikan santunan bulanan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan yang tercantum dalam polis atau surat perjanjian.

Skema lainnya adalah pemberian uang pertanggungan (UP) dari perusahaan asuransi kepada keluarga yang ditinggalkan oleh pekerja yang meninggal akibat kecelakaan kerja. Uang itu bisa digunakan oleh keluarga untuk modal usaha setelah ditinggalkan oleh pekerja yang meninggal dalam kecelakaan  kerja.

Kini kita sudah memahami manfaat yang begitu besar berkat memiliki asuransi kecelakaan kerja bagi keluarga yang ditinggalkan. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, kita cek profil perusahaan-perusahaan dan produk unggulan mereka yang terkait dengan asuransi kecelakaan kerja di Lifepal!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →