lifepal-user-logo
lifepal-user-logo
  • Dapatkan Penawaran
      Hubungi Kami
      Atau
      Chat di Whatsapp
      Senin - Jumat
      08.00 - 19.00 WIB
      Sabtu
      08.00 - 17.00 WIB
      Hari libur nasional
      Tutup
  • Masuk/Daftar
  • Asuransi Mobil
    • Asuransi Mobil Terbaik
    • Asuransi Mobil All Risk
    • Asuransi Mobil TLO
    • Asuransi Mobil Syariah
    • Asuransi Mobil Bekas
    • Asuransi Mobil Pihak Ketiga
    • Asuransi Mobil Listrik
  • Asuransi Kesehatan
    • Asuransi Kesehatan Terbaik
    • Asuransi Kesehatan Orangtua
    • Asuransi Kesehatan Keluarga
    • Asuransi Kesehatan Anak
    • Asuransi Rawat Jalan
    • Asuransi Melahirkan
    • Asuransi Gigi
    • Hospital Cash Plan
    • Asuransi Karyawan
  • Rekan
    • Asuransi Mobil Garda Oto
    • Asuransi Mobil Zurich Syariah
    • Asuransi Mobil ACA
    • Asuransi Mobil Roojai-Sompo
    • Asuransi Mobil Mega Insurance
    • Asuransi Mobil Simas Insurtech
    • Asuransi Mobil Oona
    • Asuransi Mobil MAG
    • Asuransi Kesehatan Sinar Mas
    • Asuransi Kesehatan AXA
    • Asuransi Kesehatan Lippo General Insurance
    • Asuransi Kesehatan April Internasional
    • Asuransi Kesehatan CAR Life
    • Asuransi Kesehatan MAG
  • Artikel & Tips
    • Mengerti Asuransi
      • Polis Asuransi
      • Premi Asuransi
      • Jenis Asuransi
      • Risiko Asuransi
      • Klaim Asuransi
    • Artikel Lainnya
      • Semua Artikel
      • Tips Asuransi
      • Tips Asuransi Mobil
      • Tips Asuransi Kesehatan
      • Review Perusahaan Asuransi
      • Tips Kendaraan & Asuransi
      • Tips Kesehatan & Asuransi
      • Kalkulator
  • Layanan
    • Tentang Lifepal
    • Bantuan
    • Ketentuan
    • Cara Pembelian
  • Media
  • Asuransi Mobil
  • Biaya Klaim Mobil Listrik 32% Lebih Tinggi pada Q4 2025
Asuransi Mobil

Biaya Klaim Mobil Listrik 32% Lebih Tinggi pada Q4 2025

4 Menit
Biaya Klaim Mobil Listrik 32% Lebih Tinggi pada Q4 2025 I Lifepal.co.id

Muncul persepsi bahwa premi asuransi mobil listrik lebih mahal dibanding mobil konvensional. Banyak pemilik kendaraan mulai mempertanyakan apakah hal tersebut memang disebabkan risiko mobil listrik yang lebih tinggi, terutama terkait baterai dan biaya perbaikannya.

Hingga saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum membedakan rate premi resmi antara kendaraan listrik dan mobil konvensional. Namun dalam siaran pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juni 2025, OJK mulai memberi sinyal bahwa kendaraan listrik akan diperlakukan sebagai kategori risiko tersendiri di masa depan melalui rancangan SEOJK terbaru.

“OJK mulai mengatur tarif premi asuransi kendaraan bermotor berbasis listrik dalam rancangan SEOJK terbaru, menandakan kendaraan EV mulai diperlakukan sebagai kategori risiko berbeda dibanding mobil konvensional.”

Mengikuti perkembangan tersebut, Lifepal melihat mayoritas perusahaan asuransi mobil di Indonesia saat ini memang masih menggunakan rate asuransi mobil normal OJK yang sama dengan kendaraan konvensional. Namun dalam proses underwriting, beberapa perusahaan mulai menerapkan ketentuan tambahan khusus kendaraan listrik.

Lifepal melihat mayoritas perusahaan asuransi mobil di Indonesia saat ini masih menggunakan rate normal OJK yang sama dengan kendaraan konvensional. Namun dalam proses underwriting, beberapa perusahaan mulai menerapkan ketentuan tambahan khusus kendaraan listrik.

Beberapa perusahaan asuransi mulai mewajibkan perbaikan di bengkel resmi ATPM untuk kendaraan listrik. Selain itu, ada juga yang menerapkan additional deductible khusus kerusakan baterai hingga 10% dari nilai klaim. Ketentuan tambahan inilah yang kemudian membuat premi asuransi mobil listrik sering dianggap lebih mahal dibanding mobil biasa.

Namun apakah benar biaya klaim kendaraan listrik saat ini memang lebih tinggi dibanding mobil konvensional?

Tren Populasi Kendaraan Listrik di Indonesia

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, penting untuk memahami bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia masih berada pada tahap awal perkembangan. Meskipun pertumbuhannya sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kendaraan listrik yang beredar masih jauh lebih sedikit dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.

Tren Populasi Kendaraan di Indonesia I Lifepal.co.id

Dari grafik di atas terlihat bahwa populasi mobil Hybrid Electric Vehicle (HEV) meningkat dari sekitar 2.473 unit pada 2021 menjadi lebih dari 65 ribu unit pada 2025. Sementara itu, Battery Electric Vehicle (BEV) tumbuh menjadi lebih dari 103 ribu unit pada periode yang sama. Di sisi lain, kendaraan konvensional masih mendominasi pasar otomotif nasional dengan jumlah yang jauh lebih besar.

Kondisi ini membuat data historis terkait klaim asuransi mobil listrik di Indonesia masih relatif terbatas. Dengan populasi kendaraan yang masih kecil, pola risiko dan biaya klaim yang terbentuk juga belum sepenuhnya matang untuk dijadikan acuan jangka panjang.

Karena itu, untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif, diperlukan pembanding dari pasar yang memiliki tingkat adopsi kendaraan listrik lebih tinggi.

Thailand Memiliki Pasar EV yang Lebih Matang

Sebelum membandingkan biaya klaim, penting untuk memahami mengapa Thailand dipilih sebagai acuan dalam analisis ini. Dibandingkan Indonesia, Thailand memiliki penetrasi kendaraan listrik yang jauh lebih tinggi sehingga menghasilkan volume klaim EV yang lebih besar. Hal ini memungkinkan pola biaya klaim kendaraan listrik diamati dengan lebih representatif dibandingkan pasar yang masih berada pada tahap awal perkembangan.

Roojai Klaim EV ID I Roojai.co.id

Sepanjang 2025, klaim kendaraan listrik di Thailand terus menunjukkan tren peningkatan dari kuartal ke kuartal. Secara keseluruhan, klaim EV masih menyumbang sekitar 2% dari total klaim kendaraan yang tercatat, sementara sisanya berasal dari kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE). Meskipun porsinya masih relatif kecil, volume klaim EV yang telah mencapai lebih dari 2.300 kasus sepanjang 2025,memberikan data historis yang cukup untuk mulai mengidentifikasi pola biaya klaim pada pasar kendaraan listrik yang lebih matang.

Rata-Rata Biaya Klaim EV Lebih Tinggi 32%

Untuk memahami bagaimana biaya klaim kendaraan listrik berkembang pada pasar yang lebih matang, Lifepal bersama Roojai Indonesia melakukan analisis terhadap rata-rata nilai klaim asuransi mobil listrik (EV) dan mobil secara umum sepanjang tahun 2025 di Thailand (sumber data historis Asuransi Roojai Thailand)

Thailand dipilih sebagai acuan karena merupakan salah satu pasar kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara dengan tingkat penetrasi EV yang jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Jumlah kendaraan listrik yang lebih besar menghasilkan volume data klaim yang lebih banyak sehingga pola risiko dapat diamati dengan lebih jelas.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, terlihat bahwa biaya klaim kendaraan listrik secara konsisten berada di atas biaya klaim kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) sepanjang 2025. Pada sebagian besar periode pengamatan, rata-rata nilai klaim EV berada di atas kendaraan ICE atau non-EV.

Jika melihat periode Kuartal IV 2025 (Oktober–Desember), rata-rata biaya klaim kendaraan listrik tercatat sekitar 32% lebih tinggi dibandingkan nilai klaim kendaraan ICE atau mobil konvensional. Temuan ini mengindikasikan bahwa biaya perbaikan kendaraan listrik masih dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti harga komponen yang lebih mahal, ketersediaan suku cadang yang lebih terbatas, hingga kebutuhan teknisi dengan keahlian khusus.

Meski demikian, hasil ini tidak berarti bahwa kendaraan listrik selalu memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional. Besarnya nilai klaim juga dipengaruhi oleh harga kendaraan, jenis kerusakan, biaya tenaga kerja, struktur jaringan bengkel, hingga karakteristik pasar di masing-masing negara.

Kesimpulannya, saat ini adalah biaya klaim kendaraan listrik memang cenderung lebih tinggi dibandingkan kendaraan konvensional pada pasar yang lebih matang seperti Thailand. Namun, pasar EV di Indonesia masih berada dalam fase pertumbuhan sehingga pola risiko dan biaya klaimnya masih akan terus berkembang seiring bertambahnya populasi kendaraan listrik. Dalam beberapa tahun ke depan, data klaim yang semakin besar akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai apakah premi asuransi mobil listrik memang perlu diperlakukan berbeda dibandingkan mobil konvensional.

Ditulis oleh

Clara Naomi
Clara Naomi

Terakhir diperbarui:

16 Juli 2026

Bagikan

Tags:

tips asuransi mobil

Artikel Terkait Lainnya

Kenapa Premi Asuransi Mobil Listrik Bisa Lebih Mahal? Ini Penjelasannya

Asuransi Mobil
6 Menit

Asuransi Mobil Tua: Apakah Masih Bisa All Risk?

Asuransi Mobil
6 Menit

Nikmati Liburan Tanpa Khawatir dengan Asuransi Mobil Simas Insurtech

Asuransi Mobil
2 Menit

4 Langkah Praktis Klaim Asuransi Mobil Zurich Syariah

Asuransi Mobil
2 Menit

Asuransi Mobil Banjir di Oona, Apa Saja yang Ditanggung?

Asuransi Mobil
3 Menit

Contoh Surat Kronologis Kejadian dan Cara Membuatnya

Asuransi Mobil
5 Menit

Apa Itu Asuransi Kombinasi? Ini Pengertian dan Manfaatnya

Asuransi Mobil
5 Menit

Asuransi Mobil

  • Asuransi Mobil Terbaik
  • Asuransi Mobil All Risk
  • Asuransi Mobil TLO
  • Asuransi Mobil Syariah
  • Asuransi Mobil Bekas
  • Asuransi Mobil Pihak Ketiga
  • Asuransi Mobil Listrik

Asuransi Kesehatan

  • Asuransi Kesehatan Terbaik
  • Asuransi Kesehatan Orangtua
  • Asuransi Kesehatan Keluarga
  • Asuransi Kesehatan Anak
  • Asuransi Rawat Jalan
  • Asuransi Melahirkan
  • Asuransi Gigi
  • Hospital Cash Plan
  • Asuransi Karyawan

Asuransi Berdasarkan Merk Kendaraanmu

  • Asuransi Mobil Toyota
  • Asuransi Mobil Honda
  • Asuransi Mobil Suzuki
  • Asuransi Mobil Nissan
  • Asuransi Mobil Mazda
  • Asuransi Mobil Wuling
  • Asuransi Mobil Daihatsu
  • Asuransi Mobil Mitsubishi
  • Asuransi Mobil Mercedes Benz
  • Asuransi Mobil Datsun
  • Asuransi Mobil Kia
  • Asuransi Mobil Chevrolet
  • Asuransi Mobil BMW
Lifepal

PT Abisatya Pialang Asuransi

Marketplace Asuransi Terbaik di Indonesia

Beneran Pilihannya, Beneran Hematnya.

Alamat

CIBIS 9 17th Floor jl TB Simatupang No.2 Cilandak Timur, Pasar Minggu Jakarta Selatan 12560

Google Maps

Layanan Customer Support

WA (Chat only)

0823 300 300 27

Email

Support@lifepal.co.id

Penawaran dan
Pembelian

021 3076 2306

Perpanjangan Polis

021 3076 2308

Waktu Operasional

Senin - Jumat
08:00 - 18:00 WIB
Sabtu
08:00 - 17:00 WIB
Minggu dan Hari Libur Nasional
Tutup

Customer Service

021 3076 2309

Waktu Operasional

Senin - Jumat
08:00 - 18:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional
Tutup

Social Media

FacebookInstagramYoutubeTiktokLinkedin

Layanan Pengaduan Konsumen

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

0853 1111 101

Metode Pembayaran & Program Cicilan 0%

Berizin dan diawasi OJK

OJK
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi

Copyright © 2024 Lifepal -- Dikelola oleh PT Abisatya Pialang Asuransi, pialang asuransi berizin dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-018/KMK.17/1992 dan anggota APPARINDO 060-2001/APPARINDO/2024. Lifepal berusaha untuk menyajikan informasi yang akurat dan terbaru namun dapat berbeda dari informasi yang diberikan oleh penyedia layanan / institusi keuangan. Keseluruhan informasi diberikan tanpa jaminan, kami menyarankan untuk melakukan verifikasi sebelum melakukan keputusan finansial Anda.

Biaya Klaim Mobil Listrik 32% Lebih Tinggi pada Q4 2025