
Mobil listrik menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari emisi yang lebih rendah hingga biaya operasional yang lebih hemat. Namun, ketika ingin memberikan perlindungan melalui asuransi, tidak sedikit pemilik kendaraan yang bertanya apakah premi asuransi mobil listrik lebih mahal dibanding mobil konvensional. Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak, karena besaran premi dipengaruhi oleh tarif dasar yang ditetapkan regulator sekaligus kebijakan underwriting dari masing-masing perusahaan asuransi.
Pada artikel ini, Lifepal akan membahas apakah biaya asuransi mobil listrik benar-benar lebih mahal, faktor-faktor yang memengaruhi besarannya, simulasi perhitungan premi berdasarkan rate OJK, serta tips memilih polis yang sesuai dengan karakteristik kendaraan listrik agar kamu bisa mendapatkan perlindungan yang optimal.
Secara umum, harga premi asuransi mobil listrik tidak selalu lebih mahal dibanding mobil konvensional. Hal ini karena hingga saat ini belum ada ketentuan tarif premi khusus untuk kendaraan listrik. Penetapan tarif dasar masih mengacu pada Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 6/SEOJK.05/2017 tentang Penetapan Tarif Premi atau Kontribusi pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor, yang berlaku untuk kendaraan bermotor secara umum.
Meski demikian, perusahaan asuransi tetap dapat melakukan penyesuaian melalui proses underwriting. Pada kendaraan listrik, penilaian tersebut umumnya mempertimbangkan karakteristik khusus, seperti nilai baterai, biaya perbaikan, ketersediaan bengkel yang memiliki kompetensi menangani kendaraan listrik, serta manfaat perlindungan yang dipilih.
Oleh karena itu, besaran premi maupun ketentuan polis dapat berbeda meskipun tarif dasarnya mengacu pada regulasi yang sama.
Meskipun tarif dasar premi asuransi mobil listrik masih mengacu pada ketentuan umum rate asuransi kendaraan dari OJK, beberapa perusahaan asuransi dapat menerapkan kebijakan underwriting yang berbeda untuk kendaraan listrik. Hal ini dilakukan arena mobil listrik memiliki karakteristik risiko tersendiri, terutama terkait proses perbaikan, nilai komponen, dan potensi biaya klaim.
Berikut beberapa faktor yang membuat premi mobil listrik lebih mahal dibanding mobil konvensional.
Mobil listrik menggunakan sistem kelistrikan bertegangan tinggi yang memerlukan peralatan dan prosedur penanganan khusus. Karena itu, beberapa perusahaan asuransi mensyaratkan agar proses perbaikan dilakukan di bengkel resmi ATPM atau bengkel rekanan yang memiliki kompetensi menangani kendaraan listrik.
Meskipun bertujuan menjaga kualitas perbaikan dan keselamatan kendaraan, penggunaan bengkel resmi umumnya memiliki biaya jasa dan suku cadang yang lebih tinggi. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi biaya klaim sehingga menjadi salah satu pertimbangan perusahaan asuransi dalam menentukan premi.
Deductible atau risiko sendiri adalah bagian dari biaya klaim asuransi mobil listrik yang tetap menjadi tanggungan nasabah. Selain risiko sendiri yang berlaku secara umum, beberapa polis asuransi mobil listrik juga menerapkan deductible khusus apabila kerusakan melibatkan baterai. Misalnya, nasabah diwajibkan menanggung 10% dari nilai kerusakan baterai, sesuai ketentuan yang tercantum dalam polis.
Ketentuan ini sering membuat perlindungan mobil listrik dianggap lebih mahal. Padahal, additional deductible bukan merupakan tambahan premi, melainkan porsi biaya klaim yang harus dibayarkan oleh nasabah ketika terjadi kerusakan pada baterai.
Secara umum, biaya perbaikan mobil listrik memang cenderung lebih tinggi dibanding mobil konvensional. Hal ini dipengaruhi oleh harga suku cadang yang relatif mahal, penggunaan teknologi kendaraan listrik yang lebih kompleks, serta kebutuhan teknisi bersertifikat dan peralatan khusus untuk melakukan diagnosis maupun perbaikan.
Selain itu, battery pack merupakan salah satu komponen dengan nilai tertinggi pada mobil listrik. Menurut International Energy Agency (IEA), nilainya dapat mencapai sekitar 25% dari harga jual kendaraan listrik.
Jika mengalami kerusakan, biaya perbaikan atau penggantian baterai dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung jenis dan kapasitas baterainya. Besarnya potensi biaya tersebut menjadi salah satu alasan perusahaan asuransi menerapkan proses underwriting yang lebih cermat pada kendaraan listrik.
Hingga saat ini, rate premi asuransi mobil listrik masih mengacu pada regulasi yang sama seperti asuransi mobil konvensional. Namun, OJK berencana menyempurnakan aturan tersebut seiring berkembangnya penggunaan kendaraan listrik yang memiliki karakteristik risiko berbeda, seperti baterai, sistem kelistrikan, dan biaya perbaikan.
Sambil menunggu regulasi biaya asuransi mobil yang baru, perusahaan asuransi tetap melakukan underwriting untuk menilai tingkat risiko setiap kendaraan sebelum menentukan premi mobil listrik. Berikut beberapa faktor yang memengaruhi premi asuransi mobil listrik.
Memahami faktor-faktor di atas dapat membantumu memperkirakan besaran premi sekaligus memilih perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan. Karena setiap perusahaan asuransi memiliki kebijakan underwriting yang berbeda, premi untuk mobil listrik dengan tipe yang sama pun belum tentu memiliki nilai yang identik.
Sebagai ilustrasi, berikut simulasi premi asuransi mobil All Risk untuk BYD menggunakan kisaran tarif OJK di Wilayah II (DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat). Simulasi ini bertujuan memberikan gambaran perhitungan premi berdasarkan harga kendaraan.
*Harga mengacu pada daftar harga OTR Jakarta di situs resmi BYD Indonesia dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Perlu diingat, simulasi di atas hanya menggunakan kisaran tarif dasar OJK. Besaran premi yang kamu bayarkan dapat berbeda karena setiap perusahaan asuransi memiliki kebijakan underwriting masing-masing.
Premi asuransi mobil listrik dapat berbeda di setiap perusahaan asuransi karena dipengaruhi oleh kebijakan underwriting dan manfaat polis yang ditawarkan. Oleh karena itu, jangan hanya membandingkan harga premi, tetapi pastikan perlindungan yang kamu pilih juga sesuai dengan karakteristik kendaraan listrik.
Setiap perusahaan asuransi memiliki kebijakan underwriting, manfaat perlindungan, dan besaran premi yang berbeda. Dengan membandingkan beberapa polis sekaligus, kamu bisa menemukan kombinasi premi dan manfaat yang paling sesuai dengan kebutuhan serta anggaran. Di Lifepal, kamu dapat membandingkan beragam produk perlindungan untuk kendaraan roda empat, termasuk asuransi mobil listrik terbaik dari perusahaan ternama.
Jika mobil listrik masih baru atau memiliki nilai kendaraan yang tinggi, asuransi All Risk umumnya lebih sesuai karena memberikan perlindungan terhadap berbagai jenis kerusakan. Sementara itu, asuransi Total Loss Only dapat menjadi pilihan yang lebih ekonomis apabila kendaraan sudah berusia lebih tua atau digunakan dengan risiko yang lebih rendah.
Sebelum membeli polis, pastikan kamu memahami besaran deductible atau risiko sendiri yang berlaku. Periksa juga apakah terdapat additional deductible untuk kerusakan baterai agar kamu tidak terkejut saat mengajukan klaim.
Pastikan perusahaan asuransi memiliki jaringan bengkel rekanan yang mampu menangani mobil listrik. Hal ini penting agar proses perbaikan dapat dilakukan sesuai standar pabrikan dan tidak terkendala keterbatasan fasilitas maupun teknisi.
Tidak semua polis memberikan cakupan perlindungan baterai yang sama. Karena baterai merupakan salah satu komponen dengan nilai tertinggi pada mobil listrik, pastikan kamu memahami cakupan jaminan, pengecualian polis, serta syarat klaim yang berlaku sebelum memutuskan membeli asuransi.
Ya, mobil listrik tetap layak diasuransikan. Meskipun pada beberapa kondisi premi asuransi mobil listrik dapat lebih tinggi dibanding mobil konvensional, potensi kerugian finansial yang ditanggung pemilik kendaraan juga relatif besar. Pasalnya, biaya perbaikan mobil listrik umumnya lebih tinggi karena melibatkan komponen elektronik, sistem kelistrikan bertegangan tinggi, hingga baterai yang memiliki nilai tinggi.
Dari sisi cost versus risk, membayar premi asuransi setiap tahun umumnya jauh lebih terjangkau dibanding harus menanggung sendiri biaya perbaikan akibat kecelakaan. Terlebih jika kerusakan melibatkan battery pack yang merupakan salah satu komponen dengan nilai tertinggi pada mobil listrik. Tanpa perlindungan asuransi, biaya perbaikan atau penggantian komponen tersebut berpotensi membebani kondisi keuangan pemilik kendaraan.
Jika mobil listrik yang kamu miliki masih baru atau memiliki nilai kendaraan yang tinggi, asuransi All Risk umumnya lebih disarankan karena memberikan perlindungan terhadap berbagai jenis kerusakan, mulai dari kerusakan ringan hingga berat sesuai ketentuan polis. Sementara itu, Total Loss Only (TLO) dapat menjadi pilihan apabila kendaraan sudah berusia lebih tua atau kamu menginginkan premi yang lebih terjangkau dengan perlindungan yang berfokus pada risiko kehilangan atau kerusakan total.
Mobil listrik memiliki karakteristik yang berbeda dengan mobil konvensional, terutama dari sisi biaya perbaikan dan nilai komponennya. Jika terjadi kecelakaan, kerusakan pada baterai, sistem kelistrikan, atau komponen elektronik lainnya dapat mengakibatkan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Karena itu, memiliki perlindungan asuransi dapat membantu mengurangi risiko kerugian finansial yang mungkin timbul.
Bagi pemilik mobil listrik, asuransi mobil All Risk dapat menjadi pilihan yang tepat karena memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko sesuai ketentuan polis, mulai dari kerusakan akibat kecelakaan, banjir, hingga risiko lain yang dijamin. Sebelum memilih polis, pastikan kamu membandingkan manfaat perlindungan, jaringan bengkel rekanan, serta ketentuan terkait perlindungan baterai agar mendapatkan polis yang sesuai dengan kebutuhan kendaraanmu.
Yuk, cari dan bandingkan +20 polis asuransi mobil terbaik di Lifepal!
Tergantung pada ketentuan polis yang kamu pilih. Sebagian perusahaan asuransi telah memberikan perlindungan terhadap baterai sebagai bagian dari jaminan kendaraan, sementara yang lain dapat menerapkan syarat, pengecualian, atau manfaat tambahan tertentu. Karena itu, pastikan kamu membaca ketentuan polis sebelum membeli asuransi mobil listrik.
Additional deductible baterai adalah biaya yang tetap menjadi tanggungan nasabah apabila klaim melibatkan kerusakan baterai mobil listrik. Pada beberapa polis, ketentuannya berupa tambahan deductible sebesar 10% dari nilai kerusakan baterai, di luar risiko sendiri (own risk) yang berlaku secara umum. Besaran dan syaratnya dapat berbeda pada setiap perusahaan asuransi.
Asuransi mobil listrik terbaik adalah polis yang menawarkan manfaat sesuai kebutuhanmu, memiliki jaringan bengkel luas, serta memberikan perlindungan yang jelas terhadap komponen penting seperti baterai. Sebelum membeli, bandingkan manfaat, ketentuan polis, dan besaran premi dari beberapa perusahaan asuransi agar mendapatkan perlindungan yang paling sesuai.
Artikel Terkait Lainnya