
PAYDI (Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi) adalah produk asuransi yang sebelumnya dikenal sebagai unit link, yang memberikan manfaat proteksi sekaligus investasi. OJK mengubah istilah unit link menjadi PAYDI agar dapat meningkatkan transparansi dan melindungi nasabah melalui pengelolaan premi yang lebih akuntabel dan sesuai profil risiko.
PAYDI adalah Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi yang sebelumnya dikenal dengan nama Unit Link. Istilah ini diperkenalkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2022 melalui Surat Edaran OJK (SEOJK) Nomor 5/SEOJK.05/2022, dengan tujuan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan pemahaman nasabah terhadap produk asuransi yang memiliki unsur investasi.
Berbeda dari asuransi tradisional, PAYDI memungkinkan sebagian dari premi yang dibayarkan dialokasikan ke instrumen investasi, seperti saham atau obligasi, sehingga memberikan peluang imbal hasil, bukan sekadar perlindungan asuransi.
Pahami lebih dalam mengenai pengertian PAYDI, regulasi terbaru yang ditetapkan oleh OJK, hingga manfaat dan risikonya dalam artikel Lifepal berikut ini!
PAYDI singkatan dari Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi adalah produk asuransi yang memberikan manfaat perlindungan sekaligus peluang investasi. Sebelum tahun 2022, produk ini dikenal sebagai Unit Link, tetapi OJK mengubah istilahnya menjadi PAYDI untuk meningkatkan transparansi serta memberikan perlindungan lebih bagi pemegang polis.
Unit Link seringkali dikritik karena kurangnya pemahaman nasabah terhadap risiko investasi yang menyertainya. Dengan mengubahnya menjadi PAYDI dalam istilah asuransi, OJK menetapkan regulasi yang lebih ketat agar produk ini lebih jelas dari segi manfaat, biaya, dan risiko.
Oleh karena itu, kini setiap perusahaan asuransi harus memberikan informasi yang lebih transparan mengenai pengelolaan dana investasi serta perlindungan yang diberikan.
OJK mengatur PAYDI melalui Surat Edaran OJK (SEOJK) Nomor 5/SEOJK.05/2022 yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan bagi pemegang polis dan memastikan transparansi dalam pemasaran serta pengelolaan produk ini.
Regulasi ini mencakup beberapa aspek utama, yaitu:
OJK mewajibkan perusahaan asuransi untuk memberikan informasi yang jelas dan transparan kepada calon nasabah mengenai risiko, biaya, dan potensi keuntungan PAYDI. Selain itu, agen asuransi juga harus memiliki sertifikasi khusus agar dapat menjelaskan produk ini secara detail kepada pelanggan.
Dana investasi dalam PAYDI harus dikelola secara profesional dan sesuai dengan profil risiko yang telah disepakati oleh pemegang polis. Perusahaan asuransi juga diwajibkan untuk melakukan pelaporan rutin mengenai performa investasi kepada nasabah agar mereka bisa mengambil keputusan yang lebih baik.
Setiap perusahaan asuransi yang menawarkan PAYDI diwajibkan untuk memiliki manajemen risiko yang ketat, termasuk transparansi dalam biaya-biaya yang dikenakan dan strategi investasi yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa dana yang dikelola tetap aman dan sesuai dengan profil risiko nasabah.
Selain itu, perusahaan yang baru pertama kali memasarkan PAYDI harus memenuhi ketentuan modal sendiri yakni sebesar Rp250 miliar bagi perusahaan asuransi konvensional dan Rp150 miliar bagi perusahaan asuransi syariah. Ketentuan ini diterapkan untuk menjamin bahwa perusahaan memiliki kapasitas keuangan yang cukup dalam mengelola produk PAYDI serta melindungi kepentingan pemegang polis.
OJK juga mengawasi ketat tata kelola aset PAYDI agar tetap sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Hal ini juga berlaku untuk asuransi tradisional yang tidak menggunakan unsur investasi.
Sebagai produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi, PAYDI memiliki banyak manfaat untuk nasabahnya. Namun, ada risiko yang perlu kamu pahami sebelum memutuskan untuk membelinya.
Pelajari penawaran dan RIPLAY asuransi dengan membacanya secara teliti. Jika ada pertanyaan, jangan sungkan untuk menanyakannya langsung ke agen asuransi.
Menurut laporan Bisnis Indonesia, meskipun OJK telah mengeluarkan regulasi SEOJK 5/2022 untuk meningkatkan transparansi dan perlindungan nasabah, kepercayaan masyarakat terhadap PAYDI masih belum sepenuhnya pulih.
Premi unit-linked yang menjadi bagian dari PAYDI mengalami penurunan sebesar 11,7% secara tahunan (YoY) pada semester I 2025 dan hanya menyumbang sekitar 23,23% dari total premi asuransi jiwa. Hal ini mencerminkan penurunan minat konsumen, dipicu oleh kinerja investasi yang belum optimal serta kekhawatiran terhadap risiko dan biaya tersembunyi.
Subdana PAYDI adalah bagian dari alokasi investasi yang ditawarkan dalam produk PAYDI, dan disesuaikan dengan profil risiko pemegang polis. Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, berikut beberapa jenis alokasi Subdana PAYDI.
Merupakan subdana berbasis pasar uang yang ditempatkan 100% pada instrumen jangka pendek seperti deposito atau surat utang negara. Instrumen investasi ini cocok untuk nasabah konservatif yang mengutamakan keamanan dan likuiditas.
Mengalokasikan mayoritas dananya (minimal 80%) pada obligasi atau instrumen pendapatan tetap. Sesuai untuk nasabah dengan profil risiko konservatif hingga moderat yang menginginkan hasil investasi stabil.
Merupakan campuran antara saham dan obligasi yang menawarkan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas. Jenis alokasi investasi ini ideal bagi investor dengan profil risiko moderat.
Fokus pada investasi di saham (minimal 80% dari dana). Jenis ini menawarkan potensi imbal hasil tinggi, namun dengan risiko yang juga tinggi. Cocok untuk nasabah agresif yang mengejar pertumbuhan nilai investasi jangka panjang.
PAYDI dan Asuransi Jiwa Tradisional (AJT) memiliki perbedaan mendasar dalam struktur, tujuan, dan mekanisme pengelolaan premi. Tabel berikut merangkum perbedaan utama antara asuransi jiwa unit link atau yang sekarang disebut PAYDI dengan asuransi jiwa tradisional.
OJK memperkenalkan istilah PAYDI sebagai pengganti Unit Link untuk meningkatkan transparansi, perlindungan nasabah, dan pemahaman terhadap produk-produk yang mengandung unsur investasi.
Mengutip dari Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia, AASI, berikut beberapa kriteria utama yang harus dimiliki oleh perusahaan yang menyediakan PAYDI.
Memilih PAYDI yang sesuai dengan kebutuhan dan toleransi risiko kamu sangat penting agar manfaat proteksi dan investasi bisa optimal. Berikut beberapa tips yang bisa membantu:
Memiliki asuransi sangat penting untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko finansial yang tidak terduga. Salah satu contoh nyata adalah asuransi kesehatan, yang dapat membantu menutup biaya pengobatan jika terjadi sakit atau kecelakaan.
Bayangkan jika seseorang mengalami kecelakaan dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Tanpa asuransi, biaya medis yang tinggi bisa membebani keuangan keluarga. Namun, dengan asuransi kesehatan, biaya tersebut dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi, sehingga kamu bisa fokus pada pemulihan tanpa khawatir soal biaya.
Jika kamu ingin menemukan produk asuransi kesehatan yang paling sesuai dengan kebutuhanmu, gunakan platform marketplace asuransi seperti Lifepal. Di Lifepal, kamu bisa membandingkan berbagai produk asuransi dari berbagai perusahaan terpercaya, mendapatkan rekomendasi terbaik, dan memilih asuransi kesehatan yang sesuai dengan profil risiko serta kebutuhan finansialmu.
Jangan ragu untuk melindungi finansialmu dengan asuransi kesehatan yang tepat. Cek dan bandingkan berbagai produk asuransi di Lifepal sekarang juga!
Tujuan utama manfaat investasi pada produk PAYDI adalah untuk memberikan potensi pertumbuhan nilai dari premi yang dibayarkan nasabah. Sebagian dari premi dalam PAYDI dialokasikan ke dalam instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau pasar uang, sehingga memungkinkan nasabah memperoleh imbal hasil selain dari perlindungan jiwa.
Premi asuransi dalam PAYDI dapat dikembalikan sebagian atau seluruhnya tergantung pada syarat dan ketentuan polis yang berlaku. Dalam banyak kasus, pengembalian premi terjadi jika nasabah melakukan pembatalan polis dalam masa free-look period atau jika terdapat nilai tunai dari investasi yang dapat dicairkan. Namun, perlu diingat bahwa pengembalian ini seringkali dikurangi oleh biaya administrasi atau biaya akuisisi yang telah dikenakan sebelumnya.
Artikel Terkait Lainnya